“Kanibalisme” Di Ambarita, Samosir


1379284_10202062265779259_559741365_n (1)

Berkunjung ke Toba salah satunya adalah untuk berwisata sejarah. Sejarah dari suku Batak sebenarnya sangat menarik. Sayang saya termasuk orang yang tidak terlalu memperhatikannya selama ini atau yah sekedar hanya tahu saja tanpa tergerak untuk memostingnya. Salah satu yang saya pengen ceritain adalah proses pemancungan yang di zaman dahulu kala jamak dilakukan jika si Raja ingin menghukum penjahat atau musuhnya.

Adalah sebuah kampung bernama Ambarita di satu sudut pulau Samosir. Kampung cantik ini ternyata menyimpan sebuah kisah “mengerikan” tentang “kanibalisme”. Saat inipun jika kita berkunjung ke Ambarita maka dengan mudah bisa ditemukan salah satu situs megalitikum berupa seperangkat kursi dan meja batu yang dulunya digunakan sebagai tempat untuk berunding menentukan hukuman. Beberapa orang masih mengatakan kalau tempat ini sedikit “menyeramkan”.

Di dalam kompleks situs batu Sialagan atau Ambarita ini terdapat rumah adat Batak, kalau gak salah jumlahnya ada 8 dan masih digunakan sampai saat ini. Beberapa kali saya datang kesini pasti deh selalu nemu bocah-bocah yang tinggal di rumah tersebut. Rata-rata masih keturunan raja-raja Batak sih hehe. Yaiyalah Non, namanya juga tinggal di kompleks Raja ya hehe.

rumah adat Batak yang sepintas mirip rumah adat Toraja :)
rumah adat Batak yang sepintas mirip rumah adat Toraja 🙂
rumah batak
rumah batak
sebagian ulos dan meja tenunnya di rumah adat :) boleh banget loh belanja ulos di tempat ini
sebagian ulos dan meja tenunnya di rumah adat 🙂 boleh banget loh belanja ulos di tempat ini
disalah satu rumah masih ada ibu yang menjual ulos dan tentu saja kami membelinya hahaha *kecanduan ulos padahal udah dikasih banyak sama Sondang*
disalah satu rumah masih ada ibu yang menjual ulos dan tentu saja kami membelinya hahaha *kecanduan ulos padahal udah dikasih banyak sama Sondang*

O,ya cerita berlanjut ya 🙂 jadi di zaman dulu ada sebuah desa bernama Desa Siallagan. Di Desa ini terdapat seperangkat batu dan meja sebagai tempat persidangan yang dipakai oleh raja-raja Batak di Samosir, di antaranya Raja Sidabutar, Raja Siallagan dan Raja Sidauruk untuk menyidang warga yang melakukan kesalahan; baik ringan mau pun berat.

Kesalahan ringan itu kayak mencuri kambing, lembu, kerbau, jagung, ayam atau ngintip orang mandi (mulai ngaco). Biasanya penjahat amatiran kayak gini di hukum mengganti kerugian 5 kali lipat dari hewan/hasil panen yang dicuri atau di suruh kerja sosial tanpa di gaji. Ishh langsung kebayang pasti jaman dulu itu di Samosir gak ada sampah sama pencuri ya.

Sementara kejahatan berat itu seperti memperkosa, membunuh, menjadi mata-mata, penghianat atau penjahat perang dan musuh bebuyutan dari Medan perang. Untuk penjahat-penjahat kayak begini raja akan memanggil tetuah adat. Para raja melakukan sidang dengan memanggil pengetua kampung, dukun, pangulubalang (bodyguard) dan keluarga pelaku.

Di Lokasi persidangan Raja bakalan nanya ke tetuah adat “Hei….tetuah adat, kapan nih kira-kira hari paling baik untuk mancung kepala si bodat mata-mata itu, aku udah muak banget liat tampangnya. Kira-kira enaknya kita lakukan sebelum dagingnya abis kali ya, supaya bisa kita makan kriuk…..kriuk…..” (yang ini pasti becandaan dong ngomongnya, gak mungkin banget raja ngomong serampangan kan yaa)

Nah tetua adat bakalan nyari hari yang paling sip buat mancung si penjahat. Selama masa menunggu itu, si penjahat bakalan di pasung dan dijaga ketat oleh pangulubalang. Rata-rata penjahat jaman dulu kan sakti-sakti , mereka juga punya ilmu hitam, jadi emang mesti di jaga ketat.

