Berkunjung Ke Pedro Tea Plantation – Nuwara Eliya – Sri Lanka


Pedro Tea Plantation – Sri Lanka

Kali ini saya mau ajak kalian ke kota favorite saya di Sri Lanka yaitu Nuwara Eliya. Kenapa bisa Nuwara Eliya? karena dingin haha. Kota ini adalah kota paling dingin di Sri Lanka. Lainnya ampun deh, panasnya gak kira-kira apalagi kebanyakan kota di Sri Lanka berbatasan langsung dengan laut yang bikin gerah setiap masa.

Cuaca di Nuwara Eliya sebenarnya mirip di Puncak atau kalau di Sumut mirip kayak Brastagi. Begitu sore sampai pagi hari dingin tapi siang tetep panas tapi enak. Makanya saya paling seneng di Nuwara Eliya apalagi kotanya ini lebih sepi dibanding kota-kota wisata lainnya.

Baca juga tentang Nine Arch Bridge – Ella

Nuwara Eliya yang terkenal dengan julukan Little England memang dulunya dijadikan sebagai tempat berlibur dan kantor dari perkebunan teh milik kolonial Inggris. Sekarang kebanyakan kebun-kebun teh yang ada di Sri Lanka walaupun masih menggunakan nama-nama asing tetapi sudah dimiliki oleh warga lokal. Salah satunya adalah Pedro Tea Plantation yang sore itu akan kami kunjungi.

Pedro sebenarnya tidak jauh dari kota Nuwara Eliya, malahan kelihatan dari halaman belang penginapan kami. Sekitar 20 menit dari kota. Kita pilih Pedro karena katanya pabrik/perkebunan ini adalah salah satu yang paling tua dan juga perkebunan teh mereka dijalankan dengan “ethical” dan “sustainable” dan lagi sebenarnya karena hari Sabtu trus kita datangnya sudah sore sebenarnya gak banyak lagi yang bisa dilihat di pabrik teh, makanya kita pilih Pedro.

Kami datang sebelum tea tour terakhir jam 4 sore. Tiket untuk tour hanya Rs 250. Sayangnya Pedro mungkin harus memperbaiki sistem tournya terutama guide bahasa Inggris yang keliatan benci banget sama kerjaannya. Jadi dia sama sekali gak suka ditanya, gak suka ngomongin tea (dia jelasin kayak baca buku aja) trus gak mau perduli dengan peserta tour dan kurang penjelasan sama sekali. Jadi saya pikir kayaknya Pedro emang mesti training orang baru untuk jadi tour guide haha.

Sebenarnya Sri Lanka hanya memproduksi teh hijau dan hitam lalu nanti mereka akan menjual ke pabrik-pabrik lain seperti Lipton untuk dijual kembali ke pasar/retail. Intinya teh di sini yah, emang dijual untuk bahan baku aja.

Selama tour di pabrik kita gak bisa foto-foto atau ambil video tapi sebenarnya ketika tour berakhir, si guide cewek ini main langsung ninggalin kita aja, kalau mau nakal kita bisa aja balik lagi dan foto-foto karena segitu gak pedulinya dia haha. Aduh beneran kacaw banget guidenya itu.

Setelah tour berakhir setiap peserta akan diberikan 1 cangkir teh yang kalau saya gak salah black tea. Di sini lagi-lagi ada kesalahan karena mereka gak jelasin ke kita teh yang diminum. Sungguh, menurut saya aneh banget untuk sebuah tour tea tapi kita sendiri bingung minum/nyobain teh apaan haha.

Baca di sini tentang cara membuat visa Sri Lanka

Selain dari Tour saya cukup salut dengan Pedro. Perkebunan teh ini memiliki hutan luas di atas perbukitan. Hutan-hutan mereka memang sengaja dijaga untuk kelestarian alam dan juga menjaga debit air yang jatuh. Biasanya teh ditanam di kaki bukit/gunung sehingga bagus kalau ada hutan di atas supaya air hujan tidak langsung jatuh ke kebun atau paling jelek longsor. Menurut bapak pemilik penginapan, di hutan-hutan mereka masih banyak sekali binatang bahkan leopard.

Selama ini saya selalu menggangap kalau teh itu harganya gak mungkin mahal banget, ehhh ternyata di Sri Lanka harga teh yang dijual di perkebunan bisa sampai USD 30 – USD 60 untuk 1/4 kg. Mahal juga ya.

Tadinya saya pikir kita bakalan bisa ketemu pekerja teh di kebun tapi ternyata mereka kerja sampai jam 1 siang atau 3 sore tapi itupun kalau mau foto harus bayar. Jadi beneran gak ada yang gratis lagi dan ibu-ibu pemetik teh itu beneran sadar kamera banget. Saya sempet gak sengaja motret (karena dia muncul dari balik daun-daun) trus langsung kasih kode untuk minta duit. Kebanyakan sih gak mau kasih dan gak jadi foto kecuali 2 turis dari Rusia yang mendekat dan membuat sesi foto pribadi hehe.

Untuk saya pribadi, Pedro memang cantik banget untuk foto-foto tapi kalau untuk tour mungkin bisa cari rekomendasi di kebun teh lainnya.

2 comments

  1. Tempatnya sepertinya memang adem gitu ya Non, asyik kayaknya!

    Wah, iya tuh malesin banget kalau dapat guide yang seperti itu. Kan bikin pengalaman pengunjung jadi nggak enak ya selama di sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s