One Man Show


Tahun 2019 lalu pas kami ke Takayama Jepang, kami sempat makan di satu bar kecil. Hanya ada 2 meja dan lainnya kursi bar. Mungkin sekitar 8 kursi bar. Pekerja di bar tersebut seorang bapak berumur sekitar 60an tahun. Saya kira dia hanya bartender ternyata dia juga bekerja sebagai tukang masak (hampir semua pesan steak) dan juga pelayan. Wow. Sempat takjub karena kerja sendirian tapi semua beres tanpa ada yg komplen kelamaan dilayanin.

Tahun ini kami balik ke Jepang dan US. Berkali2 juga kami menemukan pengalaman yg sama. Bahkan di US beberapa restoran cepat saji di rest area hanya punya 1 pekerja. Pemesanan dilakukan di mesin2 online dan pembeli beneran self service. Demikian juga kasir2 di supermarket yang saya perhatikan lebih banyak counter self check out.

Lalu yang bikin agak kaget kami ketemu juga di Singapore. Tepatnya di restoran 24 jam terminal 2 Changi Airport. Restoran Vietnam. Pekerjanya hanya sendirian. Jam 7 pagi saat semua orang pengen buru2 dan antrian panjang. Jadi si pekerja ini terima pesanan, nyiapin pesanan, cust ambil di meja counter dan nanti dia beresin juga peralatan makan/minumnya sendiri. Kita yg nonton sampe berasa kesian. Apa itu istirahat liat telp karena pembeli juga datang tanpa henti. Hampir semua meja penuh dan antrian di meja pemesanan juga selalu ada. Herannya semua orang rela antri dan sabar aja nunggu termasuk kami yg nunggu dia terima pesanan sekitar 20an menit.

Bukan bermaksut membanding2kan tapi di kota kami tinggal, kedai kopi kecil aja punya 3 pegawai dan itupun pesanan kopinya masih datang cukup lama. Supermarket dengan banyak pekerja kadang kerjanya juga lambat banget. Kami sering kali pesan sesuatu begitu masuk supermarket dan minta pesanannya diletakkan di kasir no 1 (misalnya). Maksut hati supaya pas kelar belanja langsung bisa check out tapi yang terjadi terkadang kami harus nunggu lagi bahkan nanya ulang “koq belon datang pesanannya”

Apakah ke depannya semua akan seperti ini atau bagaimana ya? Kalau emang bener kita siap gak sih? Trus apakah sebagai cust kita akan cukup sabar nunggu?

4 comments

  1. Welcome back mba Noni…
    Indonesia itu sepertinya terlalu banyak penduduk dan kebanyakan ada di umur produktif. Karena hal ini jadinya pekerjaan yang bisa dilakukan satu orang, jadi harus dilakukan lebih dari 1 orang. Aku juga ngerasain dan merhatiin ini tiap kali pulang kampung. Tahun lalu pas kami ke Bali, masuk restoran, sepertinya servernya banyak banget tapi tamunya sedikit. Jadi kalau mereka nggak ada kerjaan serve tamu, ya berdiri aja gitu sambil merhatiin keadaan sekitar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s