
Sejak pindah kembali ke Medan entah sudah beberapa kali saya menghabiskan liburan pendek ke pulau kecil yang terletak di tengah-tengah Danau Toba. Pulau kecil yang sebenarnya bisa di datangi melalui jalan darat dari arah Berastagi dengan melewati pemandangan luar biasa cantik. Seperti kali ini, saya yang merindukan sebuah perjalanan singkat mulai berpikir untuk kembali mengunjungi si pulau cantik ini.
Samosir namanya. Pulau yang terkenal dengan peninggalan-peninggalan kuno berupa kuburan-kuburan tua yang terbuat dari batu, kain ulos yang merupakan hasil kerajinan tangan traditional milik suku Batak dan masih banyak lagi. Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan ketika mengunjungi pulau Samosir. Mulai dari wisata budaya sampai kegiatan leyeh-leyeh yang sangatlah pas dilakukan di tepi danau sambil memandangi bukit barisan dan ratusan burung berwarna putih hilir mudik diatas danau.
Dari begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Samosir, saya sangat merekomendasikan beberapa dibawah ini 🙂
01. Wisata Budaya
Tidaklah pas jika mengunjungi pulau Samosir tanpa mendatangi makam-makam tua sambil mendengarkan ceritanya yang luar biasa. Makam yang paling populer disana adalah makam raja Sidabutar di Tomok. Menurut cerita dari tour guide, Raja Sidabutar adalah orang pertama yang bermukim di Tomok, Gunung Pusuk Buhit.
Tempat lain yang juga sangat bersejarah adalah Kampung Ambarita. Saya pernah memposting tentang kampung Ambarita disini, tetapi untuk singkatnya, kampung Ambarita adalah sebuah tempat dimana terletak satu situs megalitikum berupa seperangkat kursi dan meja batu yang dulunya digunakan sebagai tempat untuk berunding menentukan hukuman. Beberapa orang masih mengatakan kalau tempat ini sedikit “menyeramkan”


Di dalam kompleks situs batu Sialagan atau Ambarita ini terdapat rumah adat Batak, kalau gak salah jumlahnya ada 8 dan masih digunakan sampai saat ini. Beberapa kali saya datang kesini pasti deh selalu nemu bocah-bocah yang tinggal di rumah tersebut. Rata-rata masih keturunan raja-raja Batak sih. Tempat ini menjadi sangat terkenal karena cerita tentang bagaimana perlakuan raja untuk para penjahat yang mereka adili. Penjahat yang terbukti melakukan kejahatan akan di hukum pancung dan tubuhnya akan dimakan oleh raja dan pengikutnya. Untuk lebih jelasnya bisa klik link yang saya berikan.


02. Ecowisata Samosir
Saat ini jenis wisata yang sedang rame-ramenya dibahas adalah Ecowisata. Ecowisata menarik banyak wisatawan yang perduli dengan lingkungan dan tentunya ingin deket dengan warga lokal.
Ekowisata adalah salah satu konsep berwisata yang mementingkan prinsip-prinsip konservasi. Bahkan mereka menjual program-program perjalanan dengan menggunakan strategi konservasi. Dengan mengikuti program perjalanan seperti ini, maka kita membantu lingkungan kita untuk bertahan dan keaslian ekosistem juga terjaga. Bahkan dengan berekowisata sebenarnya pelestarian alam bisa koq di tingkatkan kualitasnya. Orang yang biasa mengikuti wisata ini biasanya di panggil Eco-Traveler :). Well nama gak penting la ya, yang penting gimana kita bisa bersenang-senang tapi juga gak pengen dong ngerusak-ngerusakin bumi ini hehe.
Samosir tentu saja gak ketinggalan untuk mempunyai wisata yang ramah lingkungan ini. Sebenarnya kalo ada yang penasaran Ecowisata itu ngapain aja sih? sebenarnya lumayan banyak kegiatan juga sih seperti bersih-bersih danau, seperti yang kita tahu Danau Toba lumayan kotor juga karena enceng gondok, kotoran dari rumah dll. Ikutan program ini kita berarti berpartisipasi menjadi volunteer membersihkan danau, menanam pohon, mengajar di sekolahan lokal dll. Pokoknya segala jenis wisata hijau yang gak merusak bumi 🙂 .
