Pengalaman Safari di Taman Nasional Yala – Sri Lanka


Leopard  - Yala National Park
Leopard – Yala National Park

Seperti cerita sebelumnya kita sebenarnya punya rencana ke Sri Lanka untuk safari itu bulan September 2016. Trus gak jadi karena waktu itu Kitas -Matt belon kelar. Jadilah tiketnya hangus dan kita berdua kesel setengah mati. Setelah itu rencana ke Sri Lanka kayak yang pergi gak ya….pergi gak ya….sampai bulan lalu kita kan ulang tahun pernikahan dan awal bulan April ulang tahun saya kepikiran lagi pengen Safari setelah bulan September tahun lalu pun gagal pergi safari di Kenya dan Tanzania lagi-lagi karena urusan ijin tinggal Matt di Indonesia yang lambat banget. Paspornya ditahan.

Tepat ulang tahun saya kita berada di taman nasional Yala di Sri Lanka. Tujuan utamanya mau liat leopard. Ada banyak sekali taman nasional di Sri Lanka dan semuanya bagus-bagus tapi kalau kamu pengen liat leopard maka taman nasional yang harus dikunjungi adalah Yala.

Kami menginap di Wild Cinnamon Yala yang letaknya persis di pintu masuk taman nasional. Tadinya kita mau Glamping aja tapi 1 hari sebelum berangkat ke Yala Matt berubah pikiran pengen nginep di hotel resort aja. Kebetulan banget hotelnya pun bagus banget. Dari hotel aja kita sudah bisa dapat melihat banyak sekali binatang liar. Seru lah. https://www.naturalworldsafaris.com/asia/sri-lanka/cinnamon-wild-yala

Untuk safarinya sendiri kita menggunakan King Safari yang juga sama, kita baru cari 1 malam sebelum berangkat ke Yala. Matt coba email mereka dan responnya cepet banget. jadi akhirnya setelah email back and forward dan bertukar no WA, kami pun sepakat untuk menggunakan jasa Yala Kings Safari untuk paket full day. Biasanya orang safari sekitar 4-5 jam di pagi atau sore. Jarang yang ngambil seharian penuh karena capek sih sebenarnya terlontar-lontar di atas truk. Untuk paket kita kebetulan private tour jadi gak sharing truk dan harganya USD 160 + tip.

Pagi-pagi jam 5 supir dari safari sudah jemput kita. ORangnya kecil, namanya Ishara. Dia ramah banget. Abis kita naik truk, trus ke tiket counter ngambil nomor (dapat no 32) dan harus nunggu sampai jam 05.30 untuk antri tiket. Setelah dapat tiket, kita ngantri lagi sampai pintu taman nasional di buka sekitar pukul 06.00 pagi. Jadi sambil nunggu banyak banget yang ketiduran lagi. Pagi itu ada sekitar 150an truk dan nanti sorenya juga ada sekitar 150an truk. Banyak ya. Matt dan saya sempet sedih juga sih, karena takut ganggu binatang-binatang ini.

Keseruan dimulai sebenarnya sejak kita mulai naik truk. Jadi setiap supir maunya bisa gak lama-lama ngantri beli tiket, masuk ke pintu taman nasional, pokoknya maunya secepatnya karena makin sepi hutan makin bagus atau makin ada kesempatan untuk melihat hewan-hewan liar. Jadi mereka nyetir kayak gila banget. Supir kita si Ishara saya lihat orangnya agak lebih sabar dan gak terburu-buru. Banyakan dia hati-hati banget dan masih sempet ngobrol sama kami berdua karena Matt trus tanya-tanya.

Jam 6 begitu pintu dibuka, masuk deh semua truk. Semua supir punya rute sendiri. Makanya di sinilah keberuntungan kita mulai berlaku haha. Memang sama-sama di satu taman nasional tapi belon tentu bisa beruntung melihat leopard yang menjadi primadona Yala. Saya dan Matt bahkan sempet deg-deg’an banget. Kita berdua tau banget kalau masuk ke hutan itu bukan berarti bisa langsung lihat. Makanya kita nyoba segala kemungkinan kayak ngambil safari seharian penuh, minta driver yang bagus, kalau perlu minta guide yang biasanya ranger dari taman nasional. Untuk ranger biasanya dibayar pake tip sekitar USD 25-30 dollar.

