Takengon, Negeri di Atas Awan


Takengon Gayo Aceh Tengah
Takengon Gayo Aceh Tengah

Bener gak sih ada negeri diatas awan?

Pertama kalinya saya percaya dengan lagunya KLA Project kayaknya pas pertama kali ke Takengon, Aceh Tengah. Dari bukit-bukit bisa kelihatan kalau awan bergelantungan seperti bisa disentuh. Terasa dekat sekali.

https://nonikhairani.com/2015/09/15/lukisan-pagi-di-takengon/

https://nonikhairani.com/2015/09/28/coffee-tour-takengon/

Sebenarnya saya cukup kecewa dengan perjalanan ke Takengon tahun lalu. Ada banyak sekali perubahan seperti yang saya ingat. Yah, Takengon bertahun-tahun yang lalu. Saya cukup kaget sekarang kota ini berkembang cukup pesat, terutama dengan semua bisnis kopi yang menjamur.

Sayangnya pertumbuhan kota sepertinya terlalu cepat sehingga hampir tidak ada perencanaan. Mungkin loh haha. Saya cuman melihat dalam waktu 1 hari saja. Apa-apa yang saya ingat dulu, hampir musnah semuanya.

Setelah mengunjungi kebun kopi dan pabrik kopi, supir dari mobil sewaan mengajak kami melihat kota Takengon dari atas bukit. Walaupun sebenarnya cuaca saat itu cukup panas tapi karena asap yang cukup tebal, hampir semua terlihat berkabut.

Takengon, Aceh
Takengon, Aceh
Takengon Aceh
Takengon Aceh
Takengon Aceh
Takengon Aceh
Takengon Aceh
Takengon Aceh

Jalanan di Takengon ke arah bukit beberapa ruas terlihat masih rusak atau malahan masih terbuat dari tanah keras. Bisa dibayangkan kalau datangnya pas musim hujan. Aduh….bisa ampun-ampun deh, padahal sepanjang jalan saya lihat kebun kopi dimana-mana.

Coffee tour Takengon Aceh
Coffee tour Takengon Aceh

Karena kopi sekarang menjadi primadona, sepertinya hampir seluruh masyarakat Takengon memiliki kebun kopi. Begitu pula dengan warung-warung kopi. Biasanya walaupun memiliki kebun kopi rata-rata penduduk terutama pria senang keluar rumah untuk menikmati secangkir kopi panas di warung untuk berjumpa dengan teman.

Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah

Ini pemandangan kota Takengon dari atas bukit. Cantik ya, sayangnya saat itu mendung dan sedang musim asap sehingga hampir keseluruhan negeri berselimutkan asap dari pembakaran hutan.

Nama bukit ini adalah Pantan Terong. Tempat ini adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi gayo. Di tempat ini kita bisa melihat ibu kota Aceh Tengah dan danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di kecamatan Pegasing, bandara udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah

Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah
Takengon, Aceh Tengah

Sebenarnya kalau ke Takengon ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi selain melihat kota dari atas bukit atau kopi tur.

Duluuuu…..nenek saya selalu bercerita mengenai batu belah batu bertangkup. Cerita tentang ibu yang memaksa sebuah batu untuk menelan dirinya karena anak-anaknya jahat. Saya pikir cerita itu hanya dongeng semata, ternyata batu tersebut berada di Aceh Tengah.

Lintas Gayo
Lintas Gayo

Batu ini berkisah tentang seorang ibu yang terpaksa meminta sebuah batu agar menelan dirinya setelah suaminya memotong satu payudaranya karena emosi. Si suami yang baru pulang dari memancing melihat anak-anaknya baru saja melepaskan belalang-belalang yang ditarok didalam lumbung. Karena emosi, si bapak memotong satu payudara istrinya dan memakannya. Ughhh sadis banget ya. Akhirnya si ibu yang kecewa, sedih dan kesakitan itu meminta pada sang batu untuk menelannya. Dulu nenek saya setiap kali bercerita disertai lagu yang dinyanyikan si ibu untuk menelan dirinya. Skr terngiang-ngiang deh.

Selain itu Takengon juga memiliki gua Puteri Pukes yang juga memiliki legenda. Gua ini sepertinya paling populer dan banyak didatangi warga lokal. Saya melihatnya ketika pertama kali ke Takengon, SMA. Masih ada gua lainnya juga yang sama menariknya tapi saya belum pernah kesana haha.

Sebenarnya saya masih kepengen balik lagi ke Takengon sewaktu panen kopi akbar, diantara bulan April dan September. Ada yang mau ikutan?

