Kampanye #BeliYangBaik – Beli yang baik


pixabay
pixabay

Pagi ini saya bangun trus liat-liat timeline Twitter. Biasanya saya jarang ngecek twitter pagi-pagi hehe. Kali ini yang menarik untuk saya adalah tulisan dari Natgeo Indonesia judulnya Konsumsi Bijak untuk Lingkungan Lestari. Udah jelas ya, tulisannya pasti tentang prilaku manusia sebagai konsumen terbesar bumi ini.

Setelah membaca tulisan tersebut saya baru jelas mengenai kampanye #beliyangbaik . Selama ini cuman pernah liat sekilas-sekilas aja tapi entah kenapa koq saya gak ngecheck juga.

Sebagai mahluk yang hidup di bumi sudah tentu kita menggunakan semua sumber daya bumi ini. Sayangnya kita suka lupa diri. Yang ada bukan membantu bumi lebih sehat tapi malahan menjadikannya lebih sakit.

Dari yang saya baca di artikel tersebut :

Semua sumber daya yang kita konsumsi berasal dari alam, kita semua tahu itu. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa produk-produk yang kita konsumsi tersebut diproduksi dengan mengorbankan lingkungan. Data World Widelife Fund (WWF) Indonesia menyebutkan, hingga saat ini lebih dari 3.5 juta hektar hutan alami Indonesia hilang untuk ditanam sawit, dan hanya 9% dari produksi minyak sawit Indonesia yang diproduksi secara ramah lingkungan. Sebanyak 60% perairan laut Indonesia dieksploitasi berlebihan sehingga cadangan ikan kita semakin berkurang. Lebih dari 60% ekosistem terumbu karang kita juga rusak akibat penangkapan ikan dengan alat yang destruktif. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan akan kertas dan produk kayu, lebih dari 3,4 miliar kubik meter kayu diambil dari hutan.

Ngerih ya. Seberapa sering sih, kita ngecheck atau menghemat penggunaan sumber daya bumi ini? saya hampir gak pernah. Iya, saya sudah mulai menghemat penggunan kertas, tissue, tidak menggunakan minyak kelapa sawit dan tentunya sejak menikah dengan Matt hampir 80 persen kami sudah puasa kelapa sawit tapi…….tentunya masih banyak yang lainnnya yang masih saya pergunakan dengan brutal, kan. Terutama soal kendaraan huhu.

Saya baru mengunjungi website http://www.beliyangbaik.org/ . Jadi sekarang ada kampanye yang di gagas oleh WWF Indonesia #beliyangbaik untuk mengajak kita orang-orang Indonesia untuk menjadi konsumen yang lebih bijak. Caranya tentu dengan selalu mempertanyakan dan mencari tahu latar belakang produk yang biasa kita gunakan. Karena itulah, setiap kali belanja perlu punya smartphone yang dilengkapi data internet haha. Eh yang mau ikutan petisinya silahkan ya.

Dengan cara ini diharapkan kita bisa berhenti membeli produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Kelapa sawit boleh dikonsumsi tapi…….jelas asal usulnya. Semisal dari perkebunan yang organic. Pokoknya segala-gala yang mau dibeli harus dengan mempertimbangkan pelestarian habitat, kehidupan sekitar dan tentu saja sumber daya alam.

Repot ya, iya…saya ngakuin repot hehe. Selama ini saya selalu belanja bareng Matt dan biasanya dia emang paling rajin ngecheck-ngecheck, lagian karena kita jarang masak akhirnya belanjanya pun dikit. Trus gara-gara makan di warung artinya saya tetep pakai bahan makanan yang gak ramah lingkungan dong……wadohhhhhh!!!!

Trus kalau mau nge cek label nya, label seperti apakah yang harus kita ketahui? dari artikel tersebut saya copas lagi ya. Mba ini copas doang kerjanya haha.

Ada beberapa jenis ekolabel untuk kategori produk berbeda, antara lain Forest Stewardship Council (FSC) untuk produk berbasis kayu dan kertas, label Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk produk berbasis minyak sawit dan Marine StewardshipCouncil (MSC) untuk produk hidangan laut yang ramah lingkungan. 

Kata Margareth Meutia, Footprint Campaign Coordinator WWF Indonesia di Indonesia memang belum banyak bahan makanan yang sudah memiliki label-label tersebut karena minim nya permintaan dari konsumen. Ketauan kalau kita belanja suka gak peduli,  ya hiks. Tapi walaupun belum banyak saya yakin kita masih bisa koq memilih yang paling bagus untuk tubuh dan juga bumi ini.