Yala – National Park

2 jam pertama kami berputar-putar diberbagai penjuru. Oya taman nasional ini hanya membuka Blok 1 dan 2 saja untuk pengunjung safari. Jadi akhirnya kita gak terlalu merasa bersalah lagi. 2 blok yang dibuka itu gak terlalu luas dibandingkan keseluruhan taman nasional. Gila ya, management taman nasional di Sri Lanka bagus banget lah.

Seperti yang saya sebut di atas, Ishara jauh lebih sabar dibanding supir-supir yang lain. Dia bisa nunggu hampir 15 menit di satu tempat padahal orang-orang lain sudah kabur. Pas kita nunggu akhirnya kita bisa santai liat binatang liar lainnya. Saya dan Matt selama safari trus mensugesti diri kalau apapun yang kita lihat harus di-appreciate. Kalaupun liat leopard atau gajah berarti kita beruntung banget.

Harus nonton yaaa 🙂

Ehhh…..30 menit pertama saya lihat gajah jantan nyebrang jalan sambil lari terbirit-birit karena ada beberapa truk yang juga ngikutin. Ini aja kita sudah Alhamdullilah banget.

Trus kita juga lihat puluhan jenis burung, ayam jantan khas Sri Lanka, lalu ada binatang kayak berang-berang lagi jalan dipinggir jalan. Asli ini kayak perkampungan gitu haha. Aduh saya seneng banget lah. Ishara masih konsentrasi dengan pencarian leopardnya. Dia bilang dari rute dia biasanya ada induk dan 3 anak atau 2 leopard yang sering lewat. makanya dia muter-muter. Gak lama kita denger suara gajah ngamuk-ngamuk. Kenceng banget. Matt bilang gila……ini bener-bener amazing. Matt itu 5 tahun loh, tinggal di dalam hutan. Pernah dikejar-kejar gajah di hutan di Thailand. Makanya dia rada takut deket gajah karena mereka emotional terutama yang jantan dan sangat kuat.

Di Yala ini sebenarnya kita gak susah-susah amat sih liat binatang tapi emang kalau leopard, gajah dan beruang itu yang paling dicari-cari dan susah banget. Katanya kadang-kadang mereka gak liat apapun ehhh tiba-tiba ada beruang nyamperin. Trus dari semua truk yang masuk belon tentu juga beruntung. Makanya ada yang sampai berkali-kali datang ke Yala karena penasaran tapi bukan berarti gak ada yang beruntung.

Saya dan Matt termasuk orang-orang yang beruntung sampai-sampai Ishara gak bolehin kita ngobrol sama sesama tamu dari tour lain karena akhirnya bikin mereka stress (soalnya belon liat leopard) haha. Serius, ini becandaan saya sama Matt “Ishara nanti nyombongnya pas kelar safari dengan sesama supir di warung, trus semua tamunya nyombong di bar sambil minum sore-sore” terbukti hahaha.

Setelah putar sana sini, nungguin bahkan sampai bikin saya mulai agak khawatir gak liat leopard, ehh sekitar pukul 8 pagi, tiba-tiba Ishara putar balik lagi ke arah sebelumnya kita nungguin. Dari jauh ada beberapa truk yang kasih kode ke dia supaya jangan melaju dan berhenti. Ada sekitar 5 -7 truk di depan kami dan kami diseberangnya. Ishara “Madam….do you see a baby leopard?” saya sambil nyalain kamera sambil nangis haha. Satu anak leopard berdiri santai di jalan diantara truk kami dan 7 truk lainnya. Aduh….rasanya koq kayak gimana banget ya. Trus gak cuma satu tapi 3 anak leopard. Matt sampai meluk-meluk saya karena kami berdua terharu banget. Ini safari pertama kalinya untuk kami berdua dan semua tau betapa saya terobsesi dengan kucing besar dan hewan besar. Rasanya melihat dengan kepala sendiri leopard di habitatnya itu kayak bikin dada saya mengembang sampai sesak hahaha. Terlalu bahagia.

Setelah mereka nyebrang jalan dan masuk ke hutan, Ishara langsung memutar balik truknya dengan cepat lalu melaju cepat ke titik yang lain. Katanya biasanya mereka akan lewat di sini. Saya dan Matt menanti sambil deg-deg’an sama seperti sekitar 15-16 truk lainnya yang juga menunggu si leopard lewat. Gila berisik banget dan sibuk banget. Semua orang pengen liat. Di sinilah posisi truk dan kelihaian supir dipertaruhkan. Di sini juga saya bisa ngerasain enaknya private tour karena kami leluasa lari ke sana sini untuk ngeliatin binatang. Leopard ini geraknya cepet banget. Hampir rata-rata kita lihat kurang dari 3 menit.

