Halal Dan Haram


HALAL or HARAM

Sebagai seorang muslim tantangan terberat ketika bepergian buat saya adalah ninggalin shalat dan makan di restoran tanpa sertifikat HALAL MUI. Ini sudah terjadi berkali-kali. Kalau masih di Indonesia masih gampanglah, tinggal nyari rumah makan padang beres urusan perut. Rumah makan padang juga penyelamat dunia akhirat banget deh hahaha, abis ada dimana-mana dan gampang pula nyarinya plus enak.

Tahun 2000 pertama kalinya saya keluar pulau Sumatra tanpa orang tua. Berdua dengan temen saya Jenny keliling Jawa Bali. Jenny punya pantangan makan daging sapi dan saya tidak punya pantangan sih ( pantangan pribadi hahaha ) tapi punya Rambu-rambu gak boleh makan ini dan itu. Di Jawa masih gampang, saya bisa makan di manapun dan sertifikat halal juga ada dimana-mana. Lolos pulau Jawa, saya masuk Bali. Hari-hari pertama masih ok, sampai akhirnya saya ikut tour ke Lovina Beach.

Sewaktu lunch saya berdua dengan Jenny lupa dengan pantangan-pantangan kami. Factor lapar dan buru-buru membuat kami memasukkan semua makanan ke dalam piring. Anehnya yang menyelamatkan saya ( ok…..kata menyelamatkan bener gak ya hahaha ) seorang bule yang bertanya “ saya muslim gak sih ??, karena makanan yang ada di piring saya salah satunya adalah babi “. Ok…walo akhrinya piring saya berpindah tangan ke dia dan akhirnya saya hanya bisa makan roti huhuhuhu

Sebenarnya sih kalau pergi-pergi tanpa orang tua saya yang di medan atau adek saya Loni, saya bisa bebas makan apapun at least saya bisa tetap makan di resto yang menyajikan B2, karena menurut saya nih, gpp karena susah kan nemu restoran yang bener-bener halal. so selama gak makan yang dilarang itu, gpplah. sekali lagi ini menurut saya lohhh

Berdua dengan nyokap saya di Bangkok. Tau sendiri kalau udah di luar negri susah banget nyari resto dgn sertifikat halal atau jangan-jangan gak ada. Saya sih males repot ya….pokoknya masuk ke restoran dan pilih nasi goreng atau menu lainnya yang bukan babi untuk saya udah baik-baik aja, tapi untuk nyokap….hmmmm lebih baik dia makan biscuit tiap hari. Hari- hari pertama kami di Bangkok, tiap hari saya nyambangin kedai KEBAB karena nyokap gak mau makanan lain. Akhirnya saya iseng ngomong ke nyokap kalo sapi yang dipakai untuk kebab jangan – jangan gak disembelih tapi di puntir kepalanya ampe putus dan muntirnya gak baca doa hahahaha. Nyokap langsung hanya makan mie vegetarian hihihi. Kasian diaaa……ehhhhh kasian saya juga karena harus makan makanan yang sama.

Suatu hari ayah saya ngajak makan bebek peking. Rasanya saya masih SMP or SMA kali ya, lupa2 inget juga. Sebenarnya sih ini gak halal or haram sih, karena bebek kan halal ya hehehe. semangkin mendekati restoran bebek, si ayah tiba-tiba cerita kalo masak bebek peking ini, kepala si bebek dipukulin di dalam karung sampe modyarrrrr…..astaga walo saya gak suka liat bebek karena sering buang kotoran sembarangan, koq yahhh saya gak tega makannya huhuhu. Sejak itu saya mengharamkan bebek peking dalam daftar makanan saya. gak tega plus nyeri hati saya bayangin bebeknya dipukulin .

4 orang temen deket saya bisa dan suka sekali makan babi, nah suatu hari setelah kita jalan-jalan dan saya kelaparan bukan main kita berhenti di suatu restoran yang menyajikan mie. Sepertinya sih enak karena rame banget. Saya dan yang laennya order menu yang sama , kita order mie dengan daging ayam ( mereka punya menu mie dengan daging-daging yang laen ). Sewaktu makanan datang saya hampir memasukkan ke dalam mulut ketika seorang temen menjerit histeris kalo daging yang hampir masuk itu adalah B2, indikasinya warnanya beda. Si waiters langsung dong ditanyain dan dia emang salah hahaha, sewaktu mau diganti temen saya yang 4 orang itu segera memegangi mangkuk mienya erat-erat ( padahal panas ) karena gak rela harus diganti dengan ayam. Dasar !!

