Prosedur Pembuatan Perjanjian PraNikah/ Prenup


pic taken from http://www.wrosslocklearlaw.com/premarital_agreements.shtml
pic taken from http://www.wrosslocklearlaw.com/premarital_agreements.shtml

Setelah seminggu puasa ngeblog, muncul-muncul langsung nulis perjanjian pra nikah πŸ™‚

Begini ya, seperti yang pernah saya tulis di blog, saya dan Matt terpaksa harus membuat perjanjian pra nikah karena Indonesia memiliki undang-undang yang “mengharamkan” WNA memiliki property di Indonesia. Property disini lebih kepada tanah ya, karena sebenarnya untuk memiliki rumah/apartment/mobil boleh koq πŸ™‚

Waktu saya mulai ngobrol soal prenup, Matt sih ok-ok aja ternyata dia lumayan tersinggung tapi saya gak mudeng. Mudengnya pas kita jalan ke Notaris, dia bawaanya cranky dan ternyata di depan Notaris ngomong kalo dia gak pernah setuju kita punya prenup dan lumayan sedih karena saya ngotot harus punya. Lah???

Kenapa saya ngotot harus punya prenup? well saya dan Matt masih tinggal di Indonesia entah sampai kapan. Kemungkinan untuk punya tanah, rumah, usaha atau apalah jelas ada kan? walau sekarang masih belon kepikiran karena gak punya duit juga hehe. Tapi……..kemungkinan-kemungkinan tsb tetap ada. Saya juga memiliki beberapa asset pribadi dan kemungkinan juga nantinya dapat dari orang tua. Ngomongin ini kayaknya kejam banget tapi emang perlu sih. Awalnya pun saya jelas gak mau sampai beberapa temen saya yang kebetulan menikah dengan warga asing meminta saya membuat prenup ini, terlebih adik saya juga ( yang kebetulan lawyer ) menyarankan untuk punya juga. Beberapa temen yang menikah dengan WNA sampai saat ini bahkan keinginan mereka untuk memiliki property di Indo terjegal karena tidak memiliki prenup. So….sebelum terlambat kita buat ajalah ya toh niatnya gak jelek juga sih.

Sempet nih kita maju mundur soal prenup karena ada beberapa temen Matt yang tinggal di Medan dan menikah dengan WNI tetap bisa memiliki property a/n istri. Saya bingung juga sih karena peraturannya kan gak boleh ya? CMIIW, cuman koq bisa di Medan? Matt sempet gak mau buat karena dia pikir kenapa temen dia bisa dan kita kayak ketakutan gitu harus buat 😦 tetapi daripada-daripada di kemudian hari kenapa-kenapa yaudin buat ajalah. Toh hukum di Indo ini serba gak jelas gini.

Nah…..tadinya pengen buat Prenup di Jakarta dengan si Adek, tapi kan harus ke Jakarta. Secara lagi gak ada budget, sayapun bergrilya nyari notaris yang murah meriah dan bisa ngurus Prenup di Medan aja. Ternyata gak gampang jek……di Medan yang namanya prenup belon familiar, ada beberapa notaris yang saya sambangi bahkan gak tau menau soal itu. Serem gak sih. Pantesan aja temen si Matt bisa beli rumah/tanah.

Setelah nyari sana sini akhirnya ketemu juga. Biayanya malah murah banget, hanya Rp 500.000 aja. Setelah deal harga, kitapun diminta untuk membuat draft prenup yang kita maui. Isi prenup ini gak melulu soal harta koq atau kalau terjadi perceraian. Apapun bisa kita masukkan ke dalam draft kita. Saya malah sempat baca di forum-forum ada yang sampai memasukkan kewajiban suami harus nyium si istri setiap hari. Duh…..kalo kita kemaren yah gak nyampelah yah ngurus begitu-begituan.

Saya kemaren cuman masukin point-point ini aja, atau bisa cek link disini ya

01. Soal harta bawaan saya dan Matt

02. Soal harta bersama nantinya gimana, yang ternyata tetap harus di pisah karena Matt WNA dan kalau saya mau tetap punya hak bisa beli2 property yah……harta selamanya akan terpisah. Ih….sedih

03. Soal Anak

04. Soal biaya rumah tangga

05. Soal anak dan rumah tangga jika bercerai ( amit-amit, pas dibacain notaris sedih banget )

Matt kemaren sempet ngechek gimana dengan undang-undang di US supaya bisa match gitu, ternyata gak ngaruh. Padahal kita udah buat dalam versi Inggris dan Indonesia hahaha. Karena ternyata prenup yang di buat di Indonesia gak berlaku di US.

Sebenarnya nih kalau mau buat perjanjian pranikah, buatlah lebih kurang 2 bulan sebelum menikah sehingga cukup punya waktu untuk revisi atau di cek-cek ulang, jangan baru mau buat 2 minggu sebelum nikah hahaha. Soalnya kalau perjanjian pranikah di Indo gak bisa di rubah lagi setelah kita menikah , beda banget dengan di USA yang menurut bapaknya Matt bisa kita rubah setelah menikah terutama untuk point-point mengenai Anak.

