12 Jam Di Yangon Myanmar


Yangon Myanmar

Walaupun sudah berlalu sekitar 2 tahun lebih ke Myanmar tetapi saya masih ingat banget kalau negara ini merupakan salah satu tujuan favorite saya. Sebenarnya malahan salah satu bucket list. Bagan terutama.

Gonjang ganjing berita tentang Myanmar belakangan ini jadi membuat saya kangen untuk lihat foto-foto yang saya ambil ketika mengunjungi Yangon.

Yangon adalah salah satu kota besar di Myanmar. Kotanya mungkin mirip Medan beberapa tahun lalu. Masih belon semaju Medan (kali ya haha) atau Jakarta lah. Disana sini keliatan pedagang kaki lima, ruko-ruko dan tentu saja saya fokus nyari Starbucks haha. Kalau Starbucks atau fast food dari US sudah ada disini artinya kota ini beneran (mungkin) sedang berkembang, ya kan. Ternyata Starbucks akhirnya memang ada di Yangon sekitar May 2013.

Yangon itu panas menurut saya. Seharusnya sih gak kaget karena saya kan dari Medan. Menurut supir mobil yang kita sewa, Yangon saat itu masih berada di musim dingin. Saya berkunjung awal Februari. Kalau pagi atau malam hari, udaranya masih cukup sejuk tapi disiang hari, alamak sama saja seperti di Medan. Apalagi kami tiba pagi hari setelah semalaman kurang istirahat di KL. Saya ngantuk parah trus supir ini membawa kami ke beberapa pagoda/kuil. Mana lagi kuilnya itu terbuka jadi beneran panas banget. Rasa-rasanya pengen berada trus didalam mobil saja kena AC.

Pertama kali supir membawa kami ke Shwedagon Pagoda . Untuk tulisan lengkapnya bisa dibaca disini ya. Pagoda ini katanya paling cantik dan paling terkenal di Yangon. Emang cakep sih, kalau gak terlalu panas kayaknya saya bakalan betah duduk-duduk disini untuk people watching.

https://nonikhairani.com/2016/02/15/shwedagon-pagoda-yangon-myanmar/
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar
Pagoda Shwedagon Yangon Myanmar

Selain pagoda ini sebenarnya kita juga mengunjungi tempat wisata lainnya yang tentu saja saya lumayan lupa-lupa inget. Kelamaan sih ya nulis blog nya.

Lalu kalau saya tidak salah, kita juga mengunjungi Swe Taw Myat pagoda di Yangon. 

Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda
Swe Taw Myat pagoda

Disini saya tidak terlalu banyak mengambil foto karena masih baru sadar dari tidur haha. Tempatnya bagus, banyak turis. Aturan main berkunjung ke Pagoda/Kuil di Yangon adalah melepaskan alas kaki termasuk kaos kaki dan tentu saja berpakaian sopan. Bagaimanapun tempat ini adalah rumah ibadah.

Selanjutnya kita masih mengunjungi beberapa pagoda kecil termasuk Sule Pagoda yang juga terkenal.

Indochina travel packages8

Melewati kota tua yang sebagian isinya adalah gedung-gedung tua peninggalan Inggris. Untuk lengkapnya kalian bisa baca disini.

Old Town Yangon Myanamar

Sejujurnya untuk kota Yangon saya kurang begitu ngerasa berkesan sih. Mungkin karena kami terlalu capek dan terlalu panas juga. Yang ada rasanya pengen duduk-duduk saja atau tiduran di ruangan ber AC.

Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar
Yangon Myanmar

Oya kita juga sempat ke Scott Market.

Jadi ya, di Myanmar itu kalau emang demen belanja mesti banget deh beli batu-batu berharga. Katanya emang terkenal banget. Selain itu bisa juga berbelanja kain. Selebihnya saya tidak terlalu merasa istimewa sih. Banyak dagangan yang datang dari Cina atau THailand. Kebetulan setelah dari Myanmar, kami ke BKK jadi untuk kerajinan tangan sama sekali tidak tertarik untuk belanja karena emang ada di BKK 🙂 .

 

Advertisements

23 comments

  1. terkenal akan pagoda pastilesnya..klo aku inget ini inget permen jaman kecil dulu..
    wah ternyata masih maju medan atau jakarta ya..
    lha kok kak noni malah nyari starbuck tuh gimane..hehe

  2. Itu pagodanya lagi dipugar kah mbak Non? kok banyak kayu-kayunya..
    Kali saking panasnya ya pada pake bedak kayak yang dipake ibu-ibu di Kalimantan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s