Seisi rumah saya suka sekali makan kepiting. Pernah nih sewaktu saya masih kecil, bokap pulang dari masang apalah di dalam laut gitu ( bukan dia yang masang, tapi dia ikutan ke laut hahaha ), pulang-pulang dia bawa satu karung kepiting dan kepitingnya masih hidup, karena masih hidup begitu di buka ( yang buka adek saya, namanya juga anak kecil ), ehhhh kepitingnya jalan-jalan kemana-mana, seru sekali karena malam itu kita gak makan kepiting tapi berburu getokin kepiting sampe mati. Buat saya berburu kepiting di rumah sampe mati itu seru sekali dan membuat saya lebihhhhhh cinta kepiting, sampe akhirnya sepupu saya ngomong kalo “ kepiting haram neng !!”.

Seisi rumah berhenti makan kepiting tapi berhubung saya jauhhhh dari rumah saya tetap makan kepiting hauhahaha *anyway….kepiting halal koq*.

Saya cuman agak mengharamkan kepiting karena kolestrol tinggi dan harganya emang bikin kantong saya berdarah seketika huhiihi.

Konyol ketika berdua dengan Mr. L di Hanoi. Siang hari ketika panas menggigit, kita berdua jalan di trotoar, masih jam 11 siang, dan jam 10 siang kita baru keluar dari restoran. Entah kenapa yaa kalo lagi jalan-jalna gitu bawaannya laper melulu. Di Hanoi banyak sekali warung-warung kecil yang menjajakan makanan mulai dari nasi sampai pho. Salah satu warung pho yang membuat kita ngiler ada di pojokan jalan. Selain pho dia juga menyajikan gorengan-gorengan yang menggoda perut plus iman hehe, karena saya yakin banget gorengan berwarna sedikit hitam itu gak halal. Mr. L dengan ngototnya tetap pesan gorengan itu “ halal or gak halal aku harus makan itu”. Saya sih gak makan, tapi waktu dia makan saya tetap pengen tau ( gak nyicipin jg sih, tuhhh kan saya anak manis sebenarnya ) dan katanya gak seenak yang di bayangkan huhahaha.

Perkara halal or haram sih kalau saya yaaa……selama saya gak makan dagingnya ( either babi or anjing or yang laen ), menurut saya sih gpplah ya hehehe, tapiiii memang sebaiknya dihindari. Kalau bisa yah carilah rumah makan yang memang menyajikan masakan – masakan halal J, ini khusus untuk yang beragama sama seperti saya. hanya masalahnya saya ini kan males repot ya, jadi yahhhh gitu deh. Untuk yang ini jangan mencontoh saya . KFC dan MC’D bisa diibaratkan rumah makan padang begitu kita jalan-jalan pake paspor .

Sebenarnya sih soal makanan ini sedikit menggelitik naluri bisnis saya, coba aja saya banyak duit pasti saya akan buat restoran HALAL di tempat-tempat wisata di luar sono, pasti rame kan ???

note :
mau tau lebih banyak soal makanan halal n haram klik disini

 

3 comments

  1. Makanan haram antara lain: darah, babi, bangkai, dan hewan yang dibunuh tidak dengan menyebut nama Allah (dan tidak disembelih sesuai syari’at) itu sudah menjadi makanan haram. (Wallahualam)
    Ibarat di Bali, ayam betutu, ayamnya tidak disembelih sengan cara Islam dan tanpa menyebut nama Allah, sebaiknya kita hindari. Tapi apabila kita tidak benar-benar tau proses penyembelihannya dan meyakini bahwa itu memang halal dan prosesnya sesuai syariat, Insha Allah halal. (Wallahualam)
    Yang penting setiap makan jangan sampai lupa berdoa ya sis 🙂

  2. Setahuku kepiting atau bebek itu haram karena hewan yg hidup di 2 tempat (darat dan air) itu haram untuk dikonsumsi. Dibuku fiqih banyak yg bahas soal itu.
    Plus gak semua KFC dan McDonald itu halal karena KFC yg ada dibandara Hong Kong itu gak ada sertifikat halalnya dikarenakan mereka juga menjual makanan lain yang sesuai dengan selera konsumen Hong Kong

  3. untuk masalah kepiting setau saya itu tidak haram. karena kepiting hidup di air buakan dua alam. karena mereka nyipen cadangan air di tubuhnya. kalo cadangan air itu habis ya mati si kepitingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s