Panas Banget! (Dampak El-Nino bagi Kota Medan)


www.mrwallpaper.com
http://www.mrwallpaper.com

Fotonya agak gimana gitu yaa. Yang pasti rada gak nyambung dengan tulisannya tapi saya suka banget liat zebra di padang rumput dengan Matahari. Super cakep!

Ok, saya pengen ngobrolin tentang cuaca akhir-akhir ini. Setiap hari sebenarnya saya selalu mengeluh kepanasan. Sangking panasnya udah beberapa hari saya ngerasa bibir mulai pecah-pecah dan gak enak banget badannya. Asupan air putih gak berkurang tapi saya rasa nih, sangking panasnya yang ada harusnya ditambah jumlah air yang diminum.

Tahun lalu saya dan Matt, survive di Medan tanpa tambahan AC kecuali di kamar doang. Minggu ini saya dan Matt terpaksa menambah 1 AC di ruangan keluarga karena ngerasa gak kuat banget di rumah tanpa pendingin ruangan. Kita berdua duduk di depan TV/kerja dengan 2 kipas masih keringatan dan entah kenapa badan jadi lemas sendiri. Padahal yah gak ngapa-ngapain. Lebih gila lagi lantai rumah bukannya berasa adem tapi hangat!

Eh iya yang seru adalah, air dari kamar mandi rasanya juga panas (kalau mandi di siang hari) atau kalau dipagi rasanya lumayan hangat-hangat gitu. Gak enak banget.

Kebetulan rumah kita juga sistem sirkulasinya jelek. Kiri kanan langsung berdempetan dengan rumah lain. Belakang dan depan rumah juga udah diisi kompleks lain. Kadang-kadang kalau duduk di ruangan belakang masih ada sih angin masuk tapi masalahnya angin aja gak ada di Medan sini. Setiap hari panasnya nyelekit-nyelekit bikin sakit.

Minggu ini setiap kali ketemu tamu dari luar pasti yang diobrolin kalo gak soal PILPRES (yang saya manggut2 doang) udah pasti soal cuaca yang gak bersahabat ini. Sebenarnya cuaca panas kayak gini dan ditambah mati listrik bukanlah situasi yang enak. Kemarin kita mati listrik hampir 24 jam. Jam 2 pagi mati sampai sore pas saya mau pulang kantor jam 8 malam. Gila banget. Yang ada tidur dimalam juga gak bener karena keringatan dan masuk angin Β (tidur di lantai soalnya hahhaha).

Kayaknya saya jadi manja banget ya πŸ™‚ panas aja ngeluh. Coba deh bayangin orang-orang yang tidur di kolong jembatan. Tidurnya nyenyak2 aja tuh hehe. Hmmm gak tau deh, pas lagi kepanasan susah saya ngeliat yang lebih susah tidurnya hihihi.

Sekarang saya jadi getol banget mencari informasi mengenai dampak EL-Nino di Indonesia khususnya Sumatera.

http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Fenomena.Alam/ElNino/materi4.html

http://goo.gl/3Q8zWi

http://goo.gl/dZaVXF

http://goo.gl/O6SRGV

http://moklim.bdg.lapan.go.id/content/enso-el-nino-southern-oscillation

Ini Saya Copy Paste dari Link di atas ya, tentang El -Nino.

El-Nino, menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur menjelang hari natal (Desember). Fenomena yang teramati adalah meningkatnya SPL yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang membawa banyak nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya. Pemberian nama El-Nino pada fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember. El-Nino (bahasa Spanyol) sendiri dapat diartikan sebagai “anak lelaki”. Di kemudian hari para ahli juga menemukan bahwa selain fenomena menghangatnya SPL, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu mendinginnya SPL akibat menguatnyaupwelling. Kebalikan dari fenomena ini selanjutnya diberi nama La-Nina(juga bahasa Spanyol) yang berarti “anak perempuan”. Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun.
El Nino merupakan suatu gejala alam di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yaitu memanasnya suhu permukaan laut di wilayah tersebut. Pada saat yang bersamaan terjadi perubahan pola tekanan udara yang mempunyai dampak sangat luas dengan gejala yang berbedabeda, baik bentuk dan intensitasnya. Walaupun El Nino dianggap sebagai faktor pengganggu dari sirkulasi monsun yang berlangsung di Indonesia namun pengaruhnya sangat terasa yaitu timbulnya bencana kekeringan yang meluas. Pada saat berlangsung El Nino, terjadi penguatan angin baratan di Pasifik barat daerah equator mulai dari sebelah utara Irian hingga Pasifik Tengah (Trenberth and Sea, 1987, Harrison and Larkin, 1998). Awal musim hujan di Jawa lebih lambat dibandingkan dengan rataratanya ketika terjadi El Nino dan lebih cepat dari rata-ratanya ketika terjadi La Nina (Hamada, 1995). El Nino sangat mempengaruhi curah hujan pada saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan di Indonesia (Mulyana, 2002). Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun. La Nina merupakan kebalikan dari El Nino ditandai dengan anomali suhu muka laut di daerah tersebut negatif(lebih dingin dari rata-ratanya). La Nina secara umum akan menyebabkan curah hujan di Indonesia bertambah.

