List Makeup/Skincare NO ANIMAL TESTING!


Pixabay

Sebenarnya sejak menikah dengan Matt, dia sering banget nanyain ke saya apa-apa saja kah brand makeup/skin care yang saya pakai. Salah satunya karena kepo dengan harganya, lainnya karena pengen tau apakah produk yang saya pakai bebas animal test (Cruelty Free). Secara saya orangnya cuek dengan urusan animal test dan fokus dengan cocok atau tidaknya produk tersebut ke kulit akhirnya ya hampir tidak pernah cross check dengan link list yang pernah dikasih Matt.

Akhirnya beberapa minggu ini saya mulai cari-cari lagi list tersebut karena kayaknya saya harus mulai perduli deh. Awal mulanya karena nonton youtube sih. Trus kita kan punya kucing ya, saya baru tahu kalau kucing juga sering dijadiin percobaan. Duh, ternyata menyedihkan sekali nasib binatang-binatang percobaan itu.

Ini saya nontonnya sambil berurai air mata huhu. Lebay mungkin ya, tapi gimana lagi gak pake nangis. Nonton iklan aja bisa nangis konon nonton di youtube ngeliatin binatang-binatang ini dijadikan binatang percobaan hanya untuk membuat lipstik misalnya.

Berdasarkan data dari Cruelty Free International, organisasi yang bergerak di bidang perlindungan hewan, diperkirakan ada sekitar 500 ribu hewan yang dijadikan bahan percobaan untuk produk-produk kosmetik di seluruh dunia setiap tahunnya. 80% negara di dunia pun masih melakukan animal testing untuk produk-produk kosmetik. Tapi isu animal testing bukan hanya sekedar melindungi hewan saja tapi juga bagaimana perusahaan makeup/skincare bisa berinovasi tanpa menggunakan hewan lagi.

Dari beberapa artikel yang saya baca, sebenarnya animal testing ini adalah metode yang sudah “kuno” dan tidak seakurat yang diperkirakan. Ada cara-cara lain yang bisa digunakan dan lebih tepat hingga 80 %. Caranya adalah dengan menggunakan analisa berbasis komputer (yang tentunya lebih canggih juga), penggunaan kulit sintetis dan tentunya human volunteer.

Oklah secara saya pun masih baru “sadar” jadi kayaknya dari list dibawah ini masih ada beberapa yang masih saya pergunakan. Bahkan ada produk skincare yang baru saya beli dan selama ini saya pakai (brand Jepang & Korea) yang ternyata animal test. Trus gimana? masa dibuang? yah enggak juga sih, kalau dibuang kan namanya mubajir, jadi akan tetep saya pakai tapi tentu saja gak akan beli lagi.

Kebetulan belakangan selain yang brand Korea dan Jepang yang masih saya pakai itu huhu, saya suka pakai skincare dari Pixi, The Body Shop dan Elf. Kalau makeup karena rata-rata saya pakai produk dari drug store jadi yah cuman dikit yang harus saya stop penggunaannya. Rata-rata yang harus saya stop itu keluaran dari Asia haha. Aduh 😦 , namanya jelas-jelas pula tertera di infografic diatas.

Tentu saja gak mudah ya berhenti dari semua produk diatas, malahan ada lagi yang harus dicek karena saya kan gak masukin semuanya. Rata-rata produk yang klaim halal seharusnya juga bebas animal test. Kalau mau pasti sebelum belanja mungkin di google dulu. Sekarang saya harus 2 kali googling juga karena kita pengennya bisa bebas dari Palm Oil dan juga animal test.  Tau gak ini susahnya bukan main. Kita suka stres banget kalau belanja. Terkadang mau gak mau tetap harus pakai juga karena kan banyak alasan lain juga ya. Serba salah deh. Misalnya kalau pun ada kelapa sawitnya harus eco friendly, bah……nyarinya susah! Makanya saya bilang susah sekali untuk bebas 100 % seperti yang kita pengen. Belon lagi kan kita suka pake GOFOOD!

Kayaknya pengen nyerah ya atau cuek aja seperti yang saya lakukan berpuluh-puluh tahun ini, cuman lagi-lagi kalau pas mau beli-beli kayaknya harus inget film yang baru saya tonton.

Info lainnya tentu saja bisa dibaca disini ya https://www.peta.org/

Oya minggu ini saya lagi challenge diri sendiri untuk nyoba vegetarian 🙂 ada yang mau join? oya saya udah nyobain (niat tiap minggu) tapi selalu gagal. Susah amat sih!

PS : Kalau ada yang mau menambahkan, mengurangi atau koreksi silahkan di kolom komen ya.

Advertisements

27 comments

  1. OMGGG!! RATA-RATA PRODUK YANG ANIMAL TESTING ITU BEREDAR BANYAK DI INDONESIA:(((( Sabunku pun ternyata masuk list animal testing huft jadi galau:(

    Btw, aku numpang skrinsut dan taro di ig storyku ya mbak postingannya. Sedih banget😭

  2. Klo bebelian produk, concern utamaku (1) halal (2) produksi lokal meski merk luar (3) no paraben. Yg no paraben jg baru bbrp bln aja diterapkan, pasca baca tulisan di blog lisa plovea. Next on my to-do list, pgn milih/sortir produk yg kyk km tulis itu, yg palm oil free. Suatu saat nanti mgkn baru ke non animal test.

