10 OMG Moment in India


Rajasthan – India

Walaupun sebenarnya saya tidak kaget-kaget amat liat India karena sudah terlalu banyak nonton vlog + baca blog ternyata tetep aja banyak hal-hal kecil yang terkadang bikin saya bengong juga atau ngakak-ngakak.

Beberapa hal didalam list ini termasuk hal-hal yang sudah saya persiapkan tapi ternyata tetep bengong. Pokoknya ini OMG atau WOW moment banget deh selama disana.

01. Lalu Lintas

Semua orang pasti sudah pernah dengar tentang lalu lintas di India. Katanya jelek banget. Saya yang dari Medan tentu saja menanti-nantikan untuk melihat langsung dengan mata kepala sendiri.

Jadi begitu dijemput supir hotel di Delhi dan memasuki kota New Delhi, saya masih kayak, ohhh…masih oklah ini jalanannya. Mirip-mirip di Medan koq macetnya tapi klakson nya luar biasa berisik. Pengen langsung makein penutup telinga haha.

Begitu mobil memasuki area hotel yang kebetulan jalannya rada kecil kayak ukuran 2 mobil tapi sempit-sempit gitu ya. Kiri kanan itu penuh dengan segala becak, tuk-tuk dan semuanya pengen duluan. Gak ada yang namanya istilah nunggu. Klakson sahut-sahutan. Sudah sempit, penuh, ehh masuk truk dan langsung menerobos masuk. Supir hotel yang kecil itu bolak balik menggeleng-gelengkan kepalanya sambil ngomel-ngomel dalam bahasa yang sungguh asing untuk saya. Berulang kali tangan dan kepalanya bergerak-gerak panik, demikian juga dengan supir-supir di luar sana. Jalanan stucks. Mobil polisi disebelah kami dan polisinya duduk santai sambil makan samosa. Oh….India. Pengen ngakak dan berkata dalam hati “Medan masih sedikit (sedikit aja yaaaaaaa) lebih baik. Bersyukur saya cuma nyetir di Medan”

02. Bintang Berkeliaran di Jalanan

Saya sudah tahu kalau sapi/lembu adalah binatang yang disucikan di India. Binatang ini pun berkeliaran disana sini. Maksutnya ini hal yang lumrah di India. Saya sudah menyiapkan hati untuk melihat ini,  sampai dengan mata kepala sendiri saya lihat bukan hanya sapi dijalanan,  tapi gajah, unta, kambing, biri-biri, bahkan babi……

Iyaaa babi sodara-sodara. Jadi babi-babi berukuran seperti anak anak kambing itu berlari-lari disekitaran jalan tanpa merasa terganggu. Mau ngakak tapi juga takjub saya huhaha. Kalau di Sumatera Utara babi jalan-jalan di jalanan itu kayaknya gak mungkin banget deh. Saya sih pernah liat di daerah perkampungan tapi biasanya jalan-jalan di halaman orang, bukan di jalan raya hihi.

03. Tulisan

Kalau kita biasa lihat truk-truk di Indonesia ditulisin semacam “kutunggu jandamu” atau hal-hal seperti itu nah di India tulisannya itu bagus banget. Saya gak ngerti sih arti tulisannya apaan tapi beneran kayak karya seni dengan warna warna yang menarik. Pokoknya cakep banget.

Tulisan-tulisan cantik ini tidak hanya di truk tapi juga di gerobak untuk ngangkut sampah, toko-toko, tong sampah dan masih banyak lagi. Pokoknya semuanya terlihat bagus.

04. Jorok

Times of India Blogs

Katanya India jorok. Hmmm untuk saya yang tinggal di Medan sebenarnya sih yah gak kaget-kaget amat haha. Biasa aja malahan. Di Medan juga mirip-mirip koq. Bisa dibilang 11-12 lah. Mungkin kalau di India walaupun sungainya jorok, orang masih mandi ya, tapi saya juga pernah liat pemandangan seperti itu di Indonesia. So, kalau dibilang kaget yah gak juga. Saya sih ngeliatnya kayak komen “Oh……segini ini joroknya” padahal di kepala udah bayangin entah kek apa gitu joroknya India.

