OrangUtan Haven


Orangutan Haven
Orangutan Haven

Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar Orangutan Haven. Jadi Orangutan Haven adalah project dari kantornya Matt. Project ambisius kalau kata saya, Β sih. Project yang bakalan menghabiskan banyak sekali biaya tapi juga bagus banget untuk semua orang termasuk anak-anak yang tertarik dengan konservasi, mahluk hidup dan tentunya Orangutan.

Project ini setahu saya mulai dibicarakan beberapa tahun lalu disertai dengan pembebasan sekitar 60an hektar tanah di daerah Pancur Batu Sumatera Utara. Sampai hari ini pembangunannya masih tertunda karena tentu saja masalah klasik biaya hehe. Mereka masih harus mengumpulkan donasi agar tempat ini bisa segera terealisasi.

Orangutan Haven nantinya akan dijadikan tempat tinggal orangutan yang tidak bisa dikembalikan ke hutan dikarenakan beberapa hal seperti fisik yang tidak sehat, tidak bisa lagi tinggal di hutan dan masih banyak lagi. Selain orangutan beberapa binatang yang juga memiliki kondisi yang sama juga akan ditempatkan di sini. Idenya super keren deh.

Di tempat ini akan dibangun sebuah pulau kecil yang dibatasi dengan sungai/danau buatan. Orangutan takut sekali air sehingga jika ada air yang membatasi maka mereka akan terus berada di pulau tanpa pergi ke perkebunan penduduk disekitar Orangutan Haven. Setelah pulau kecil yang dibangun maka akan dibangun juga beberapa restoran, kelas-kelas untuk edukasi, galery dan beberapa tempat lainnya untuk kepentingan konservasi.

Saat ini karena pembangunan belum dimulai maka tempat ini ditanami banyak sekali buah, sayur dan beberapa pohon-pohon buah seperti durian, mangga, rambutan dll. Untuk beberapa tanaman seperti sayur dan buah yang sudah menghasilkan maka akan dikirimkan ke karantina Orangutan untuk mensupply makanan Orangutan yang tinggal disana. Semuanya organic dan saat ini mereka sudah bisa mensupply sekitar 30 % dari kebutuhan makanan Orangutan.

Ladang sayur dan buah
Ladang sayur dan buah

Daerah Orangutan Haven ini sebenarnya keren banget apalagi buat yang suka dengan nature. Kemaren kita harus naik 2-3 bukit kecil untuk sampai kesebuah lembah kecil. Dulunya lembah ini adalah sawah milik petani disekitar Pancur Batu. Nantinya disini akan dijadikan pusat dari Orangutan Haven. Jadi kayak gardu pandang gitu buat melihat Orangutan. Dari penjelasan Β Ian saya sangat excited. Sayangnya kalau dana belum juga terkumpul maka semakin lama tempat ini bisa dibangun hiks.

Nantinya jika tempat ini sudah dibangun diharapkan semua orang bisa lebih dekat dengan konservasi karena tempatnya sendiri tidak terlalu jauh dari Medan. Kalau saat ini wisatawan yang ingin melihat OU harus ke Bukit Lawang maka dengan adanya tempat ini diharapkan mereka bisa mengunjungi Orangutan Haven yang lebih dekat dari Medan, belajar mengenai konservasi dan Orangutan langsung dengan para ahlinya dan banyak sekali tujuan positive lainnya.

Untuk saat ini Orangutan Haven biasanya dikunjungi oleh calon-calon donatur atau beberapa group traveler yang memang memiliki minat sangat tinggi dengan konservasi dan Orangutan. Tentu saja biasanya mereka juga memberikan donasi untuk tempat ini. Sayang sekali saya hampir belum pernah melihat orang lokal yang tertarik dengan tempat ini 😦

Jika ingin mengunjungi tempat ini mungkin bisa langsung menghubungi pihakΒ http://www.yelweb.org/en/

Beberapa ibu pekerja di Orangutan Haven
Beberapa ibu pekerja di Orangutan Haven
Ian dan group from Medan International School
Ian dan group from Medan International School
Sungai kecil. Kita diharuskan melewati sungai ini dan naik ke atas bukit untuk menuju Orangutan Haven
Sungai kecil. Kita diharuskan melewati sungai ini dan naik ke atas bukit untuk menuju Orangutan Haven
Ian...
Ian…
Satu orang teacher dari MIS
Satu orang teacher dari MIS
Peserta Tour
Peserta Tour
Ibu pekerja dari OU Haven
Ibu pekerja dari OU Haven

 

Lembah
Lembah

11

14

15

17

Sepatu kuning hehe
Sepatu kuning hehe
Bunga liar
Bunga liar
Bunga liar
Bunga liar
nanas
nanas
Jalur trek
Jalur trek
Ibu Pekerja dengan suntilnya
Ibu Pekerja dengan suntilnya
Bekal makan siang
Bekal makan siang
Kebun nanas
Kebun nanas
Labu hasil kebun
Labu hasil kebun
Advertisements

73 comments

  1. Alhamdulillah masih ada orang – orang kayak pak matt mba, yang masih peduli dan niat banget melindungi orang utan dan hewan2 yang udah diambang kepunahan, agak miris liat berita, banyak orang2 yang nyari sensasi foto dengan hewan buruan .. yang rata2 hewan yang diambang kepunahan… #salut buat pak matt dan team.