Trus gimana dong ngelepasin ilmu hitamnya? secara ya penjahat-penjahat ini sakti banget, mereka akan dibawa ke meja persidangan dan mungkin bakalan dijampi-jampi sama dukun baru deh di pancung. Tukang pancung haruslah sakti mandraguna juga, plus harus memiliki pedang yang sangat tajam, karena untuk yang berilmu hitam salah satu syaratnya mesti dipancung dengan satu kali tebasan. Kalo gak mempan maka si tukang pancung yang mesti dipancung juga. Serem banget kan yaa hiiiii 🙂

meja tempat penjahat di pancung
meja tempat penjahat di pancung
diperankan model nih acara di pancung
diperankan model nih acara di pancung
coba deh liat wajah ibu di belakang para model, i bet dia udah nonton becandaan model kayak beginian ribuan kali hehe, ampe mukanya bosen gitu.
coba deh liat wajah ibu di belakang para model, taruhan dia udah nonton becandaan model kayak beginian ribuan kali hehe, ampe mukanya bosen gitu.

A1Setelah di eksekusi/pancung kepala, maka kepala bakalan di gantung 3 hari di pintu masuk kerajaan dengan maksut untuk orang-orang di sekitar bisa mengenali wajah tersebut sekalian ketakutan biar gak melakukan sesuatu bodoh. Rasanya presiden perlu memberlakukan hukuman ini untuk semua koruptor dan tukang perkosa di Indonesia ya. Tubuhnya akan dipersembahkan di Danau Toba, katanya sih selama 7 hari masyarakat gak boleh mandi atau menggunakan air danau untuk menghindari pengaruh ilmu hitam.

Cerita lain lagi katanya nih sebelum di pancung maka tubuh akan di iris-iris di bagian lengan mula-mula akan menyayat lengan tawanan dengan pisau kecil dan menyiramnya dengan perasan air limau.
Saat tawanan menjerit-jerit kesakitan, ini diartikan segala ilmunya telah hilang. setelah itu, tawanan dibedah hidup- hidup, diiringi sorak-sorai. Perutnya di belah, diambil isinya dan dibagikan kepada penduduk untuk segera dimakan.

Dengan perut menganga dan hampir mati, tawanan dipapah menuju batu pancungan. Dalam satu kali ayunan parang, kepala tawanan harus putus. Kalau gagal, kepala sipemancung yang akan dipenggal. Itu sebabnya sipemancung harus berpengalaman dan parangnya harus tajam. Kepala tawanan dan daging dari mayatnya dicincang dan dimask dengan daging kerbau, lalu dihidangkan di atas meja eksekusi untuk disantap oleh Raja. Darahnya digunakan sebagai pencuci mulut, sedangkan tulang belulangnya dibuang ke danau Toba.

Aaaaaa….saya yang denger langsung pengen meringis kepedihan.

Saksi sejarah lainnya, ditemukannya pohon hariara yang sudah berusia 400 tahun, berlokasi di dekat kursi batu persidangan.

Eksekusi terakhir terjadi kira-kira tahun 1860, sebelum kedatangan misionaris Ingwer Ludwig Nommensen, yang berhasil memahami adat serta bahasa setempat., akhirnya merubah masyarakat Batak termasuk di Ambarita, menjadi penganut kristen yang taat dan menghapus ritual kanibalisme ini. Sebelumnya, misionaris lainnya selalu gagal dan justru berakhir di batu eksekusi. (info wisata nasional).

Serem yaa hehe, kalo sekarang sih udah gak gitu lagi koq 🙂 Orang Batak dan keturunan raja-raja didaerah sini udah berubah dong. Eksekusi terakhir itu terjadi tahun 1860 setelah datangnya misionaris yang membawa ajaran agama kristen ke Pulau Samosir.

Kalaupun masuk ke kompleks ini berasa seremnya tetap aja menurut saya menarik banget. Ihhh coba bayangin kita bisa ngeliat salah satu peninggalan zaman megalitikum. Dapetinnya juga gak mesti susah-susah karena aksesnya gampang banget plus cukup murah.

berpura-pura melakukan sidang :)
berpura-pura melakukan sidang 🙂
rumah adat Batak yang biasanya terbuat dari kayu dengan bentuk atap seperti tanduk kerbau
rumah adat Batak yang biasanya terbuat dari kayu dengan bentuk atap seperti tanduk kerbau
bocah kecil yang saya temui di dalam rumah adat
bocah kecil yang saya temui di dalam rumah adat
ehh ternyata mereka lagi belajar loh, pas saya foto2 langsung bubar jalan belajarnya hahaha
ehh ternyata mereka lagi belajar loh, pas saya foto2 langsung bubar jalan belajarnya hahaha
si Meja yang dulunya jadi saksi persidangan dengan pohon tua dibelakangnya
si Meja yang dulunya jadi saksi persidangan dengan pohon tua dibelakangnya

