5 Tips Green Travel


Pulau Samosir - Lake Toba
Pulau Samosir – Lake Toba – Ini salah satu contoh yang gak ramah lingkungan sama sekali. Bawa kantongan plastik, beli minuman botol hehe.

Jalan-jalan tapi tetep ramah lingkungan, nah ini nih yang saya demen. Gimana caranya?

Yang pengen tau ada saya, Aggy dan juga Febby dihari Rabu ini akan membahas mengenai green traveling atau perjalanan yang ramah lingkungan kali ya. Seperti biasa hari Rabu adalah #Ceritajalanasik dan tema kita hari ini beneran bagus banget. Setiap minggu bagus sih tapi minggu ini beneran bagus sekali karena setiap orang memang harus memperhatikan lingkungannya, ya kan.

Sebelum ngobrol panjang lebar sebenarnya saya pernah menuliskan tentang green travel ditulisan saya sebelumnya. Silahkan diklik kalau penasaran.

https://nonikhairani.com/2014/01/09/green-travel-get-local/

https://nonikhairani.com/2016/01/15/ramah-lingkungan-ketika-traveling/

Beberapa waktu lalu saya baca satu artikel tentang perjalanan yang ramah lingkungan. Nah salah satunya itu tentang turis-turis yang ketika melakukan perjalanan ke negara-negara berkembang kayak Indonesia gini ya. Mereka itu menyarankan kalau semisalnya mereka punya battere bekas, elektronik yang gak kepake atau barang-barang yang sudah tidak mereka pergunakan lagi, diminta supaya jangan buang di negara-negara yang mereka kunjungi. Sebaiknya bawa aja kembali ke negara mereka karena bisa didaur ulang. Kalau dibuang dinegara yang mereka kunjungi, dikhawatirkan bakalan gak diapa2in kecuali jadi sampah dan merusak lingkungan. Gila…segitu amat mikirnya. Siapa coba yang mikir segitu-gitunya?

Don’t dump your stuff

Many developing countries don’t have the means to dispose of bulky, man-made items like old electronics, polyester clothing or used batteries. If you leave them, they could remain in a landfill or worse for literally hundreds of years after you’re gone. Pack your trash and take it home. The exception is clothing and items that may be of use to local people – these should be donated to local charities or religious organizations so they can reach those most in need.

Read more: http://www.lonelyplanet.com/ecotourism/best-of-ecotourism/content/travel-tips-and-articles/how-to-go-green-when-you-travel#ixzz4G404FjX9

Ini kan hal yang kecil banget ya, saya pun gak pernah kepikiran. Pas baca ini langsung mikir-mikir lagi dosa saya makin tambah banyak aja deh. Kita berdua itu setiap kali bepergian minimal adalah make batre untuk head lamp. Memang sih gak selalu habis tapi kan tetep aja ya hehe. Trus kayak kapan itu pas Matt motret tengkorak-tengkorak OU di Belanda kan banyak banget makan batere untuk lampu. Untungnya di Belanda buangnya.

Gak cuman belanjaan doang yang harus kita hitung menggunakan kalkulator. Yang ini juga harus kita perhitungkan ketika bepergian.

sustainabletravel.org/utilities/carbon-calculator

Yeap….carbon offset.

Tinggal di Green Hotel

Mungkin gak semua tempat memiliki Green Hotel tapi kita tentu bisa tetep membuat diri kita sedikit “Hijau” kan? caranya nih misalnya tidak dengan mencuci handuk setiap hari. Toh dirumah pun iris telinga saya kalau ada yang setiap hari cuci handuk hehe. Menggunakan air seperlunya saja. Mematikan listrik ketika tidak digunakan. Hal-hal yang gampang koq dilakukan.

Bukit Lawang
Bukit Lawang

Bawa tas dan botol minuman sendiri. Memang sih keliatannya sederhana banget ya. Cuman saya pun terkadang masih melakukan kesalahan. Liat deh foto diatas, saya masih aja nenteng kresek item yang jelek banget itu.

Sebenarnya dari dulu saya selalu bawa tas sendiri yang bisa dilipet-lipet gitu tapi kadang-kadang tas yang saya bawa terlalu kecil sehingga gak cukup dan pas saya beli minuman atau makanan akhirnya malah nambah kotor dunia karena menerima tas plastik kresek.

Sementara kalau botol minuman sebenarnya saya cukup hemat karena masih suka bawa botol sendiri atau yah isi ulang botol minuman lama. Cuman kadang-kadang emm sering deng setiap kali jalan-jalan kami pun penasaran nyobain minuman ini dan itu yang berakhir dengan banyak aja bekas botol minuman hehe.

Green Company

Paling gampang sih sebenarnya perusahaan tour ya karena kan kalau bepergian kita masih pakai mereka. Katanya beberapa list dibawah harus kita perhatikan untuk memilih perusahaan yang “green”

When looking for a tour company look for the following:

  • The company proudly promotes their ethical practices.
  • They use green office products.
  • You can tangibly see how they contribute to the community.
  • They respect the local flora and fauna.
  • They take destination-specific social and political issues into account.

