Dimana Medan?


Pic source : tripwow.tripadvisor.com
Pic source : tripwow.tripadvisor.com

“Where are you come from?” Pertanyaan yang sering kali saya dapat ketika traveling keluar. Entah ketika bersama si Matt atau ketika bersama temen.

“Indonesia”

“Oh….Indonesia. Aku udah pernah ke Indonesia. Bali, Jakarta dan Flores. Kamu dibagian mana Indonesia?” ini jawaban yang biasa saya denger belakangan ini dari beberapa traveler luar. Flores lagi naik daun banget. Sumatera hampir gak pernah kedengaran.

“Medan, North Sumatera”

“Dimana itu Medan dan ada apa disana?” mulai penasaran dan konsen menatap mata saya.

“Do you know orangutan? ada 2 tempat melihat orangutan di Indonesia. Satu di Borneo yang paling yang kayaknya paling banyak dikunjungi dan beberapa lagi di North Sumatera tepatnya di Bukit Lawang. Saya tinggal di ibukotanya, namanya Medan. Dari Medan ke Bukit Lawang sekitar 2 jam dengan mobil” Kalau lagi rajin biasanya saya dan Matt bakalan buka map dan kasih liat mereka, ehhh sebenarnya banyak stasiun riset  orangutan lainnya itu berada di Taman Nasional Gunung Leuser (Sumut dan Aceh). Untuk tau dimana kota Medan dengan tepatnya juga agak sulit, ya kan hehe. Belon tentu juga kita tau semua nama kota-kota di luar negeri. Sebenarnya lumayan lucu menjelaskan Orangutan dan Medan, soalnya gak ada orangutan di kota Medan.

“Wow….orangutan. Aku suka orangutan. Menurut kamu yang mana yang paling ok untuk aku lihat?” percakapan biasanya berkembang dari orangutan sampai entah kemana-mana. Kalau ada Matt biasanya dia akan mendominasi pembicaraan tentang primata yang terkenal ini. So……Medan lebih gampang saya kenalkan sebagai ibukota dari  Orangutan sekarang.

Medan memang jauh dari kata terkenal di kalangan wisatawan (menurut saya loh hehe) .  Jangankan orang dari luar, ketika saya baru-baru pindah ke Surabaya ada seorang teman yang menanyakan ke saya “Medan itu udah punya listrik belon Noni?” lucu banget, ya. Entah si temen saya itu nilai geografinya jelek banget atau emang gak pernah baca koran. Kalau dia tanya “Medan yang kotanya sering mati listrik” saya bakalan kasih jempol hehe. Sampai hari ini saya masih takjub dengan pertanyaan temen saya itu mengingat kota Medan adalah kota ketiga terbesar di Indonesia (mungkin sekarang ada perubahan).

Saya sadari kalau Medan memang “kurang” menarik untuk menjadi tujuan wisata. Tidak ada sesuatu yang bener-bener bisa menarik wisatawan untuk datang kesini. Kalaupun ke Medan, yah, biasanya untuk kerja ataupun untuk transit. Wisata kuliner harusnya bisa menaikkan nama Medan menjadi kota yang layak dikunjungi.

Sejak kerja di hotel saya perhatikan kebanyakan wisatawan datang kesini hanya untuk transit 1-2 hari. Biasanya mereka akan ke Bukit Lawang, Danau Toba atau langsung ke Nias untuk surfing. Kebanyakan bule Australia biasanya hanya stay 1-2 malam sebelum siap-siap ke Nias. Mereka lebih memilih berlama-lama di Nias daripada di Medan. Sebagian traveler Eropa lebih memilih berlama-lama di Danau Toba atau Bukit Lawang. Sedangkan wisatawan lokal kebanyakan datang ke Medan untuk urusan bisnis atau kuliner.

Apakah segitu jeleknya kota Medan? Entahlah, tapi yang pasti saya rasa ada banyak potensi untuk menjadikan kota ini sebagai kota wisata. Pernah liat Penang? Penang yang dipenuhi bangunan-bangunan tua akhirnya menjadi tujuan wisata banyak orang walaupun kebanyakan orang Medan datang kesana untuk berobat. Bangunan-bangunan tua di Medan disulap menjadi sangat menarik. Hotel, mural, toko-toko, kuliner sampai tempat shopping menjadi magnet utama traveler datang kesana. Gak perlu melihat jauh-jauh. Cukup “nyontek” dikit aja ke negara sebelah.

