Toy Photography with Fadhilah Rahman Dhilaga


Processed with VSCO with c4 preset
Processed with VSCO with c4 preset

Hari ini saya pengen ngobrol dengan temen saya, Laga,  tentang hobby nya memotret mainan. Hobby Laga menarik perhatian saya sejak tahun lalu. Lucu aja ngeliat dia motret mainan. Jadi dari seringnya foto-foto dia seliweran di feed IG saya, hari minggu lalu saya putuskan untuk nanya-nanyain Laga tentang hobby nya dan di posting di blog ini. Untungnya Laga mau.

Saya kenal Laga sejak di Surabaya beberapa tahun lalu. Awalnya saya tertarik dengan namanya yang gak biasa. Laga penyiar radio Suara Surabaya. Ini radio favorite saya di Surabaya hehe. Trus kita kenal di Multiply berdua dengan Tommy. Trus dari sana kita sering hunting foto bareng. Beberapa kali lah. Laga sebenarnya lebih sering dijadiin model sama Tommy hehe.

Sekarang kita masih suka say hi sebatas social media aja sih soalnya tinggalnya udah beda-beda.

Untuk yang belum tahu tentang hobby motret mainan atau sudah tahu mengenai hobby ini kayaknya emang seru banget ya.

Enjoy 🙂

Nama : F Rahman Dhilaga / Laga

Social Media : @Lagaleri

01. Sekarang kesibukannya apa aja nih?

– Sekarang lagi sibuk menjalani masa magang di kantor Notaris sambil nunggu SK yang entah kapan turun hehehe. Dan yang paling bikin kliatan sibuk sih motoin mainan 🙂

02. Laga ceritain dong tentang hobby nya motret mainan?

– Pertama kali jadi suka moto itu tahun 2008, masih pake kamera Prosumer. Random, apa aja difoto. Coba ikut2an motoin model, tapi ternyata gak pernah dapet feel. Selalu grogi liat model cantik hahaha. Setelah beli DLSR untuk pertama kalinya, saya coba “still life”. Moto “benda mati” lah pokoknya, sampe pas buka kotak mainan-mainan lama dan mulai coba motoin satu2 koleksi mainan hadiah makanan cepat saji jadul “Happy Meal” 🙂 disitu malah nemu chemistry 😀 dan itu mulai sekitar tahun 2011 yang keterusan sampe sekarang

03. Proses pemotretannya menghabiskan waktu berapa lama?

– paling cepet, dari moto-edit-posting di social media cuma butuh 3-5 menit. Dalam hal moto mainan dan edit via HP, kayaknya saya udah “ke setting” automatic hahaha, bisa karena terbiasa kali ya.

04. Menggunakan kamera apa dan diedit menggunakan software apa? Pengen tau detail karena hasilfotonya beneran keceeeee parah. Pokoknya mau tau BTS nya kalau bisa ada foto hehe.
Oya Ide foto biasanya didapat dari mana?
Processed with VSCO with s2 preset
Processed with VSCO with s2 preset

08f9313b-956b-4cfd-b56c-c5c1df93b0de

Processed with VSCO with hb1 preset
Processed with VSCO with hb1 preset

– Kalo untuk fotoin mainan, awal saya pake DSLR. Waktu itu pake Canon 1000D. Upgrade ke 60D karena fitur LCD yang bisa di rotate memudahkan saya untuk moto mainan yang lebih sering “make posisi jongkok dan nungging”. Sampe akhirnya mulai kerasa ribet pake DSLR, mulai deh pake HP untuk motoin mainan. Fitur iPhone dan seabrek aplikasi edit foto memudahkan saya dan akhirnya mulai males pake DSLR dan Lightroom untuk ngolah hasil foto. 😀

Dengan keterbatasan dan juga kelebihan moto pake HP, sekarang saya kombinasikan kamera mirrorles -yang gak seribet DSLR dalam hal ukuran, dengan HP sebagai tempat untuk mengolah foto dan media untuk memposting hasil.

Untuk editing, semua foto di IG saya menggunakan aplikasi HP seperti Vsco, Afterlight dan filter bawaan Instagram.

Ide biasanya dapat dari liat-liat foto di IG, Pinterest, Poster-poster film…..trus dibuatin versi “mainannya”

 

05. Mainannya biasanya didapat darimana?
– Saya biasa melengkapi koleksi, hunting mainan inceran via Online. Beberapa dapet di Kaskus, Situs komunitas kolektor, Seller-seller di Facebook. Sisanya saya beli dari toko-toko mainan.