Untuk mengikuti program ekotour di Samosir ada banyak koq macemnya, bisa langsung konntakhttp://www.ecovillagesamosir.blogspot.com

03. Wisata Kuliner

Wisata kuliner di Samosir menurut saya cukup menyenangkan. Danau menyediakan banyak sekali ikan dan tanah yang subur menyediakan sayur-sayuran segar. Saya paling suka makan ikan bakar/goreng nila, mas atau mujaer dengan sayuran khas dari tanah Batak seperti daun ubi tumbuk dan sambal tuk-tuk yang terbuat dari andaliman. Andaliman adalah merica Batak yang rasanya sungguhlah pedas.
Tidak hanya makanan traditional, disana tetapi juga tersedia warung pizza yang enak, home made ice cream, salad dan masih banyak lagi. Rumah makan yang saya rekomendasikan antara lain Roland Restoran, Tabo restoran, Pizza Rumba, Rumah makan Elios, Rumah makan Sekapur Sirih dan Marcopolo.
04. Mengelilingi Pulau Samosir

Ini adalah kegiatan yang saya suka jika mengunjungi Samosir. Pulau ini tidaklah terlalu besar tapi memiliki pemandangan yang sungguh mempesona. Bolehlah kalau saya bilang setiap kedipan mata ada kejutan. Danau yang biru, hutan pinus, desa kecil, sekelompok anak-anak dengan kerbau yang harus mereka jaga sepulang sekolah, pesta adat, pasar traditional sampai mencoba mangga udang yang berukuran kecil di pinggir jalan.
05. Berenang, Sepeda, Berkemah dan tentu saja Leyeh-Leyeh
Ini kegiatan yang selalu saya habiskan ketika di pulau. Kegiatan lain yang sangat menyenangkan adalah do nothing alias bermalas-malasan di pinggir danau. Saya biasa bangun siang, sarapan di hotel dengan kopi Sidikalang yang berbau semerbak tanpa gula, semangkuk salad buah/french toast dilanjutkan dengan berenang di danau, membaca buku, nonton dvd atau hanya bengong di pinggir danau melihat ratusan (mungkin ribuan) burung berwarna putih terbang hilir mudik diatas danau.
05. Geocaching
Geocaching itu mirip kayak treasure hunt tp lebih dari treasure hunt. Dalam process pencarian harta karun nya, peserta harus menggunakan GPS or any other devices yang bisa kasih tahu jalan or coordinate sebuah lokasi. Di Samosir saya sudah mencoba permainan ini. Keluar masuk kebun masyarakat (minta ijinlah pastinya), membaca peta demi sebuah “harta karun” yang menarik. Sungguh permainan ini menyenangkan sekali 🙂 .
Setelah semua tempat menarik yang sudah saya beberkan, pasti dong penasaran gimana caranya menuju Samosir. Untuk yang tinggal di luar Sumut, tentu saja harus naik pesawat ya kan 🙂 . Pesawat dari kota tujuan kalian menuju Medan atau tepatnya sekarang Bandara Kuala Namo yang terletak di Lubuk Pakam bisa di cari melalui skyscanner.co.id. Untuk yang belum mengetahui apaan sih skyscanner ini. Ok, mari saya bocorkan sedikit rahasia (halah), skyscanner adalah aplikasi yang bisa kalian download di IOs atau Android atau bisa di cek langsung di webnya untuk mencari tiket paling murah. Sekarang udah gak zaman lagi dong, buka-buka banyak website penerbangan hanya buat banding-bandingin harga. Kita cukup klik skyscanner trus cari deh penerbangan yang di pengenin. Entar web pinter ini bakalan nyari tiket termurah sampai termahal, kita tinggal pilih yang kita mau. O,ya web ini bukan web penjual tiket tapi web pencari tiket murah. Super cihuy deh.

Nah dari Bandara Kuala Namu ke Danau Toba ada cara yang gampang banget yaitu dengan naik travel aja seharga Rp 75.000. Ada 3 pilihan travel yang biasa saya pakai dibawah ini jika pilihannya adalah naik travel. Cara lain yang lebih nyaman tentu saja dengan menyewa mobil. Skyscanner.co.id juga menyediakan jasa untuk mencari sewa mobil di kota yang kita tuju.
Nice Taxi = 061 4558844 / 081264250898
PARADEP TAKSI : (061 ) 735 8635
Bagus Taxi = 081361218903/081280522393
Untuk transportasi selama di pulau pilihan yang paling murah adalah dengan menyewa motor, sepeda atau cukup berjalan kaki.
PS : Pulau Samosir terletak di Danau Toba. Untuk menuju pulau Samosir ada 2 pilihan.