Kekuatan kota Medan itu menurut saya adalah di kuliner dan bangunan tuanya. Kalau ngomongin kuliner Medan rasanya gak perlulah saya berasap-asap ngomongnya. Kebanyakan orang juga udah tau gimana nikmatnya durian Medan, sop Medan, soto sampai chinese foodnya. Semuanya juara. Semuanya mampu bikin orang terkangen-kangen.

Nah, masalahnya gimana caranya membuat Medan menjadi kota tujuan wisata selain Bali, Yogya ataupun Lombok? perlu kerja keras, kan hehe. So far belon banyak yang bisa saya lakukan selain sering-sering nulis tentang Medan di Blog ataupun posting foto tentang kota Medan. Kotanya sendiri emang harus berubah juga, sih, supaya bisa lebih nyaman untuk penduduknya sendiri maupun pendatang. Caranya tentu dari kita sendiri aja dulu.

Kalau kamu ada ide yang lain boleh banget tuh di share 🙂 siapa tau besok-besok ada yang mewujudkannya.

 

Advertisements

62 comments

  1. Yang pasti soal kebersihannya, mbak… Medan itu masih termasuk kota yang sangat kotor 😦

    Sudah gitu lalu lintasnya juga…udahlah banyak jalan yang rusak, pemakai jalan pun banyak sekali yang gak sadar buat taat berlalulintas 😦

    Sedih sebenarnya kalo liat kota ini, soalnya di sana kan kampung halaman kami juga. Tapi kalo disuruh milih, sekarang ini lebih milih di Palembang karena lebih nyaman dibanding Medan 😦

    • Iya memang sedih banget 😦 potensinya ada hanya perlu dibenahi dan dilakukan perubahan-perubahan mulai dari pemerintah sampai masyarakatnya. COntoh kecil lebih teratur berkendara dan gak buang sampah sembarangan 😦
      SEdih kalau akhirnya orang Medannya sendiri aja gak betah tinggal disini ya. Aku udah denger beberapa temen yang komennya sama kayak kamu loh.

  2. Aku jarang nulis tentang kota Medan. Jahat ya aku ini.. 😦 *lalu diusir dari Medan*

    Pengen mulai foto-foto gitu tapi kok males, demennya ngendon di rumah buat nimbun lemak, Mbak Non. Hihihi.. 😛

  3. Setuju, Medan itu enak-enak kulinernya :9 Rada aneh juga ya tapi kalo orang Indonesia sendiri gak tau Medan 😕 Semoga aja dengan Kualanamu yg sekarang oke banget bisa jadi awal berkembangnya tourism Medan dan Sumut. Sumut itu kan Danau Tobanya juaraaa! 🙂

    • Aneh bangetlah 😦 kecuali tinggalnya entah di pelosok2 yang listriknya aja susah ya hehe.
      Danau Toba bagus banget, itu juga perlu dibenahi. Perlu marketing juga buat bikin tambah terkenal

  4. IMO Medan harus banyak berbenah untuk layak dijadikan kota Wisata. Baik kotanya sendiri maupun orang-orangnya

    Ngomong-ngomong soal kepopuleran Medan, waktu naik angkot aku perna denger loo ada yg nanya ke temennya ‘eh di Medan ada Mc.D ga sih?’ Eebuset dah dia gatau Medan kota terbesar ketiga di Indonesia? KZL hahahaha

    • Railink-nya keren banget Dit, jauh lebih bagus pelayaannya daripada si bandaranya sendiri. Luar biasalah servicenya dan bersih banget juga keretanya hahaa. Gak rugi bayar Rp 100.000 one way 🙂

      • Ngomongin railink ini, barusaan aja tmn aku yg dari jepang bilang kl the train is good 🙂 aku malahan baru tau loh mbak noni. Jadi pas dia ngirimin gambarnya aku malah balik nanya, is that medan’s train?? Hwahaha

  5. Karena pernah ke Medan, saya bisa bilang kotanya cantik kok. Dan iya, kulinernya Medan mestinya bisa jadi faktor pendorong promosinya Medan. Kurang digarap berarti Mbak Non. Bisa jadi proyek bareng dinas pariwisata tuh Mbak. 😀

    • Harusnya bisa lebih bagus Dan 🙂 secara gedung2 tuanya lumayan banyak koq. Kalau di kota lumayanlah ya agak (agak loh) bersih tapi kalau liat pinggir2nya kotor loh. Kuliner Medan (yang punya akun socmed) taon lalu bikin pesta kuliner di Medan tapi kayaknya belon bisa datangin orang dari luar. Yang datang masih orang2 di Medan aja. Kata temen aku kalau yang datang orang2 dikota yang sama aja namanya jadi pesta rakyat hehe. Butuh marketing yang kuat dan harus dari jauh2 hari ya, Dan.

