Jalan-Jalan ke Sigriya, Kerajaan di Atas Batu


Sigiriya adalah tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi turis di Sri Lanka. Sayapun sebenarnya memasukkan Sigiriya dalam rencana perjalanan tapi karena Matt kepengen melihat Anuradhapura jadi kita sempet ngobrol kalau Sigiriya bisa dilewati saja. Mungkin suatu hari kalau rejeki lagi bisa ke sana.

Ehhh pas lagi nego sewa mobil di Airport, pemilik perusahaan rental mobil malah ngasih alternatif pas pulang dari Anuradhapura, kami bisa singgah ke Sigiriya. Matt langsung semangat karena sebenarnya dia pengen liat Dambulla Temple dan kedua tempat ini berdekatan.

Karena kedua kaki Matt terbakar di Anuradhapura dan gak bisa jalan kaki dengan maksimal, kami memutuskan hanya melihat Sigiriya dari bawah saja. Diperlukan naik 1200 an anak tangga untuk sampai di puncak batu karang Sigiriya. Cuaca di Sri Lanka pun bukan main-main panasnya apalagi kami datang di musim kering yang rasa-rasanya ada puluhan matahari yang bersinar terang.

Tiket masuk ke Sigiriya sebenarnya gak bisa dibilang murah. USD 30 setiap kali masuk. Bayangin yaa, lumayan mahal tapi kalau ngeliat gimana mereka merawat tempat-tempat wisatanya kita mungkin bakalan komen “yah, pantes deh harganya segitu” beneran bagus banget. Untuk warga lokal sebenarnya tiket masuk murah banget. Kalau gak salah sekitar 200 Ruppee.

Setelah melewati danau buatan kecil di parkiran mobil, kami berjalan lurus untuk masuk ke kawasan Sigiriya. Rame banget. Pantesan pemilik hotel di Anuradhapura menyarankan datang menjelang matahari terbenam aja. Emang sih, waktu terbaik itu naik pas matahari terbit supaya gak terlalu panas tapi karena kita gak niat naik ke atas jadi agak santai. Masalahnya panasnya luar biasa. Btw, Sigiriya ini memiliki 3 taman yang merupakan salah satu taman tertua yang ada di bumi.

Persis di kaki batu, kita akan disambut kolam kecil yang asri dan mengitari batu besar Sigiriya. Sepintas mengingatkan saya akan Siem Reap. Ternyata kolam kecil ini dibangun oleh raja Kashyappan I dan diletakkan buaya di sana. Sampai hari ini masih ada banyak buaya di kolam itu. Anehnya kolamnya gak dipagari tapi ada banyak papan penunjuk kalau gak boleh berenang di kolam. Astaga.

Tuh, kolamnya deket banget dengan tempat saya berdiri dan di samping saya persis jalan

Sigiriya adalah sebuah kerajaan yang didirikan oleh Raja Kashyappan I ( 477 – 495 SM ). Di depan kanal terhampar taman yang merupakan bagian dari komplek istana raja. Raja Kashyappan I sendiri memiliki 2 komplek istana yaitu istana musim panas yang letakanya di bawah bukit batu serta istana musim dingin yang letaknya di puncak bukit batu Sigiriya.

Jadi Raja Kashyappan ini takut banget kalau kerajaannya akan dikudeta. Soalnya dia mendapatkan kerajaan tersebut dengan cara membunuh ayahnya. Si raja yang berkuasa ini pun ketakutan akan digulingkan oleh abangnya, makanya dibuatlah kerajaan di atas batu karang vulkanik besar dan tinggi. Batu besar dan tinggi ini ( 370 mdpl ) dibangun dari muntahan gunung api tua yang sudah punah.

via Instagram @natgeoit

Kata si Matt, ini buat ngurangin sedihnya karena kita gak naik sampai di atas , ya haha. Foto paling bagus untuk Sigiriya ini harus diambil dengan Drone. Fyi, drone dilarang diseluruh Sri Lanka. Untuk info lebih jelasnya bisa langsung hubungi bagian-bagian terkait.

Selain istana dan biara, di dalam kompleks terdapat kebun air, gua, taman batu, dan taman bertingkat. Dilengkapi pula dengan sistem pengairan hidrolik terdiri dari kanal, pintu air, danau, bendungan, jembatan, air mancur, bahkan pompa bawah tanah. Sebuah arsitektur kuno yang luar biasa maju. Gilak ya.

So, karena kita ga naik, trus kepikiran buat keliling Sigiriya. Tadinya mau jalan kaki apa daya saya gak sanggup kalau sepanas itu, so kita putuskan untuk naik tuktuk. Biaya tuktuk keliling 1.000 Rupee. Kita di bawa ke beberapa tempat untuk melihat Sigiriya dan masuk ke dalam hutan. Lucunya di dalam hutan ini jalanan masih terlihat bagus dan cantik. Sesaat kami berhenti di gardu jaga gajah liar. Wuih emang Sri Lanka ini sesuatu banget, deh. Saya ngarep banget ada gajah datang minum (ada parit kecil soalnya) tapi sampai nungguin 1 jam gak ada yang datang.

Oya, walaupun raja Kashyappan takut sekali digulingkan tapi akhirnya perang saudara tetep terjadi. Abang raja Kasyappan, Mugalan menyerang kerajaan dan Kasyappan kalah lalu bunuh diri dengan cara memotong lehernya. Sadis. Kerajaan lalu dikembalikan ke Anuradhapura dan Sigiriya diubah menjadi biara.

Baca di sini alasan kenapa kamu harus berkunjung ke Sri Lanka

Saat ini hanya tersisa sedikit sekali dari kerajaan Sigiriya. Hampir seluruh kerajaan hancur dan hanya tersisa fondasi kerajaan setinggi 2 batu bata, taman, dua kaki singa dan beberapa lukisan di dinding batu. Makanya bakalan keliatan bagus banget kalau dilihat dari atas.

Dari sini kita bisa juga melihat Pidurangala yang merupakan vihara. Dari sini bisa melihat Sigiriya, pegunungan di daerah Kandy dan Anuradhapura. Biasanya orang-orang naik ke Pidurangala (harga tiket lebih murah) untuk melihat Sigiriya di pagi hari.

Mungkin karena gak sempet naik ke atas, kalau ada kesempatan lagi ke Sri Lanka, kita bakalan nyoba deh buat liat bekas kerajaan ini karena sejarahnya yang luar biasa.

11 comments

  1. Sayang bgt gak ke atas ya,, tapi itu bisa jadi alasan supaya dtg ke Sri Lanka lagi 😀 ..

    Wooow, kolam berbuaya tanpa pagar, kalau bawa anak kecil harus dijaga bener…

    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s