Kayaknya juga saya gak ngeliat jorok-joroknya India, mungkin nih ya, karena saya kan disana itu nyewa mobil, trus kita selalu makan ke restoran atau makan di hotel jadi mungkin nih, jadi gak ngeliat yang jorok-joroknya banget. Bahkan untuk toilet aja, supir kita itu mastiin dulu bersih apa gak, baru kita masuk hahaha.

Oya, foto diatas ini saya dapat dari Times of India Blog. Selama disana saya belum melihat sungai sejorok itu. Yah jorok tapi gak sampai sejorok foto diatas.

So yah, ini OMG moment juga untuk saya karena sudah menyiapkan mental ngeliat yang lebih jorsek, ehh ternyata masih bisa saya tolerir.

05. Food

Selama di India saya sukses menjadi vegetarian. Sama sekali gak susah mengganti kebiasaan makan saya menjadi pemakan sayuran saja. Pas mens bahkan saya gak merasa terlalu sakit karena 2 minggu full vegetarian haha. WOW kan ya.

Ok, saya itu suka banget makan makanan India. Di India tentu saja saya sudah membayangkan betapa serunya perjalanan kuliner saya. Matt sampai pesan “kamu gak boleh sombong dengan aku ya karena sudah makan makanan India di negaranya”

Begitu di India saya kaget banget. Makanan disini sangat-sangat kuat bumbunya. Saya beneran kayak ngerasa duh, ini sih bumbu melulu haha. Walaupun tidak komplen dan tetap berusaha untuk makan makanan India sampai akhir perjalanan tapi menurut saya makanan India yang ada di negaranya terlalu kuat untuk saya. Bayangkan untuk 2 cup beras basmati, mereka menggunakan lebih dari 50 gram bumbu briyani. Jadi beneran kayak bubur gitu deh nasinya rada benyek-benyek hehe. Untuk restoran di hotel/restoran besar yang lebih banyak didatangi western/turis saya hampir tidak pernah komplen, karena sepertinya mereka masak makanannya sudah di adjust.

06. Pawang Ular

Pinterest

Saya naif banget datang ke India dengan salah satu keinginan untuk melihat tarian ular yang keluar dari keranjang rotan. Tidak pernah terpikir kalau kegiatan itu sama saja seperti topeng monyet. Sungguh ya “bego” banget saya bisa gak mikir sejauh itu.

Jadi ketika di Jaipur, saya lihat seorang pria berlari ke arah kami sambil membawa keranjang dan seruling (alat musiknya itu) trus tiba-tiba dia duduk dan membuka keranjangnya. Kepala kobra nonggol dari sana. Saya terperangah kaget tapi juga excited. Dia memandang kami sambil bertanya apakah kami mau nonton. 150 ruppee untuk tarian ular tersebut. Saya dan semua teman saling berpandang-pandangan dan akhirnya menganggukan kepala. Mulailah dia meniup serulingnya. Kobra malang itu diam saja. Hanya memunculkan kepalanya sedikit. Mungkin terlalu lelah. Pria itu terus-trus’an memukuli keranjang dan kepala si ular sampai akhirnya saya berkata “STOP” lalu membayarnya dan berlalu. Sepanjang jalan saya trus berpikir betapa bodohnya saya melakukan itu plus kasih bayaran pula. Hiks….

07. Penipu

Yah, saya datang ke kota-kota turis dimana hampir semua orang rasa-rasanya tidak ada yang tulus. Dari mulai anak-anak yang saya pikir polos sampai orang tua yang saya pikir tersenyum ramah, semuanya mengharapkan duit dari kami. Beneran capek banget karena sampai-sampai ada ibu penjaga toilet yang begitu melihat saya langsung masuk toilet untuk membersihkan kloset lalu mempersilahkan saya masuk pun saya harus mencurigainya karena ingin mendapatkan uang lebih.

Banyak sekali orang yang kami temui berusaha menipu. 10 ruppee pun terkadang mereka usahakan untuk menipu. Urat leher saya rasa-rasanya terlalu lelah untuk ribut setiap waktu. Untungnya kami kemana-mana naik mobil dan supir lumayan baik sehingga saya yang sepanjang berada di India sakit tidak harus tegang dan ngotot setiap saat.

Saya tetap suka berada di India tapi sungguh berhadapan dengan manusia-manusianya terkadang membuat saya lelah luar biasa.

08. Warna

Saya belum pernah datang ke satu tempat/negara/kota atau apapun yang rasa-rasanya semua warna ada didalam satu tempat. Semua warna yang saya pikir tidak akan mungkin cocok atau cantik dipakai seseorang di India terasa normal-normal saja.