      • Wah iya. Makanya Mbak Non, bikin proposal ke dinas pariwisata trus bikin proyek visit Medan. Padahal aseli kemaren kunjungan singkat aja rasanya dah cinta..

  6. Bagi saya, Medan itu extraordinarily amazing, Mbak. Saya baru sekali ke Medan dan saya terpukau karena di sana begitu banyak cerita. Tjong A Fie Mansion, Istana Maimun, Restoran Tip Top, daerah Kesawan, Monja, Merdeka Walk, bahkan PDAM Medan yang ada tandon air zaman Belandanya itu! :hihi. Meskipun memang kulinernya yang dahsyat nikmatnya itu jadi juara :)).

    Dari kecil saya sudah kepingin banget ke Sumatera Utara. Semenjak baca romannya Merari Siregar yang judulnya Azab dan Sengsara, saya pingin banget ke daerah Sipirok dan Medan Helvetia, tempat cerita itu bermula. Sayang kemarin saat saya ke sana, belum kesampaian :hehe. Semoga suatu hari nanti saya bisa ke sana :amin.

  7. Kalau baca dari cerita-ceritamu, sepertinya Medan ini kota yang seru untuk dikunjungi Non (sekalian sungkem sama kokohnya mba Yusmei) 😆

  8. Duluuu kalo ditugaskan ke Medan, aku seneeng banget. Kebayang dengan kulinernya yang super enak. Dilain pihak juga ada sedikit males karena attitude berkendara yang bikin takut lama2 dijalan. Dan Iya, kalau medan dibenahi, bangunan2 kuno dan yang bersejarah bisa jadi daya tarik wisatawan. Terus terang pas terakhir ke Medan 2 tahun lalu, nampak kumuh Non karena ga terurus

  9. Itu bangunan apa yang di foto Non? Keren banget.

    Btw… Temenmu itu agak-agak keterlaluan ya, nanyanya sampe segitu amat. Itu kayak banyak orang asing yang ngira Indonesia itu kampungan banget, tapi lebih parah, karena ini kan sama-sama orang Indonesia masa Medan aja nggak tau. Dulu temenku orang Eropa gitu kaget pas tau di Jakarta ada Starbucks, padahal Starbucks mah berserakan dimana-mana ya hehehe…

    • Itu gereja sebenarnya 🙂 keren ya hehe.

      Nah itu dia, aku bilang temen aku itu entah gimana koq yah bisa mikir di Medan gak ada listrik hahaha. Kalo listrik sering mati emang bener sih. Orang dari luar sering kaget ya hehe. Ortu angkat si Matt aja kaget pas kita bilang di Medan ada pizza hut, Mc,d, sbucks dan produk2 Amrik lainnya. Trus aku bilang di Medan enaknya lagi ada delivery. Sirik dong hahaa

  10. Haha, aku pernah ditanyain orang Belanda disini Non pertanyaan yang sama. Trus mereka (soalnya couple gitu) bilang: “Kita juga pernah loh ke Indonesia. Kita pernah ke Sumatra, Jawa, Bali, Komodo, Kalimantan, dll”. Dan aku mikir “Ini kok malah mereka pernah ke lebih banyak tempat di Indonesia daripada aku ya?” Hahahaha 😆

  11. Belom pernah ke Medan, tapi dari cerita kayanya sering mati listrik?
    Plus lalu lintas, attitude orang2 dan kebersihan. Tapi itu memang masalah mayoritas kota di Indonesia ya.
    Kalo aku ditanya potensi yg paling menarik mungkin memang kuliner, dan pemandangan tapi diluar Medan.

  12. Mba Noni, kita suka Medan lho..kemarin kayanya sih asik – asik aja hehe
    tapi mungkin karena ga kebagian mati listrik ya, trus ga ngalamin macet karena long weekend

    bandara bagus banget sayang ga kerawat, toiletnya jorok padahal masih baru kan, ga ada yang bersihin kayanya
    dimana – mana orang ngerokok, padahal jelas – jelas ada sign dilarang merokok

    waktu aku ribut protes kata suamiku malah gini : Ini Medan Bung haha

  13. Wah sebenernya sih Non, semua daerah di indonesia tuh gak ada yang jelek. Pasti ada aja daya tariknya tapi ya balik lagi pasti potensi yang ada kurang dikembangin.
    Kalo menurut aku sih, nungguin pemerintah mah bisa tua duluan ya. Bagusnya dari orang daerahnya yang turut mempromosikan, ikut bangga dan ikut menjaga. Misalkan jangan sampe tuh bangunan tua yang cantik cantik itu habis di gusur. Masyarakat harus punya sense of belonging ke daerah dan kultur budaya nya masing masing 🙂

  14. belum pernah ke medan non.

    padahal medan masuk empat kota besar ya atau kota penting gitu di indonesia selain jakarta, surabaya dan makassar.

    salam
    /kayka

  15. AKu buta banget mengenai Medan dan Sumatera in general. Makanya I love it so much deh kalau Nonik pas share photo2 waktu pergi sana sini, di Medan dan sekitarnya, Udah tinggal jauh gini, susah deh kalau pengen kemana2 di Indo secara kalau pulkam abis waktu untuk ngunjungi saudara, and pulkam juga jarang banget.