Kalau kalian mau ke Bukit Lawang, saya selalu sarankan untuk menginap di Eco Lodge karena hotel ini selain green hotel juga termasuk perusahaan yang hijau dimana mereka mensupport Orang Utan. Mungkin ada hotel lain yang lebih bagus, lebih kece, lebih instagramble tapi…….kita tentu punya alasan yang lebih mulia kan ya. Membantu memperlambat bumi ini rusak. Itu aja koq.

Kenapa saya ngomongnya ke Eco Lodge, karena kalau kita tinggal di mereka, nantinya kita akan di kasih ke guide yang (mungkin, selama ini pas saya nyoba) lebih green. Maksutnya begini, kita ke Bukit Lawang itu kan pengen liat Orang Utan. Nah guide yang baik itu seharusnya tidak memberi makan binatang atau OU dari tangan mereka. Hewan liar harus tetep nyari makanan sendiri, bukan kita yang ngasih. Dan kita sebagai pengunjung juga harus tahu diri. Mereka bukan pengemis yang harus kita kasih makan. Jadi ngasih makan bintang liar di hutan bukan tindakan yang bagus karena bisa merusak kebiasaan mereka.

Intinya adalah selain memilih perusahaan yang lebih green (kalaupun ini susah) usahakan tidak merubah kebiasaan binatang-binatang yang kita lihat. Kalau liat monyet dipinggir jalan walau mungkin lucu (yang menurut saya gak lucu sama sekali karena ngapain coba monyet kepinggir jalan) gak usah deh ngasih makan. Yang ada nanti mereka manggil gerombolannya untuk selalu duduk dipinggir jalan nunggu orang ngasih makan. Udah kayak pengemis aja. Tapi Non…..hutannya pun dibabat manusia jadi mereka gak punya makanan?………….Serba salah ya emang kalau manusianya rakus.

Nulis pake emosi dibagian itu !

Ethical Traveler

Kalau bingung mau kemana atau ngapain, nah coba deh liat list dibawah ini. Kalian bisa lihat kemana duit kalian akan berguna untuk orang banyak hehe.

http://ethicaltraveler.org/reports/destinations/the-worlds-ten-best-ethical-destinations-2016/

Kayaknya 5 dulu deh tips nya ya, soalnya yang lain ada link yang saya berikan diatas. Untuk cerita-cerita yang lainnya bisa klik link diatas. Sebelumnya ada tulisan bagus juga dari Lonely Planet dibawah ini :

https://www.lonelyplanet.com/travel-tips-and-articles/76613

Simak cerita lainnya dari Aggy @Dewtraveler dengan ceritaHow Green is Your Travel?dan Febby @jalan2liburan dengan ceritanya mengenai What you need to know about green traveling

#ceritajalanasik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme : Green Travel

Advertisements

28 comments

  1. Aku tiap hari bawa botol minum, biasanya kalo traveling jg bw btl tupperware, supaya hemat gak beli air mineral botolan dan isi ulang berkali2. Soal sampah juga, kebiasaan suka ngantongin sampah bekasku sendiri, pas sampe rumah liat isi tas penuh sampah. abis gak nemu tempat sampah sih

  2. Bener banget. Skrg dah ga jaman ya kita ga peduli ama lingkungan tapi klo lihat sehari2 di Indonesia hal sesimpel buang sampah aja masih susah diterapkan gimana donk? Huhu

  3. Nice info dengan link artikelnya mba Noni.
    Memang harusnya dibiasakan sedari dini utk bawa minimal botol air minum sendiri. Lucunya, banyak yang ngerasa ini kurang praktis dan kadang ditertawakan teman lain karena dianggap (terlalu) hemat dan seperti anak Tk.
    Lah,, padahal kalau berasal dari kepulauan seperti saya, miris sekali melihat sampah yang paling banyak terapung di laut atau di tepi pantai itu ya botol air mineral atau minuman 1x pakai. Huh

  4. Wah saya juga baru tahu kalo bule itu pada membawa pulang barang elektronik rusak.krn bisa di.daur ulang. Kalau ditinggal, paling jadi sampah ya. Aku juga sering banget bawa botol.minuman sendiri kalo traveling. Selain irit go green juga tentunya

  5. Aku suka bawa botol minum sendiri ke mana-mana. Tapi kadang itu kalau jalan-jalan ke suatu tempat wisata di Indonesia terus ada pedagang lokal yang jualan minuman, kasihan juga kalau ga dibeli. Hiks. *Bingung

  6. Aku belum bisa lepas sepenuhnya dari keresek tapi big no buat buang sampah di mana aja. jadi kemasan makanan atau minumannya yang udah abis, aku masukin ke tas. Buangnya nanti kalau nemu tempat sampah dan suka kebawa sampai ke rumah. Btw itu viewnya Bukit Lawang kece banget. Sukaaaa

  7. susahnya itu ngurangin plastik ya mbak non. udah bawa tas sendiri aja, masih ttp aja suka kurang dan akhirnya pake plastik. aku lagi ngurangin pake tissue kalo jalan2, jadi sekarang belajar squat supaya ga usah ribet bawa2 tissue klo ke toilet >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s