Piknik Yuk


Piknik belakang rumah

Sedari kecil saya sering diajak piknik sama orangtua. Biasanya kami pergi ke Berastagi, Sibiru-Biru, Danau Toba atau kadang berhenti di bawah kebun karet ketika dalam perjalanan ke kampung ayah. Pengalaman piknik sambil makan-makan dan gelar tikar sepertinya memang susah buat saya lupakan. Bedanya kalau sekarang saya suka piknik di belakang rumah aja.

Kalau lagi di rumah dan gak tau mau ngapain biasanya saya gelar tikar pandan (ini gara-gara rumput di belakang rumah mati gak kebagian matahari) trus ditimpa dengan kain-kain atau karpet supaya empuk. Kepikiran untuk beli kasur tipis jadinya haha. Trus kebetulan ada beberapa meja portable kecil dan sudah tentu makanan/minuman. Tom paling seneng piknik juga. Biasanya dia paling betah berjam-jam di belakang rumah sambil nyatronin kupu-kupu, burung dan kadal kebun. Emm kepikiran tanam bunga-bungaan supaya tetep aja kupu-kupu datang.

Piknik walaupun sendirian bakalan seru banget menurut saya kalau ada musik (makanya kita perlu speaker portable) bagus. Saya langganan Spotify jadi bisa dengerin lagu-lagu yang dipengenin. Ada internet jadi kalau bosen baca buku masih bisa buka-buka social media atau ngobrol sama temen. Udara enak. Saya lumayan seneng dengan 4 pohon di belakang rumah yang bikin suasana gak terlalu panas. Enak buat tidur-tiduran sambil mandangin pohon dan langit. Abis itu mikir enaknya kemana yaaaaaa haha.

Tapi…seenak-enaknya sendirian tetep aja piknik itu lebih seru kalau ada temen yang asik. Saya paling cocok piknik sama 2 anak di bawah ini. Mereka seru-seru sendiri. Kita kadang ngobrol, baca buku, sibuk bikin konten, gosip gak penting-penting, dengerin musik, sibuk pesen Go-Food dan ternyata hal-hal sederhan kalau dilakukan dengan temen atau orang-orang yang ngerti kita seru juga koq. Kalau dibilang sendiri, berdua atau bertiga itu cengok, yah…..gak juga sih haha.

Processed with VSCO with c1 preset

Eh tapi….kalau pikniknya lebih dari 3 orang juga seru karena berasa pesta kecil haha. Biasanya kalau lebih dari 3 orang bakalan rame dan ketawa-ketawa mulu. Ahh jadi kangen piknik.

Kalau kamu suka piknik juga gak?

23 comments

  1. Sukaa banget, piknik klo di Bali, kita biasanya ke Kebun Raya Bedugul yg hawa nya sejuk atau ke Toyabungkah di Kintamani, sama hawanya sejuk juga dan perjalanannya seru karena turun ke bawah, dengan pemandangan geopark sisa sisa letusan Gunung Batur, klo kesini biasanya kami ke pemandian air panasnya dulu, nah habis itu pikniknya di antara bebatuan bekas lahar itu, gelar tikar buka bekel.
    Terseru adalah menentukan bekal apa saja yang akan dibawa, arem-arem, bihun goreng, tempe tahu goreng dengan sambal kecap cocolan, rujak, ahha bnyak pokoknya.

    Mba Noni ayokk ke Bali πŸ™‚

  2. Aku terakhir piknik ke Tahura Dago Pakar, suasananya enak bangeeeet, angin sepoi2, dibawah pohon rindang, depan sungai jadi kedengeran suara air. Tapi keselnya, suka ada monkey2 berkeliaran ngambil makanan, Kaaaaak -___-

  3. Sukaaaa…andai dirmh punya halaman yg luas pasti seru jg ya piknik dirmh, selain hemat biaya jg gk ribet angkut2 barangnya..hehehehe..#jdpengenpikniklg#πŸ˜ƒ

  4. suka dan kangen piknik di halaman rumah karena udah gak punya halaman lagi, jadi kalau piknik harus ke kebun binatang, kebun raya atau mungkin ke ancol buat main air. dan emang enak banget yah mbak non, gelar tiker di halaman, angin sepoi2 sendirian bisa tdr kalau ada temen juga bisa seru2an

  5. Aku suka jg mbaaa.. Bedanya gelar tikarmya di halaman depan rumah. Enak sepoi2.. Walau ttp gak berapa lama itu pindah krn ada kucing gak diundang pup di rumput halamanku. Syebaall

Leave a Reply to nyonyasepatu Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s