Kenapa Nyampah?


pixabay
Sampah dimana-mana….

Medan itu kayaknya penuh banget dengan sampah. Dimana-mana. Sejauh mata memandang gampang sekali menemukan tumpukan sampah. Sedih sih ya. Ini persoalan banget buat bikin sampah-sampah ini menghilang selama-lamanya.

Beberapa waktu lalu ibu dan saya pergi jalan-jalan ke pusat pasar. Namanya pajak sentral kalau di Medan. Ibu cerita kalau zaman beliau kecil, parit-parit di pasar ini bersih dan jernih banget. Masih bisa nyari ikan katanya. Bahkan ada rumput yang rapi dipinggir parit-parit. Semuanya juga bersih dan rapi banget, terutama disekitaran RRI.

Harian Analisa – Analisadail
Nah, itu foto diatas adalah gedung RRI (Radio Republik Indonesia) yang lama. Kasihan ya gedungnya sudah terbengkalai dan mungkin bakalan dihancurkan. Siapa yang tahu. Disekitaran gedung itu sekarang kotornya bukan main. Kalian bisa lah kira-kira memprediksikan seperti apa joroknya.

Kalau orang-orang kayak ibu saya atau mungkin yang lebih tua dan pernah merasakan tinggal di Medan dengan keadaan yang bersih pasti ngerasa sedih banget. Saya sendiri ngerasa kayak gimana gitu ya. Jorok itu kan sama sekali gak nyaman. Tapi koq bisa sejorok itu?

Matt dan pak Graham yang saya tanyain koq bisa ya sejorok ini sekarang kota Medan? o,ya jadi pak Graham itu salah satu temen si Matt yang sudah puluhan tahun tinggal di Indonesia (sebagian tahunnya di Medan). Beliau dari Inggris. Menurut dia nih, kayaknya ada kemungkinan karena kan kalau zaman dulu untuk bungkus apa-apa itu pakai daun. Bisa daun pisang atau daun jati. Kalaupun misalnya bawa sesuatu biasanya pakai kain gembolan gitu yang artinya kalau gak dipake lagi yah dicuci dan disimpan. Kalaupun pakai daun pisang dan daun jati, begitu selesai walaupun dibuang lama kelamaan daun tersebut akan hancur ditanah. Sekarang semuanya dibungkus pakai plastik yang butuh ratusan tahun atau bahkan gak bisa hancur sekalipun. Ngeri. Sementara pemikiran kalau buang sampah akan hancur dengan sendirinya masih tertanam di kepala. Minimal sampahnya gak ada lagi disekitaran yang buang.

Teori saya, mungkin karena dulu gak banyak tempat untuk makan dan belanja haha. Karena gak banyak tempat untuk beli-beli, akhirnya semuanya diproduksi di rumah. Sampahnya lebih sedikit.

Manusianya lebih banyak. Yah ini dia. Manusia yang perduli lingkungan (kemungkinan) jumlahnya lebih sedikit daripada yang tidak (atau tidak tahu) perduli. Sering kan liat orang buang sampah dari jendela mobil, atau anak kecil yang ngelempar bungkus permen ke selokan?

Saya pernah ikutan kegiatan yang diadain sama suatu komunitas lingkungan hidup tentang sampah ini ya. Jadi masih banyak sekali orang yang tidak tahu mengenai bahayanya sampah. Di sekolah diajarin gak? yah gak tau. Lebih penasaran lagi di rumah dikasih tau gak ya, kalau buang sampah sembarangan itu gak bener? dari komunitas ini deh, mereka kasih edukasi ke anak-anak kalau sampah-sampah itu tidak sesederhana yang kita pikir.

Klik link dibawah ini untuk baca berita tentang truk sampah

http://www.jpnn.com/news/parah-truk-pemerintah-buang-sampah-ke-tebing-danau-toba

Bayangin ya, truk sampah pemerintah buang sampah ke Tebing DANAU TOBA. OMG!

Sekarang walau saya masukin sampah ke tong sampah koq ya jadi was-was juga, kemanakah sampah saya itu dibuang oleh truknya?

Advertisements

41 comments

  1. Aku plg sedih deh klo udah baca cerita ttg lingkungan yg jd tercemar krn sampah. Meski yg tercemar cm MATA krn ada tamu abis balik dr rumahku trs buang sampah di halamanku. Ergggghhhh kzl!

