Hidden Tourist Spots In Kuala Lumpur


 

DSC00636

Judulnya saya ambil dari link iniย http://townske.com/guide/9060/hidden-tourist-spots-in-kuala-lumpur-

Jadi kalau butuh guide di KL bisa di klik link nya ya ๐Ÿ™‚

Kalau lagi ke KL, belakangan kita suka mati ide. Mau ngapain lagi ya? padahal kalau dicari-cari sebenarnya masih banyak juga tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan. Masalahnya kalau panas banget saya langsung mogok jalan. Rasanya energi kayak kesedot matahari semuanya, jadi males hehe.

Kemaren setelah trip ke Eropa, kita terpaksa transit di KL karena Matt harus ngurus visa. Ini juga tiba-tiba banget karena bulan lalu visa dia gak bisa diurus jadilah kita kehilangan lagi tiket KL-Mes dengan Mas. Belakangan sering banget deh kejadian-kejadian kayak gini. Kesel.

Karena mesti nungguin visa dia kelar, kita jadi tinggal di KL beberapa hari. Lumayan juga sih karena bisa ngelanjutin makan enak haha. Masalahnya Kuala Lumpur panas banget. Begitu keluar kamar langsung lemes. Manja banget kayak bukan anak Medan aja saya ini hehe.

Jadilah karena di KL kita mulai cari-cari mau ngapain dan ketemu si Kampung Baru. Kampung baru ini sudah ada sejak tahun 1900 an dan emang sengaja dibuat oleh kolonial Inggris untuk mempertahankan kebudayaan Melayu di KL. Klik link ini untuk lengkapnya yaย https://en.wikipedia.org/wiki/Kampung_Baru,_Kuala_Lumpur

Kita pun semangat 45 ke Kampung Baru karena mikirnya wuih bakalan makan makanan enak nih. Jadi sekarang ini kalau sore (lebih bagus datang diatas jam 7 malam) banyak sekali street food khas Malaysia gitu. Pokoknya kalau pengen makan makanan Melayu Malaysia mesti deh datang kesini. Segala kue-kue pasar sampai seafood ada disini. Enak juga sih karena kita sempet makan rujak hehe.

Masalahnya kita datang kecepetan jadi banyak stall yang belon buka. Mereka baru siap-siap dan panasnya pun makin menjadi-jadi. Haduh. Trus saya dan Matt kan penasaran mana itu rumah tuanya yang katanya bagus banget disini hehe.

Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur

Kalau saya baca-baca sih katanya ada beberapa tapi pas kesana, orang-orang cuman nunjukin rumah ini doang. ย Yah, cuman satu ternyata tapi……udah dibilang Malaysia itu paling jago jualan. Banyak aja turis yang main kesini. Mungkin pengen wisata kuliner juga sih ya.

Jadi disini kalau sore-sore bisa ketemu anak-anak kecil baru pulang les ngaji. Koq tau? ya abis pake baju koko atau kurung naik sepeda atau jalan kaki hehe. Trus di gang-gang kecilnya itu bisa liat anak-anak kecil main juga sambil lari-larian. Jalanannya sendiri relatif sepi.

Tempat ini saya rekomendasikan banget jika kamu pengen menikmati segelintir Kuala Lumpur yang asli plus makanan jalanan Malaysia. Tapi inget, datangnya sekitar jam 7 malam aja. Kalau kecepetan palingan cuman ngeliatin orang kerja buka toko hehe.

Apa lagi tempat menarik di KL yang gak biasa? ada yang punya ide?

Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur
Kampung Baru Kuala Lumpur

 

 

Advertisements

40 comments

    • Samalah Dit, apalagi sejak nikah kalau Matt mau belanja itu artinya mesti ke KL (sekalian sih bukan sengaja untuk belanja) karena dia banyak gak dapat ukurannya disini terutama sepatu

  1. Menarik untuk diketahui bagaimana marketing pariwisata Malaysia bisa menjual, kasarnya, satu rumah tua saja, beserta kawasannya menjadi sangat terkenal dan banyak didatangi wisatawan asing. Bayangkan kalau Indonesia ya Mbak, dengan potensi yang sebuanyak ini, jika dapat sentuhan marketing ala Malaysia sedikit saja, pasti hasilnya bombastis banget.
    Makanannya bikin ngiler euy… penasaran buat mencicip semuanya. Semoga saya bisa ke sana ya… :amin.

      • Iya, jadi mereka kalau menjual nggak asal dijual, bagaimana akses ke sananya juga sudah bagus… makanya wisatawan jadi betah :hehe.

  2. Kalo ngeliat rumah tuanya aku rada kecewa hahaha. Soalnya di Indonesia juga banyak ya, di pulau kecil tempat mama papaku lahir juga masih ada rumah-rumah model begitu ๐Ÿ˜›
    Makanannya yang bikin ngilerrrr *lap iler*

  3. Noted. Baru tahu nih tentang Kampung Baru.
    Kalau Heli Lounge KL udah biasa ya kayaknya,
    yang bisa nongkrong di helipad dan lihat cityscape KL
    Worth it dibanding naik Petronas yang mihil ituuu

  4. Setiap kali ditanya apa tempat yang recommended di KL biasanya saya jawab Batu Caves lagi Batu Caves lagi, secara saya memang kurang suka nge-mall. Penasaran gimana Kampung Baru ini di atas jam 7 malam. Thank you infonya, bisa dicoba nih next time ke sana.

  5. Bukan mengkritik, sekadar ingin berbagi informasi dari kaca mata orang lokal Kuala Lumpur.
    Kampung Baru sekarang hanya tinggal nama aja perkampungan Melayu. Ya yang punya rumah, toko dan gedung di Kampung Baru masih orang Melayu kerna itu undang-undangnya. Tapi dari kira-kira tahun 1990an, rumah dan toko di Kampung Baru rata-rata sudah di sewa atau di kontrak kepada pendatang asing – kebanyakan illegal – dari Indonesia, terutama dari Sumatra dan Jawa. Maka penjual di pasar, di toko dan di restoran dan warung makan di sini adalah 100% orang Indonesia.
    Kebetulan Kampung Baru sama daerah dengan Chow Kit, juga antara antara beberapa “perkampungan” orang Indonesia di Kuala Lumpur. Lihat http://iloveindonesiaandmalaysia.blogspot.my/2008/03/chow-kit-ibu-kota-indonesia-di-malaysia.html?m=1
    Selain Kampung Baru dan Chow Kit, dua lagi “perkampungan” orang Indonesia di KL adalah Keramat dan Bukit Belacan Ampang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s