Bapak tua dengan kerut-kerut dan kulit gelap memakai turban pink (pink seperti es doger), orange, merah, kuning atau multi colour dan terlihat sangat-sangat cocok. Ibu tua dengan lemak di pinggang memakai saree dengan warna mencolok tapi terlihat normal dan cantik. Semua warna terlihat menyatu dengan semua yang bergerak atau tidak bergerak di negara ini. Cantik sekali. Belum pernah saya melihat suatu tempat sekaya ini dengan warna. Sungguh saya jatuh cinta dengan warna warni di India.

Dengan alasan ini saya harus ke India lagi untuk melihat festival Holly 🙂

09. Kebudayaan

Kalau kita baca banyak artikel tentang kebudayaan di India tentu kita akan kaget-kaget. Gak bisa aja bayanginnya haha. Disini semua orang masih memegang teguh kebudayaannya. Beneran kayak ngerasa mereka itu gak terpengaruh hal-hal modren.

10. Arsitektur

CNN.com

Mungkin kalau kita sebut arsitektur di India paling terkenal, orang-orang akan langsung berpikir Taj Mahal. Saya tidak memungkiri kalau Taj Mahal memang cantik sekali. Bangunan itu terlalu photogenic karena cantik sekali tapi ternyata walaupun cantik, saya tidak terlalu menjadikan Taj Mahal sebagai bangunan terfavorite saya. Di daerah Rajasthan terkenal sekali dengan bangunan khas Haveli. Contohnya di foto itu.

Selama di India, saya hampir selalu tinggal di hotel-hotel yang dulunya merupakan bangunan haveli.

Haveli is a traditional townhouse or mansion in IndiaPakistanNepal and Bangladesh, usually one with historical and architectural significance. The word haveli is derived from Arabic hawali, meaning “partition” or “private space” popularised under Mughal Empire and was devoid of any architectural affiliations.[1][2] Later, the word haveli came to be used as generic term for various styles of regional mansionstownhouse and temples found in IndiaPakistanNepal and Bangladesh.[

 

Nah, bangunan-bangunan Haveli inilah yang saya suka banget. Mulai dari rumah-rumah penduduk, restoran, hotel, dan masih banyak lagi. Saya suka mencari-cari bangunan seperti ini ketika berada di area perumahan penduduk. Rasanya seperti mencari harta karun. Terkadang saya menemukan satu rumah cantik khas haveli dibelakang warung super jelek, kadang-kadang saya menemukannya diantara bangunan semi modren, terkadang tersembunyi diantara bangunan haveli lainnya. Pokoknya menyenangkan sekali melihat-lihat bangunan haveli ini.

Walaupun bukan anak arsitektur, terkadang saya menutup mata lama-lama hanya untuk membayangkan rumah-rumah haveli ini tanpa orang-orang disekitarannya hihihi.

Ada 10 OMG/WOW moment saya selama di India, sebenarnya ada beberapa hal lagi sih, tapi rada-rada males buka foto-fotonya. Nanti deh, saya buat part ke dua ya hehe.

Jadi, apakah kamu masih ingin ke India?

Saya sih masih mau banget karena pengen ke kota tua Varansi, yoga di ashram, Kashmir, Landakh, Leh, hmm mungkin juga pengen kembali ke daerah Rajasthan untuk jalan-jalan diarea padang pasir terutama untuk melihat suku-suku Gypsy dan yang lainnya. Tapi…kayaknya kalaupun balik lagi, saya pengen perginya dengan Matt atau ada temen cowok  aja deh haha.

Advertisements

45 comments

  1. mbak noni, aku suka banget sama postingan ini.
    btw, aku kok jadi pusing sendiri ya waktu liat video lalulintas di india. bisa bisa stres di jalan. dan wow sungainya wow wow wow *sedih*
    kobranya juga bikin sedih 😦

    • Na, aku kan di Medan ya, sebenarnya sih aku harusnya gak kaget-kaget banget liat India haha. Mirip-mirip Medan lalu lintasnya cuma tetep aja aku kaget hauhaha. Maksutnya kaget ehh ternyata Medan ada saingannya.

