10 Tips Belanja di India


Udaipur

Belanja di India itu surga untuk yang rajin nawar, suka ngobrol, pinter nyanyi India atau dikit-dikit ngerti ngomong Hindi dan yang terpenting mau sedikit flirty ke pedagangnya.

Semua kualitas belanja di atas gak ada sama saya. Flirty sih bisa aja tapi males karena gak selera haha. Ngobrol juga ok-ok aja tapi capek. Ngomong mulu. Satu toko bisa 20 menit. Bolak balik tapi gak kunjung gol. Males ah, terutama karena saya sendiri emang kurang suka bawa barang banyak. Emang sih, begitu nyampe rumah seperti setiap kali traveling agak nyesel. Kenapa ya gak dibeli aja itu tas, sepatu, kain, dll. Cuma itu hanya perasaan sementara dan biasanya pun barangnya tidak dibutuhkan.

Salah satu hal yang saya sendiri kurang begitu suka selama di India adalah belanja. Entah kenapa setiap kali mau belanja itu udah capek aja bayanginnya. Liat-liat, tanya harga, disuruh masuk toko. Begitu masuk toko, disuruh duduk, kadang-kadang ditawarin minum. Abis minum ehh diajakin ngobrol. Bla…bla….sementara barang yang tadi kita tanya gak kunjung dijawab-jawab. Kalau dipotong obrolannya mereka selalu komen “ehh yang ini jauh lebih bagus daripada yang kamu mau, loh” arghhh…….

Kesialan saya selama belanja di India adalah membeli syal kashmir untuk oleh-oleh ibunya Matt. Barangnya palsu haha. Trus harganya pun nipu. Kita sampe berantem tapi tetep aja penjual (cowok-cowok tengik) itu gak mau kalah. Ngeselin banget.

Belajar dari pengalaman belanja di 4 kota, nah, saya bagikan beberapa tips untuk belanja di India terutama Rajasthan yang mungkin bisa membuat kamu gak tegang urat haha.

01. Hati-hati dengan deals yang terlalu menarik

Seperti biasa kalau ada orang bilang ini sudah harga paling murah loh atau saya kasih kamu diskon karena kamu cantik banget, terkenal, temennya si anu… bla…bla…..percayalah mereka ngomong kek gitu hampir ke semua orang, haha. Pedagang di India itu punya mulut manis semanis madu. Kebanyakan bisa bikin diabetes. Intinya mereka gak bakalan mau rugi jadi kalau emang kamu ngerasa sudah ok dengan harganya, ya udah ambil aja trus gak usah tanya-tanya di toko lain lagi.

Percayalah juga kalau harga yang dikasih plastik gak mungkin dapatnya emas. Itu hukum dagang hehe. Beberapa barang seperti batu berharga sebaiknya belilah pake sertifikat di toko yang emang terpercaya.

Indians are very good in selling. It’s quite hard to understand if a shop is trustworthy.

02. Jangan terlalu semangat

Liat barang

[/caption]Liat barang bagus dan naksir santai aja. Begitu raut muka kita kayak yang mupeng berat saat itu juga kita “dipermainkan”.

Cuma lagi-lagi nih ya, sebagai turis kadang-kadang kita kan gak punya banyak waktu ya. Jadi begitu liat dan kepengen udah males liat toko sebelah haha. Seingat saya nih ya, tiap kota di India itu dagangannya beda-beda. Tekstil di Udaipur, Jodhpur, Jaipur itu beda motif, bahan, dll. Jadi katanya tiap kota emang punya ciri khas sendiri. So, pastikan lah kalau barang yang kamu taksir ada di kota Udaipur, belon tentu ada di Jaipur.

Selama kita masih di kota yang sama biasakan juga untuk cek toko sebelah. Biasanya kalau di daerah turis pun dagangannya mirip-mirip. Harganya aja yang beda jauh haha. Kata seorang teman kalau yang dagang cowok muda, mungkin harus dikedip-kedipin supaya dapat harga murah. Masalahnya kita ber4 kemaren ogah kedip-kedip. Takut kelilipan gak bisa pulang haha.

03. Tolak rekomendasi dari supir

JOdhpur

Sebenarnya ada beberap

[/caption]Sebenarnya ada beberapa kali supir drop kita di satu toko atau pabrik garmen. Kita masuk aja. Liat-liat, minum teh dan gak belanja haha. Mahal soalnya. Praktek seperti ini sebenarnya gak asing, ya.

Zaman dulu tahun 2000 pertama kali saya ke Yogyakarta dengan Jenny, kami berdua diajakin muter-muter sama tukang becak ke berbagai macam toko. Trus karena kita gak belanja-belanja ditinggalin sama dia haha.

Pernah juga kejadian di Bangkok dengan ibu saya. Lah, kita diajakin keluar masuk toko perhiasan padahal maunya ke temple. Trus karena kita gak belanja ditinggalin haha.

So, yah gak kaget juga sih liat beginian di India. Untungnya si Naru hanya 1 kali melakukan praktek seperti ini. Tahu kita kurang tertarik belanja kecuali Tita, dia nyerah sepertinya.