06. Biaya untuk hobby nya kira-kira menghabiskan dana berapa banyak?

– Dalam beberapa bulan antara tahun 2013-2015, kadang 1 bulan saya khilaf antara 1-1,5jt Rupiah hahahaha, sekarang mulai tobat, separuhnya lah ya.

07. Istri marah gak kalau ketauan belanja mainan lagi belanja mainan lagi?

– Awal nggak marah sih, tapi setelah makin sering dapet kunjungan rutin dari kurir paket yang dateng bawa mainan, mulai deh ngomel. Sampe akhirnya kami sepakat untuk “jual mainan untuk beli mainan”, jadi kalo mau beli/nambah koleksi harus jual dulu mainan yang udah gak pernah difoto hihihi. Tapi so far istri bisa paham hobi saya, karena dia juga mulai nyebur ke dunia mainan juga. Dia lebih ke “bikin aksesoris” sih..bisa cek di IGnya @Rorruhandmade *numpang Promo gratis hahaha*

08. Sejak kapan mulai hobby motret mainan soalnya dulu kamu kan seringnya jadi model Tommy hehe.

– Hahaha iyaaa dan pertama kali ketemu Nyonya Sepatu -setelah sebelumnya cuma tau di Multiply, juga sama Tommy ya..hahaha. Postingan foto mainan saya di IG itu sekitar akhir 2010 awal 2011, jadi mulai di tahun itu lah mulai suka Toyphotography.

09. Hobby ini menghasilkan duit gak?

– Bagi saya lebih menghabiskan duit hahaha. Tapi 2 tahun terakhir ini saya mulai dapet “manfaat” secara gak langsung. Beberapa kali jual mainan bisa dapet untung karena harga mainan koleksi kadang cenderung naik. Apalagi kalo udah ditempelin status “Rare Item”…dan alhamdulilah baru aja minggu kemaren di IG ada yang nawarin untuk ngasih “endorse”an produk case HP karena suka sama feed IG saya.

10. Untuk menjadi seperti kamu kira-kira ada tips nya gak ya? Atau komunitasnya

Processed with VSCO with p5 preset
Processed with VSCO with p5 preset

69868315-e41c-4ee7-bec9-b9223f6b0ac4cc3ae43d-eb94-4ad3-881d-018923d30d15

– Tips? Beli mainan, foto! Hahaha…nggak usah bingung mau moto mainan apa? Nggak udah bingung harus koleksi dulu apa moto dulu? Yang ada ntar malah gak jadi moto. Dan kayaknya hampir semua orang pasti punya mainan dirumah, itu aja fotoin dulu. Dan karena skill photoshop saya level payah, jadi saya saranin maksimalkan aplikasi editing foto yang ada di HP.

– Untuk komunitas toyphotography sendiri dalam beberapa tahun terakhir udah mulai banyak di kota-kota besar Indonesia. Saya punya beberapa teman baik di ToygraphyID ( Toys Photography Indonesia ) dan beberapa komunitas kolektor mainan lini tertentu seperti Plarail Indonesia dan Brotherhood Of Toys. Beberapa yang lain tumbuh subur dan rukun di Instagram, seperti LegographerID “rumah” bagi yang suka moto Lego.

📷 Instagram : lagaleri & laavnia
Advertisements

29 comments

  1. kereeeen. di kantor juga ada bapakbapak yg suka mainan gini trus motoin.
    kalo ibuibunya kerjaannya motoin makanan, ahah

    jadi kalo ada makanan di meja selalu ditanya dl, udh difoto blm? 😀

  2. Inspiratif! Bagaimanapun kita harus menekuni hobi dengan sepenuh hati, kalau bahagia nanti pasti akan datang kebahagiaan dan pengakuan dari orang luar. Jadi makin semangat nih buat menggeluti hobi jadi detektif sejarah :haha (agak geer :wkwk). Btw fotonya keren-keren banget Mbak, salam buat Mas Laga semoga sukses selalu :hehe.

  3. Diecast bisa menjadi obyek untuk belajar foto ternyata ya, selain nggak bergerak..dengan benda mati kita bisa belajar angel foto dengan bebas dan tentunya fokus obyek foto tersebut..Salam kenal Mba.Nonik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s