image Sepotong Africa Di Baluran National Park


Baluran National Park

Taman Nasional Baluran Indonesia
Taman Nasional Baluran Indonesia

Pantat panas, mata perih dan tulang serasa remuk-remuk setelah di hajar kurang lebih 10 jam duduk di bangku bis ekonomi jurusan Surabaya – Probolinggo dan Probolinggo arah Banyuwangi melalui Situbondo terbayar sudah dengan pemandangan savanna dan hijaunya Gunung Baluran pukul 07.00 pagi.

Sepanjang jalan menuju Penginapan Bengkol, kami masih duduk di mobil sambil terantuk-antuk karena jalanan beraspal rusak, tetapi kali ini lebih berasa menyenangkan karena hanya 12 KM lagi akan menemui Savana. Sepanjang jalan mata serasa di manjakan oleh musang yang tiba-tiba berlari menyebrangi jalanan, ayam hutan yang berkokok di pinggir jalan, beberapa hewan kecil seperti tupai yang berlari-lari menerobos masuk ke dalam semak-semak.
Baluran adalah taman nasional yang memiliki Savana terluas di pulau Jawa. Taman nasional dengan luas sekitar 25.000 hektare ini terdiri dari 444 jenis tanaman, 26 jenis binatang mamalia dan 176 jenis burung. Banyak yang mengatakan kalau Savana di Baluran mirip dengan Savana yang ada di Africa. Well….karena gak pernah juga melihat Savana di Africa, menurut saya savanna di Baluran cukuplah menyenangkan.

Primadona di taman nasional Baluran adalah Banteng Jawa , iyaaa….banteng yang jadi maskotnya PDI itu loh….tapi gak pake mata merah hehehe. sayangnya 2 hari disana kami tidak melihat banteng sama sekali. Menurut pak Hendrik ( salah satu petugas di Baluran), banteng adalah hewan yang sangat sensitive, sehingga untuk menemukannya mungkin butuh waktu yang lebih panjang dan keberuntungan.

Banteng juga hewan yang sangat pembersih, kalau hewan-hewan lain cuek minum dan berkubang di kubangan Lumpur, banteng gak bakalan mau. Kerbau akan langsung mandi-mandi Lumpur begitu ketemu kubangan, banteng ogahhhhhhhhh……….pokoknya dia pembersih, jadi susah banget untuk ketemu banteng, kalau gak pagiiiiiiiiiiiiiiii banget pas binatang-binatang lain belon kumpul-kumpul di kubangan, mungkin sekitar jam 07.00 malam atau di tengah-tengah hutan kali ya untuk ketemu mereka hihihi.
Setelah sampai di Bengkol, matahari pagi masih menyinari Savana, warna savanna yang mulai kecoklatan menjadi hangat dan menyenangkan. Beberapa pengunjung berkumpul di pinggiran savanna untuk memotret monyet dan beberapa binatang lainnya. Saya masih belon melihat binatang lain selain monyet abu- abu berbuntut panjang dan 2 homo sapiens berwajah lucu di pinggir jalan, dan diteriak-teriakin Jo dengan noraknya dari balik kaca mobil.
Di Bengkol ada penginapan yang di di kelola oleh petugas perhutani, kamarnya lumayan bersih dan ditutupi jarring-jaring kawat untuk menghindari monyet-monyet nakal. Saya menempati kamar di lantai 2, dari kamar ini, kita bisa melihat jalanan masuk dan monyet-monyet yang berkeliaran bebas di halaman penginapan.

Konyolnya sewaktu kita akan berangkat dari Surabaya, seorang temen yang kebetulan datang lebih dulu, memberi info tidak ada makanan di Baluran. Beuh….kita langsung paniki, beli pop mie dan segala tetek bengek makanan lainnya, padahal yaaaaaaa……di bengkol walaupun seadanya tapi tetap aja ada yang jualan pop mie, biscuit atau minuman, Cuman kalau mau makan nasi kita mesti pesan dengan petugas atau jalan 3 km ke arah pantai. Intinya gak mungkinlah kelaparan dan berat- berat bawa ransom dari kota.
Setelah pesan makanan, tukar baju dan cuci muka, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pantai Bama. Dari Bengkol ke Bama sekitar 3 km berjalan kaki melalui aspal rusak. Kiri kanan savanna luas membentang dengan background gunung Baluran, gunung welirang dan Ijen. Punggung gunung yang pagi tadi masih berselimut kabut perlahan mulai kelihatan dengan semangkin tingginya matahari.

