Tentang Binatang Peliharaan


Buat yang ngikutin saya lewat Instagram mungkin sempet lihat saya mengunjungi satu buah shelter untuk binatang selama di Amerika. Saya suka sekali binatang tapi….yang lucu aja, bersih dan baik hati haha.

Selama hidup saya pun kita sudah punya binatang peliharaan sejak kecil. Seingat saya umur 4 tahun ibu sudah kasih saya kucing kampung gendut bernama Dakocan. Selanjutnya saya hampir tidak pernah tidak punya peliharaan sampai pindah ke Surabaya. Di Surabaya saya sempat pengen punya kucing tapi koq kayaknya gak bertanggung jawab banget pelihara bintang selagi status saya aja masih anak kos yang lebih sering keluyuran daripada tinggal di rumah, ya kan.

Ok, jadi pas kita posting soal shelter itu dan saya sempet kasih tau kalau kita jatuh cinta dengan satu anjing peranakan German Shepherd + chow chow tapi gak bisa bawa pulang, ada beberapa yang DM, kenapa saya dan Matt gak adopsi anjing di Medan?

Kayaknya nih saya sempet sih nulis kenapa kita gak pelihara anjing di Medan. Begini, sewaktu kita baru menikah, Matt sebenarnya pengen banget anjing. Pitt bull. Kita sempet hunting di beberapa petshop di Medan tapi gak nemu. Trus kita juga sempet ditawarin untuk adopsi Golden Retriever, Husky (temennya temen Matt punya husky dan gak bisa pelihara lagi) sampai beagle.

Alasan sebenarnya kita batalin untuk pelihara anjing adalah saat itu saya kembali ngantor dan seringnya pulang malam trus capek banget. Matt sering ke hutan atau keluar kota dan artinya siapa yang ajak anjing jalan-jalan kalau dia gak ada dan saya kecapekkan dan cranky. Emmm pokoknya bukan waktu yang tepat untuk punya anjing saat itu. Kedua, dari beberapa anjing yang ditawarin ke kita rata-rata punya bulu yang banyak, walaupun saya gemes dan pengen adopsi, Matt ngerasa sangat-sangat kasihan dengan anjing-anjing itu karena nantinya kepanasan dan harus diluar rumah. Ughhhh….

Pokoknya saat itu kita kayak gak siap untuk punya anjing ukuran besar (saya kurang suka anjing ukuran kecil haha.)

Selanjutnya tentu saja saya ditawarin beberapa kali untuk dikasih kucing. Ini maju mundur karena takut kalau kita pergi siapa yang jaga. Akhirnya ibu dan adek saya setuju untuk dititipin setiap kali kita pergi. Kucing ya, bukan anjing. Akhirnya kita emang ambil Tom.

Setelah Tom, tentu saja saya beberapa kali ditawarin kucing baru. Ada yang langsung pengen kasih 2 ekor karena mau pindah, ada yang mau kasih kucing yang sedang sakit (buta dan tuli), ada juga yang mau kasih kucing karena katanya itu kucing kesasar. Oklah, kalau mau jujur semuanya pengen saya masukin rumah haha tapi tentu saja ada banyak pertimbangan untuk adopsi binatang.

Selain kami berdua, sekarang ada Tom juga. Tom kucing antisosial yang sepertinya akan sangat-sangat kecewa kalau kita ambil kucing lain. Saya juga gak akan sanggup pelihara lebih dari 2 ekor kucing saat ini karena selain biaya pelihara bintang itu mahal, kayaknya ibu dan adek saya bakalan kecewa berat kalau mesti dititipin banyak kucing hehe.

Setelah ada Tom sebenarnya saya dan Matt juga jadi gak bebas-bebas amat. Contoh sebisa mungkin saya dan Matt tidak bepergian bersama dalam jangka waktu yang lama sering-sering. Saya harus atur jadwal ke hutan supaya gak bentrok dengan Matt ke hutan. Saya harus mastiin Tom ok ditinggal berdua dengan Matt dan Matt gak pulang malam sampai kucingnya dicuekin. Trus kalau lagi pergi jauh kayak ke US atau liburan yang lama, sebenarnya saya menderita karena rinduuuuuu huhuhuhu.