Pertama : Dari kota kalian, contoh Jakarta (saya kasih contoh Jakarta juga untuk Skyscanner) , harus menuju kota Medan terlebih dahulu ( tepatnya Bandara KUala Namu yang berada di Deli Serdang) nanti dari Bandara ini bisa dilanjutkan dengan menyewa mobil atau naik taxi travel yang bisa langsung dihubungi via telp atau pesan di Bandara.
Kedua : Nah, jika sudah berada di kota Medan, ada rute lainnya yaitu melalui kota Berastagi. Pilihan dari rute ini menurut saya paling menarik karena pemandangannya lebih bagus tetapi perjalanannya lebih lama. Jika dari Medan langsung menuju Danau toba via Tebing Tinggi (contoh pertama) lama perjalanan sekitar 5 jam dengan pemandangan kota, pedesaaan, kebun kelapa sawit dan karet sedangkan jika lewat Berastagi bisa ditempuh sekitar 8-9 jam dengan pemandangan spektakuler. Mulai dari hutan tropis, pegunungan, kebun sayur dan bunga juga desa-desa kecil. Untuk pilihan rute ini pilihannya yang paling nyaman adalah dengan kendaraan pribadi.
Kalau semuanya sudah ok, persiapan terakhir adalah penginapan. Ada 2 penginapan yang saya paling rekomendasikan jika mengunjungi Samosir.
01. Romlan Guest House

Romlan hotel ini saya paling rekomendasikan karena harganya murah, bersih, makanannya enak, air danau disekitaran hotel bersih dan tentu saja pemandangannya ok. Untuk pemesanan kamar bisa langsung hubungi no dibawah
Hotel Romlan
Ring Road Tuktuk (0625) 451386
Ibu Marion HP 081362228415
02. Hotel Tabo
Hotel Tabo termasuk hotel besar di Samosir. Harga kamar dimulai dari harga Rp 300an ribu keatas. HOtel ini sudah menyediakan kolam renang dan memiliki halaman yang sangat luas.
Hotel Tabo
Ring Road Tuktuk/ (0625) 451318
Karena semua informasi udah lengkap, gimana kalau kita mulai merencanakan kapan liburan ke Pulau Samosir Danau Toba. Gak bakalan nyesel deh karena pulau ini memang cantik sekali. Segera booking ticket (cek dulu di skyscanner dong) trus packing (bawa bikini, kacamata hitam, sunblock, baju yang kece, sandal paling cihuy dan tentu aja topi).
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi #SkyscannerSeru #WisataIndonesiaKita

Selalu suka sama tulisannya Mbak Non tentang Samosir berasa banget pake cinta.. hihihihi..
btw semoga menang yaaa Mbak 😉
makasih yaa Nya doanya hehe. Aku emang cinta banget sama Samosir, kalo ada duit dan bisa beli tanah disana pasti deh pindah.
Aamiin… mudah-mudahan kesampean ya Mbak Non, biar aku juga kesampean kesana terus numpang nginep… *halah* =))
hahaha boleh deh 🙂 impian ya ini. amin2……semoga deh kesampean ya *ngumpulin duit*
Pengeeeen!
Aih.. Banyak pengennya, tapi yang ini emang yang paling pengen, Mbak Non. Maluuuu anak Medan ngga ngerasain asyiknya Samosir. Ihik
Btw, semoga menang kompetisinya yuaa
ihh kamu tuh ya anak medan gimana itu belon pernah ke Samosir hahaha. ayoo kesana ajakin si MItha 🙂
Dia bahkan uda 2x ke sana. Huwaaa..
Nanti lah, nunggu kejelasan seminar ini dulu, Mbak. Baru capcus ke sana. Sekalian muter-muter. Heheh..
buruan dikejer itu dosennya 🙂 jangan main2 lagi hahaha. selasa kesini yaa Beb 🙂
Dosennya masih di Jepang.. Hahah.. Masak ku kejar di sana? Hilang lah semua itu impian ngebolang. 😀
Oke oke.
Beb….mauu Maliq & D’essentials semuanya deh huhahahaha
Hah. Lama-lama jualan juga aku nih, Mbak. Wkwkwk..
Entar aku save di fd aja ye.
apaan itu FD?
salah sendiri internetmu bagus hahaha
flashdisk.
Bah.