Ditemani pak Kasman kami menuju pantai Bama. Sepanjang jalan kami bertemu sekelompok burung merak betina dan jantan. Oya….saya baru tau kalo merak itu bisa terbang loh, dan mereka biasa tidur di atas pohon. Merak yang berbulu bagus adalah merak jantan, ekornya yang merekah lebar cantik itu biasanya di pertunjukkan ketika musim kawin untuk menarik perhatian merak betina, sedangakan merak betina berbulu coklat tidak menarik .
Beberapa jenis burung elang, burung-burung kecil yang saya tidak tahu jenisnya, beberapa jenis kupu-kupu. Sekedar info….di awal musim penghujan ada satu titik di Savana yang di penuhi oleh kupu-kupu, sangking penuhnya kupu-kupu bahkan jalanan akan tertutup oleh sayap-sayap mereka. Ada juga ular, biasanya ular di Baluran adalah jenis Kobra atau Phyton, lucky us…….kita gak ketemu ular hehehe.
Setelah 3 km berjalan, akhirnya kami menemukan pantai. Pantai Bama namanya. Monyet di pantai ini lebih nakal. Mereka suka mencuri dan menggangu. Pengen di bakar juga itu monyet hahaha. Di pantai ini ada warung kecil yang menjual mie goreng atau mie rebus, dan ketika siang menjelang di tambah dengan nasi plus tempe dan tahu goreng. Setelah sarapan, kita melanjutkan kegiatan dengan sport water. Kano, snorkeling atau diving bisa menjadi pilihan .

Saya hanya mencoba untuk kanoing…..cukup menarik dan meluluhlantakkan lengan hihihi. Padahal cuman kanoing sekitar 15-20 menit mungkin. Di pantai Bama ini terdapat terumbu karang, yang sayangnya sebagian rusak karena di terjang arus deras. Karena pantai ini terletak di bagian utara, gelombang tidaklah kuat, tetapi arus di bawah laut cukup keras karena bentuknya yang berupa selat. Sedikit ke tengah kita bisa menemukan palung dengan kedalaman lebih dari 1000 M. menurut mas Fajar yang menemani kita, di dalam lautan Bama ada beberapa Paus yang biasanya muncul menurut pergerakan bulan. Hmmmmmm ketemu paus pas Kano??? Lucuuuuuuuuuuuuuuu kali ya .

Di sekitar pantai juga bisa ditemui hutan mangrove yang cukup bagus dan bersih, tidak seperti kebanyakan hutan mangrove yang akar-akarnya kayak jari setan-setan, akar-akar mangrove di sini bersih dan tidak berbau amis. Sayangnya tidak banyak binatang yang kesangkut di pantai atau di mangrove.

Ketika kita kembali dari Bama menuju Bengkol dengan jalur yang berbeda dengan keberangkatan, kali ini melalui hutan, kita menemukan pantai kecil yang sepi. Sumpahhhhhhh ini hidden beach banget. Gak ada manusia sama sekali, batu-batu besar berwarna hitam di bibir pantai, dan pasir kecoklatan yang terasa lembut ketika beradu dengan kaki, pantai dengan ombak tenang berwarna kebiru-biruan. Cocok untuk melarikan diri dari keriuhan dan monyet-monyet pencuri kaca mata dan yang paling penting air laut terasa pas dinginnya di kulit saya dan tidak panas .

Di dalam hutan ada aliran sungai yang hanya akan terisi air ketika musim penghujan saja, karena kita datang sudah di musim panas, sungai kering kerontang dengan batu-batu hitam yang menonjol di sana sini. Biasanya ada banyak binatang di sungai itu, tetapi ketika musim panas, petugas harus kerja keras mengisi bak-bak air buatan di sekitar savanna, malahan kalau musim panas semangkin menggila, petugas seringkali menemukan anak-anak rusa atau binatang kecil lainnya yang kehausan keliling hutan sambil terseok-seok…..ihhhhhhh sedihnya ya…..

Kadang-kadang sangking keringnya hutan bisa dengan gampangnya terbakar. Kita menemukan jalur mobil pemadam kebakarang hutan, gak kebayang menjinnakan api di hutan seluas dan sekering ini.

