untuk sahabat perempuan saya…nice to reads


Screen Shot 2018-01-15 at 6.59.19 PM

Buat semua sahabat perempuan saya…
[saya lebih suka menyebutnya perempuan daripada wanita]
love u gals….

Sahabat Wanita
(Ida Arimurti)

Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah
mengunjungi ibunya di Bukit Timah. Mereka duduk di sebuah sofa dan
menikmati segelas air teh dingin.

Ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan,
pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban, sang ibu
dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan
menatap wajah anak perempuannya.

“Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu.” nasihatnya, sambil
mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya.

“Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika
usiamu makin tua. Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu,
seberapa banyak anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus
memiliki sahabat wanita. Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka,
melakukan hal bersama-sama dengan mereka. Dan ingat bahwa mereka
bukan hanya sekedar sahabat wanitamu, tetapi mereka akan menjadi
saudara, anak dan yang lainnya. Kau akan membutuhkan sosok wanita
yang lain. Wanita selalu begitu.”

“Sungguh nasihat yang aneh,” pikir si wanita muda. “Bukankah aku baru
saja menikah? Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-
pasangan muda? Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa,
bukan anak perempuan kecil yang memerlukan teman main perempuan
lainnya! Tentu saja keluarga yang akan kami bina dapat membuat hidup
saya lebih berarti.”

Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya; ia terus berhubungan dengan
sahabat-sahabat wanitanya dan bertemu dengan semakin banyak sahabat
setiap tahun. Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan
betapa benar nasihat yang diberikan ibunya. Ketika waktu dan keadaan
mengubah keberadaan mereka sebagai wanita dengan segala misterinya,
sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya. Setelah
hidup selama 50 tahun dalam dunia ini, inilah fakta-fakta yang saya
dapatkan dari memiliki sahabat wanita:

Sahabat wanita membawakan kau kari ayam dan menggosok kamar mandimu
ketika kau membutuhkan pertolongan.

Sahabat wanita akan menjaga anak-anak dan rahasiamu.

Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
Kadang-kadang kau menerimanya, kadang-kadang tidak.

Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar,
tetapi mereka biasanya bersikap jujur.

Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan
pendapat.

Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu, dan lelucon kosong
sama sekali tidak diperlukan hanya untuk sebuah tawa.

Sahabat wanita akan menarikmu dari kesulitan.

Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang
buruk.

Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru,
membantu mengepak barang dan pindah.

Sahabat wanita akan membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu ketika
mereka menikah atau memiliki anak, manapun yang lebih dulu terjadi.

Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun
duka.

Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk
mengeluarkan kau dari keputusasaan.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau kehilangan pekerjaan atau
seorang kawan.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika anak-anakmu mengecewekanmu.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika keadaan orang tua kita
semakin memburuk.

Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika orang yang dikasihimu
meninggal.

Sahabat wanita menghiburmu ketika kau dikecewakan oleh banyak pria di
dalam kehidupanmu.

Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali ketika pria kau
cintai pergi meninggalkanmu.

Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia, dan bersedia
mencari dan melemparkan apa yang tidak
membuatmu bahagia.

Waktu berlalu.
Kehidupan berjalan.
Jarak memisahkan.
Anak-anak beranjak dewasa.
Cinta hilang dan pergi.
Hati yang hancur.
Karir berakhir.
Pekerjaan berganti.
Orang tua meninggal.
Rekan-rekan melupakan kebaikan.
Pria tidak menelpon ketika mereka berkata mereka akan melakukan
sesuatu (misalnya saat berpindah ke lain hati).

TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampinginmu, meskipun
waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh. Seorang sahabat wanita
tidak akan lebih jauh dari orang-orang yang membutuhkan. Ketika kau
harus berjalan melewati lembah sendirian, sahabat wanitamu akan terus
berjalan bersamamu di atas puncak lembah, menyusuri jarak bersamamu,
menghiburmu, mendoakanmu, menarikmu, dan menanti dengan tangan
terbuka di ujung lembah ketika perjalanan berakhir. Terkadang, mereka
pun harus melanggar peraturan untuk dapat berjalan bersamamu. Atau
bahkan menopangmu.

Anak, saudara, ibu, ipar perempuan, ibu mertua, bibi, keponakan,
sepupu perempuan, keluarga jauh, dan para sahabat perempuan saya
telah membuat kehidupan saya lebih berarti! Dunia tidak akan sama
tanpa kehadiran mereka, dan begitu juga saya.

Ketika kita memulai petualangan kita sebagai wanita dewasa, kita
tidak tahu tentang kesukacitaan atau kedukaan yang akan terjadi di
depan. Atau seberapa jauh saya dan mereka akan saling membutuhkan.
Tetapi saya tahu, saya masih tetap membutuhkan mereka setiap hari.

🙂 No offense guys, we just love ourselves that much…

Nb : copy paste dari milis

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s