Wekkkk
aku juga merindu samosir…tp berat diongkos 🙂
Apalagi kalo perginya sekeluarga berasa banget ya mba ke Medannya
phot nya keren kak. mau ke samosir lg
mau banget kesana lagi Win, cuman masih belon pasti nih si matt ama temennya2 mau ngapain akhir maret ini hehe.
April ke Medan mesti ketemu Nyonya hehehe
yupe 🙂
let me know yaaa Win
pasti kak
🙂
Aku malah belum sampai ke pulau ini… Kapan ya? Langsung ngulik tiket murah ke Medan
buka skyscanner langsung deh si bocah ini, trus tiba2 udah nongkrong di kapal ferry ke Samosir aja haha
tahun kayaknya musti jatah ke Medan :D, samosir ahhh
buruan minta penugasan!
Yang patung kepala itu keren ya Non. Sedikit banyak berasa kayak yang patung-patung kepala Pulau Paskah (Easter Island) kan, hehehe 😀
aku malah belon tau Easter Island dan langsung browsing dong zi haha.
entar pas km ke Indo lagi, main kesini dong Zi 🙂
Hahaha, iya Non. Ntar kalau misalnya main ke Medan aku kasi kabar 😀 . Tapi masih belum tahu kapaan, hahaha 😀 .
hahaha mudah2an pas kamu datang aku masih di Medan ya 🙂 *halah…berasa mau pergi aja*
Mba noni…kok bisa ngepas gini sih? Aku baru pulang dari Gramedia trus baca2 buku traveling ttg Danau toba dan aku jd kangen masa kecilku..kangen kampung limbongku yang indahnya bikin speechless…wlpn cuma setaun disana tp bener2 memorable bngt. Kalo ada wktu mau nulis ttg samosir juga ah 🙂
And semoga menang ya mba non!!
*kangen danau toba*
amin….amin….semoga aku menang ya hahaha.
Jo, aku udah ngomong belon ya, kalau ada duit dan rejeki banyak, pengen banget loh pindah ke Samosir. Gak di tuk2 sih soalnya rame dan mahal, agak minggir dikit ke arah Ambarita gitu. pengen tinggal disana. wiken doang pulang ke Medan hahaha *asikkkkk*
Wahhh asik banget mba non….amin smiga tercapai. dikampung limbong and sagala juga indah mba non. Bapakku dapet tanah warisan disana tp belum dibangun apa2. Duhhhh tuh kan jadi makin pengen kesana. Dan btw aku belom pernah loh ke tuktuk *jiahhh malu2in* ..malu ama Matt woyyy Jo!
huaaa….mau tanahnya hahaha. aku mau cek ah itu Limbong ama Sagala (huaaa) jauh gak dari tuk2? ishh kamu ini ya, ayoo ke Samosir lagi trus ke tuktuk dong 🙂
Aku ga ngerti ambarita dimananya ya mba non. Tp kalo mba noni pernah denger “Aek Sipitu Dai” itu air 7 rasa yg berasal dr satu muara .nah itu dia kampungku mba non. Dikaki gunung pusuk buhit. Trus disitu ada monumen tmpt sejarah awal muasal marga2 batak.
Pusuk Buhit yang tempat paralayang itu aku pernah datang karena mau nyoba terbang dan gagal karena aku datang kesiangan trus anginnya udah bahaya untuk terbang. coba deh, entar kalo bisa kesana lagi aku coba liat ya. AKu belon pernah denger si Aek Sipitu Dai itu. Ambarita tempat meja dan kursi pengadilan itu loh JO, terkenal banget
Terakhir ke sana belum puas, Mbak, karena belum sempat nginep
mas Chris, kamu harus balik lagi at least nginep 3 hari deh!. serius
Yup. aku lagi atur-atur waktu nih. Kalau kesana Mbak Noni yang anterin aku blusukan ya 🙂
aku mauuu banget mas blusukan 🙂 . Mas, sambil hunting foto untuk kopi
Sip. Thanks ya Mbak sebelumnya
Kasih kabar aja ya mas
ish.. makasih ya Buuu.. Lagi-lagi bar bisa nyimpen aja informasinya buat bekel jalanjalan nanti bareng Aaqil ama emaknya. 😀
Ini tempat wajib Dan 🙂 tiket murah ke Medan bejibun kan haha. di Medan gak usah lama2, entar jantungan. di Samosir bolehlah 4 harian
Cantik yaa samosir ini.. Pengen banget deh kesana kl ada rejeki nnti 🙂
amin, aku doakan semoga rejekinya lancar yaa Maria 🙂
ini tempat emang asik koq dan murah pula. Sejuta masih balik deh hahaha
Misoa aku neh yg pengen banget ke danau Toba dan Samosir. Gga tau deh kesampaian apa gga ya. Sb kita jarang banget mudik.