Sebenarnya ya….yang namanya hutan seharusnya kita emang harus waspada, karena bisa aja binatang disana sini, ularlah, kalajengking atau apalah, tapi dasar bebal begitu ketemu spot tempat yang kering, kita langsung jatuh guling-gulingan sambil tidur-tiduran hampir 30 menit. Baru sadar waktu malam-malam jalan kaki nongkrongin rusa dan pak hendry bilang dia baru ketemu beberapa ekor kobra…..

Untuk melihat ¾ dari luas hutan Baluran, sebenarnya kita bisa menaiki gardu pandang, tetapi kita memilih untuk melihat binatang dan sunset di savanna sore-sore. Dari kejauhan sekumpulan rusa jantan dan betina mengelilingi kubangan air. Kita jalan pelan-pelan sambil mengumpat-umpat karena kaki dihajar duri akasia mendekati sekumpulan rusa-rusa. Beberapa rusa bersuara-suara dengan kuping tegak. Tips untuk mendekati mereka, ketika mereka ingin lari, kita diam lalu kedua tangan di letakakan di kuping dan di gerak-gerakkan, lalu ketika mereka tenang, kita kembali berjalan untuk mendekati.

Sore itu kami cukup beruntung berada dekat dengan rusa-rusa itu sampai matahari terbenm di balik gunung Baluran.

Gunung Baluran sendiri adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi, jadi sebenarnya kita bisa mendakinya, tapi…jangan ajak saya mendaki heheehe. Tinggi gunung Baluran sekitar 1240 diatas permukaan laut dan sebaiknya ketika mendaki ditemani oleh petugas. Waktu terbaik untuk mendaki sekitar april – oktober ketika musim panas datang.
Menjelang malam udara terasa lebih dingin, tepatnya angin lebih dingin. Menurut petugas bulan depan udara dingin akan di gantikan dengan rasa panas yang amat sangat dan perlahan savanna akan berubah menjadi kuning kecoklatan, saat itulah Baluran dikatakan mirip seperti Africa. Hmmmmm bagaimana kalau kita buktikan di bulan September atau October nanti ???.

Ribuan bintang atau mungkin milyaran bintang malam itu menemani kami safari night dengan ditemani pak Hendry. Angin dingin sesekali membuat seorang temen terkentut-kentut. Dari kejauhan suara rusa jantan terdengar seperti suara kerbau. Kami menyusuri jalan menuju savanna dengan satu senter besar dan 2 senter abal-abal yang sinarnya gak nyampe kemana-mana hahahaha. di satu titik pak hendry menyorotkan senternya ke arah kubangan dan ada ratusan manik mata memangdang kea rah kami. Mata-mata rusa yang merasa terganggu. Karena kita hanya menggunakan sandal jepit, pak Hendry tidak memperbolehkan kita masuk kea real savanna, dikhawatirkan keinjek kobra. Padahal sore tadi kami pecicilan lari-lari di savanna dengan bertelanjang kaki.

Malam itu kami tutup dengan tidur bertiga, saya, ellen dan Jo dengna ketakutan. Tempat tinggal kami ada hantunya. Katanya wanita cantik yang menjadi penunggu penginapan suka iseng nyelinap tidur bareng. Beuhhhhhh…………gak usahhhhhhh aja ya hehehe.

Dan bener aja begitu lampu mati jam 11, kami berusaha tidur dan saya tau persis si hantu itu emang datang malam harinya. Sial !!!!.

Kenapa dinamakan Bengkol ?

Karena dulunya ada banyak tanaman Bengkol di daerah Baluran. Tanaman ini cukup rindang tapi gak begitu banyak lagi sih. Kita ketemu di halaman penginapan. Daunnya kecil-kecil tapi rindang.