Nah untuk pengurusannya sendiri, Notaris hanya minta ID card saya dan Matt. Kita kemaren ngasih KTP dan Passport. Trus karena saya memiliki asset, semua surat-surat harus diserahkan ( photocopy aja) . Setelah itu kita ngasih draft perjanjian yang kita mau. Sekali lagi draft ini isinya boleh apa aja koq. Harta, urusan bathin sampai remeh temeh siapa yang nantinya cuci piring di rumah hehehe. Setelah itu Notaris bakalan nanyain kita mau pakai draft kita sendiri atau mereka akan bantu buatin dengan isi yang kita sepakati. Kemaren kita akhirnya nih minta Notaris aja yang buat secara draft perjanjian yang kita buat katanya agak rancu dan terlalu mengacu ke US. Gak ngerti juga maksut dianya gimana, tapi kita akhirnya manut ikut dengan si Notaris aja.

Setelah ok semuanya. Kita berdua di hadapan si Notaris bakalan tanda tangan, sebelumnya dibacain deh semua point-pointnya dimana rasanya waktu itu sedih sekali hahaha. Iya saya sedih, Matt juga. Kita berdua ngerasa gak enak banget tapi mau gimana lagi ya πŸ™‚

Tanda tangan ok, Notaris akan ngeluarin akte yang nantinya kita serahkan ke KUA sebelum ijab kabul. Di dalam kasus saya KUA dan TUAN kADI gak ngerti sama sekali dan ngerasa gak perlu memakai surat2 tsb. Saya ngotot dong. Entah gimanalah nasib akte itu di tangan mereka hahaha.

Ini ada beberapa link jika memang berminat untuk membuat prenup πŸ™‚

http://carapedia.com/surat_perjanjian_pra_nikah_info855.html

http://carapedia.com/surat_perjanjian_pra_nikah_info855.html

http://www.perencanakeuangan.com/files/PerlukahPerjanjianPranikah.html

Advertisements

175 comments

  1. Tips dan Contoh Membuat Surat Perjanjian

    Untuk menandatangani perjanjian/kontrak diperlukan serangkaian proses yang nampaknya merumitkan. Selain strategi negosiasi dan memeriksa dokumen-dokumen pendukung, anda juga perlu melihat draf kontrak itu dari dekat, membacanya lebih cermat, dan mengoreksinya sampai tamat. Buku Membuat Surat Perjanjian ini secara praktis mengajak anda menelusuri setahap demi setahap isi kontrak serta mendefinisikan kembali hak dan kewajiban anda yang dituangkan ke dalamnya.

    http://www.legalakses.com/tips-dan-contoh-membuat-surat-perjanjian/

  2. Terima kasih, linknya sangat bemanfaat. Ijinkan saya bertanya, kalau boleh tahu, berapa lama proses pembuatan prenup ini (dari awal cari notaris yang paham hingga proses dokumen ditandatangani)? Dan, apakah ada jangka waktu tertentu hingga kapan prenup ini bisa digunakan, maksud saya, apakah akan menjadi masalah kalau pasca prenup selesai dan baru 3 bulan setelahnya menngurus ke kedutaan dan ke KUA? Semoga pertanyaan saya bisa direspon dengan baik. Terima kasih banyak

  3. Terima kasih atas tulisan yang sangat bermanfaat, saya mau tanya mbak. Untuk domisili suaminya bagaimana y mbak sewaktu pengisian dokumen prenup? Soalnya notaris saya minta identity calon suami saya selain paspor. Katanya paspor tidak cukup? Terimakasih. 😊

  4. Terimakasih informasinya.
    Saya punya 2 pertanyaan, berapa lama prosedur prenup? dan jika pihak dari lelaki bekerja di luar Indonesia, bagaimana?

    Thank you

  5. Mba aku mau tanya apakah aset aset yang dimiliki wna berada diluar negeri juga harus di cantumi di dlm prenup beserta bukti bukti pembelian nya? Seperti misalnya sertifikat rumah yang berada di luar negeri

  6. halo ka, boleh nanya info contact notarisnya ga ka? biayanya di notaris yg kaka pakai berapa ya? thanks before πŸ™‚

  7. Hi Mba, salam kenal πŸ™‚
    Saya juga lagi nyari notaris di medan, dengan budget terbatas yang kita miliki, sepertinya agak sulit, hahahaha
    boleh minta nama notaris yang Mba tuliskan di cerita di atas?

    Makasih ya mba untuk semuanya πŸ™‚

  8. Hello salam mba , aku lg cari notaris yg bener2 bisa bikin prenup dan tarif murah daerah jkt timur. .notaris kebanyakan pasang tarif mahal kalo sdh tau nikah dgn wna

  9. Maaf mba mau tanya ..apakah kalau kita menikahnya tidak di indonsia harus membuat preen up juga? krn suatu saat ad kemungkinan tinggal di indonesia…lalu bolehkah membuat prenup nya setelah menikah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s