Pengemis dan Anjing


Pixabay

Ini bukan pertama kalinya saya jalan-jalan dan dibikin kesel sama pemandangan menyedihkan seperti di bawah ini.

Kalau di Indonesia mungkin jarang keliatan pemandangan seperti ini karena kebanyakan pengemis kalau gak pura-pura buta yah bawa anak/cucunya yang masih bayi/balita. 

Pertama kali saya lihat pemandangan seperti ini sewaktu kami pergi ke Prague dan Budapest. Matt dan saya rasanya sedih bukan main. Bayangin dingin-dingin mesti keluyuran  sama tuannya buat nyari makan atau tidur di emperan. Serius beneran sedih. Trus yang paling bikin kesel sebenarnya kalau di Eropa atau Amerika kebanyakan pengemisnya muda-muda banget bahkan mungkin di bawah 30 an tahun. Masih sehat tapi malas cuma gak tau malu untuk minta-minta demi alkohol atau drugs.

Tahun lalu sewaktu kita ke San Fransisco sempet liat banyak pengemis juga tapi seingat saya rata-rata mereka jalan sendirian. Ngemper di mana-mana sambil bukain tong sampah satu-satu buat cari makanan. Terkadang makan langsung dari tong sampah. Dipikir-pikir ngapain ya mereka gak kerja aja. Toh ada banyak kerjaan juga daripada hidup di jalanan trus makan yang gak bener gitu.

 New Orleans

Sewaktu nyampe New Orleans karena kami tinggal di tempat wisata jadi keliatan deh, genk anjing dan pengemis muda ini banyak banget. Terkadang mereka bergerombol rame-rame duduk di emperan trus anjingnya dibiarin aja di sana sambil nungguin mereka. Herannya semua anjing well behave. Matt sampai bercanda, pengemis aja bisa bikin anjingnya terlatih dan sebaik/semanis itu sementara anjing dari kebanyakan orang yang kita kenal di Medan kerjanya barking mulu tanpa alasan atau gak bisa dibilangin. 

Sebenarnya saya pengen motret mereka untuk kasih liat ke kalian di sini tapi kita juga khawatir kalau difoto mereka minta duit atau marah-marah. Jadi saya cerita aja, semoga kalian bisa dapat gambaran ya hehe.

Bourbon St dan French Quarter adalah daerah yang paling banyak saya lihat pengemis dan anjing-anjing mereka. Rata-rata cowok tapi ada juga yang cewek. Mereka berpakaian layaknya turis tapi ketauan banget pengemis dari banyaknya tas atau bawaan. Kayaknya beberapa dari mereka adalah turis yang entah gimana kehabisan duit. Ada beberapa yang berakhir menjadi artis jalanan (ecek-ecek) kayak jual kartu pos, bikin lukisan atau menggunakan anjing mereka sebagai perangkap. Jadi ada anjing hitam ganteng yang disuruh tidur di jalanan. Dipakein kacamata hitam, kiri kanannya dikasih botol Hurricane (jenis minuman cocktail di New Orleans) kosong. Kalau saya liat si pengemis mau memperlihatkan si anjing abis minum alkohol trus mabuk dan tidur dalam keadaan cool (kan pake kaca mata hitam.) Sejujurnya pengen saya tendang yang punya anjing tapi takut dikeroyok haha.

Hari kedua saya lewat lagi, ehh si anjing masih diperlakukan sama. Herannya itu anjing manis banget. Saya bandingkan dengan semua anjing yang kami tau di Medan rasanya beda banget. Anjing di New Orleans itu luar biasa manisnya. Mau kayak mana riuhnya (mereka tinggal di jalanan paling sibuk dengan pesta, bar, alkohol, restoran, ribuan manusia, you name it) tapi tetep aja tenang. Gak barking sama sekali. Jalan kayak santai banget. Gak ngendus-ngendus orang, gak ganggu, dan jangan sekali-kali liat matanya karena bakalan bikin nangis! 

Trus saya juga lihat satu anak cowok (masih muda banget, mungkin 23-24 tahun) dengan rambut gondrong nyentrik. Bawannya banyak trus anjingnya ada satu ekor. Dia duduk di tengah jalan dekat pagar pembatas (kalau malam Bourbon St ditutup untuk kendaraan) sambil makan. Anjingnya nengokin aja dan gak dikasih makan. Saya dan Matt sampai sibuk nyari pet shop (tapi gak ada) buat beliin makanan. Untungnya ada cewek-cewek pake baju super glamour berhenti trus ngasih makanan yang lagi mereka makan untuk anjing itu. Mau nangis!

