Ice Cream


Ron's Laboratory Medan
Ron’s Laboratory Medan

Selama ini jika makan ice cream saya tidak pernah kepikiran asal usulnya bagaimana. Pokoknya makan aja. Sampai hari ini ini ice cream favorite saya adalah Haagen-Dazs. Suka banget, terutama yang rasanya Belgian Chocolate. Untuk ice cream biasanya saya tidak berbagi dengan Matt. Kita punya stock masing-masing. Ketauan banget lemak-lemak kita sebagian besar berasal dari ice cream.

Ice cream sendiri ternyata berasal dari Cina. Kaisar Tang dimasa pemerintahan Dinasti Shang adalah raja yang memiliki citarasa tinggi terhadap makanan dan minuman. Masakan Cina dimasa itu betul-betul dibuat menjadi masakan kelas dunia. Para juru masak terbaik dari seluruh Cina dikumpulkan, mereka diberikan jenjang atau tingkat keahlian. Teknik memotong dan menggoreng jadi sebuah kebanggaan bagi para ahli juru masak Cina. Pantesan aja kalau makanan Cina terkenal sampai dimana-mana.

Di Eropa, es krim dibawa dan diperkenalkan oleh Marcopolo. Dimasa itu yang namanya hidangan dari es adalah hidangan untuk kaum bangsawan. Apalagi ketika listrik belum ditemukan, orang berusaha membuat es dengan cara membuat mesin minyak tanah. Mereka tidak lagi harus menunggu musim salju tiba, tapi dengan teknologi bisa membuat air beku. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh para bangsawan dan orang-orang kaya sehingga sampai tahun 1600-an es merupakan hidangan mewah. Kalau sekarang untungnya kita tetep bisa beli es cream seharga Rp 10.000 di Mc’d :

Di Indonesia, es krim dibawa oleh Belanda. Ice Cream Saloon adalah es krim pertama yang hanya bisa dinikmati di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Surabaya. Saat itu es krim merupakan barang mewah dan mahal dan mahal, dan kebanyakan hanya orang Belanda saja yang menikmatinya.

Saat ini es cream udah macem-macem. Es cream yang biasanya seharga 1 dollar Singapore di Singapore sekarang bahkan bisa didapat di Medan dengan harga Rp 15.000. Warung-warung es cream juga bermunculan seperti jamur.

Zaman saya kecil, es cream abang-abang dengan sepeda dan kotak biru adalah pedagang yang ditunggu-tunggu. Ibu saya sebel banget kalau kita beli ice cream itu hehe. Padahal rasanya enak walaupun harganya super murah. Sampai hari ini abang-abang itu masih eksis, loh. Dagangannya juga belum berubah. Es cream dengan roti. Yummy.

Di Medan lagi happening banget Ron’s Laboratory (RL). Temen saya yang kebetulan food blogger terkenal di Medan sampai merem melek sewaktu makan ini (ngeliat di foto instagramnya). Penasaran dong saya, padahal Matt udah ketemu jodohnya yaitu Dairy Queen.

Sewaktu diajakin nyoba si RL, Matt selalu gak mau. Males katanya. Sayanya, kan, gak pernah mau ketinggalan. Maksa trus. Apalagi kata temen saya cobain deh, rasanya aneh-aneh. Ok, deh. Kita harus coba.

Minggu lalu kita cobain. Antriannya lumayan panjang. Saya lupa apa yang Matt beli. Cara penyajiannya luar biasa keren. Pokoknya canggih. Sewaktu datang, kita semangat banget dong. Namanya pun udah penasaran. Matt langsung berhenti makan dan diem aja sambil pundung. Dia bilang, abis ini saya harus traktir dia es cream di DQ. Jadi es creamnya gak dimakan aja dong huhu. Punya saya karena cuman coklat biasa, yah so…so…lah walau gak abis juga karena banyak banget.

Untuk penyajiannya sendiri kecelah. Saya sampai gak abis-abisnya motret si ice cream. Seneng aja ngeliatnya karena cakep. Restonya sendiri bersih dan rapih.

Tapi kayaknya kita mesti balik lagi ke selera asal. Beberapa temen saya juga ngomong gak terlalu suka, entah apanya yang gak pas dengan lidah kita. Mungkin karena udah ketuaan kali, ya. Jadi kurang bisa nerima rasa yang aneh-aneh hehe. Untuk beberapa orang lain,  RL katanya enak banget. Namanya juga lidah, suka beda-beda, ya. Buat yang penasaran RL bisa didapat di Sun Plaza, Medan. Cobain yang es creamnya dicampur tolak angin. Menurut beberapa temen, itu yang menjadi rasa favorite. Mungkin kita salah pesan kemaren.

So, apa es cream favorite kamu?

IMG_1668 IMG_1670 IMG_1671 IMG_1672 IMG_1673 IMG_1674 IMG_1675 IMG_1676 IMG_1677

 

Advertisements

151 comments

  1. Ah iya Non, itu faktor selera yah 😀 Gw sukak banget RL ini.. Yang The Breakfast apalagi ;p Kalo yg biasa makan mah Wall’s yg Feast Vanila.. Sllrpp.. Murah meriah enakk..

  2. ehh ron’s lab buka juga di Medan 🙂
    yg red velvet juga enak kak, eh tapi dia musiman gitu kan, tiap bulan ganti menu 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s