109 comments

  1. *ternganga bacanya. Dulu pas ke sana, aku ga diceritain se-detail itu loh, itu yang sampai dimakan dan darahnya dijadiin pencuci mulut… errr….. Lihat penjaranya yang lebih mirip kandang sih kalau aku bilang kak ,yang di kolong rumah persis di depan meja sidang itu? Aku pas disitu langsung merinding, ga berani dah dekat2…. *sungkem sama leluhur

    • iya itu tempat dipasungnya jo, aku juga takut banget, sangking takutnya gak mau deket2 dan moto haahaha. kalo lewat didepan rumah itu langsung buang muka. entah kenapa berasa aja ada apanya gitu hehe, apalagi ada patung orangnya kan yaaa

  2. iyaaaaa kannnn? bukan aku aja berarti yang merasa hawa “mistis” nya…. padahal kalau di anak tangga rumah lain aku berani loh duduk-duduk, tapi pas disitu pura2 ga lihat 😀

  3. Wuih, serem banget ceritanya, mana mendetail gitu ya, pasti terbayang dan kunjungan kesananya jadi lebih horor aja ya, hmmm…

    Btw, iya itu ibu2nya kayak berekspresi: “Ini turis gak kreatif amat sih, gitu lagi gitu lagi”, huahaha 😆 .

    • gak serem lagi temptnya Zi hehe, kecuali tempat pasungannya ya. bersih dan rame orang juga koq plus masih jadi tempat tinggal.

      hihihi….iya pasti dia mikir gitu, bosennn ahhh

  4. Untung datang Nommensen jadi orang Batak ga jadi kanibal terus menerus 😀 . Iya Noni benar misionar sebelum2nya selalu ga berhasil masuk ke kalangan orang Batak, sangking keras wataknya kali ya.

  5. wahhhh aku malah belum pernah ke Ambarita dan baru ini tau kisahnya
    aku dulu pernah tinggal di Limbong (Salah satu desa di pulau samosir) selama 1 tahun
    seru ya tau kisah2 or sejarah jaman dulu.
    Btw, kalo orang kampung sekitar udah pada ga takut kali ya sama tempat2 yagn menyeramkan itu…(yang tempat pemasungan)
    errrrrr

    • waduh, kamu kerja atau gimana di Limbong? asik yaa sempet tinggal di pulau setaon hehehe. kayaknya sih orang2 udah gak pada takut deh kesana kan rame plus sebenarnya gak terlalu menyeramkan kecuali yang tempat nyimpen tawanan

      • setahun di sana wktu masih kecil, kelas 3 SD. wlpn cuma setaun tapi memorable banget….naik2 bukit nyari bunga liar…percis anak bolang… 🙂

  6. Nooon, aku dulu ke sini beneran selwat doang, aku takuut hahaha. Tapi kau nyeritainnya bikin pengen datang lagi dan nanti beneran berusaha menikmati. Btw ngikik deh ngebayangin foto si ibu yg ngeliat peragaan itu, iya mukanya lempeng banget dan mikir “ah, tak ada lagi gaya lain,gak bule gak batak, tiga juta orang ke sini semuanya gayanya sama”
    Orang batak kan ngerasa dirinya semua keturuna raja Non, makanya belagu. Kecuali yang udah tinggal di Bandung huahahahaha

    • Ndang, aku bilang si matt kalau semua orang batak ngerasa dirinya keturunan raja makanya belagu, dia langsung manggut2 dan bilang NO WAY!!! cuman skr aku ngerti sih, kenapa sebagian besar orang batak ngerasa kayak gitu hahahaha *kau yang kasih infoooooo loh*.
      des…ke toba gak? ibu aku baru nyobain ikan pora2 dan dia bilang gak enak, tetep jauhhhhh lebih enak ikan bilis

      • hahahahaahahahahaha ih Matt iiih..kamu kan marga Hutabarat ihik.
        Desember ke Medan tapi tau deh ke Toba atau nggak, males macetosnya sih non. Dua taun lalu pas ke sana kan macet amiiir dari Tebing itu ihhh.
        Tapi krmn Edi kepikiran, dan maunya lewat paropo. Aku nggak tau tuh, kau tau nggak? *ini salah ya siapa nanya sama siapa yang punya
        kampung hihihi* Aku belum pernah makan ikan bora bora, tapi ya wajarlah lebih enak ikan bilis. di mana mana juga asli lebih oke dari kw hahaha

      • mungkin bisa gak macet kalo lewat TEle tapi masuknya dari berastagi yang artinya kalian dapet macet di pancur batu hahaha. perginya sih sebelum natal-lah Ndang, kan masih sepi tuh. Paropo aku gak tau, itu darimana ya? ehh kemaren pas kita naik travel dia kasih jalan alternatif gitu dan lumayan sih lebih jauh taoi gak kena macet hehehe.

