Jabu Restaurant Cantik di Gundaling Berastagi


Jabu Restaurant Berastagi

Berastagi tentu saja bukan tempat wisata baru untuk saya yang lahir dan besar di Medan. Ini salah satu tujuan wisata yang selalu kami datangi ketika kecil, remaja bahkan hingga hampir 40 tahun seperti saat ini.

Sayangnya di Berastagi itu hampir tidak ada restaurant atau kedai kopi yang bisa kita datangi atau kangenin. Tiap kali ke Berastagi tujuan saya hanya ke pasar buat beli buah dan sayur lalu minum air tebu. Kalau pergi dengan keponakan biasanya kami piknik sambil main layangan di Bukit Kubu.

Yah, hanya seperti itu kegiatan yang biasanya saya lakukan di Berastagi. Itupun kalau waktunya makan siang, lagi-lagi kita ribet nyari rumah makan. Selama ini Matt paling suka makan di rumah makan Garuda aja. Cari aman dia haha.

Berastagi sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil dari Medan. Perjalanannya berliku-liku khas pegunungan. Kiri kanan banyak jurang, bus berani mati seperti Sinabung yang bikin serem, truk, angkot, dll. Padahal jalannya kecil. Makanya ke sini itu kalau pengemudi cewek biasanya harus jago dulu haha.

Dari Medan teman-teman saya Tika dan Yeyen sudah kasih tau kalau kami akan makan malam di restaurant Jabu. Ini restaurant baru sih. Saya cukup excited untuk nyobainnya apalagi kata Tika, restaurant ini menempati salah satu rumah tua bekas peninggalan Belanda. OMG….tambah semangat.

Jabu Restaurant Berastagi

Jabu berada di Jalan menuju ke Gundaling. Gampang koq nyarinya apalagi ada sign dipinggir jalan, jadi gak usah takut kesasar. Restaurantnya cantik. Kami tiba di sini selepas Magrib. Lampu-lampu sudah dinyalakan dan udara pegunungan saat itu antara 16-17 C.

Kami duduk di kursi sofa persis di depan bar. Bayu bartender/barista menyambut Tika dan Yeyen (pemiliknya teman mereka) dan memberitahukan Tika kalau ada menu khusus yang akan mereka coba. Namanya Ayam Cipera. Ini masakan khas Karo. Saya baru tau juga kalau cipera itu masakan khas Karo.

Saya sendiri memesan grilled chicken lalu Yeyen memesan nasi goreng Shanghai. Minumnya karena sesorean saya minum latte dan cold brew, jadi hanya pesan air putih hangat. Air putih di sini gratis dan sepertinya bisa minta refill karena penting banget dong, secara saya selalu bawa botol air kemana-mana, masa iya beli air botolan ya, kan.

Restaurantnya sendiri cukup cantik (cantik deh karena rumah tua Belanda sudah pasti favorite saya) dengan lampu-lampu berwarna hangat. Ada perapian di dalam ruangan tapi gak dihidupkan karena udara tidak cukup dingin. Meja-meja hampir penuh terisi dengan customer, lalu ada live band juga. To be honest, saya paling males kalau ke resto ada band nya haha. Soalnya jadi susah ngobrol. Toilet cukup bersih.

Jabu Restaurant Berastagi
Jabu Restaurant Berastagi
Jabu Restaurant Berastagi

Makanannya sendiri datang sekitar 15-20 menitan setelah pesan. Jadi pastikan kalian tidak kelaparan berat ketika datang ke tempat ini. Pertama kali datang adalah makanan saya.

Grilled Chicken
Jabu Restaurant Berastagi
Grilled Chicken
Jabu Restaurant Berastagi
Grilled Chicken
Jabu Restaurant Berastagi

Gimana rasanya? Enakkkkkk…..nasinya itu kayak berbumbu tapi gak berat, ayam panggangnya lembut dan udang bakarnya juga enak. Ini bisa jadi makanan favorite saya sih sebenarnya.

Ayam Cipera
Jabu Restaurant Berastagi
Ayam Cipera
Jabu Restaurant Berastagi

Nah, ini dia si menu istimewa khas Karo. Namanya ayam cipera. Dimasak dengan menggunakan kincung dan sedikit kunyit saya rasa. Kebetulan saya kurang suka makan ayam yang berkuah, jadi cuma nyicipin kuahnya dan apapun yang dimasak dengan kincung/kecombrang saya pasti bakalan suka hanya masalahnya saya emang gak bisa makan ayam dengan kuah. Menurut teman-teman saya makanan ini enak banget. Buktinya habis tak bersisa haha.

Nasi goreng Shanghai
Jabu Restaurant Berastagi
Nasi goreng Shanghai Jabu Restaurant Berastagi

Nasi goreng terenak yang pernah saya makan itu ada di Taiwan. Persisnya di satu restaurant kecil di pasar malam. Kali ini saya menemukan nasi goreng yang enak juga di Jabu. Khas nasi goreng Cina. Kata chef di Jade dulu, nasi goreng yang enak dan bener masaknya itu kalau bulir-bulirnya terpisah tapi gak kering. Kebayang dong. Di Jabu, nasi gorengnya persis seperti itu dengan rasa pedas sedikit. ENAK!

Untuk 3 makanan ini semuanya enak. Mungkin untuk ayam Cipera masalahnya ada di saya yang emang gak mau makan ayam berkuah haha. Trus untuk 3 makanan dan teh hangat total yang harus dibayarkan hanya sekitar Rp 120an ribu kalau gak salah. Cukup terjangkau kan ya, apalagi di sini sebenarnya kita juga beli suasana.

Jabu Restaurant Berastagi

Jabu restaurant ini saya rekomendasikan banget deh, buat kamu yang lagi di Berastagi atau pengen ke Berastagi.

 

 

Advertisements

10 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s