Makanya menurut saya ya, punya bintang peliharaan itu kayak komitmen yang sangat-sangat serius. Temen saya dulu kepengen banget punya anjing tapi karena dia sering traveling akhirnya gak berani pelihara lagi karena takut terlantar. Ada juga temen lain, yang menahan dirinya untuk punya kucing banyak karena takut gak bisa kasih makan dan ke dokter yang bagus. Bukan hanya duit tapi juga waktu, tenaga dan masih banyak lagi yang harus dipikirin untuk memastikan kita siap punya bintang peliharaan ya kan.

Kembali ke shelter yang kemaren saya kunjungi itu dan ngeliat gimana mereka merawat bintang-bintang terlantar itu sungguh saya ngerasa kayak mereka beneran bikin binatang-binatang itu seperti keluarga.

So, yah itu dia alasan kita kenapa gak pelihara anjing atau nambah kucing lagi. Saya sendiri belon siap dan rasa-rasanya selama kami di Medan sepertinya belum memungkinkan untuk punya anjing yang kami pengenin untuk dipelihara 🙂

Advertisements

17 comments

  1. Kami di Belanda punya kucing juga dan agak repot kalo pengen travelling. Tiap travelling terpaksa harus bayar cat sitter, soalnya Ivy (si kucing) stres tiap pulang dari cat hotel. Dia juga kucing yang anti sosial si, jadi ga terbiasa kalo dititipin di lingkungan baru dan bareng kucing2 lain. Kita si ga ada rencana nambah binatang peliharaan karena satu aja jadi pikiran tiap mau ninggalin rumah lama2.

  2. Betul mba Non. banyak banget pertimbangannya ya. Aku pengen miara kucing juga. Kangeeen banget punya kucing di rumah. Tapi ya itu, kalo pergi-pergi siapa nanti yang jagain. Punya anak satu aja repot betul, apalagi kalo sampai ada binatang peliharaan. Padahal pengen. Hiks, mungkin nanti ada saatnya ya.

  3. Setuju sekali. Sempet ada temen yang punya anjing beagle, buat lucu2an, dikandangin terus di dalam rumah, supaya ga kotor rumahnya katanya (terus kenapa punya anjing?) lalu anjingnya mati karena dikasi cokelat sama anaknya temenku. Aku sedih. Terus mereka beli lagi kan…. duh.

    Aku sendiri punya peliharaan 3 burung, udah konsekuensi kalau mau liburan harus nitip mereka ke bird hotel, ya agak repot sih, tapi ga ada mereka aku juga bakal sedih, krn udah family member.

  4. Setuju banget Non! Itu lah alasan aku untuk saat ini ngga mau punya peliharaan. Komitmen!! Hahaha 😛 . Ya apalagi aku sering pergi-pergi juga kan…

  5. “.. Punya binatang peliharaan kayak komitmen yang sangat – sangat serius.” Jadi teringat dan bersyukur ikan souvenir outbound udah masuk aquarium jadi saya gak perlu ngurusin. Sementara ikan rata2 teman2 Teona udah pada kembali ke sang pencipta.

  6. Aghh bener banget kak non, harus serius dan komitmen. Lebih dari komitmen orang pacaran hahaa

    Tapi pernah baca meme gitu, anjing yg seakan akan ngomong: “I don’t really want you to feed me with expensive food, I just want you to love me” awwww

  7. yep bener banget. suka nyesek liat orang yang ambil binatang peliharaan tapi begitu mulai repot langsung mutung. please deh, binatang bukan pajangan. gak cuma lucunya aja. duh jadi emosiiiiii… hahaha.
    aku dulu jg gak mau punya binatang eh… kedatangan Malou, yo wes deh… adopsi. Sayangnya si anak adopsi ini suka kurang ajar dan gak tau terimakasih hahahaha

    • Hihi iya Fan, ada tuh temen kita yang baik banget. Tiap orang beli anjing trus gak mau lagi dikasih ke dia. Anjingnya skr banyak banget. Ampe pusing dia kalau mau pindah ke US, biaya bawa semua anjing2nya gimana.

      Kucing emang gitu ya, kita kayak slave nya haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s