Advertisements

56 comments

  1. Baru kemaren aku nyari spot wisata Aceh dan dapet gambar Pantan Terong yang bagus segarnya manjain mata. Bakalan jadi next destination ke Takengon ini dan memang rencana mau sewa mobil. Boleh tahu mba rekomendasi untuk sewa mobilnya? Sama Kopi tournya apa sekalian sama sewa mobil atau dari hotel? Thanks before ya..foto-foto dan ceritanya bagus sekali.

    • Kalau langsung dari Takengon kemaren aku dikasih no telp temennya temenku yang kebetulan ngangur, gak tau tapinya apa bisnis rental mobil dia hehe.

      Trus kalau kopi tour, kita jalan sendiri karena kantornya suami aku kebetulan emang punya perkebunan disini, jadi kita tinggal ngikutin aja.

      • Kayaknya belon ada tapi gak tau juga. Sebenarnya jalan sendiri bisa koq. Main aja ke salah satu pabrik kopi, tapi jangan lupa beli juga hehe. Biasanya mereka cukup baik koq, asal gak terlalu ramai. Kita ada datang juga kesalah satu pabrik kopi disana. Coba cek di tulisan aku tentang coffee tour. Seingat aku ada alamatnya.

  2. Ikutttt…kenapa ceritanya serem mbakkk. Kadang sedih ya klo liat ada tempat yg punya potensi banyak tp infrastrukturnya gak diplanning dengan matang 😦 Coba klo ditata dengan rapi kan bikin untung juga bagi semua orang

  3. indahnya.. 🙂 sayang jalannya masih susah ya, coba kalau dibangun bagus bisa jadi wisata ‘Kampung Kopi’ seperti ‘Kampung Coklat’ di Blitar. hehe.
    itu legendanya beneran mbak? sadis amat potong payudara untuk dimakan. 😦 ngilu saya bayanginnya.

    • Iya, mungkin kedepannya akan kayak begitu kali ya. CUman karena kopi kan maju bgt sekarang, jadinya mereka gak mikirin wisata kali haha.

      Itu legenda emang ngeri banget, nenek aku ceritanya juga kayak gitu dari zaman aku SD

  4. Kalo gw ngerasain negeri diatas awan itu waktu ke dieng
    Btw sekarang hampir semu akopi aberkembang secara pesat, mengikuti perkembangan social media yang melaju manja tapi kalo ngak di rencanakan akhir nya ntar jadi semrawut yaa

  5. Waduuh aku baru dengar ada legenda se sadis itu… Ngeri banget.

    tapi soal tempatnya negri di atas awan ini aku suka, yang kaya gini mah bisa bikin refreshing mata

  6. Mbaaa Non yg batu terbelah itu ternyata bneran ada bukti nyata batu nya ya? Dulu masi kecil ibu aku sering cerita ttg kisah ini, mgkin biar kami2 gak nakal yaa kan, terus diselingi lagu yg minta utk batu nya tbelah

  7. Aku juga jadi terniang niang mbak lagi batu belah batu betangkop.

    Aah. Jadi kangen cerita rakyat jaman dulu. Aku juga diceritainnya sama nenek. Mau ceritain sama si K kok detailnya lupa 😣

    • Nieeee

      Ceritanya ada satu ibu dengan 3 org anak cowok. Anak2nya nakal banget ngelepasin belalang bapaknya dari sangkar. Trus waktu bapaknya pulang dan lihat belalangnya gak ada lagi, marahlah dia. Si bapak marah dgn ibu dan (nenekku ceritanya) dipotongnya rambut si ibu. Si ibu lalu nangis dan sakit hati banget lari ke batu besar itu. Dia nyanyi batu belah batu bertangkup, batu dihulu tempat pemandianku. Sudahlah dulu penantianku. Tangkup…. Trus batunya terbelah dan dia masuk. Sisa rambutnya terjepit dibatu dan ditemuin anak2nya.

      Sedih amat crita ini ya 😁

      • Mbak nonikkk. Kok cerita yang diceritain nenek aku beda yaakk. Hahahaha. Klo gak salah anaknya itu cewek dua orang gak suka sama ibunya. Jadi ibunya sedih anak anaknya ini selalu aja membenci dia. Jadi waktu dia lagi nyuci baju disungai ada batu dia langsung nyanyi.

        Batuuu balaahh. Batu betangkup. Tangkupkan aku. Senggan lututku. (Lagunya sampai senggan palaku)

        Senggan itu bahasa sambas (kabupaten di kalbar) kalau bahasa indonesianya sampai kali ya. Jadi tangkupkan aku sampai lututku gitu. Emang dulu waktu aku kecil tahunya cerita rakyat ini dari sambas 😆😆

        Ternyata ceritanya gak standar sama se indonesia ya mbak.

      • Huahhaha iya ya beda 😁. Kalau sama yg Aceh mirip bgt. Nenek aku Betawi Melayu jadi ceritanya dari Melayu pastinya. Waduh beragam gini ceritanya walau sama2 masuk batu haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s