Namanya Wak Fren


Ecolodge Bukit Lawang

Namanya Wak Fren!

Kenapa saya pengen nulis tentang Wak Fren? emm lebih karena saya suka sekali sosok ini. Beliau bekerja di Ecolodge sebagai supir. Kami pertama kali bertemu tahun lalu ketika beliau menjemput saya ke Bukit Lawang.

Selanjutnya hampir setiap kali kunjungan saya ke Bukit Lawang ditemani Wak Fren. Dia suka sekali cerita dengan suara serak-seraknya. Selalu senang kalau saya minta berhenti untuk mengambil beberapa foto karena ada kesempatan untuk merokok. Terkadang kami berdua minum kopi sambil ngobrol ngalor ngidul di warung-warung pinggir jalan Binjai – Bukit Lawang atau berhenti makan siang di warung sederhana yang menyajikan ayam penyet. Cerita selalu tak pernah berhenti dari mulutnya. Selalu ada bahan. Selalu ada yang ingin dia kasih lihat dan ceritakan ke saya atau semua orang.

Wak Fren ini punya banyak sekali cerita. Mulai dari masa mudanya yang dihabiskan sebagai guide di TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser/Bukit Lawang), lalu jadi preman di Bukit Lawang, kebiasaan masyarakat Bukit Lawang, ladang luas milik siapa, gosip seputaran Bukit Lawang, Ikan yang lagi banyak di sungai, Indomie rebus paling enak di Bukit Lawang sampai sungai kecil dengan dinding batu cantik yang setiap kali kami lewati. |Saya selalu minta untuk berjalan lebih lambat untuk melihat cantiknya sungai tersebut.

Terkadang kalau saya berhari-hari di Ecolodge, beliau suka muncul seperti jelangkung. Ngajakin saya masuk hutan, main ke sungai (selalu gak kesampean karena saya males haha), becanda sana sini dengan semua orang, godain Sarah, terkadang menegur hampir semua tamu di Ecolodge. Terkadang saya pikir semua tugas Marcomm bisa jatuh ke tangannya haha.

Kadang kala kami duduk di Bar Kapal Bambu sambil gosip. Gosip kalau ada tamu bule yang lagi naksir dia haha. Haduh, sumpah dia ini menghibur sekali.

Setiap kali malam minggu, dia cerita selalu ajak istrinya jalan-jalan naik motor keliling Bukit Lawang. Bukit Lawang itu kecil aja sih. Desa kecil gitu lah. Setelah jalan-jalan dengan istrinya maka dia punya kesempatan untuk ketemuan dengan temen-temennya main kartu atau bekoyok (ini istilah orang Melayu untuk ngobrol ngalor ngidul). Setiap saat temennya telp nanyain dia ada di mana. Heran deh, koq bisa dia populer banget haha.

Mungkin Wak Fren adalah salah satu orang favorite saya di Bukit Lawang karena selalu bikin ketawa.

Kalau kalian mau ketemu dia, coba deh nginep di Ecolodge dan ajakin dia ngobrol. Dia punya banyak sekali cerita yang saat ini mungkin hampir hilang. Ceritanya selalu seru dan bikin ketawa ngakak. Beneran beliau menyenangkan sekali.

 

Advertisements

15 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s