  3. Huhuhu skincare aku banyak masuk list yang animal testing 😭😭😭, selama ini paling aku concern ke no paraben dll itu, soalnya kadang itu yg suka bikin breakout, tp kalau ngeliat video youtube diatas juga jadi sedih 😭😭

  4. skincare skrg aku mulai geser ke TBS mba non, stelah agak ragu dg skincare korea… makeup pun krn gak kuat pake TBS, jadinya juga udah mulai beli wet n wild. baca ttg yg no animal testing ini udah dari awal tahun ini, jadi skrg hati2 bgt mau beli makeup atau skincare.

  5. Dulu pas volunteering sama PETA aku dikasih list ini, terus cuma mau pakai body shop doang. Tapi makeupnya gak cocok. Akhirnya gue beralih ke *** dan gue aware kalau mereka commit animal testing. Tapi cuma brand ini yang gak bikin kulit gue ancur 😭😭😭

  6. Sebetulnya banyak aspek dari kehidupan sehari-hari yang bisa kita lakukan untuk ‘jaga’ bumi dan makhluk penghuninya termasuk binatang dan pepohonan (tanaman). Dari dua tahun lalu udah mulai intensif baca-baca, dan collect info, dari animal testing di make up, sampai child labor di fashion industri gt.
    Nonton beberapa dokumenternya juga sering berurai air mata.
    Jadi terkadang usahanya, klo pilih brand make up blm bs ‘maksimal’, coba recycle tempat make up jadi sesuatu wadah yang berguna. Klo ga gitu, dilemma banget soalnya Mbak Non 😭😭

    • Iya bener, gak mesti harus berhenti 100 persen tapi usahakan ngurangin ya. Buang sampah yang bener, ngurangin pemakaian plastik dan masih banyak lagi sudah cukup membantu koq. Tanam tanaman hias yang bagus untuk lingkungan aja sudah membantu 🙂

      • Iya banget Mbak. minimal di aspek yang ini, tapi berusaha maksimal di aspek lain.
        Ayo Mbak, kita sama-sama menjaga BUMI 🙂
        Btw, iya Mbak susah banget vegan disini, banyak godaannya, hahaha…
        Apalagi klo concern ke bukan sekedar jenis makananannya, tapi misal juga produk yang non pestisida, atau dari sektor petani nya, wah bisa pilih mendingan aku puasa aja :))) (Mahal bookk)

  7. kak noni, mendadak pusing aku baca produk yg animal testing itu. Secara aku pake semua yg terdaftar. huhuhu…
    Tapi lihat hewannya tersiksa gitu kn akunya jadi sedih. (anaknya gampang baperan)

  8. Halo mba non, salam kenal

    Klo kata nya dosen suamiku smua produk yg dipasarkan di us g d yg bener -bener “animal free testing”, kebanyakan perusahan2 yg bilang produknya “animal free testing” ini cuman melimpahkan ke pihak ketiga buat ngetesnya yang masi tetep pake animal 😭😭😭

  9. Untung untuk skin care aku pake yang vegan-vegan macem Lush sama mineral botanica yang lokal bali itu, tapi agak kaget baru tau Loccitane ternyata animal testing hiks… tapi udah berenti sih, tahun ini aku pake BBW aja.. Ngeriiiii…..

  10. Waduh baru tau jg nih kak non dan beberapa produknya msh ada yg kupake. Tp gimana dong agak susah jg ya utk gantiin krn kayanya mostly yg familiar produknya msk list animal test ini. Huaaaa hrs lebih hati2 deh ya mulai skrg. Sedih bgt sih liat videonya😢😢

  11. Sedih liatnya mostly rata2 aq pake sekarang 😭 thanks infonya ya Mba, mau cari2 lagi deh produk2 yg animal free testing terutama toiletries.
    TBS memang bagus ya mba, aq juga cobain produknya cuma ga kuat semuanya *mahal sih hehehehe* skincare Korea dan indonesia juga setau aq ada yg animal free testing Mba, seperti merk innisfree, aromatica,klairs, natural Pacific sama dari Indonesia ada merk Sensatia Botanical, organic supply co, econic dan indoganic *cmiiw*
    Semangat ya Mba, go go Vegetarian hehehehe mungkin awal2 terasa sulit tapi nanti lama2 terbiasa vegetarian Kak 😊 klo aq mungkin karena dari kecil vegetarian jadi ga terlalu susah, tapi bisa dicoba seperti cara mamaku mba, dia jg vegetarian pas uda dewasa caranya per minggu dikurangin konsumsi dagingnya bertahap sampai akhirnya stop dan sekarang uda 16 tahun jadi vegetarian 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s