Biaya – biaya di Baluran

Hotel di hitung perkepala @ Rp 35.000

Makan @ Rp 15.000 ( ada pilihan sih,tapi kita pilih yang paling mahal aja hihihi )

Teh manis Rp 2.000

Biaya guide Rp 100.000 ( kalau lebih dari 3 jam )

Mobil dari pintu masuk baluran ke wisma Bengkol Rp 100.000 ( ada pilihan ojek )

Bis Surabaya – Probolinggo kelas ekonomi Rp 12.000

Bis Probolingo – Banyuwangi lewat Situbondo kelas ekonomi Rp 29.000

Kanoing Rp 25.000 ( 1 jam )

Snorkeling Rp 30.000

Kapal glass bottom Rp 350.000

Cukup murah ya……..dan lumayan menyenangkan. Yang perih cuman naik bis kelas ekonomi itu dengan jok tempat duduk sekeras papan penggilesan dan sempit bukan kepalang. Untung kita naiknya malam hari, kalau sampai siang-siang bolong yang ada kita meleleh kepanasan. Jarak dari Surabaya ke Baluran sekitar 255 km, jadi kebayang dong pantat dan kaki saya remek-remek di bis bukan karena trekking.

Contact person :

Pak Tri : 087857208515

Pak Joko : 081399082458

Getting There

Untuk yang bukan bermukim di Surabaya bisa naik bis dari Banyuwangi ke Baluran (batangan ), sendangkan dari Surabaya bisa langsung naik mobil kea rah Baluran ( Batangan ) sekitar 5 jam atau naik bis dengan jurusan Surabaya – Probolinggo dan dilanjutkan Probolinggo – banyuwangi ( arah Situbondo ). Selanjutnya dari pintu masuk nanti bisa naik ojek atau mobil. Sebaiknya hubungi petugas untuk penjemputan. Kalau jalan kaki bisa aja sih 12 KM hehehe.

TIPS Survive di Baluran ( how to enjoy Baluran )
Cieeeeeee…..kayak yang gimana aja hehehehe. Waktu terbaik untuk main ke baluran adalah di musim panas, karena ke baluran kan spot terbaiknya untuk melihat Savanna. Bulan april – October adalah bulan-bulan yang memiliki panas yang lumayan tinggi.

Karena namanya hutan, so….tetap aja bawa ransom entah roti, biscuit atau makanan lainnya. Yang tersedia disini terbatas sekali. Untuk obat-obatan sebaiknya bawa sendiri dari rumah, karena gak lucu banget tengah malam diare dan kita gak bisa keluar hutan untuk cari apotik.

Bawa sepatu khusus untuk trekking jenis boots kalau mau kelayapan malam-malam masuk savanna, ini di perlukan untuk menghidari gigitan ular. Batas gigitan ular sebatas mata kaki. Sandal gunung juga bisa di pergunakan kalau hanya sekedar ingin trekking melalui jalanna beraspal.

Listrik hanya tersedia pukul 05.00 PM – 11 PM, so buat yang bawa kamera atau apapun, perhatikan jam-jam ini untuk bisa mengisi ulang baterai gadget . ehhhhh iya karena ada hantu dan serem banget kalau malam-malam, usahakan ke kamar mandi sebelum lampu mati dan gelap gulita. Asliiiiiiiiiiiiiiiii gelap banget loh dan kamar mandi hanya ada di luar. Lampu nyala aja saya takut sendirian ke kamar mandi apalagi mati lampu.

Manis-manis dengan petugas, malam itu hampir aja kita naik ATV dengan pak Hendry, tapi karena kebanyakan orang jadi gak bisa deh hikss…..

Trus pak Hendry ini baik banget loh, dia ngajak kesana sini dan liatin ini itu termasuk babi hutan yang terperangkap di halaman belakangn penginapan.

Selebihnya yahhhhhh siapin stamina aja. Gak terlalu berat sih medannya, tapi kalau pergi-pergi gak sehat gak enak juga kan ??

Enjoy Baluran


Salam Banteng ( cups )

Advertisements

One comment

  1. […] Katanya di Jawa Timur ada taman nasional yang kalau musim kemarau mirip Savana di Afrika. Katanya loh. Saya tentu penasaran apalagi pada tahun 2011 itu masih tinggal di Surabaya, tentu kesempatan ini harus dimanfaatkan. Jadilah kita berencana pergi ke taman nasional Baluran hari Jumat malam. Yang mana dikarenakan salah informasi dan terlalu santai kita ketinggalan bis eksekutif. Pilihan nya hanya bis ekonomi. Tentu saja kita tetap berangkat dan baca aja pengalaman pantat kami abis-abisan dihajar bangku bis yang keras itu. Cerita mengenai sepotong Africa di Baluran bisa dibaca di link ini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s