10 Alasan Untuk Liburan ke Taiwan


Taiwan……siapa yang punya bucket list ke negara ini? btw….sampai hari ini saya dan Matt masih terus berdiskusi sebenarnya Taiwan ini negara apa bagian dari Cina sih? bingung banget haha.

“Taiwan” sering pula dipergunakan untuk merujuk kepada wilayah yang diperintah oleh Republik Tiongkok dan juga kepada Republik Tiongkok itu sendiri, yang memerintah Pulau Taiwan, Pulau Orchid, dan Pulau Hijau di Pasifik sebelah pantai Taiwan, Kepulauan Penghu di Selat Taiwan, serta Kinmen dan Kepulauan Matsusebelah pantai FujianTiongkok Daratan. Kelompok pulau Taiwan dan Penghu (tidak termasuk kotamadya pusat Taipei dan Kaohsiung) secara resmi diperintah sebagai Provinsi Taiwan, akan tetapi dalam praktiknya hampir seluruh kekuasaan pemerintahan dilakukan pada tingkat nasional dan lokal (kotamadya/kabupaten).

Taiwan saat ini juga diklaim oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) walaupun RRT tidak pernah menguasai Taiwan atau satupun wilayah Republik Tiongkok saat ini yang sering dirujuk sebagai “Taiwan”. RRT mendasarkan klaimnya dengan berpendapat bahwa RRT merupakan penerus Republik Tiongkok sejak 1949, dan Republik Tiongkok telah memerintah Taiwan selama 4 tahun dari 1945 sampai 1949.[1]

Pulau utama Taiwan, juga dikenal sebagai Formosa (dari bahasa Portugis (Ilha) Formosa, yang berarti “(pulau) yang indah”), terletak di Asia Timursebelah pantai Tiongkok Daratan, sebelah barat daya kepulauan utama Jepang tetapi sebelah barat langsung dari ujung Kepulauan Ryukyu Jepang, dan sebelah barat laut-utara Filipina. Pulau ini dihubungkan ke timur oleh Samudera Pasifik, ke selatan oleh Laut Tiongkok Selatan dan Selat Luzon, ke barat oleh Selat Taiwan, dan ke utara oleh Laut Tiongkok Timur. Pulau ini mempunyai panjang 394 kilometer (245 mil) dan lebar 144 kilometer (89 mil).

Ok jadi mari biarkan saya dan Matt tetep bingung ya 🙂

Sebenarnya saya punya perasaan yang campur aduk tentang Taiwan. Pertama saya dan Matt lumayan kesal karena selama di Taiwan hujan deras tiada ampun. Beneran hujan yang tiada henti selama 6 hari. Belum pernah dalam hidup saya ini melihat hujan yang gak berhenti selama berhari-hari non stop selain di Taiwan. Fyi, di musim dingin seharusnya Taiwan itu mengalami musim paling kering sepanjang tahun. Gilanya kemaren kita ngalamin masa paling basah haha.

Karena hujan yang tiada henti-henti nya itu membuat saya dan Matt males-malesan untuk eksplore Taiwan. Bukan males sih tapi lebih kepada kita jadinya jalan lebih lambat padahal musim dingin kan jam 4 sore aja sudah gelap.

Kedua saya masuk Taiwan tiba-tiba dihari kedua sakit demam parah. Beneran parah banget mirip ketika saya di India. Jadi karena sakit kita putuskan untuk tidak terlalu kecapek’an plus hujan juga sih. Susah mau kemana-mana, ya kan haha.

Nah, tapi walaupun begitu saya dan Matt ternyata cukup menyukai Taiwan dengan beberapa alasan ini. Mungkin memang kita belon tentu juga bakalan ke Taiwan lagi haha tapi tetep aja kita punya waktu menyenangkan disana selain hujannya yang bikin kesel.

01. Internet Cepet

Kami masuk Taiwan pertama kali itu tanggal 21 Nov 2016. Transit 24 jam. Pelayanan dari EVA Air sungguh luar biasa. Transit 24 jam ke Chicago dikasih mobil jemputan, kamar gratisan dan tentu saja selama proses transit dibantuin satu orang petugas EVA. Top lah.