  16. mba…itu pict nya vihara yg gk jauh dr stasiun medan bukan?? Saya pas gadis kerja di medan,tp klo mudik ke Rantauprapat. Jadi slu liat vihara itu,pas mau k stasiun tapi gk pernah mampir…hehehe. Bandara Kualanamu keren n Railink juga mantap. Tp utk kota Medan sendiri masih kurang rapih,meskipun terbilang lengkap utk urusan kuliner n belanja. Yg seru daerah wisata di luar medan itu sendiri. Bukit lawang….Hill Park di Sibolangit…Tangkahan…Sembahe…Parapat…air terjun Sipiso2… Kpan2 k Rantauprapat mba,jalan2nya. Dsana ada Air Terjun kepunyaan DL Situros. Cakep deh air terjunnya ^^

    huwaaa…jd kangen kmpung halamanku,krn stlah merit aku jd warga Bekasi.. T_T.

    • BUkan, kalau yang deket Stasiun kereta itu kan vihara gede banget. INi gereja gitu tapi kayak bentuk vihara. Letaknya di deket pasar melati. ayo pulang kampung lagi 🙂 tapi emang bener sih, Medan itu jadi kota transit aja ya hehe

  17. aku sejak pindah dari medan, belum pernah balik lagi. Entah kenapa, ga pernah jadi untuk balik lagi. Dan baca tulisan Noni, jadi kangen sama Medan. Pengen nostalgia hehe…

  18. Aku blm pernah ke Medan tp aku suka bolu meranti, pancake durian, pokonya makanannya *malah OOT* Tapi Medan lebih aman dibanding Aceh kan, Mba yg msh suka ada perang/kerusuhan entah apa istilah yg tepat.

  19. Dulu gw beberapa kali ke Medan karena ini tempat liburan paling deket dari Aceh yang bisa langsung rute pesawatnya. Apalagi habis tsunami dulu, hiburan itu kayaknya terbatas banget…bisa ke medan aja udah seneng. Itu pun transit aja sebelum ke Brastagi atau Samosir 😀 bayangan gw ini kayak kota besar seperti Jakarta dengan kemacetan dan kesemrawutannya…. kesan ini masih ada sampe sekarang setelah gw lama ngga ke sana.

  20. Bokap asli Siantar, Nyokap asli Samosir, beberapa kali ikut pulang kampung dan ke rumah sodara tapi gak pernah di ajak jalan jalan, jadi saya gak tau apa bagusnya medan kecuali gunung Pusuk Buhit di Samosir itu pun belon pernah kesana baru liat di internet tenyata ada gunung bagus di Samosir. Samosir juga gak tau mana bagusnya, dermaganya jelek, kotor mungkin karena belon ke spot yg umumnya di datengin parawisatawan kali ya.

    Paling yg bagus di Sumatera Utara ya kayanya cuma Pulau Samosir aja, sepi banyak pohon, babi dan sawah. Mungkin salah satu karena orang Medan sendiri bukan tipe orang demen jalan jalan kali ya jadi cuek sama objek wisata jadi gak bisa cerita apa apa ke orang lain makanya orang banyak gak tertarik, orang medan mah terkenal merantau kerja kayanya mba, oia Mba Noni salam kenal, blognya seru, gak sengaja nemu nih 🙂

    • Hi Ringo,

      Sayang banget ya kalau kamu belon sempet liat semuanya. Alasan tuh buat balik lagi hahaha. Dermaga si Perapat emang kotor *rata2 begitu deh dermaga di Indonesia* tapi pulau Samosirnya luar biasa cantiknya. babi emang ada dimana2 tapi jadi unik kan.
      Hmm mungkin karena orang2 di Indoensia cuek kali ya. Gak perduli soal sampah dsb 🙂 kebiasaan main buang2 aja

  21. Halo, kak. Salam kenal. saya baru baca postingan ini, dan jadi inget senasib sama Semarang ya. hehehe. Kurang populer wisatanya disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s