  2. Waduh, danau toba buat buang sampah? Apa pemerintah diam saja ya mbak?
    Mungkin perlu ada gerakan warga untuk sampah agar bisa membantu pemerintah setempat.

    salam kenal mbak Nonik.

  3. Kebiasaan orang kita, buang sampah sembarangan, terus kalau banjir pada protes. Lo kira banjir dateng dari mana?

    Terus kebanyakan manusia, karena tiap Lebaran ditanyain “punya anak kapan?” Ah rese deh, aku jadi bete sendiri. Aku aja merasa waktu ke Indonesia sampah dimana2, di Surabaya, padahal konon lebih bersih ya dari Medan.

  4. Alhamdulillah Saya dikasih rasa bersalah jika membuang sampah sembarangan…
    Jadi kalo gak ada tong sampah, bungkus plasting itu saya simpan dalam tas sampai menemukan tongsampah…

  5. Sejak baca artikel di majalah2 tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya dan beberapa kali jalan2 ke negara yang bersihnya, disiplinnya, tertibnya ampun2an, aku sampe kapok buat buang sampah sembarangan mbak Non. Kecuali kalo lagi khilaf 😆 Misalnya pas lagi ngantuk.

    Ah di Singapore aja bisa tertib urusan buang sampah masa’ balik ke Indonesia gak bisa.. Pemerintah juga perlu tegas memberlakukan denda utk pelaku buang sampah sembarangan.

  6. Waduh kalau truk sampahnya pun membuang sampahnya ke Danau Toba gitu bikin semakin was-was lagi ya Non. Masalah sampah di Indonesia memang mengenaskan banget.

  7. ihhh sebel banget sama orang yang suka buang sampah sembarangan tapi kalo banjir ngomel sana sini!! ya ampun kok bisa sih tuh sampah di buang di danau toba 😱😱

  8. Paling nyebelin itu mba, naik mobil bagus eh trus buang sampah dari jendela. Tp pas di luar negeri nurut banget, padahal mestinya negara sendiri yaang dijaga ya 😫

  9. si boy (5yo) udah diajarin buang sampah harus di tempatnya sejak kecil. lumayan sekarang dia udah ngerti kalau nggak boleh buang sampah sembarangan. tapi kalo pas lihat orang buang sampah sembarangan dia suka langsung nyeletuk gitu lho…nah liburan kemarin kita kan jalan sama keluarga besar. di suatu kesempatan ada saudara yang tiba-tiba buka kaca mobil dan buang sampahnya keluar…si boy langsung teriak “hei, what are you doing? nggak boleh buang sampah sembarangan!” dan itu yang buang sampah sembarangan udah dewasa banget (bude bude)…duh jadi nggak enak. tapi ya emang benar sih nggak boleh buang sampah sembarangan ya. 😀

  10. Temenku ada yg rumahnya deket sungai, mbak. Nah, pernah suatu kali dia nemu ada sampah kasur spring bed ngapung di sungai. Mbok ya thinking ya….masa buang kasur di sungai. Besok2 kulkas sama mesin cuci dibuang pula di sungai.

  11. Waduh sedih banget ya mengetahui bahwa pemerintah pun sepertinya kurang peduli terhadap lingkungan. Yah memang itu oknum saja, tapi masa kejadian separah itu bisa terjadi? 😦

  12. Kami di dalam rumah punya tiga tempt sampah karena sampahnya emang harus dipilah jadi tiga (kompos, recycle dan sampah beneran). Harganya juga beda-beda. Sementara baterai dan sampah elektronik, buangnya khusus. Semoga Indonesia segera punya system seperti ini ya.

  13. Persoalan sampah ini emang mengerikan ya, tapi banyak banget yang ga peduli. Mungkin seharusnya semua sampah yang kita buang itu kita handle sendiri pengolahannya jadi mau ga mau setiap mau buang sampah sembarangan ato pake produk2 yang nyampah jadi mikir2 sendiri hehe.

  14. Jelas, sampah itu menyebalkan banget. Saya sampai gak habis pikir dengna orang2 yang buang sampah di pinggir jalan, padahal kan sering dilewatin. Makanya saya wanti2 ke anak2 agar simpan sampahnya sendiri sampai nemu tong sampah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s