Dataran Merdeka – Kuala Lumpur


Dataran Merdeka adalah lapangan luas dengan tiang bendera tertinggi seAsia Tenggara (katanya). Dari beberapa kali berkunjung ke Kuala Lumpur, baru kali ini saya berkesempatan mengunjungi tempat ini. Selama ini saya lihat bangunan-bangunan di sekitar Dataran Merdeka dari taxi, monorail dan bus.

Kunjungan terakhir kemaren pas kebetulan lewat dan orang tua saya berbaik hati berhenti sebentar di pinggir lapangan. Di Dataran Merdeka ini sebenarnya ada banyak sekali bangunan-bangunan tua yang menarik tapi karena kita cuman sebentar plus sudah mau hujan, saya hanya berhenti sebentar untuk mengambil beberapa foto.

Bangunan-bangunan tua lainnya yang sebenarnya layak dikunjungi seperti Bangunan Sultan Abdul Samad, Katedral St Mary the Virgin, dan Perpustakaan Kuala Lumpur. Dataran Merdeka pada tahun 1957 adalah tempat dimana Malaysia mengumandangkan kemerdekaannya. Di tempat inilah perdana mentri yang pertama meneriakkan kata-kata “Merdeka…..Merdeka…..Merdeka” berulang-ulang kali. Tepatnya Pada tanggal 31 Agustus 1957, di tiang bendera tertinggi dihalaman depan gedung Sultan Abdul Samad Building, the “Union Jack” diturunkan dan digantikan dengan Bendera Malaysia; saat itulah Bendera Malaysia pertama kali dikibarkan.

Sultan Abdul Samad Building. Gedung ini dibangun pada tahun  1897 (A.C. Norman & R.A.J Bidwell)
Sultan Abdul Samad Building. Gedung ini dibangun pada tahun 1897 (A.C. Norman & R.A.J Bidwell)

Bangunan pertama yang saya foto adalah gedung Sultan Abdul Samad Building. Gedung ini adalah gedung paling besar pada masa kejayaannya dulu. Sampai sekarang saya juga mikirnya gedung ini besar banget dan cantik. Kontruksinya dimulai pada tahun 1894 dan selesai pada tahun 1897. Pada awalnya gedung ini dibangun sebagai  Kantor Pemerintahan Baru. Kantor Departemen Pekerjaan Umum, Kantor Survey, Bendahara, Kantor Pos dan Telegraf, dan beberapa departemen Pemerintah Federal Malaysia. Kalau dilihat dari luar,  seluruh bangunan dibangun dari batu bata merah, dan yang berwarna putih gading adalah batubata yang di plester. Di Tower bagian tengah gedung terdapat jam yang pertama kali berbunyi pada saat parade perayaan ulang tahun Ratu Victoria di tahun 1897. Gedung ini bagus banget, gak heran sore-sore banyak banget wisatawan dan warga lokal berfoto dan beraktifitas di lapangan hijau persis didepan gedung sambil duduk-duduk menikmati keindahan gedung tua ini.

Old Railway
Old Railway

Gedung kedua yang saya foto adalah Old Railway yang dibangun pada tahun 1904 (AB. Hubback). Sebenarnya gedung tua yang masih beroperasi sebagai kantor KTM alias kantor kereta api ini tidak persis di Dataran Merdeka. Kita mesti jalan sedikit sekitar 10 menit ke arah selatan menuju Jl. Sultan Nishamuddin. Di depan gedung Old Railway juga ada gedung lain yang masih dipergunakan. Trus disebelah gedung ada hotel tua yang masih kece banget bernama hotel Majestic. Hotel ini beneran kece dan hua….kapan ya saya punya rejeki buat nginep disini. Sumpah pengen banget. Kata ddy (bapak saya) biasanya banyak pernikahan diadakan di hotel Majestic dan terutama makanannya enak.

Hotel Majestic, foto diambil dari website mereka http://www.majestickl.com/?utm_source=affilired
Hotel Majestic, foto diambil dari website mereka http://www.majestickl.com/?utm_source=affilired

Selain 2 gedung ini masih banyak lagi gedung tua lainnya tapi sayang saya tidak sempat mengambil foto 🙂 alasan untuk kembali lagi ke Dataran Merdeka sekali lagi. Untuk menuju ke daerah ini sebenarnya gak terlalu susah. Dari Pasar Seni bisa berjalan kaki sekitar 15 menit aja. Kalau masih bingung juga coba cek rute bis atau pesan taxi aja.

