Living in the Realms of Past & Present – Trowulan Indonesia


Trowulan
Trowulan

Tinggal bertahun-tahun di Surabaya membuat saya beberapa kali mengunjungi Trowulan,  sebuah situs purbakala di Jawa Timur. Jatim sebenarnya adalah permata. Provinsi ini memiliki keindahan alam yang tiada tara dan juga tempat-tempat bersejarah termasuk didalamnya Trowulan. Saya masih ingat beberapa bulan setelah pindah ke Surabaya, Trowulan termasuk tempat yang saya datangi karena penasaran dengan cerita kerajaan Majapahit.

Menurut Prapanca dalam kitab Negarakertagama; keraton Majapahit dikelilingi tembok bata merah yang tinggi dan tebal. Di dekatnya terdapat pos tempat para punggawa berjaga. Gerbang utama menuju keraton (kompleks istana) terletak di sisi utara tembok, berupa gapura agung dengan pintu besar terbuat dari besi berukir. Di depan gapura utara terdapat bangunan panjang tempat rapat tahunan para pejabat negara, sebuah pasar, serta sebuah persimpangan jalan yang disucikan.

Trowulan dipenuhi oleh berbagai macam candi. Candi yang terbuat dari batu bata merah dan puluhan pohon Maja. Mungkin masih ada yang ingat kalau Majapahit dinamakan sesuai dengan pohon tersebut. Alkisah mahapatih Gajah Mada memakan buah maja dan dikarekan buah tersebut pahit maka berteriaklah beliau maja… pahit….. maja…pahit. Nama tersebut akhirnya menjadi sebuah nama  kerajaan yang sangat berkuasa dimasanya.

Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19. Dalam laporan Sir Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai gubernur Jawa dari 1811 sampai 1816, disebutkan bahwa: “Terdapat reruntuhan candi…. tersebar bermil-mil jauhnya di kawasan ini.” Saat itu kawasan ini merupakan hutan jati yang lebat sehingga survei dan penelitian yang lebih rinci tidak mungkin dilaksanakan. Meskipun demikian, Raffles, yang sangat berminat pada sejarah dan kebudayaan Jawa, terpesona dengan apa yang dilihatnya dan menjuluki Trowulan sebagai ‘Kebanggaan Pulau Jawa’.

Saat ini sebenarnya masih banyak penelitian didaerah Trowulan. Sebenarnya saya cukup penasaran kalau daerah tersebut dibongkar secara keseluruhan kemungkinan besar bakalan lebih banyak lagi yang ditemukan. Kekayaan kerajaan Majapahit pada masa lalu. Pernah saya denger cerita rakyat Trowulan terkadang mendengar suara aliran air dari bawah rumah mereka. Luar biasa banget kalau hal tersebut bener-bener terbukti. Sebuah kerajaan hilang dibawah tanah.

Yang paling saya suka dari cerita Trowulan adalah mengenai Kolam Segaran. Kolam Segaran adalah kolam tempat raja biasa menjamu tamu-tamu pentingnya. Gosipnya nih didalam kolam ini banyak sekali peninggalan kuno semacam piring-piring berharga. Jadi zaman dulu raja menjamu tamu-tamunya didaerah ini dan setelah selesai makan maka semua peralatan makannya dibuang kedalam kolam tersebut. Tujuannnya adalah untuk memberikan kesan kalau kerajaan sangat kaya raya. Yaiyalah kaya, abis makan main dibuang aja hehe. Sekarang kita juga sama sih tapi pake piring kertas atau piring plastik haha. Menurut saya cerita ini menarik banget tapi contoh yang gak baik 🙂

Cerita lain lagi mengenai candi Tikus yang ditemukan dalam keadaan rusak parah dan penuh dengan hewan pengerat itu. Gak kebayang banyaknya. Sekarang tempat ini menjadi cantik sekali sayang pas kunjungan yang terakhir karena panasnya luar biasa kami gak jadi berhenti.

Candi Tikus
Candi Tikus tapi yang pakai baju putih tentu bukan tikus 🙂

Semua kehidupan dizaman dulu itu sekarang bersanding dengan kehidupan masa kini. Saya suka menyusuri beberapa candi dan melihat kehidupan masyarakat disekitarnya. Mungkin mereka tidak menyadari dibawah bangunan rumah atau kebun mereka terpendam kerajaan Majapahit atau rumah-rumah pada masa lalu.  Mudah-mudahan kita bisa menyelamatkan tempat ini demi anak cucu dimasa mendatang.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita mengenai Majapahit dan Trowulan 🙂

Ada yang sudah pernah berkunjung ke Trowulan?

Sebagian info dari Wikipedia.

Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Pohon Maja - Trowulan Indonesia
Pohon Maja – Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia – pabrik batu bata 
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia
Trowulan Indonesia

 

Advertisements

25 comments

  1. belum pernah sih ke sini. Waktu 2012 call visit ke Nasabah di Kediri, supir cerita sepanjang Surabaya – Kediri ( 5 jam kayaknya) tentang sisa-sisa kerajaan Majapahit ini. Ketje ya…! considering wilayah dibawah kerajaan ini jauh lebih luas di banding Indonesia sekarang.

  2. Hehehehe foto paling bawah mbok Noni heboh sendiri, btw Taqabbalallaahunminna wa minkum semoga Allah menerima (amal) kita (dri ku& kamu sekalian) selamat Idul Fitri

  3. Sebagai warga Jatim sejati (baca : berdarah jatim haha) sudah beberapa kali ke Trowulan. Terakhir kesana setahun lalu, dan setelah renovasi candi dan area sekitarnya jadi lebih tertata rapi. Tapi bener, panasnya ga nahan.

    • Oh udah selesai ya renovasinya 🙂 bagus deh kalau gitu walaupun katanya sebenarnya ada masalah juga apa gimana gitu. Aku terakhir kesini sebelum balik ke Medan. 2012 kalau gak salah

  4. udah Non, tapi belum sempat ke semuanya, cuma ke museum, liat kolam segaran dan gapura Bajang Ratu dari jauh aja, abisnya waktunya mepet, eh.. malah nggak sengaja ketemunya candi Pari di Sidoarjo waktu menuju Trowulan

  5. ini situs yang mau digusur gara-gara pabrik semen ya, mbak. foto-fotonya bagus, cantik. kurang satu, nama-nama candinya. semoga kapan-kapan bisa ke sana, berharap bisa merasakan angin kerajaan majapahit…

  6. Mungkin kalau kawasan Trowulan ini digali semua, tersibaklah misteri tentang seberapa megah Majapahit ini, dan seberapa kompleks penataan kotanya, mengingat perkiraan peta kota yang salah satunya ada di Museum Nasional saja sudah membuat mulut ini ternganga. Ah, buah maja yang sama juga ada di halaman Candi Singosari :hehe. Keren banget, Mbak, kepengin deh ke sana suatu hari nanti.

  7. aku suka sama artikel2 traveling kakak! nginspirasi banget gaya nulisnya ❤ oh iya aku juga baru dari ngunjungin kampung naga 4 hari yang lalu, terus baru masukin ke blog juga. diliat ya kak hehe 🙂

  8. mmpir ke jombang neng, hhe.. ada tempat bagus, tp tersembunyi di pelosok jombang.. nama nya kedung cinet, daerah ploso .. bagus, kyk grand canyon, tp ada air terjunnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s