El-Nino (Gambar 1) akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. Bagian barat Samudra Pasifik tekanan udara meningkat sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur Indonesia, sehingga di beberapa wilayah Indonesia terjadi penurunan curah hujan yang jauh dari normal. Pembentukan El-Nino dikaitkan dengan pola sirkulasi samudera pasifik yang dikenal sebagai osilasi selatan sehingga disebut jugaΒ El Nino-Southern OscillationΒ (ENSO) yang merupakan fenomena yang ditimbulkan oleh interaksi laut-atmosfer. El-Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi laut dan atmosfer yang ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di Pasifik Equator atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Pada saat yang bersamaan terjadi perubahan pola tekanan udara yang mempunyai dampak sangat luas dengan gejala yang berbeda-beda, baik bentuk dan intensitasnya. Fenomena El Nino secara umum akan menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, besar pengurangannya tergantung dari lokasi dan intensitas El-Nino tersebut. Namun demikian, karena luasnya wilayah Indonesia serta posisi geografisnya yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El-Nino. Pada tahun normal, tekanan permukaan rendah berkembang di wilayah utara Australia dan Indonesia dan tekanan tinggi melalui sistem pantai Peru (seperti terlihat pada Gambar 2). Akibatnya, angin pasat melalui Samudera Pasifik bergerak sangat kuat dari barat ke timur. Di timur aliran angin pasat membawa permukaan air hangat ke barat, sehingga badai membawa badai konvektiv ke Indonesia dan pesisir Australia. Sepanjang pantai Peru, kolam air dingin terbawa sampai ke permukaan untuk menggantikan kolam air hangat yang diambil di sebelah barat.

Suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur menjadi lebih tinggi dari biasa pada waktu-waktu tertentu, walaupun tidak selalu. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya fenomena La-Nina (Gambar 3). Tekanan udara di kawasan equator Pasifik barat menurun, lebih ke barat dari keadaan normal, menyebabkan pembentukkan awan yang lebih dan hujan lebat di daerah sekitarnya.

Kejadian El-Nino tidak terjadi secara tunggal tetapi berlangsung secara berurutan pasca atau pra La-Nina. Hasil kajian dari tahun 1900 sampai tahun 1998 menunjukan bahwa El-Nino telah terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata 4 tahun sekali). La-Nina hanya 15 kali (rata-rata 6 tahun sekali). Dari 15 kali kejadian La-Nina, sekitar 12 kali (80%) terjadi berurutan dengan tahun El-Nino. La-Nina mengikuti El-Nino hanya terjadi 4 kali dari 15 kali kejadian sedangkan yang mendahului El-Nino 8 kali dari 15 kali kejadian. Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa peluang terjadinya La-Nina setelah El-Nino tidak begitu besar. Kejadian El-Nino 1982/83 yang dikategorikan sebagai tahun kejadian El-Nino yang kuat tidak diikuti oleh La-Nina.