      • itu die aku juga gak tau PAropo di mana hahaha. Eh btw Ika Ginting itu anak Smansa? Nama lengkapnya siapa? Angkatan berapa? Kok kau bisa ketemu dia hahaha dari Matt ya

      • kayaknya anak st thomas deh dia Ndang, soalnya dia temenan ama Beldi tapi dia bilang kau kenal Rumondang dimana non? Rumondang itu nama lengkapmu bukan sih hahaha.
        dia istri temennya si matt

      • oh anak st thomaaas bisa jadi aku tau eh dia angkatan berapaaaa? kenal Beldi berarti kenal Benny. Tanyain kenal Benny nggak atau sama si Hani pacar Alex dulu, anak st thomas juga hahahaha. Nama lengkapku SONDANG ROMIAN. bukan RUMONDANG SOMIAN huahahhha

      • aku bilang temen aku namanya SOndang dan tinggal di Bandung skr, dia bilang temen dia Rumondang, lah…aku jadi bingung, ini orang yang sama apa gimana. aku udah tanya kenal benny apa gak? dia bingung, secara aku gak kenal benny juga, jadi diem aja hahahaha. Ok deh ibu RUMONDANG SOMIAN PURBA 🙂

  7. Itu pohon gede banget. Ribuan tahun kali ya usianya mbak Noni. Serem ceritanya. Jadi inget seriap Spartacus. Yang demen banget main tebas sana-sini. Heeew.

  8. Mbak Noniiiiii aku iriiiiiii…kece2 deh fotonya…minggu lalu aku ke medan dan ke danau toba tapi tapiiiiii gag nginep cm foto2 gajebo aja dgn background danau toba dr jauuuuh…sayang bgt yah cm sekejap disana abisan gag ngerti seluk beluk disana qiqiqiqiqi…dan aku menyesal setelah liat foto2mu ini mbak 😦

    • waduhhh, koq gak ngabar2in ke Medan?? kamu foto2 di gajebo dimana ya? gak ke samosir? gak nginep juga ya? haduh sayang banget hehehe. tapi gpp, itu jadi alasan dong buat balik lagi hehe

      • Pas aku mau kabarin eh baca postingan dirimu off to pulau…lagian kmrn ada kawinan di lubuk pakam jd mepet waktunya…iya donk harus ksana lg dan kopdar yaa kita 🙂 kmrn cm foto2 di pinggir2 jalan aja dan di hotel niagara yg viewnya bgs2 hehehe…itu harusnya nginep mbak, tapi kebingungan gag ada yg tau seluk beluk disana dan akhirnya balik ke medan lg, 8 jam PP menghasilkan masuk angin tp seru2 asik2 aja 🙂

      • yahh mestinya colek aja Shin, sapa tau bisa ketemuan di samosir. ehh tapi waktunya kamu mepet ya hehehe. berapa hari emangnya disana? kalo ke toba gak usah nginep di Perapat, gak asik dan rame banget kan ya 😦 pemandangannya juga gak terlalu cihuy dibandingkan di samosir hehehe. cuman gpplah kan percobaan yaaaa

  9. weleh, sampe dipancung? ngeri memang. tapi begitulah warisan kekayaan budaya Indonesia ya mbak. jadi pengen kapan2 kesana 😀

    • Mel, kalo samosir deket soalnya dari medan 🙂 cuman 5 jam dan kebetulan si matt suka bagnet di sini jadi kalo ada long wiken yah udah dipastikan langsung berangkat

  10. Wah ceritanya serem juga.
    Eh Mbak, aku lagi keluar pikiran usil nih gara-gara baca “biasanya penjahat amatiran kayak gini di hukum mengganti kerugian 5 kali lipat”; itu kalau yang ketangkap ngintip orang mandi berarti hukumannya harus diintip lima kali kalau dia lagi mandi dong ya, ha ha ha . . . . 😀 😀

  11. cerita yang menarik menambah pengalaman thanks darla.
    kain ulos aku punya 4 dan semua aq buat rok, dipakai kalau acr nikahan.
    and ada satu ulos buat pajangan dinding.
    cantik cantik anak kecilnya.

