Upacara Minum Teh di Taiwan


Selain bubble tea yang memang ada di mana-mana di Taiwan, ternyata upacara minum teh secara traditional juga cukup terkenal. Rumah-rumah teh dengan gampang bisa ditemuin di seluruh penjuru Taiwan. Saya dan Matt kebetulan nyobain minum teh di Jiufen. Jiufen ini salah satu kota tua yang ada di Taiwan. Letaknya sekitar 1 jam dari Taipei.

Hari itu hujan sepanjang hari. O,ya selama 7 hari di Taiwan tiada hari tanpa hujan. Beneran hujan deras tanpa henti. Sedikit mengesalkan karena kami ingin berjalan-jalan menyusuri kota Jiufen yang terkenal dengan gang-gang kecilnya yang dipenuhi oleh toko-toko kecil dan rumah makan berukuran kecil.

Hujan tiada henti di bulan Januari membuat kami bolak balik masuk ke cafe kecil sampai akhirnya kepikiran untuk mencoba minum teh ala Taiwan. Seperti apa rasanya?

Jiufen’s tea house

Kita memilih Jiufen’s tea house bukan karena review atau cari-cari informasi. Murni karena mulai capek kena hujan trus dan rumah teh ini ramai banget. Sewaktu kami masuk, kita disuruh nunggu sekitar 15 menitan untuk mendapatkan kursi. Sebenarnya ada banyak meja di luar rumah tapi karena hujan mereka harus menutup lokasi outdoor. Jadilah di dalam ruangan penuh sesak. Selain tempat minum teh, rumah ini juga berjualan teh berbagai macam jenis, peralatah teh dan juga museum kecil yang mereka miliki sejak dulu. Tempatnya cantik dan hangat sekali. Memang pas untuk cuaca pada saat itu.

Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house

Cara minum teh di sini sebenarnya cukup menarik. Jadi setelah pesan teh yang dipilih trus kita disuruh duduk di meja. Kami dapat meja kayak lesehan. Enak banget. Di tengah-tengahnya ada tungku tempat masak air panas dengan teko dari besi berwarna hitam. Keren.

Setelah duduk santai, datang deh satu orang ibu setengah tua dengan pakaian traditional trus dia jelasin gimana bikin tehnya. Teh bisa dipakai sebanyak 5 kali tapi akan berkurang kadarnya. Lalu dia kasih tau juga kalau daun teh yang tidak terpakai nanti bisa dibawa pulang. Setelah dia rasa semua ok, lalu dia meninggalkan kita dengan pesan “kalau ada perlu, panggil aja ya” selama kita minum teh selama 1.30 menit ibu ini selalu bolak balik datang ke meja untuk ngecek air, nanyain rasa, dll. Nice.

Selama saya minum teh sebenarnya kepikiran bukannya di Indonesia kita juga punya kebiasaan minum teh, ya. Kita juga punya banyak perkebunan teh. Di Sumut, yang paling terkenal perkebunan teh Sidamanik. Saya pernah datang sekali tapi gak ada tempat seperti ini. Pernah juga datang ke perkebunan teh di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sayangnya (dulu, gak tau sekarang) belum ada tempat seperti ini juga padahal suasananya sudah dapat banget. Mungkin juga kebiasaan minum teh dengan “upacara” bisa menjadi atraksi menarik untuk wisatawan di Indonesia. Mungkin…..

So, sepertinya upacara minum teh seperti ini bakalan jadi hal yang bakalan saya dan Matt lakukan setiap kali kami traveling karena sebenarnya cukup menyenangkan juga 🙂

Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house

Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Jiufen’s tea house
Advertisements

18 comments

  1. Waaa pingin banget ke tea house kayak gini 😍😍 mbak itu ibunya bisa bahasa inggris ya? Kayaknya tehnya juga enak ya. Aku naksir berat sama teko2nya ya ampun. Oh iya aku juga kepikiran kenapa di Indonesia ga ada tea house padahal kan kita juga produsen teh, kayaknya teh2 gitu dikirim ke luar deh mbak dan kita cuma dapet “sisa2nya” jadi makannya teh kt gak terlalu strong. Itu sih kata orang2. Kalau emang bener, sedih yah!

    • Bisa Gy, gak terlalu bagus tapi masih oklah buat ngajarin kita hahaha. Teko2nya parah Gy, mba cuma males aja ya belanja padahal gemes.

      Katanya soalnya kita gak punya kebiasaan minum teh pake upacara gitu. Minum teh yah pake gorengan aja. Tapi kan gak ada salahnya ya dibuat atraksi minum teh kalau sudah di kebunnya

  2. itu tekonya minta di bawa pulang mbak non, gemes liatnya.. mbak tehnya disana minum pake gula juga gak ? aq gak terlalu suka sih teh, pernah nyobain yang minum teh pakai upacara gitu waktu ke china tapi rasa tehnya gak enak (buat aq aja sih kayanya)

  3. Kalau dingin-dingin trus lagi hujan gitu, minum teh hangat memang nikmat banget ya Non. Apalagi kalau suasananya pas dapat banget kayak di tea house semacam ini 😀 .

  4. tekonya lucu-lucuuu….
    Indonesia memang punya banyak kebon teh, tapi aku belum pernah tahu soal upacara minum teh kayak warga Jepang atau China, atau kebiasaan tea time kayak di Eropa.
    Kalaupun ada tempat untuk ngeteh mungkin lebih kepemilihan daun teh aja, tapi bukan jadi suatu upacara ngeteh.

    • Mungkin iya kita gak punya kebiasaan tea time (upacara minum teh). Kita minum teh yah pagi2 atau sore2 gitu sambil makan gorengan atau sarapan yang ringan2. Tapi….kalau di kebun kopi kan tetep bisa ya dibuatin paket wisata gitu hehehe. Supaya menarik

  5. CMIIW, kita emang ga punya budaya khusus minum teh kali ya… Teh cuman jadi teman makan atau nyemil. Kebiasaan makan pisang goreng sore-sore lebih membekas kayaknya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s