Sumber bacaan:

Erwin Mulyana. Analisis Angin Zonal di Indonesia Selama Periode ENSO. BPP Teknologi. Jakartahttp://en.wikipedia.org/wiki/El_Nino

Ada yang kepanasan juga hari ini? ngacunggggg sambil pake BIKINI hahahahaha

 

Advertisements

40 comments

  1. Memang terik banget, Mbak.. Berarti gantian ya, semalem ngga ada mati lampu tuh di rumah ku. Mungkin hari ini deh. Bahahah.. πŸ˜€ Alaaaah.. Getokin PLN Medan.. *eh*

    Jadi El Nino itu bakalan badai di Desember tapi dari Juni ini panas dulu gitu ya, Mbak? Ngga ngeh aku.. Hiks.. 😦

    Btw, Mbak cocoknya tinggal di Samosir noh. Adeeeem.. Hihihi πŸ˜›

    • katanya sih kalo yg dibaca2 July-agustus tuh puncaknya El-Nino di indo. Masalahnya skr udah mulai kan kebakaran hutan di Riau. Jadi siap2lah, simpen air +gentong aqua hhahaha.

      desember itu El-Nino yang dulunya di Spanyol kalo gak salah. Asal nama El-Nino kan dari bahasa Spanyol. entar cek lagi deh bacaanya haha

      • Halaaaah.. Kalok kebakaran hutan lagi, susah dooonk mau main ke Pekanbaru. Hiks πŸ˜₯
        Untung sumur di rumah ngga kering. Bisa mandi sepuasnya. πŸ˜›

        Mesti ngubah itinerary donk aku, Mbak.. *curhat*

  2. Aku belum pernah ke Medan, tapi normalnya cuaca Medan itu lebih panas dari Jakarta atau Surabaya gitu ga mba? Btw, di Jakarta juga lagi sering banget panas ngelekeub kalo bahasa sunda hehehe

  3. di medan ga pernah hujan yah kak?
    kalo udara panas ditambah AC mati sih pastideh gabs tidur ..
    di jakarta juga lagi panas2nya sih skrg, tapi kadang2 bisa mendadak ujan gede and deras.. bulan ini kampusku udah banjir 2x akibat ujannya deres bngt.. manusia ky aku, kepanasan ngoceh, ujan deres jg ngoceh soalnya ssh plg kampus 😦

      • tapi di hotel bintang 5 ga kerasa kan mba panasnya? πŸ˜€
        aku sejak cuaca panas begini ga pernah pake blezer dan dress tebel2 lagi kekantor dan kampus.. nganggur dulu di lemari sampe akhir taun baru dipake.. skrg segala kemeja dan dress tipis yg adem2 abis cuci lgsg pake hahaha

  4. Untungnya udah pindah kantor jadi gak masalah sama panas, kantornya sekarang udah adem πŸ˜€
    Di Jakarta sih emang tiap hari puanas non. Apalagi kalo mau ujan, sumuk gerah gitu. Dan air kita emang selalu panas. Makanya di rumah baru nih salah banget beli water heater secara gak kepake gegara gerah πŸ˜† . Dulu kan dipikirnya mesti bangun subuh kan dingin ya, yang ada airnya biasa aja tuh. Hahaha

  5. iya kak non, di jakarta juga panas bangat. tapi lihat status teman-temanku yang ada di pekanbaru (kebetulan aku besar di pekanbaru) disana selain panas juga kebakaran hutan. kebayangkan asap nya itu loh nga kuat. kasihan dech mereka.

  6. Gga kebayang gimana panasnya disana ya, masalahnya di Indo kan lembab jadi kalau panas tuh berasa panas banget gitu lho. Kalau disini panasnya kering. Kemaren kita ke gulf of Mexico, panas lembab gitu. Gga enak banget. Rasanya kalau pakaian basah tuh gga mau kering2. Ceritanya kita kan renang di laut, pas mo balik ke hotel bikini neh masih basah aja pdhal udah berjemur di bawah sengatnya matahari. Gga enak banget mo pakai t-shirt, nempel2 gitu. Hubby blg cuek aja namanya juga di pantai, so, gw jalan ke hotel and nyebrang berbikini ria. Untungnya disini orang kan gga usil, gga ada yg nyuitin (yg ada pada tutup mata kali pas liat gw wakakakkkkk)

  7. Ga kbayang di Medan pasti panas bingits ya mbak. Skr sih di Bandung lagi hobi mendung, trus hujan gede ….. adem sih lumayan tapi tetep aja panas

  8. *kirim air es virtual* πŸ˜€
    Bandung malah udah beberapa hari ini kalo sore ujan, Non. Adeeemmm, enaaakk banget. Walopun kalo siang ya sami mawon panasnya nylekit… πŸ™‚
    Aku kebayang medan itu panasnya sama kayak di rumah mertua di cirebon sana. Tiap mudik ke cirebon, setiap kali mau sholat musti mandi. Jadi sehari bisa 6-7x mandi. Abis abis deh, itu air…. πŸ˜€

  9. Di kantor aku ngerasa kedinginan buanget sampe nyetok jaket tebel di sini, tapi pas keluar panasnya ampun-ampunan dah. Kalo libur di rumah seharian juga kerasa panas banget, yang ada pada rebutan kipas angin, untung ga pake mati listrik. Nyebelin banget yak kalo mati listriknya selama itu di medan..

