WarenHuis, Supermarket Pertama di Kota Medan


Waren Huis Medan

Saya pikir Medan Plaza lah Mall/Supermarket pertama di Medan, ternyata salah besar haha. Toserba itu sudah saya lewati hampir setiap hari selama kurang lebih 1,8 bulan ketika kerja di JW Marriott Medan. Setiap hari saya penasaran dengan gedung ini. Apa namanya, ceritanya, kenapa gedung ini dibiarin mangkrak tak terawat sementara gedung disebelahnya lebih mengenaskan karena sudah hancur hampir tak bersisa.

Beberapa bulan lalu Tita ngajak saya motret sebagian koleksi bajunya di gedung ini. Ternyata kita berdua sama-sama penasaran dengan si gedung cantik yang terluka ini. Jadilah saya datang. Keadaannya sangat-sangat mengenaskan. Lantai 2 nya sudah tidak bisa dilihat lagi karena sudah hancur dan sebagian kayunya lapuk dan rusak sisa dari terbakar sehingga tidak lagi aman. Lantai 1 nya pun sebenarnya tidak kalah menyedihkan. Bolong dan bocor dimana-mana, lantai hampir tak terlihat lagi karena penuh debu, dindingnya mengelupas termakan air hujan. Kesimpulannya gedung ini sakit parah!

Hari ini tanggal 18 Juni 2017, entah kenapa abis nganterin Matt ngantor, saya kepikiran lewat gedung ini lagi. HUaa……keadaannya jauh lebih menyedihkan lagi ternyata. Sedih banget, mengingat Medan akan mengeluarkan program Colorful Medan  

“Penelitian ini selama tiga bulan, kita gunakan metodologi kuantitatif, kualitatif, dan data sekunder. Hasil temuan kita bahwa Medan itu kaya alam, budaya, modernisasi, kuliner dan sejarah. Sehingga kita pilih pakai Colorful Medan,” sebut Bima Shaw kepada http://www.tribun-medan.com di Ballroom Karibia Boutique Hotel, Jumat (26/8/2016).

Salah satu point dari program Colorful Medan adalah SEJARAH! mungkin harus diperhatikan lagi nasib gedung-gedung tua yang ada di Medan karena sebenarnya mereka adalah mutiara yang belon jadi aja.

ç
Waren Huis
Waren Huis
Waren Huis

Pada tahun 1919, WarenHuis didirikan untuk dijadikan Supermarket (toserba). Gedung ini berada di Jl. Hindu. Tempat ini tidak jauh dari banyak lagi bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang ada di Medan. Waren Huis diresmikan oleh Walikota Medan pertama yaitu Daniel Baron Mackay. Arsiteknya bernama G. Bos yang berkebangsaan Jerman.

Gedung ini semestinya harus masuk kategori situs cagar budaya yang dilindungi oleh negara tapi saya tidak lihat tanda apapun. Entah karena tidak masuk dalam situs yang harus dilindungi sehingga nasibnya mengenaskan.

Luas  gedung ini 60 x 20 dan oleh arsitekturnya pada saat dibangun,  gedung ini dibuat unik seperti misalnya ketika ada satu barang  yang jatuh maka seluruh sisi gedung akan terdengar suara dentingan barang yang jatuh. Keren banget gak sih. Pas banget ya, karena kan Waren Huis ini artinya rumah belanja kalau gak salah dalam bahasa Belanda. Jadi kalau ada yang jatuh-jatuh dagangannya langsung deh ketauan.

Waren Huis Medan
Waren Huis Medan
Waren Huis Medan
Waren Huis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis MEdan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan

Awal mula gedung dibangun, gedung ini berfungsi sebagai kamar dagang Belanda, lalu beralih fungsi sebagai gedung opera dan setelah Indonesia merdeka gedung ini menjadi gedung perkantoran. Bisa dibayangkan gak, dulunya orang-orang Belanda dan mungkin bangsawan Sumatera Utara pergi nonton opera ke gedung ini, ehhh sekarang malah mengerikan gitu gedungnya. Temen saya bilang, mungkin syuting Uka-Uka aja disini Non. Huhuhuhu……..gimana yaa cara menyelamatkan gedung ini?

