Pantai Watukarung Pacitan – Jawa Timur


Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan

Agustus 2007 saya mengunjungi Pacitan gara-gara satu artikel di koran Kompas mengenai pantai-pantai di tempat kelahiran mantan Presiden SBY. Menurut Kompas, pantai-pantai di Pacitan memiliki gelombang yang besar sehingga lebih sering dijadikan tempat bermain surfing. Oklah, saya tentu aja penasaran. Mumpung masih tinggal di Surabaya kitapun segera memutuskan ketempat ini. Gak taunya Pacitan itu jauh banget dari Surabaya, malah lebih deketan dari Solo.

Dulu semua trip perjalanan saya sebenarnya sudah di posting di Mp, masalahnya gara-gara Multiply tutup semua file foto pun tidak berhasil di transfer ke MP, makanya pelan-pelan saya mulai posting ulang. Liat foto ini jadi inget kalau dulu saya pernah lebih kecil dari yang sekarang……… ukuran tubuhnya hahaha. Sekarang ditambah sekitar 5 kg deh dari foto ini πŸ™‚

Pacitan sebenarnya lebih terkenal dengan gua-guanya. Btw… hanya satu gua yang saya kunjungi selebihnya ke pantai-pantai aja. Pantainya pun banyak banget. Ada Teleng Ria (ada penginapan disini), Klayar, Srau, Pasir Putih dan tentu saja Watukarung. WatuKarung sendiri letaknya tersembunyi. Kita ketemu karena nyasar-nyasar dan pas liat pantainya dengan pasir putih langsung berhenti. Cuman ada beberapa nelayan yang lagi mancing. Disini sih ombaknya gak terlalu besar tapi kata nelayan yang ketemu kita mendingan gak usah berenang karena lagi musim ubur-ubur biru. Gak tau ubur-ubur yang gimana itu.

Seperti hampir semua pantai-pantai di sebelah selatan Jawa, ombak di pantai WatuKarung lumayan Β besar dan banyak sekali batu karang. Ini juga mungkin menjadi penyebab banyak orang yang males kesini karena gak bisa main air. Untuk mendapatkan pantai Watukarung lumayan gampang karena pantai ini dekat sekali dengan pemukiman penduduk. Di belakang rumah penduduk gitu. Yang herannya bisa bersih begini padahal banyak rumah loh dideket-deket situ.

Sebenarnya Pacitan ini punya banyak sekali potensi wisata. Mulai dari alamnya yang emang kece banget sampai kebudayaanya, sayangnya dulu hanya ada 1 penginapan di Teleng Ria milik orang Belanda dan rumah makan juga jarang banget. Susah nyari makanan begitu diatas jam 7 malam. Β Dulu sih masih sepi banget, walau ada beberapa orang yang surfing dipagi atau sore hari tapi sebenarnya masih sepi. Pantai-pantainya juga masih bersih-bersih sekali. Jarang keliatan kotoran di pinggir pantai.

Kalau pas kebetulan ke Solo atau mungkin Surabaya/Yogyakarta kayaknya Pacitan boleh dimasukkan dalam list jalan-jalan. Asal inget aja jangan buang sampah sembarangan di sini hehe. Ada yang tau Pacitan kayak apa sekarang?

Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan – pernah kecilan dikit hehe
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung Pacitan
Advertisements

110 comments

  1. oh gitu toh (re: lebih deket dari solo ketimbang Sby). Pantesan, katanya banyak yg bilang bahasa yg dipake lebih ke bahasa Jawa alus, bukan bahasa Suroboyo. hihii

  2. salam kenal mba. pacitan sekarang pantainya sudah banyak yang kotor gag seperti dulu lagi. sekarang yang lagi terkenal (1thn belakangan ini) pantai banyutibo. tapi sayangnya ya banyak sampah. meskipun ada tempat sampah di lokasi tersebut. kalo ke pacitan lagi cobain ke kali maron yang nembus ke pantai ngiroboyo, jadi kita start dari kali maron naek perahu penduduk dengan biaya sewa 50rb(4orang + dapat makan siang biasanya) dan berujung di pantai ngiroboyo yang sekarang sudah mulai dikelola warga.

  3. Pantainya keren, and so were you :)). Keren Mbak, itu ada semacam tanjung tempat perahu-perahu berdermaga, cantik sekali :)). Pasirnya juga putih dan banyak tebing, mirip dengan pantai-pantai selatan yang pernah saya sambangi di Lombok. Mungkin mereka semua demikian, ya, mungkin karena daerah pesisir selatan cenderung berbukit ya. Suatu hari mesti ke sana nih supaya perbendaharaan pantai bertambah :)).

      • Mungkin 4 jam kali ya Non. Soalnya rute yang jalannya enak mesti memutar ke Solo dulu (kira-kira 1,5 jam) dan lalu dari Solo ke Pacitan. Kalau lewat shortcut-nya, jalannya kayaknya kecil dan mesti naik bukit jadi nggak bikin perjalanan lebih cepat juga, hehe…

  4. pantai nya baguuuuuussss…. mba noni cantik banget aq selalu iri sama orang yang klo foto keliatan giginya trus hasilnya cantik kaya mba noni hihihhihi *brb behelan* :p

  5. Sekarang sudah lumayan ramai mbak Noni..di Watukarung sudah ada homestay milik warga setempat. Ya memang sanat sederhana sih cuma rumah2 biasa yang disewakan untuk para tamu yg mau melihat pantai di malam/pagi hari. Tempat makan masih sangat terbatas, tapi kalo di kota Pacitannya sih banyak ya temapat makan malam. Di sekitar teleng ria sudah banyak hotel, kalo mau agak ke tengah kota sedikit juga banyak hotel (dengan fasilitas apa adanya tentunya).

    Ubur2 biru tuh jellyfish yg berbisa, jadi kalo kena kulit bisa bengkak merah2 seperti tersengat lebah. Bagi orang yang alergi ato sensitif malah bisa sampai demam, beberapa yang ubur2 yang besar dan sangat berbisa konon bisa sampai mematikan juga tapi sampai sekarang blom pernah dengar juga sih ada yg sampai mati tersengat ubur2.

  6. Kalau boleh menyebut, tahun 2013 ke atas, Pacitan mulai ramai. Akses jalan ke pantai-pantai dan gua mulai diperbaiki. Khususnya ke Klayar, Buyutan, Banyu Tibo. Tetap, Klayar yang jadi magnet wisatawan karenanya jadi ikon Pacitan. Tapi yang terkenal buat surfing ya Teleng Ria sama Watukarung ini.

    Tahun sekarang aja di atas jam 8 malam sudah lengang sekali. Orang-orang lebih memilih masak sendiri mbak daripada beli di warung hehehe. Kalau mau jajan paling bakso, kupat tahu, ronde. Kalau Mbak Noni bilang 2007 dulu sepi banget, laa saya sempat lahir di sana, sempat mengalami masa balita sampai 1994, lalu setiap mudik lebaran ke sana, dulu malah krik-krik selepas magrib. Naiknya Presiden SBY ke istana lah selama 10 tahun terakhir lalu Pacitan mulai terangkat pamornya πŸ™‚

  7. mbak non, aku suka ngiri maksimal sama orang kantoran yang bisa traveling. Itu kalo lagi jalan-jalan gitu sengaja ambil cuti atau emang pas hari libur?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s