  10. owh ini to penyebabnya beberapa hari ini…saya baru tau nyonya…emang panas banget akibatnya radang tenggorokan udah seminggu yang berakhir dengan flu dan batuk 😦
    semoga nino cepat berlalu

  11. Ujan nggak di Medan Non? Sekarang ini di Jakarta hampir tiap sore ujan. Ini sekarang udah mau jam 4, udah mulai mendung-mendung. Aneh banget ya hujan di bulan Juni.

  12. Aku kak *ngacung*
    Pekanbaru panasnya luar biasa ditambah ada kebakaran hutan lagi disini,bonus mati lampu -__-

  13. Makassar dari dulu panas juga sih non, kipas angin nyala, AC dikamar saja.. kayaknya belum parah karena kami belum beli AC tambahan…………

  14. Disini uda seminggu ini hujan dan angin kenceng banget, sampe pot2 taneman ada yg jatoh. Plus pake dingin, emang juga lagi winter sih. Kesini aza Non, kalo mau ademπŸ˜€

  15. kalo panas pake kipas angin pun jadi kembung dan masuk angin
    jadi inget cerita temen pas summer taun lalu di korea, lebih panas dari biasa tapi berhubung pembangkit listrik di korea jg kapasitas listriknya pada turun ada peringatan dilarang pake AC pas dari jam 2-5 sore, padahal itu kan panas abiss dan kantor pada nurut…dan di subway beberapa gerbong ac nya ga nyala,,ga kebayang itu panasnya dalam ruangan kantor πŸ˜›

  16. mba non pindah ke bogor aja….disini panas jg n bgt pas kemarau kata orang bogor …tapi panas nya bogor jauh lebih nyaman di banding panasnya depok, cibinong, jakarta dan tempat2 lain, tapi kalo pas musim ujan jangan ngeluh juga yaa….bisa parah curah hujannya juga….tapi tinggal di bogor jauh lebih enak kok di banding kota lainnya dari segi cuaca hahah walo tetep kena efek global warming jg

  17. di palembang juga gitu. panasnya sampe bikin sakit ke kulit. aku kalau siang kan istirahat pulang ke rumah dan motoran. ajib aja panasnya nusuk-nusuk sampe ke kulit padahal udah pake tangan panjang. tapi aku baru tau lho klo itu semua gara-gara el nino. jadi inget lagunya siapa ya yg ada el nino el nino :p

    • Iyaaaa panas banget ya Non. Di jakarta juga nih, kemaren2 sampai kebangun tengah malam bermandi keringat. Trus sekarang AC kamar rusak, jadi semakin paraaaahhh huhuhu. Kalau badai pasti berlalu, semoga kemarau juga pasti berlalu cepat-cepat deh yaa

  18. Aku jadi senyum-senyum juga baca tulisan Mbak Noni kali ini. Itu yang di kolong jembatan sih gak kepanasan, Mbak, kan angin bebas masuk dari semua arah πŸ˜€

  19. aku padahal di malang, tapi juga ngerasa kepanasan loohh …
    sampe kemaren tidur di lantai bareng Daffa (Daffa masih ASI soalnya, jd ga bisa pisah)
    bener bener pure lantai loohh .. ga pake alas apapun, gerah banget soalnya …
    ga kebayang dah kalo tinggal di medan …
    ganbatte mb Non … moga2 mendung segera mendekat membawa gerimis utk menyapu panas yang ada …..

  20. berapa derajat di medan sana non? panasnya beneran gak nahan gitu ya? wahh… udah 2 kali bangun sahur ini saya malah kedinginan.. dan beberapa minggu lalu malah sok manja mandi pagi pake air anget secara perasaaan kok ya dingin banget sih di bandung πŸ™‚

    maklum gegara rumah deket gunung kali yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s