      Si Kobra itu sedih deh. Aku gak suka ular tapi tetep sedih banget rasanya

      • tiap kali mbak noni cerita soal stresnya nyetir di medan, aku yg : masa sih medan segitunya soal lalu lintas?

        aku yg di sby macet gini, tapi masih teratur aja suka stres. hahahahahha

      • Aku kan lama di Sby ya, 7 thn. Nah pas balik lagi ke Medan sempet gak mau nyetir huahhha. Bulan Okt kemaren orangtua angkat aku datang dr Sby ke Medan dan mereka sampe takjub saking kacawnya di Medan hahha

  2. Kayaknya klo ke india itu cocok buat org yg idupnya santai, ga ribet. Coba perginya sm yg hobi ngeluh, jauh dikit ngeluh, debu dikit ngeluh, wah bisa-bisa urat lehet makin tegang kali ya.
    Aq juga sedih tuh pas kak noni crita ular kobranya.

  3. Soal penipuan ini yang bikin lelah. Aku sebetulnya pengen pergi ke India ga jadi melulu (baca: kurang niat) ya gara2 penipuan dan jorok itu. Keknya capek kan harus waspada terus, plus kita sebagai turis kan nggak tau misalnya standar harga atau gimana lokal nawarnya.

    • Ev, beneran deh capek banget harus waspada itu. Kayak gak bisa santai karena takut kan ditipuin haha. Makanya aku males deh kontak2 sama orang lokal. Bawaannya jadi curiga aja sih.

      Belanja pun gak nyaman sebenarnya karena ya itu tadi semua-semua harus nawar dan mesti berantem. Haduh

    • Kita suka banget masakan India jadi dia takut aku kayak komen2 kalau makan di resto India semacam “duh ini beda deh ama di India. India lebih enak” gak taunya aku gak sanggup juga karena terlalu strong haha

  4. Hahaha bener banget Non. Makanya kalau ada yang komplain bilang lalu lintas di Indonesia itu paling parah sedunia, aku timpali “Kamu pasti belum pernah ke India ya?”, huahahaha 😆 .

    Kalau penipuan itu memang bagian hakiki dari pengalaman travelling di sana ya Non, duh…

    • 11-12 lah soal lalu lintas itu dengan Medan Zi. Makanya ada yang ngomong kan temen aku, dia kuliah disana dan temennya anak Medan. Pas aku bilang mau kesana dia bilang “oh kalau anak Medan santai ajaaaa, sama koq” huhahhaha.

      Penipuan ini paling ngeri yaa haha

  5. Satu2nya hal yg bikin aku pengen ke India yaa cuma sejarah arsitekturnya aja Non. Yang lain sama sekali nggak tertarik…… kain sari cukup liat di toko kain disini aja hehehehe….

  6. sedih banget ya kobranya, jadi inget topeng monyet di sini juga sedih banget dipukul2 demi perform gitu. Bangunan2 hevali itu cantik sekali, suka ngeliatnya. Tapi cape ya kayanya kalo ketemu orang kudu curiga terus gitu,sama kayak aku naik angkutan umum ato di jalanan jakarta. Ada yang nanya jalan aja aku pasti waspada dulu takut dihipnotis ato dijambret hufh.

    • Soal kobra iya sedih banget. Gak kepikiran kalau dipukulin juga sih huhu. Nyesel banget.

      Haveli ini bagus dan ukiran didindingnya itu seru2 banget deh.

      Ke India itu harus waspada trus, yang ada tegang deh leher kita haha

  7. belum pengen lah aku…mending kemana dulu lah…hehehehehe…
    tapi kalo berangkatnya sama temen-temen yang sama gilaknya seru juga keknya..
    kalo sama keluarga apalagi bawa si boy nggak dulu lah..

  8. saya ga suka makanan berbumbu, makan karipap malaysia ,lalu kari2an aja perut mules..ampunn kalo ke india bekel indomie aja kayaknya:D btw suka ada yang bilang org india bau2 keteknya*ya kayk pada nyium aja* bener ga mba non, dulu saya pernah baca tulisan org gitu krn katanya mereka suka makan bawang. kecium ga bau2 apa gitu

    • Temen2 aku banyak yang makan mie2 gelas gt karena gak kuat sama bumbu2an di India hehe.

      Kt datang bulan Nov, udah mulai dingin jadi gak nyium juga sih atau mungkin karena gak naik kendaraan umum atau ke tempat2 yang rame banget jadi gak kecium hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s