04. Delivery to your house

Jodhpur

Gimana gak mau dibawa pulang semuanya. MURAH! semua kain pengen dibawa pulang, semua perhiasan pengen dibeli. Liat gerabah aja pengen beli. Intinya semangat belanja di India itu emang membara tapi salah satunya terhalang males bawa-bawa. Nah, mungkin bisa dikirimkan haha. Saya sempet liat-liat lemari dan box kotak kayu dengan ukiran cantik. Mereka kasih tau kalau bisa dikirim ke Indonesia. Dengernya mupeng tapi langsung inget, pengiriman ke Indonesia itu ribet hehe.

So…kalau kamu ngotot masih mau dikirim juga, pastikan toko tersebut punya reputasi terpercaya. Baca lagi review di Tripadvisor atau di forum. Kalau gak ada review sebaiknya batalkan saja karena besar kemungkinan scam.

05. Jangan sibuk convert currancy

Jodhpur

Sebenarnya ini berlaku di semua negara yang saya kunjungi. Capek juga kan walau tetep sih, kalau kemahalan yah gak beli. Trus kalau sudah dibeli saya suka mikirnya ya udahlah sedekah. Banyak amat orang susah di sana.

06. TAWAR

Jaipur

Duh, inilah yang paling malesin. Bahasa sih hampir gak jadi masalah, ya kecuali di kampung-kampung. Selama di kota besar hampir kebanyakan pedagang bisa bahasa Inggris walau patah-patah. Minimal pake kalkulator. Cuma saya gak sanggup sama basa basi, bolak balik, omong kosong bla….bla….capek cuy. Terlalu banyak yang harus saya pikirin haha.

Selama kamu orangnya suka basa basi, ngobrol gak penting, ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi bahkan yoga bersama (iyaa…kami lakukan di salah satu toko di Jodhpur) kemungkinan besar bakalan dapat diskon. Begitu dapat diskon seluruh toko yang lainnya tutup. Belanja di pasar Jodhpur jam 6 sore sampai jam 10 malam cuma dapat rok sebiji haha.

07. Datang pas mau tutup atau lebih awal

Jodhpur

Mirip kayak di pasar-pasar di Indonesia. Jadi gak usah kaget.

08. Pashmina shopping

Jadi salah satu target saya kemaren adalah pasmina dari bahan kashmir untuk oleh-oleh ibunya Matt dan ibu saya. Ga taunya ketipu. Dibawah ini tips untuk belanja pashmina terutama yang bahannya kashmir.

Since you will get trapped into touristy shops anyway, here are at least three ways how to filter their “stories”:

  1. Pashmina is expensive. There is NO pure pashmina for 100, 500 or even 2000 INR (~30 USD). Good quality ones bought from wholesalers (not retailers) start from 5000 INR (~80 USD).
  2. Pure pashmina is very thin and light. Even if it’s a blanket it can become so thin that it can go through your ring. This is one of the ways to test this material.
  3. Reputable sellers might burn a small slice of fabric. It should smell like a burned hair.

09. Tinggalin Aja

Jaipur

Percayalah selama masih di kota yang sama kalau gak dikasih juga sudah nawar ngotot tinggalin aja. Masih banyak toko lainnya. Trik ini mirip kalau saya belanja dengan ibu ke pajak Petisah haha.

10. Ngotot dan keras hati

Jodhpur

Belanja di India itu harus gak pake hati. Mereka suka dikerasin kayaknya haha. Kalau gak suka langsung tinggalin aja. Kalau kita keliatan kek mencla mencle udahlah dikerjain.

Sebenarnya saya lumayan suka belanja di India selama saya gak ikut-ikutan ngomong. Cuma liatin mereka interaksi dengan calon pembeli apalagi kalau mau kawinan. Saya sempet nonton satu keluarga (sampe paman, bapak, ibu, dll) semua duduk ditengah-tengah toko kecil di pasar bazaar Jaipur untuk belanja baju saree anak gadisnya yang mau menikah. Dengerin si pedagang berbuih ngejelasin ini itu sementara pembeli gak kalah berbuihnya. Makanya selalu disediakan teh haha.

Oya, terkadang belanja di pusat-pusat wisata jauh lebih murah daripada di pasar. Ini terbukti sewaktu temen-temen saya belanja tas di Jaipur. Harga lebih murah malahan di depan Water Palace daripada di pasar haha.

Mungkin….kalau kembali lagi ke India karena saya sepertinya mulai sedikit ngerti bakalan belanja juga seperti kain, karpet, spices, kerajinan tangan, teh dan matras yoga kali ya haha.

Advertisements

12 comments

  1. Hahaha, jadi ingat pas beli pashmina di India Non. Orangnya memang membakar satu benangnya gitu 😛 .

    Ah, satu tips lagi. Setelah gol, pastiin barang yang kita mau dibungkus dan gak dituker sama barang lain. Aku curiga dulu aku ditipu gini nih. Udah gol kan, trus diajak ngobrol sama orang tokonya yang lain, jadilah aku meleng. Pas sampai di rumah, ternyata barang yang dibungkusin rusak (pecah)! 😦 Aku curiga barangnya ditukar dengan yang rusak karena bungkusannya sudah rapi dan anti-banting gitu. Apalagi di dalam koper aku taruh bungkusannya di antara baju-baju 😦 .

  2. Satu tips lagi, ikutlah berhitung haha. Kadang pas kita belanja udah deal barang A dengan harga sekian, pas ditotal sama dia eh dimark up pakai harga awal. lol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s