  12. jadi kebayang: hukuman buat yg ngintip orang mandi, kira2 apaan, dong..? Huahaha.. *ketularan ngaco*
    Aduh Non, aku begidik begidik iniiii baca postingan ini. Syereemmmm, huhuhu…
    Aku ngeri sih baca ceritanya, tapi aku nyengir kok, liat fotomu sama mr. Nowak. Suka! 🙂

    • diculek matanya fit pake besi panas huhahahaha.
      makasih yaa, yang foto ber4 kan yaa?

      emang serem sih ceritanya tapi kan udah lama, di bagian yang laen malah ada batu yang percikan2 darahanya masih ada. kapan2 deh aku posting

      • ya kan emang nggak ada foto kalian ber-2 doang. haha..
        itu loh, gaya nyandarin tangannya mr nowak ke bahumu, nyantai pisaaaannn…! 🙂
        astaga, mendadak mataku nyeriiiii… *ketahuan suka ngintip mas myko mandi* huahaha….

      • ya ampun Fit, ngapain ngintip mas Myko. suruh aja di telenji2 di rumah hahaha. biasanya di rumah kami suka adain pesta nake& huhahahaha. 5 jam gak pake bajuuuuuuuu huhahahaha

  13. cuman baca 3 paragraph awal n ga brani lanjut, aku sensitif bakal muntah.. dl back then, wkt ak k sana, turis guidenya mw critain tp ak ga gitu serem, pas km yg crita knp jd mual ;(

  14. huaaa….. pagi2 udah meringis2 ngeri baca tulisan ini…. detil hukumannya itu looh…. syereemmm…
    betewe anak perempuan yang di dalem rumah itu cantik… rambutnya bagus..

  15. kanibalisme makan musuh kayanya memang banyak deh, di Manado juga ada praktek itu. Aku ketemu org yg di halaman rumah neneknya masih ada batu unt menggal kepala musuh, kemudian jantungnya dimakan. Merinding disko yak…

  16. iya ku diceritain orang dulu makan orang iiihhh..
    itu bagian ibuibu bosen lihat “model difoto” ku ngakak asli.. tampangnya emang lagi bosen.. udah ribuan kali ngeliatnya kali ya.. udah ga lucu lagi..

      • hehehe… dulu sebagian darahnya buat cat rumah batak yg warna merah.. di jawa sampe sekarang juga masih bisa ditemui darah goreng, bentuknya mirip ati goreng.. tapi warnanya coklat muda gitu..huhuhu

      • udah mulai jarang mbak.. tapi kalo di daerah yg bukan muslim ya masih bisa dijumpai.. namanya ‘saren’ atau ‘dideh’, gugling aja mbak… kalo pengen cobain di warung pecel veronica sebelum goa maria ambarawa mbak.. *eh….

  17. Ihhh..seremmm ya pas tau sejarahnya jaman baheula..tapi mau kesana. Kira-kira bakal mimpi buruk setelahnya gak ya?baca ini aja udah bergidik ngeri 😦

  18. trip ke sumut musti banget nih kesini.. Untung masuk yah penginjil itu, kalo ga masih sampe skrg kali jadi kanibalisme :p *trus kebayang ni lengan di cemilin ma si Ai* haha..

  19. well written, mbak 😀 ketawa ngakak pas di bagian ini: “Di Lokasi persidangan Raja bakalan nanya ke tetuah adat “Hei….tetuah adat, kapan nih kira-kira hari paling baik untuk mancung kepala si bodat mata-mata itu, aku udah muak banget liat tampangnya. Kira-kira enaknya kita lakukan sebelum dagingnya abis kali ya, supaya bisa kita makan kriuk…..kriuk…..” (yang ini pasti becandaan dong ngomongnya, gak mungkin banget raja ngomong serampangan kan yaa)”

    huahahahhaaaa… mbak Nooooon bisa ajeee 😀

  20. […] danau kan. :)) Besoknya, rencana kita adalah mampir ke Desa Ambarita, disitu kita juga ngikutin saran dari mba Noni, desa tempat kanibalisme dari jaman tahun 1700an. Jadi kelar sarapan (FYI, di Tabo Cottages, dengan baiknya supir kendaraan kita dikasih makan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s