Enjoy

Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Old Railway
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
City Theatre (Panggung Bandaraya)
City Theatre (Panggung Bandaraya)

IMG_1453

City Theatre (Panggung Bandaraya)
City Theatre (Panggung Bandaraya)
Sultan Abdul Samad Building
Sultan Abdul Samad Building
Advertisements

73 comments

  1. Sebelom pindah, mau maen ke sana ah.. Rugi kali rasanya tinggal di Medan tapi ngga maen ke Malaysia. Secara dekat en tiketnya murah. Wkwkwk.. 😛

    Sempet makan di Hotel Majestic ngga, Mbak?

  2. kangen ke malay liat photo2 diatas wakakaka… *sayang di malay ga ada temen yang bisa di tebengin* ga tau diri banget yah g ^^

  3. Ihhhh cantik, putrinya pak Mahathir Muhammad juga punya organisasi/ lsm (lupa yg mana jenis perkumpulannya) yg ngurusin pelestarian dan perlindungan bangunan kuno di Malaysia tp entah apa si mbak masih menjabat atau tidak.

      • Saya pernah baca di majalah wanita dah lama sekali mbak liputannya ttg putri pak Mahathir. dulu semasa saya kecil th 80-90an rumah2 besar kuno bangunan belanda dekat deretan jembatan merah kan banyak ya, dah lama sekali gak ke surabaya, apakabar ya bangunan2 itu?

    • Terakhir ninggalin Surabaya 2012 lalu bangunan2 tua disekitar jembatan merah masih lumayanlah walo banyak yg gak dirawat. Sama kayak di Medan, bangunan tuanya banyak yang dihancurin huhu

      • Nimbrung, masih ada sampai sekarang bangunannya. Walaupun sudah tua, masih lebih terawat jika dibandingkan dengan bangunan2 yang di Medan. Bahkan ada tour gratis dari Sampoerna memakai bis untuk mengunjungi bangunan2 itu. Disediakan tour guide juga bilingual

      • Oh sekarang udah bilingual ya, Den hehe. Pas awal2 tour itu masih bahasa Indonesia doang. Keren deh si Sampoerna ini. Salah satu museum favorite aku di Indonesia.

      • Keren emang House of Sampoerna ini. Iya, suamiku sampai 2 kali ikutan tour Sampoerna ini. Dia sih emang selalu tergila-gila dengan yang namanya sejarah, sementara aku selalu mengantuk kalau bicara tentang sejarah. Itu kenapa pelajaran sejarahku selalu jelek nilainya hahaha karena selalu keluar ke kantin ga ikut pelajaran

      • Itu salah satu kesalahan kita ya Den, males belajar sejarah haha.
        Ada satu temen si Matt yang fasih banget soal sejarah Indonesia. Kalau aku bingung pasti kita nyari dia untuk ditanyain. Lucu aja secara dia orang Inggris.

      • Hahaha, kadang malu kan Non kalau mereka lebih tau tentang Indonesia dibanding kita2 ini. Itu yang aku alami. Suamiku lebih tau sejarah Indonesia, bahkan kayaknya aku ga pernah tau sebelumnya di buku2 sejarah. Malunya lagi, dia lebih tau banyak sejarah Islam dibandingkan aku. Rasanya pengen menghilang ke atap aja kalau dia sudah bicara sejarah Indonesia secara detail hihihi, malu

      • Toss, terjadi di aku juga. Matt baru belajar islam sekitar 2 taon lalu. Dia lebih hapal semua cerita nabi2 dll dibandingkan aku. Bah……sama sekali gak bangga haha. Aku sering bilang “bentar2 aku google” fiuhhhhh

  4. Bagus-bagus mbaa fotonya.. Aku baru sekali ke Dataran Merdeka KL ini, waktu jaman SMP hehehe. Rencananya bulan depan mau ke KL trus mau ke sana lagi buat foto2. 🙂

  5. Cakep-cakep gedungnya…

    Pernah ke Malaysia cuman transit doang, sebelum ke Jakarta dan balik Jerman hehe

    Tiang benderanya mana ya…?? Apa mata saya harus dicek lagi ..?? 😀

  6. Mbak…Numpang share info dikit. Kalau mau kesini, pakai Putra LRT (line kelana jaya-gombak, yg melewati KL Sentral) atau Star LRT (Line Ampang – Bukit Jalil, yang melewati Bandar Tasik Selatan/Terminal Bus Sepadu) dan turunnya di Mesjid Jamek. Nyusuri jalannya lebih enak dan bakalan nemu bangunan-bangunan kuno yang bagus disekitar sana dan ketemu Masjid India yg bangunannya juga ok (dan lebih dekat ke Dataran Merdeka) 😊

      • Mesjid India di depan Mesjid Jamek mbak. Dulunya juga aku mikir mesjid India sama dengan Mesjid Jamek. Masih di area Pudu dan pasar seni, kata teman-teman khutbah Jumatnya pakai bahasa India (ga tau deh apa sy di bohongin ama teman2 yg usil ini 🙈)

      • Little India di daerah KL Sentral, disini jarang bilangnya little India. Bilangnya ya Masjid Jamek dan tempat belanja kain2 murah, ke Mydin dan makan Ikan bakar enak. Utk area pasar seni dan Masjid Jamek terkenalnya China Town 😊 Di daerah sana banyak banget bangunan tua dan bangunannya masih terawat (ga terawat juga ada seh tapi masih bersih). Kalau lumayan rajin jalan, disusurin dan cari lorong2 kecil bakalan nyampe ke Bukit Bintang.

