Desa Kecil Di Sa Pa Vietnam


Ngomongin Sa Pa Vietnam gak bakalan lepas dari sawah-sawahnya. Rata-rata penduduk di sini memang memiliki profesi sebagai petani. Rata-rata yang saya lihat padi dan sayur. Mungkin karena di dekat gunung jadi emang paling pas bertani.

Karena emang kontur tanahnya yang berbukit-bukit sawah-sawah ini akhirnya menjadi daya tarik turis yang kebanyakan datang dari negara-negara di Eropa. Biasanya kebanyakan turis bakalan trekking naik turun bukit bahkan gunung atau masuk ke desa-desa dari suku H’mong sambil melewati persawahan.

Dulu, saya sempet ikut salah satu ibu H’mong pergi ke rumahnya. Sepanjang jalan kami melewati sawah-sawah, sekolah, warung kecil di pinggir kali, sungai, bahkan semak-semak yang ternyata isinya beberapa tanaman yang dipakai suku H’mong untuk mewarnai bajunya (seperti indigo dll).

Taon lalu saya dan Matt memutuskan hanya jalan-jalan sendiri ngikutin jalan setapak ke arah desa. Masih seperti yang dulu walau sedikit berdebu dan mendung. Di beberapa areal persawahan sempat ketemu penduduk lokal sedang makan siang rame-rame di pinggir ladang mereka. Sambil malu-malu mereka malah nawarin kita ikutan join makan siang bareng hehe. Sebenarnya saya pengen ikutan sih, tapi mereka kan rame banget takut makanannya kurang.

Sebenarnya kalau mau main ke sawah atau mungkin makan siang disalah satu rumah H’mong kalian bisa ikutin ibu-ibu yang menggunakan pakaian traditional. Biasanya mereka bergerombol di dekat pasar atau kota. Hilir mudik sambil membawa keranjang atau dagangan kecil. Gak jarang kalau lagi jalan kayak kita kemaren diikutin dan diajakin ngobrol. Trus gak sadar sudah sampai rumahnya haha.

Cuma, tips dari saya kalau emang pengen jalan sama mereka sebaiknya deal soal harga dulu. Bukan apa-apa yang namanya scam kan ada di manapun. Ribet kalau gak deal karena gimanapun kita pendatang dan mereka pemilik rumah. Kalau sudah deal, ya udah ikutin aja mereka. Kebanyakan perempuan H’mong emang bekerja sebagai tour guide dadakan haha. Mereka suka nawarin nemenin sampai ke desa mereka buat liat-liat desa dan juga dimasakin makan siang sederhana.

Selain itu karena mereka biasanya juga punya sawah kalau mau main ke sawah, bisa ke tempat mereka aja. Nanti diajarin nanam padi, makan buah-buahan dari semak dll. Seru sih. Oya mereka juga suka bikinin kita mainan-mainan dari daun-daun dan ranting. Lucu juga sih. Buat saya kayak balik ke masa-masa kecil pas di belakang rumah semuanya sawah dan suka diajakin main ke sawah buat jaga burung pas musim panen 🙂

4 comments

  1. mirip dengan di indonesia yah mbak non, perbukitan dengan terasering gitu, selalu seneng deh kalau lihat pemandangan di desa, sejuk dan menenangkan

  2. halo mba Nonik, jauh banget ke Vietnam hehehe…kalo sawah dan bukit di Indonesia banyak banget hehehe…salam hangat dari Jakarta 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s