Syl….datang dong. Sumpah ini tempat bagus bagnet. SI Matt aja sampe pengen pindah kesini tapi gak punya duit buat beli tanah hahaha. pinjem duit kamu dong 🙂 *Loh*
Iya gga tau tuh kapan laki gw bisa ke Indo lagi soalnya dia ogah lama2 kalau pergi2. Lha ke Indo, dalam perjalanan pulang pergi aja abis 2 hari. Kalau beli tanah sepengki dua pengki sih baru gw bisa. LOL
Ralat, perjalanan bulak balik tuh 4 hari instead of 2 days.
Non, kacamatanya donk yang bulat itu lucu ya he he btw coba dekat2 tuh sumatera aku mau liburan ke samosir saja…
kalo di Makasar, bisa ke Toraja dong Siti 🙂 aku pengen banget bisa kesana lagi sekitar 7 harianlah hehe. Makasih yaa
hahaha saya saja belum sempat kesana lagi sejak 10 tahun lalu…maklum jauh dan lama perjalanan naik bus…
ya ampunnn Siit, ajak mr. Big dong hahaha. emang jauh ya, aku juga ampe bosen waktu naik mobil kesana. nyampenya tengah malam di tengah2 hutan pula karena nyari rumah neneknya temenku hahaha. Cuman begitu disana, gak mauu pulang 🙂
iya insya Allah deh kalo aku ada wktu atau ada festival.. mr big jiwa petualangganya gak selincah diriku atau dirimu atau Matt deh,..
ihh kalo kamu perginya pas ada festival, aku bakalan sirik deh hahaha
iya semoga segera di beri kesempatan
amin….amin
Aku pengen renang2 di danau sama duduk di dermaga kecil depan hotel hikssss
Ke toba lg dong
Dulu pas ke samosir sempat dianterin tukang ojeknya ke bukit siulak hosa (bener gini gak ya nulisnya). Jauuuh, tapi kereen, bisa liat danau toba dari atas gitu. tapi ke sana jalannya jelek, belum diaspal
Dulu pas ke samosir sempat dianterin tukang ojeknya ke bukit siulak hosa (bener gini gak ya nulisnya). Jauuuh, tapi kereen, bisa liat danau toba dari atas gitu. tapi ke sana jalannya jelek, belum diaspal
Aku malah gak tau haha. Taunya pusuk buhit yus
Non, kalau cari guide di Samosir gimana caranya?
ada di tempat2 wisata itu Ai tapi kalau mau cari guide dari hotel bisa koq minta ke mereka 🙂
Okay sip. Laki gw minta ke Medan aja ketimbang ke Derawan. Huhuhu….
asikkk kita ketemuan 🙂
kalo di samosir gak perlu pake guide koq Ai, sewa motor aja kelilingi pulau, kecil 🙂
nah guide itu diperlukan pas ke tempat2 situs megalitikum itu, biar bisa di ceritain. orangnya biasanya ada di tempat hehe.
Kami berdua nggak ada yang bisa bawa motor, mendingan lari aja deh daripada pakai guide.
Sepeda Ai 🙂 soalnya kalo bawa mobil di pulau rada2 bikin macet gitu, ehh kalo gak wiken/long wiken gak macet juga sih hhehe.
Baiklah. Semoga kita bisa ketemu ya. Gue harus mulai mencari2 tiket di Skyscanner ini #eaaaa
mak…….kodeeeee hahaha. Ini datangnya sebelum kamu pindah ke IR kan, Ai?
Iya, summer ini mungkin.
Wiken kemarin aku abis dr Tuktuk Mba, ada acara kantor
Tapi sayang pemandangannya ga bersih, ketutup kabut huhuhu
Pengaruh asap dari Riau kali ya, eh atau itu emang pengaruh udara disana gatau juga deh hehehhe
Eniwei semoga menang ya Mba 😀
Raniiii, aduh sedih banget ya 😦 aku pegnen kesana minggu2 ini tapi kalau kayak gitu yah malaes juga kali ya.