O,ya masih berhubungan dengan tulisan ini, saya juga sempet ketemu tulisan ini, ditulis dalam bahasa Indonesia oleh Laila Achmad. Tulisannya bagus banget karena ini mengenai berita-berita yang lagi hangat sangat ini.  Sebuah perang bisa terjadi karena perubahan iklim. Jadi kalau kamu memang sayang bumi ini dan tentu saja menginginkan kita terus hidup dengan damai, jangan ragu untuk ambil bagian,  ya. Jangan pikirkan untuk orang lain tapi pikirkanlah untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi aja 🙂

http://www.youthmanual.com/post/terkini/berita/apa-penyebab-perang-sipil-di-suriah-kamu-pasti-nggak-nyangka-16

Silahkan dibaca dan kaget 😦

 

Advertisements

44 comments

  1. dimulai dari diri sendiri dan orang terdekat ya mba kemarin saya ceramahin ibu saya bahwa plastik yg kita pake ga bisa terurai sampai 100th, di supermarket tertentu ngasih plastik kresek belanjaan di kreseknya ada tulisan plastik bisa terurai ibu saya ber ohh meski ibu sudah lama mengurangi penggunaan plastik kresek.

    • Kayaknya selama kresek tetep aja ya. Aku lbh suka bawa tas untuk belanja tapi untuk kantongan sampah tetep sih pake plastik karena tukang sampah gak mau angkat kalau gak dimasukin ke plastik. Cuman yah paling dikuranginlah penggunaanya

  2. Kalau sudah sampai ke sumber daya alam sebenarnya jadi vital banget ya… bagaimanapun kita hidup dari alam. Salah memanfaatkan dan menyakiti hati alam, ya kita mesti siap-siap dengan balasannya, yang sebenarnya setimpal bagi kita yang sudah merusak alam…
    Buat kasus Suriah… itu memang kombinasi dari alam yang dirusak terus pemerintah yang abai. Seram ya, Mbak… *terus merasa bersalah lihat banyak plastik bertebaran di kantin kantor*.

    • Kita masih aja belon sadar2 skr ya.
      Mikirnya paling banjir doang padahal bisa lebih dari banjir. Ini tinggal nunggu waktu aja. Suami aku bilang dia kerja ini cuman untuk memperlambat doang bukan merubah karena terlalu banyak orang yg tidak perduli.

      Kasus Suriah iya kamu bener soal perubahan iklim dan juga pemerintahnya yg kayak gitu tapi bisa jadi jg terjadi dengan negara kita kan, kalau semua orang tetep cuek

  3. Aduh serem yach? Trus gimana dong yach mau masak tanpa minyak kelapa sawit, hehehe.. sekarang sich lagi berusaha beralih ke olive oil semoga keterusan dech ini, mengganti beberapa item yang bukan produk dari kelapa sawit.

  4. Wah makasih mbak noni infonya. Aku selama ini cuma ikut donasi WWF aja untuk orang utan, nggak tau ada beginian. Okeeeee, fix ikut berpartisipasi. Mbak noni ikutan isi petisi tak? 🙂

  5. mba noniiiiiii aq ga pernah merhatiin klo beli barang nyarinya yang murah aja hikzzzzzzzz baru tauuuuuu 😦 tapi kl plastik emang cuma buat buang sampah aja yah klo belanja gt aq milih warung lengkap deket rumah yg segala ada jd bisa make tas kain yg bs dilepet2 ituhhh hihih marijadilebihbaik 🙂

  6. masih suka buka twitter toh mbak? hehehe
    aku juga kalau beli apa2 yang dilihat cuma harganya 😦
    ga pernah kepikiran sampe seperti yang ditulis di atas

    thx for sharing

  7. Enaknya tinggal di Eropa sebagian besar barang yang dibeli ketahuan semua aslinya. Beli quiche Lorraine misalnya ada tulisannya dagingnya apa dan dari UK (Ini baru kemaren beli jadi ngeh). Disini ada kecenderungan Restaurant untuk jualan daging yang 100% Irish. Beda banget dengan Indonesia yang 100% Australia. Lol.

    Terus sayur juga ada labelnya dari negara mana aja. Kata laki gue sih kalau mau buka websitenya bisa ketahuan suppliernya siapa.

  8. aku baca linknya serem banget mbak Noni x_x
    karena perubahan iklim bisa sampai civil war.
    aku pun mikirnya perubahan iklim ini lebih ke banjir, panas, atau harga sembako makin mahal. tapi ga sampai sejauh itu mbak Noni 😦

  9. Nahh efek global warming tuh berasa bangett sekarang kan ya Non . Liat aja iklim makin gak karuan trus di HK kemaren kena polar vortex pdhal sebelumnya dah gak pernah. Aku dikit2 juga mulai merhatiin produk yg dibeli tapi kadang suka gak nahan harganya itu ahahahaha barang organic kan mahalnya ampun2 .. Walau kadang masih suka kecolongan. Oh sama mulai biasain kemana2 even ke butik aku bawa paperbag sndiri ( sebenernya disuru chicco si tapi jadi kebiasaan sekarang walau masih suka klupaan kadang ) ;p

  10. Itu penyebab awal yang terjadi di Suriah kelihatannya sepele ya, jadi takut. Tapi makasih sudah berbagi linknya Kak Noni. Jadi diingatkan untuk lebih menjaga lingkungan.

  11. Sudah baca, dan iya kaget banget ternyata sumbernya krn perubahan iklim ya suriah itu. Bener2 ngebuka bgt ini tulisan. Thank you Non 🙂 Mulai skrg bakal lebih pintar dalam mengkonsumsi produk//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s