Tak lama induknya pun muncul. Matt yang lihat sambil memutar kepala saya haha. Ibunya cantik sekali walau sedikit kurus lalu diikutin 3 anak yang terlihat takut-takut dan ragu-ragu. Gak jarang mereka berhenti sambil tingak tinguk. Asli saya nangis deh haha.

4 leopard yang kami lihat hari itu. Rasanya pengen lihat lagi tapi saya tahu agak susah kemungkinan kita bisa lihat. 4 aja jarang-jarang orang bisa lihat. Ada temen Matt yang sudah berkali-kali ke Yala sampai hari ini belon pernah lihat induk leopard dan anak.

Setelah itu kita berputar-putar lebih santai. Kita juga lihat 12 ekor gajah seharian itu. Jumlah yang cukup banyak loh, berbagai macam burung, dan masih banyak lagi.

Jam 12 siang, kita semua istirahat di pinggir pantai. Ada 11 truk yang hari itu mengambil paket seharian. Ada yang gak lihat leopard, sebagian liat 2 ekor aja, sebagian liat 4 ekor seperti kita dan masih banyak yang penasaran seperti kami juga haha.

Jam 2 siang kita mulai lagi safarinya sampai pukul 5 sore. Sayangnya karena terlalu panas hampir gak ada lagi hewan yang keluar kecuali sebagian besar gajah kehausan, kerbau air, rusa dan binatang lainnya dipinggir danau.

Ini salah satu perjalanan dan perayaan ulang tahun paling berkesan yang pernah saya punya. Sekarang bingung deh mesti bales apaan untuk Matt haha.

Tips Safari di Yala :

01. Cari penginapan yang dekat dengan taman nasional sehingga kita masih bisa lihat hewan liar lainnya. Hotel kita saking dekatnya dgn taman nasional sampai setiap hari katanya didatangi gajah haha.

02. Pilih Paket safari dari tour operator yang terpercaya. Saya puas banget dengan pilihan kami si Kings safari Yala.

03. Kalau bisa ambil paket seharian penuh. Kalau kemahalan ambil paket yang 4-5 jam tapi di pagi hari karena kemungkinan terbesar untuk melihat leopard dan hewan lainnya itu pagi-pagi. Matt sendiri mengaminkan karena dia lama kerja di hutan. Pagi-pagi itu waktu terbaik.

04. Hargai apapun yang kita lihat di hutan. Ingat, mereka hewan liar yang gak bisa kita atur hehe.

05. Jangan buang sampah sembarangan karena ini hutan

06. Jangan merokok karena hutan semak belukar yang kering kayak gini ngeri banget kalau terbakar.

07. Bawa topi, sunblock dan tutup hidung karena panasnya luar biasa.

08. Waktu terbaik mengunjungi Yala adalah bulan Feb – Agustus. Agustus sebenarnya paling bagus tapi karena kita pergi untuk perayaan ultah jadi yah, gak bisa berangkat Agustus haha.

09. Minum yang banyak tapi lagi-lagi jangan bikin kotor!

10. Good luck

20 comments

  1. Kak.. truknya ngga pake jaring2 gitu?
    Aku awalnya heran kenapa kakak liat leopard gitu sampe nangis, tp setelah dibaca semua kok i feel u, haha. jadi pingiiin

  2. Pasti plong banget rasanya ya Non, bisa kesampaian lihat leopard-nya gitu! Dulu aku pernah mampir di taman nasional di India buat liat harimau. Waktu itu lihat banyak binatang di taman nasional, tapi harimaunya malah ngga kelihatan, hahaha. Bener-bener untung-untungan banget memang ya.

  3. seru banger mbak non safari gitu, soalnya belum pernah paling pernahnya di taman safari puncak, hahaha
    ini tadi aq pikir naiknya jeep gitu kaya di bromo eh taunya naik hilux yang di modifikasi yah..

    met milad yah mbak non dan selamat hari pernikahan semoga selalu dilimpahkan berkah dan nikmat

  4. Wah keren. Saya mengikuti terus loh trip n travellingnya di Srilanka. Jadi pingin bgt ke sana.

    Untuk budget jajan dan akomodasi di sana terhitung high ato low kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s