Tips : Bawa selalu makanan anjing kalau lagi main ke New Orleans. Jadi makanannya beneran untuk si anjing bukan tuannya yang males.

Pertanyaanya kenapa pengemis di sana atau di Prague dan Budapest rata-rata memiliki anjing? teori sementara kita adalah : untuk teman karena pasti hidup di jalanan itu sepi dan sedih banget. Emang terkadang mereka bergerombol tapi tetep aja akhirnya akan sepi banget. Anjing adalah hewan yang kalau sudah cinta dengan tuannya bakalan kasih unconditional love. Kebanyakan pengemis (mungkin) punya masalah dengan mentally ill and I think dogs provide easy companions for them.

Kedua untuk keamanan. Jadi kalau si tuan tidur entah dimanapun akan tetep berasa aman. Ada yang jagain barang-barang mereka atau merekanya sendiri. Hidup di jalanan berat euy. Itu kenapa rata-rata anjing yang mereka miliki jenisnya yang gede-gede dan bikin kami berdua jatuh cinta trus. Rata-rata juga punya anjing bagus walau kalau diliat lebih dekat ada beberapa yang sakit kulit atau punya masalah kesehatan. Aduh…nulis ini koq jadi sedih.

Ketiga untuk nyari duit. Di US, anjing itu sudah dianggap keluarga. Rata-rata orang cinta banget dengan anjing. Makanya terkadang mereka pakai anjingnya untuk nyari duit. Gak jarang kita liat sign “please pet my dog” trus nanti kita kasih duit. Ada juga yang ngomong kalau anjingnya belon makan jadi tolong kasih duit. Kampret!

Keempat, mereka jadiin alasan punya anjing supaya polisi males nangkap. Jadi katanya kalau ada hewan peliharaan pas owner ditangkap ada banyak paperwork yang harus diurus. Polisi jadi males. Mana kalau ditangkap gak ada yang jamin mereka keluar juga. Apalagi yang tadinya turis-turis dari luar Amerika, weits….tambah banyak aja kerjaan polisi buat ngurusin mereka. Mungkin loh ya haha. Ini hanya berlaku untuk lazy po-po. Kalau yang rajin, yah tetep ditangkapin kalau mereka melanggar aturan. 

Apapun namanya, nyari duit dengan memberdayakan binatang apalagi gak diurusin itu rasanya kejam banget, ya. 

15 comments

  1. Bacanya jadi ikutan sedih 😦 aku pun… kalau orang yg cari duit dengan memberdayakan binatang suka kesel sm pemiliknya, kalau dulu disini sering aku liatnya topeng monyet, duh suka sedih liatnya, dan klo liat matanya pengen ikut nangis. Dan yg lebih menyebalkan lagi.. disini ngemis kalau bawa2 bayi/balita/anak kecil.. ga sanggup pengen nangis… tp hrs gimana???

  2. Sedih ya, mata binatang itu ga pernah bohong. Aku prnh dikasih landak mini sm orang, kondisinya kotor, bau & galak bgt krn dy ga pernah dikeluarin dari kandangnya, cuma dikasih makan aja. Pas aku liat matanya sayu banget ky capek campur sedih&tertekan gitu. Tp lama2 aku urusin, skrg matanya udah cerah, beda sama mata yg dulu. Entah ada brp banyak hewan di dunia yang bermata sendu hiks..

  3. Akhirnya selalu kaum minor yg jd korban ya (kl disini anak2 di bwh umur disana anjing). Di Indo jg ada yg kl liat anak2 kecil2 ngemis sengaja dibawain mkn saja krn kalau dikasi duit di ambil boss nya.

  4. Iya, tetap rasanya gimana gitu ya Non anjingnya “diberdayakan” untuk mengemis. Well, bahkan kalau di Indo pun ada beberapa pengemis yang bawa bayi juga kan. Trenyuh rasanya. Kasihan, tapi kalau dikasih kok rasanya jadi seperti “menyetujui” keputusan mereka untuk memberdayakan anjing dan bayi itu. Susah!

  5. dan pengemisnya usia produktif gitu mba..24-34.-.-‘ kalo di sini selama winter anjing2 jalanannya gaya pada tiduran di mall di dalam toko bahkan di dalem ruang ugd, numpang berteduh..,belum liat pengemis yg bawa2 anjing, seringnya anak2 dan itu biasanya orang gypsi lokal atau refugee dr negara tetangga.liat yg bawa anak aja kasian,

  6. sampai sekarang aku masih aneh lihat oranb traveling tapi kehabisan uang di jalan. Di Indonesia juga banyak kan yak. Dan bodohnya kita mau aja nyumbang yang katanya untuk uang pulang. Palingan dipake untuk jalan lagi ke mana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s