Mount Phousi Tempat Melihat Matahari Terbenam di Luang Prabang


Mount Phousi luang Prabang

Cerita duluuuuuuu……jauh sebelum menikah,  saya setiap kali jalan-jalan pasti yang bakalan dicari-cari adalah matahari terbit dan terbenam. Rela bangun pagi, naik bukit, jalan kaki ngelewatin sungai/sawah, atau masuk hutan demi melihat matahari terbit. Sore hari rela duduk lama (setelah sebelumnya naik bukit, jalan kaki) hanya buat nungguin matahari terbenam. Untuk yang sering jalan dengan saya pasti sudah tau, saya bisa betah nungguin matahari terbenam hingga 3 jam. Sempet pas di Bagan Myanmar, supirnya sampai bosan karena 6 hari di sana setiap hari dia mesti nemenin saya naik pagoda buat liat matahari terbenam dan terbit.

Sekarang jangan ditanya buat liat matahari terbit, haha. Males bangun dan males jalan sendirian. Matt bukan morning person yang akhirnya bikin saya lama-lama ngelupain kesenangan dulu ngeliat matahari bangun. Kalaupun liat yah sebatas di Medan karena jalan kaki pagi. Makanya saya agak-agak lupa secantik apa kalau matahari bangun itu.

Sementara untuk matahari terbenam juga gak gitu-gitu amat nyarinya. Sedapatnya aja. Biasanya kami kalau jalan lebih sering dapat mendung bahkan hujan berhari-hari yang menyebabkan melihat matahari terbenam itu rasanya sungguh mustahil.

Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang

Lalu ketika memutuskan ke Luang Prabang salah satu tujuan saya adalah melihat matahari terbenam di gunung Phousi atau bukit Phousi. Pokoknya harus banget,  makanya hampir setiap hari saya rajin ngecek ramalan cuaca supaya gak sia-sia naik bukitnya, haha.

Sore itu setelah dari Royal Palace Museum, kami langsung memutuskan naik ke bukit karena memang letak jalan masuknya persis di depan museum. Sekedar informasi ada 2 jalan masuk menuju Gunung Phousi. Satu persis di depan Royal Palace Museum dan nantinya akan menaiki 328 anak tangga. Tempat lainnya adalah Thanon Phousi yang akan menaiki 355 anak tangga.

Sebenarnya bukit Phousi tidaklah terlalu tinggi tapi kalau kurang fit atau kurang olahraga (saya sih ngerasa banyak olahraga ya, yoga + jalan kaki) tetep aja ngos-ngos’an dan beberapa kali berhenti untuk istirahat. Tinggihnya katanya sih hanya sekitar 100 m aja. Phousi yang artinya Sacred Hill memang merupakan tempat beribadah. Nantinya di puncak bukit kita akan menemukan sebuah pagoda Tham Chomsi yang dibangun oleh King Anourat tahun 1804.

Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang

Selain melihat pagoda di puncak bukit, dari atas bukit ini kita bisa melihat kota Luang Prabang  360 degree. Jadi emang tempat ini harus dikunjungi walau emang agak sedikit bikin capek. Saya lihat banyak pengunjung datang lalu foto-foto dan pulang, padahal saat terbaik melihat tempat ini adalah saat matahari terbit dan terbenam. Pastikan datang sekitar pukul 04.00 untuk nge-tag tempat buat melihat matahari terbenam. Jam 5 sore akan banyak sekali turis yang datang lengkap dengan kamera bahkan kami sempet ketemu crew film yang pakai Red Dragon buat bikin film dan ganggu hampir semua pengunjung hahha.

Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang

Di awal anak tangga kita bakalan ketemu beberapa pedagang minuman dan juga burung kecil di dalam sangkar. Katanya di puncak bukit burung-burung malang tersebut bisa dilepaskan tapi menurut saya pribadi sebaiknya bisnis ini tidak didukung karena kasian aja burung-burungnya pada ditangkapin. So apapun dengan binatang sebaiknya tidak didukung termasuk sirkus haha.

Mount Phousi luang Prabang

Setelah naik beberapa anak tangga, ada loket tiket dan di sini sebagian besar pengunjung istirahat sambil foto-foto. Pas kita naik masih sepi, beberapa pengunjung baru turun sambil ngomel-ngomel karena capek haha. Kita hanya perlu bayar 20.000 Kip atau sekitar 2 dollar untuk tiket masuk. Jalan naik ke puncak bukit sebenarnya tidak parah-parah banget karena sudah disediakan tangga dan banyak pepohonan sehingga tidak panas. Sebaiknya juga tidak membawa minuman beralkohol ke atas karena kan sebenarnya di puncak itu tempat beribadah. Kita juga gak bawa makanan karena males nanti nyari-nyari tempat buang sampah. Gunung Phou Si dibuka mulai dari jam 06.00 pagi sampai orang-orang turun.

Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang

Gunung Phou Si ini walaupun tidak terlalu tinggi tetapi kita dapat melihat  33 kuil yang ada di kota Luang Prabang yang sampai saat ini dihuni oleh hampir seribuan Biksu lalu ada dua sungai yaitu Sungai Mekong dan Sungai Khan. Luang Prabang sejak tahun 1995  sudah menjadi UNESCO World Heritage Site. Sore hari kita juga melihat kabut mulai turun disekitar aliran sungai. GILAK bagus banget. Makanya penting banget datang lebih awal sehingga mendapatkan spot paling bagus untuk menikmati matahari terbenam dan gelap datang menyelimuti kota kecil cantik itu.

Sedangkan Mount Phousi sendiri  menurut legenda Ramayana merupakan gunung yang dipindah dari Sri Lanka oleh Hanoman, sang raja kera. Cerita ini bisa kita dapatkan dari folks show yang bisa ditonton setiap malam. (Ini salah satu kegiatan yang saya lupa lakukan padahal udah niat nonton. Semuanya lupa karena sibuk main ke Night Market tiap malam)

https://www.travelfish.org/sight_profile/laos/northern_laos/luang_prabang/luang_prabang/3804

Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang
Mount Phousi luang Prabang

Gunung Phou Si ini tempat yang saya sangat rekomendasikan untuk menghabiskan sore, melihat matahari terbenam, nonton orang-orang lalu lalang, dan setelah matahari terbenam dan turun ke jalan untuk langsung melihat pasar malam.

Ada sebuah kejadian lucu, jadi pas kita mau naik ke bukit kan kita parkir sepeda persis di depan museum. Maksutnya di trotoar jalan. Ini hari pertama kita jadi masih agak-agak ngeraba-raba situasi di sini. Begitu turun dari bukit, ehhh udah penuh aja lapak dagangan. Bingung dong. Ini gimana sepeda kita. Cari-cari ternyata udah keselip diantara gerobak-gerobak dagangan. Tita dan saya harus narik-narik sepeda dan angkat sepeda supaya bisa keluar haha. Sungguh pengalamanan yang gak bisa dilupakan. Udah capek turun dari bukit, ehh mesti nyari sepeda pula.

 

Advertisements

14 comments

  1. fufufufu… LUANG PRABANG INI UDAH ADA DALAM bucket list aku dari lama tapi belum kesampaian. Tunggu anak agak gede deh biar bisa ditinggal agak lama. Eh atau bawa aja ya anak2? Children friendly nggak tempat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s