Black Friday


Ini kali kedua saya mengalami secara langsung suasana Black Friday. Tahun lalu kebetulan kita pulang ke US sebelum Thanksgiving dan langsung ke Best Buy buat cek harga laptop karena kita berdua mesti ganti. Lumayan banget dapat diskon sampai 300 dollar untuk 2 laptop. Tahun ini apakah kita berhasil juga dapatin big score kayak tahun lalu?

Sebenarnya tahun ini kita gak punya keperluan apapun kecuali Matt pengen beli tablet untuk kerja. Kita udah cek sebelum berangkat kayaknya cuma diskon 50 dollar aja. Cuma ya tetep ya semangat membara haha.

Sebelum hari H (Jumat) kita sempet nemenin adeknya Matt beli PS-4 untuk anaknya. Gila big score banget karena dapat diskon hampir 150 dollar. Antrian di Game Station itu sudah dimulai sejak jam 3 sore. Jadi sebelum jam 3 sore, orang-orang udah mulai ngantri. Mana dingin suruh ngantri. Untungnya kita masih bisa masuk ke dalam. Sampai di dalam dikasih tiket. Alhamdullilah kita dapat tiket terakhir untuk PS-4 haha. Jadi orang-orang di belakang kita gak dapat. Antriannya sudah panjang aja, padahal kita datang jam 3.15. GIlak!

Selanjutnya saya dan Matt nyerah. Gak sanggup lagi ke mall atau ke toko buat ikutan antri. Selain kami ngantuk dan jetlag, saya juga gak punya keperluan apa-apa makanya santai aja tapi beberapa temen di US pada DM nanyain udah berburu apa aja soalnya mereka sampai pagi di US lagi ngantri di Mall haha. Besok paginya buka youtube, hampir rata-rata youtuber dari US yang saya follow bikin haul.

Besok harinya nih, kita langsung cek Best Buy dong (ini toko elektronik gede gitu) buat beli tablet ternyata Matt malah males sama dealnya. Pokoknya dia gak cocok. Karrena gak cocok jadi kami nontonin orang-orang aja belanja. Beli tv segede-gedenya udah kayak kacang goreng. Hape, tablet, kamera, kulkas, pokoknya semua elektronik itu dibeli semacam beli ayam penyet. Semua google home, chrome, dll habis ludes. Segala jam tangan pintar pun habis. Saya bingung, ini deal-nya kan sebenarnya gak bagus-bagus amat tapi koq laris manis tanjung kimpul haha.

Duluuu sebelum ada belanja online, orang-orang sudah ngantri dari jam 6 pagi. Dingin-dingin ngantri depan toko. Ttus belanja kayak orang kesurupan gitu katanya. Sampai sikut-sikutan. Serem ya. Sekarang sih, kayaknya udah gak gitu lagi. Banyak toko yang menyarankan belanja online aja tapi nanti barangnya diambil di toko pas hari H. Enak sih.

Black Friday pada abad ke-19 dikenal sebagai krisis finansial yang terjadi tahun 1869 dan 1873. Pada abad berikutnya, ada yang menyatakan bahwa istilah Black Friday pertama kali muncul dalam sebuah artikel di majalah Factory Management and Maintenance pada November 1951. Dalam majalah tersebut, Black Friday bukan merujuk pada hari belanja besar, tetapi pada banyaknya pekerja yang absen pada hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving.

Sekarang kayanya Black Friday gak mesti di US aja, karena dimana-mana pun ada termasuk kita di Indonesia. Belanja online pun banyak deal bagus ya. Jadi kemaren kamu dapat apa aja?

 

Advertisements

12 comments

  1. Huahaha pas baca mikir Non kok belanjanya nggak online aja? πŸ˜› Iya Black Friday memang dimanfaatkan banyak perusahaan/toko untuk promosi, dan nggak sebatas di US aja ya. Aku dapat tiket pesawat promo dooong, hahaha πŸ˜› . Lumayan lah πŸ˜€ .

  2. lupa malah kalo kemaren2 itu black friday.ternyata suami beli harmonika mayan jg potongannya. Hallo mbak Noni, salam kenal, saya sering bw ksini nih, tp baru kali ini berani ninggalin jejak. #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s