Iyaa mba, mgkn minggu2 depan udah enggak lagi deh soalnya td aku liat berita di tipi asap dari Riau udah bekurang
Oya akhir bulan ini longwiken loo, bakal rame bgt itu disana ntar 😀
Wiken kemarin aku abis dr Tuktuk Mba, ada acara kantor
Tapi sayang pemandangannya ga bersih, ketutup kabut huhuhu
Pengaruh asap dari Riau kali ya, eh atau itu emang pengaruh udara disana gatau juga deh hehehhe
Eniwei semoga menang ya Mba 😀
Muup dopost *selftoyor, apus aja Mba 😀
makasih yaa doanya 🙂
Cakep ya Non si Samosir ini. Pengen kesana one day, suami dan the boys pasti suka nih yg beginian. Thanks for the info! 🙂
kalian pasti seneng deh Ria, cuman tempat ini emang laid back banget jadi gak ada yang hip2 huray gitu hehe. anak2 mungkin seneng karena bisa nyemplung di danau seharian
Laki gw kan ga hip hip huray Non, dia sebenarnya pgn jadi orang utan 🙂
huhahaha ikutan si Matt aja kalo gitu, tinggal di hutan berbulan2 🙂 trus pas masuk kota jadi bawel banget Ria
Coba proposalnya segera diajukan ke mister nowak, Non. Jangan lupa pas ngajuin pake baju yg seksihhh, kedip2in mata jangan ketinggalan, hahaha…
Kalo segitu perjuangannya mintanya gak danau toba dong, fit minimal India deh hahaha
Hush! Kalo india, jangan pake baju dong, pas ngajuin proposalnyaaaaa… *17 thn keatas* 😆
Lah kalo gak pake baju harus ke angkasa dong, fit, hahaha. Ini mau ngapain yaaaa😜
Hahaha, si mister kayaknya pingsan di pelukan orang utan deh kalo beginiiiii…. hahaha…
Orang utan gak perlu diajak pergi2 dan udah telanjang ya hahaha
moga menang lombanya 😀
keliatan bener cintanya ama samosir hihi, moga kesampaian punya rumah disana 😀
amin2 semuanya. menang lomba dan punya rumah disana haha. pengen banget deh Nit, kayaknya kalo tinggal di kampung2 gitu kan menyenangkan ya
iya sekarang kalo dipikir tinggal di kampung nyenengin banget padahal dulu pas kecil sempet mikir bosen kalo tinggal di kampung 😀
mungkin karena kita udah kelamaan dikota kali ya, sumpek jadi pengen melipir ke daerah
oh yes siiip……. di aminkan saja semoga daku bisa sampai sana mba 😀
amin, semoga kesampean ya 🙂
Selama baca postingan ini saya senyum-senyum sendiri 🙂
Bulan lalu baru saja mengunjungi Samosir, khususnya Tomok karena kami nggak punya waktu lagi untuk mengunjungi desa lain.
Kenapa Tomok? Karena dari situlah keluarga suami saya berasal, Makam Raja Sidabutar itu semacam makam raja kami, because that’s where the family came from. Di Tomok ada juga makam ompung2 kami yang posisinya ada di arah atas Museum Batak.
Sempat mampir ke rumah adat yang ada Sigale-gale kah? Rumah no 10 adalah rumah keluarga kami 🙂
Rencananya akhir taun akan kesana lagi, postinganmu ini tentu saja akan jadi pegangan buat jalan-jalan di Samosir nanti. Kalau kemarin agendanya hanya ziarah, akhir taun nanti mau lebih banyak seru-seruan! (termasuk berburu Tombur, hehe)
Pasha, asik dong kalau punya keluarga disana 🙂 entar minta beliin tanah ya hahaha. rumah Sigale-gale itu emang menarik, cuman kita harus cek jam tariannya kan ya, takut2 telat gak bisa nonton. Eh hkalian masih punya rumah keluarga ya, seruuuu.
semoga taon ini bisa ke Samosir lagi ya, btw….Tombur itu apa ya?
kita udah punya tanah disana tapi ya ga bisa diapa2in kan, jadi cuma kayak pertanda aja bahwa kita asalnya dr sana 🙂
Sigale-gale itu bisa diminta nari sesuka kita sih jamnya, selama yang nungguinnya ada. kadang2 suka pergi gitu dianya.
Tombur itu ikan khas sana, dibakar sampe kering, pake sambel yang pake andaliman juga. biasanya ikan nila atau mujair, katanya ngambil langsung dari danau toba jadi fresh 🙂
Ahhh.. Emang kereeenn iniii Samosir 😀 Pengennn bangett kesana..huhuuh
Samosiiir . Lama ngidam nih pulau.. mksh review hotel dan alam sana mbak ..