Bangunan berukuran sekitar 15 x 30 meter itu memiliki bungker sebagai area menyimpan barang dagangan (gudang) sebelum disajikan kepada pembeli. Supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik. Dulunya hanya orang-orang kaya pribumi, bangsawan, Eropa dan Cina yang dapat berbelanja di toserba ini.

Gedung ini bisa menjadi saksi dan bukti kalau sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama. Akan tetapi, keberadaan Medan Warenhuis akhirnya tersingkir begitu Jepang masuk ke Kota Medan. “Keberadaan supermarket ini hanya bertahan sekitar 23 tahun. Karena sekitar 1942 pemilik supermarket kembali ke Belanda lantaran kondisi Medan yang sudah mulai tidak kondusif, dijajah Jepang,” kata Erond (Sekretaris Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed).

Setelah dilepas pemilik supermarket, keberadaan bangunan masih tetap kokoh. Bahkan bangunan tersebut sempat dijadikan salah satu kantor oleh pemerintah, yakni sebagai Kantor Departemen Tenaga Kerja.

Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan
Warenhuis Medan

Jadi banguna ini sempat terbakar tahun 2013 yang semakin membuat keadaannya semakin mengenaskan. Semoga ya, gedung ini bakalan masuk cagar budaya sehingga bisa direnovasi.

Advertisements

32 comments

  1. kalau siang masih kelihatan bagus mbak non ini bngunanya, tapi kayanya kalo malem nyeremin banget deh, hihihi,, semoga dengan postingan dari mbak non ini, ada dari pemerintah medan yg aware untuk menjadikannya cagar budaya.

  2. gedungnya cakeep ya kak non. sayang ga terawat.
    sedari dulu aq suka banget gedung-gedung klasik belanda. tinggi dan adem di dalam.
    btw, di jakarta kawasan kota tua dulu ada satu gedung ga terawat eh skrg udah dibenerin ulang oleh perusahaan swasta. Katanya sih pemkot jakarta semacam memberi peluang perusahaan swasta utk benerin satu gedung usang (tanpa merubah bentuk bangunan aslinya) dan keuntungan bagi swasta ya mreka bisa menggunakan gedung itu dalam kurun waktu tertentu.
    smoga aja medan bisa mengikuti ya. sayang banget gedungnya dibiarkan begitu saja.

  3. Duh gila mbak, aku tuh imajinasinya selalu “main” kalo pergi ke sebuah kota terus ke pusat perdagangan lamanya. Pasti gedung ini mewah banget pada zamannya, sayang banget nggak keurus ya… semoga mungkin ada WarenHuis 2.0 di tahun 2017?

  4. gak ada yang ngebeli buat dibangun lagi ya? moga2 aja jadi cagar budaya ya. sayang kalo sampe dirobohin karena bangunannya cakep banget. keren emang buat foto2… 😀

    • Kayaknya mahal bgt jg Man. Aku punya temen jalan tante2 gt. Rumahnya yah bangunan Belanda gitu. Kata dia mahal bgt pajak dan juga harga rumahnya kalau di jual jd susah jualnya. Lagian kalau bangunan bersejarah gini mending diurus pemerintah kan ya. Entah di sewakan ke pihak swasta atau dijadiin kantor gitu

  5. Sebenernya dari arsitekturnya, bangunan ini bagus. Entah kenapa, pas aku liat bentuk bangunannya, kok mikirnya kaya bangunan di Vietnam ya. Kalau bisa dibenerin, pasti bagus banget jadinya dan banyak yang ngunjungin. Daripada kaya gitu, makin terbengkalai makin horor.

  6. duhh padahal kalo dirawat pasti bagus itu 😦 sedih deh banyak banget bangunan tua di negeri ini yang dibiarkan bahkan dibongkar jadi bangunan baru yang modern tapi gak artistik sama sekali

  7. sayang banget ya Mbak Noni…kalau dirawat pasti cakep deh gedungnya 😦
    semoga bangunan tuany abisa jadi cagar budaya dan ga hancur kyk bangunan sebelahnya ya mbak Non

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s