    • Yah tapi lama2 orang2 yang perduli ini pun mulai putus asa haha. Soalnya lawannya terlalu banyak sih. Social media juga terkadang disalah artikan sama orang2 tolol itu ya 😦

  2. Sukaaa, keren ide nya deh Non. Mudah mudahan cepat terwujud ya. Belakangan kalo liat postingan nasib OU yang makin ke geser sedih deh. Mereka terusir dari rumahnya, dan sedikit banget dari orang kita yang perduli. Miris 😦

    • Sedih banget May. Orang2 kita masih belon sadar aja kalau mereka punah maka ada banyak sekali perubahan di hidup kita terutama keseimbangan alam ya kan. Sekarang sih masih bisa ketawa2 tapi beberapa tahun lagi yang ada nangis darah deh

      • Iya, kadang ya pengen ngetokin kepalanya satu satu biar sadar kalo OU punah dari bumi Indonesia tuh berarti udah tinggal gambar, gak bakal ada lagi dimana mana. Gemes banget rasanya 😦
        Mudah mudahan ya dengan project ini, nasib OU bisa lebih baik

  3. Mudah-mudahan cepat terlaksana idenya ya Mbak, soalnya ini mulia banget, membangun tempat bagi orang utan sekaligus melestarikan alam. Apalagi bisa jadi lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat sekitar. Doh kalau sudah begini kadang kita jadi bertanya, “Ke mana pemerintah? Ke mana negara? Ke mana kementerian yang membidangi lingkungan hidup?”, soalnya mereka kayaknya belum punya kerja yang nyata, sih… semangat terus yak Mbak, Matt, dan semua tim yang ada di sana :hehe.

  4. mbaaaaknon idenya keren bgt. semoga bisa segera terlaksana yaa..
    orang lokal sedikit sekali yaa yg peduli beginian, konservasi di tj.puting aja juga org luar yg andil besar
    semangat terus ya buat matt & team

    • Amin…. doain ya semoga dananya cepet terkumpul.

      Iya sih kalau dibandingkan dengan jumlah orang Indonesia rasanya koq yang perduli soal beginian terlalu kecil ya huhu. Sedih sih karena sebenarnya kan tanggung jawab kita.

  5. Wah idenya bagus! Mudah-mudahan dengan begitu bisa membantu populasi Orang Utan. Ntar kalo udah kelar pembangunannya, mudah-mudahan aku bisa berkunjung ke Orang Utan Haven πŸ™‚

  6. Masa’ ya mbak aku liat di askfm ada yang share berita, orangutan borneo ada yang pernah dijadiin pelacur krn stok perempuan disana kurang. Tega banget ya! Sekarang ga tau deh gimana nasibnya. Kasian πŸ˜₯ Semoga OU Haven-nya cepet jadi biar orangutan2 ini keurus dengan benar oleh pihak yang benar pula πŸ™‚

  7. Wuiiih, orangutan pun makannya dikasi yang organik ya Non, hehehe πŸ˜€ .

    Mudah-mudahan sukses ya proyeknya! Idenya bagus tuh!! πŸ˜€ Apalagi kalau dikelola oleh profesional begitu nanti ketika sudah jadi harusnya bakal oke ya. Oke untuk pengunjung, oke juga untuk orangutan-nya πŸ™‚

  8. Sejak liat foto orang utan yang fragile dari IG mu Mbak, aku jadi pengen gendong2 mereka gitu. Tapi pasti bagus banget kalo sampe dijadikan objek wisata terutama buat ilmuwan dan relawan yg cinta alam. Trus mas yang “Satu orang teacher dari MIS” di poto, juga bisa jadi magnet buat calon pengunjung #gagalfokus =))

  9. Kereennn beneran kerennn mbak non. Idenya dan tempatnya. Brp jam dr medan mb?
    Smg org lokal juga byk yg kesana. Bukan cuma foto eksis aja tp juga buat blajar n makin ngerti ttg orangutan n lingkungan ya. *masukin bucketlist

    • cuman 30 menit aja dari Medan. Deket banget nih tempatnya. Beberapa kali mba kalau kesini liat2 sama tamu2nya si Matt mereka sih gak perduli selfie ya tapi lebih perduli programnya cuman kita gak tau deh kalau yang datang lokall heheh. Sebenarnya selfie pun gpp karena bisa bantu marketing.

  10. Saya ikut terharu mengetahui ada pihak-pihak yang peduli kelestarian orang utan. Semoga berjalan lancar ya Mbak, doakan kelak saya bisa ke Sumatra, dan bisa berkunjung ke sana πŸ™‚

  11. Kak.. pengen ikut donasi.. tapi agak ngeri2 kalau via web. soalnya kemungkinan gak bisa donasi rutin, cuma kalau ada uang lebih aja (jarang banget uang aku lebih.. hiks) ada email yang bs dihubungin ga ya?

  12. Waaahhh keren banget kalo ini beneran terealisasi ya kak Non! Kira-kira ide tempatnya akan seperti Semboja di Kalimantan kah?

    Temen aku pasti seneng banget
    kalo di Sumut ada tempat kaya gini. Dia setengah Batak (setengah Jepang) dan sangat care dengan orang utan. Bahkan wedding theme nya dia adalah orang utan dan honeymoon nya di Semboja sana! Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s