      • Beberapa bulan lalu kita pernah jalan kaki atau naik bis GO KL yang gretongan itu dengan Matt, seru sih kalau gak panas. Kalau cuaca lagi panas, duh…langsung males.

        Paling seneng ke daerah Mesjid Jamek, seru banget ya hehe. Ahh jadi pengen belanja kain 🙂

      • Bener banget mbak, untung aja skrg Malaysia lagi adem udaranya tapi tetap harus bawa payung. Suka hujan tiba-tiba.

        Kalau pun lewat jalan kecil2 gitu lumayan seram (ga tau skrg) krn melewati hutan dan jalannya agak sepi (memang bukan buat pejalan kaki tapi kita gatal aja pengen lewatin).

        Emang seru belanja disana, kalau belanja borongan baju,tas,dkk untuk jualan bisa disamperin Cempaka&Kenanga Wholesale (Hangtuah station utk monorail dan Star LRT) *loh…koq malah nawarin jualan 🙈

      • huaa belon pernah ke Cempaka dan Kenanga itu haha. Soalnya seingat aku beberapa tahun lalu yang jualan disana kan kebanyakan barang2 dari India gitu kan ya, cuman 2-3 terakhir ini tiap kali kesana koq dagangannya jadi lebih banyak baju2 muslim gitu? bener gak Ince? atau mba yang salah masuk

      • Kalau Cempaka itukan yang ruko-ruko kecil di luar Kenanga. Barangnya macam2 mbak tapi kalau mau beli harus borongan krn dia emang untuk nyetok barang toko2 atau butik kecil2. Ada tas, tank-top, underwear, boxer, baju2 tidur, sepatu, tas, baju2,dkk. Mostly yg ditoko2 bukit bintang dan time square ngambil barangnya disana.

        Kalau Kenanga, bisa beli minimal 3 or lebih (tergantung barang dan toko) dapat harga borongan. Jualannya udah variatif juga mbak, baju ala2 korea juga udah mulai banyak 😁 Tank-top rejected H&M kadang suka ada dan selalunya beli Syal murah meriah disana (RM3-5) selain di Masjid Jamek. Memang seh 3 thn lalu masih belum banyak jualan di kenanga, skrg udah hampir penuh semua.

      • Murah mbak, aku juga penggila syal dan tiap kesana harus pasang niat yang lurus + tekad kuat untuk ga nambah lagi. Eh tapi ada aja gitu yg dibeli walaupun cuma 1-2, pastinya krn murah dan lucu. Kalau mahal (diatas RM5), niatku pasti bisa lurus kembali 😁

      • Hehehe, kapan2 boleh dicoba belanja disana. Kosongin waktu 1 hari biar puas cuci mata dan pilih2nya. Tapi tetap untuk urusan belanja (tempat dan model) tergantung selera dan cocok2an juga.

      • Aku malah jarang nemu baju India disana mbak, dulunya kesana nemanin sepupu nyari boxer dan teman beli barang2 utk tokonya. Kalau Baju Muslim nemu tapi tetap masih banyak jualan yg lain2nya.

      • Iyaaa mbak, mgkn jg krn Penang memang banyak mamaknya. Di Malaka juga ada dan lebih seru dr KL tapi China townnya lebih ditonjolkan. Dibagi2 kayaknya mbak objek wisata utamanya.

      • Mamak biasanya untuk India yg Islamnya (istilah orang Malaysia) dan banyak yg dr Penang. Memang India or Mamak di Penang lumayan rame banding wilayah Malaysia lainnya.

  7. Ini tempat yang ada alun2 luas itu kah? kalau iya, aku pas kesini naih bis Hop and Hop (aduh lupa nama bisanya yang bisa keliling kota). Berhentinya cuman sebentar, jadi ga bisa foto-foto gedung sekitar, cuman narsis ditengah lapangan hahaha

  8. Ternyata malaysia tidak hanya terkenal dengan menara petronasnya, melainkan juga bangunan peninggalan budaya seperti di beberapa foto diatas. Tapi kenapa ya jujur saya tidak pernah simpati dengan negara ini.. hhmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s