Semua Tentang Cabe


Pixbay
Pixbay

Setiap kali saya akan bepergian jauh keluar negeri pasti ada temen yang mengingatkan untuk membawa sambal atau cabe. Terkadang lucu juga kalau melihat temen saya sampai membungkus beberapa cabai untuk saya bawa pergi. Katanya takut saya gak bisa makan. Manis tapi sebenarnya saya tidak terlalu perduli juga kalau makanan saya pedas atau tidak ketika sedang jauh dari rumah. Btw…tetep terima kasih cabenya 🙂

Saya suka sekali makanan pedas. Kalau gak pedes rasanya belum puas. Setiap kali saya makan bakso, Matt bisa nangis dan terbatuk-batuk sewaktu mencobanya. Pokoknya sambal itu harus ada di rumah, gak boleh gak ada. Hidup rasanya belum lengkap tanpa sambal.

Ketika bepergian saya malas diributkan dengan urusan makanan. Sehingga sambal, saos, cabe atau apapun  itu pasti gak pernah saya bawa. Saya bisa makan santai tanpa protes walau tanpa sambal, padahal kalau di Medan bakalan panik nyari sambal hehe. Buat saya makanan enak itu kalau rasanya pedes. Matt bilang cabe bener-bener merusak indra perasa saya. Saya hampir gak bisa merasakan rasa yang lainnya. Pokoknya harus pedas.

Setelah operasi dan perut saya sempet bermasalah tahun lalu dengan infeksi diusus kayaknya makanan pedes emang harus saya hindari atau kurangin pelan-pelan deh. Sebenarnya sejak menikah dengan Matt, saya sudah mengurangi makanan pedes yang saya makan. Contohnya keripik Maicih hampir gak pernah saya makan lagi hahaha.

Ternyata nih ya, setelah mengurangi makanan pedes pelan-pelan setiap kali makan terutama kalau makanan yang saya makan bukan makanan Indonesia saya mulai bisa merasakan rasa yang lain. Steak bisa saya makan tanpa saos cabe padahal dulu pernah satu chef restoran di salah satu hotel bintang 5 di Surabaya sampai harus mendatangi saya karena ngerasa masakannya kurang enak gara-gara saya minta saos hahha. Saya juga bisa makan tanpa protes atau mencari-cari saos setiap kali kami ke restoran dengan keluarga Matt atau ketika bapaknya masak. Lucunya dengan membaiknya indra perasa saya, sekarang saya juga sanggup makan salad hanya dengan olive oil  🙂

Tapi…..tapi nih ya, ketika di US, bapaknya Matt mengenalkan saya dengan saos Sriracha. Awalnya gara-gara 2 tahun lalu dia nanya ke Matt saya sukanya makan apa. Matt bilang apapun yang pedes Noni pasti suka. Jadilah dibeli saos ini. Saya 2 taon lalu kurang suka juga dengan sriracha tapi tahun ini gak tau gimana malah jadi suka banget haha.

www.seriouseats.com
http://www.seriouseats.com

Apa-apa dimakan dengan Sriracha, Matt juga gitu. Bapaknya Matt juga. Pokoknya kita suka banget masukin Sriracha kesemua makanan kami ketika di rumah. Aduh kacaw banget 🙂

Sriracha ini ada juga dijual di Indonesia kalau ada yang penasaran pengen ngerasain gimana rasanya hehe.

Bagaimana dengan kamu? nyangu cabe/saos gak kalau traveling keluar negeri?

Advertisements

156 comments

  1. Sebenarnya saya engga boleh terlalu sering/banyak makan cabe, tapi apa daya, cabe itu bikin rasa makanan jadi mantap, haha.. Biasanya suka bawa cabe bubuk koepoe-koepoe kalau ke satu tempat gitu, haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s