Begitu turun di airport, ehh internet nyantol dengan mudah plus cepat. Beneran cepet banget. Trus di hotel, internetnya juga speed nya gila banget. Saya yang selama ini lumayan kesal dengan internet di hotel beneran dibuat takjub. Waktu Febby WA nanya gimana Taiwan, saya cumna komen “kayaknya ok karena internetnya cepet banget haha”

Selanjutnya kami datang lagi ke Taiwan dibulan Januari. Sepanjang hari saya terkoneksi internet gratisan dari pemerintah lewat Internet di bus, kereta, stasiun, kota, ruang tunggu, mall, toko, dan sebagainya. BENERAN HEBAT BANGET!

Saking cepetnya itu internet, saya bisa nonton film dan youtube haha. Trus sintingnya colokan listrik ada dimana2 termasuk bis. OMG….demi yang satu ini I LOVE TAIPEI deng haha. Soalnya keluar dari kota Taipei agak susah dapetin internet segampang di Taipei.

02. Minimarket dimana-mana

Sevel, Family Mart, dan entah apalagi namanya berserakan sepanjang mata memandang. Saya suka banget minimarket gini karena kita selalu berhenti untuk beli snack, buah jambu, obat, air soda untuk Matt dan sebagainya. Trus di Sevel atau Family Mart itu kadang-kadang kita boleh masuk ke toiletnya, ngecharge hape, bayar ini dan itu. Mirip minimarket di Indonesia deh.

03. Night Market

Pasar Malam di Taiwan itu kayaknya seruuuu banget haha. Gede, segala ada, makanan enak, dan tentu saja meriah. Saya yang fans pasar malam tentu saja kesenangnan. Walaupun kita berdua itu kebingungan selain makan-makan disini itu ngapain ya? belanja mungkin haha

04. Buah-Buahan

Salah satu buah yang saya suka banget adalah jambu biji. Haduh disini itu enak banget. Paling enak yang pernah saya makan.

05. Nasi Goreng

Sebagai anak yang dibesarkan dengan nasi goreng haha, saya itu suka banget nasi goreng. Di Taipei, tepatnya disatu restoran di Shilin Market (Frugal restoran kalau gak salah namanya) saya dan Matt makan nasi goreng terenak yang pernah kami makan. Haduh, kalau kayak begini ceritanya mungkin saya bakalan nyari nasi goreng trus selama di Taiwan haha.

06. Transportasi Umum

Di Taiwan atau di Taipei transportasi umum jempolan deh. Semuanya nyaman banget. Beberapa bis/kereta memiliki colokan listrik dan semuanya punya internet gratis. Selain itu sudah pasti bersih dan nyaman banget. Paling lucu, pas beli tiket ehh mesin tiketnya punya menu bahasa Indonesia haha.

07. Cute Cafes

Jadi ya, hal pertama yang saya langsung suka dari kota Taipei adalah cafe-cafe dan restoran-restorannya yang kecil tapi cantik. Kalau liat cafe-cafe nya jadi inget Jepang.

08. Aman dan Ramah

Hmm aman itu paling penting juga ya kemanapun kita pergi. Saya dan Matt biasa pulang sedikit malam ngelewatin gang-gang kecil yang lumayan sepi. Hujan pula. Awalnya saya sempet takut karena khawatir ada yang jahil ternyata selama ini kita aman-aman saja. Bahkan pernah saya keluar sendirian untuk beli bubble tea malam-malam ngelewatin banyak cowok-cowok tanpa gangguan sama sekali. Seneng deh.

Selain itu orang-orang Taiwan lumayan ramah. Ingat standard ramah saya lumayan tinggi yaitu orang-orang di USA yang emang kebangetan ramahnya.  Di Taiwan, orang-orang gampang sekali senyum dan kalau kita tanya sesuatu pasti mereka usaha banget juga buat bantuin walaupun kita terhalang bahasa haha.

09. Makanan enak dan murah

Makan di Taiwan itu rata-rata enak dan bikin nagih. Yang paling saya suka selain sea food nya adalah beef noodle. Aduh kayaknya itu adalah makanan terenak yang saya makan selama di Taipei haha. Selain enak, makanan di Taiwan lumayan murah apalagi sebelumnya kami dari US, jadi langsung berasa perubahan harganya haha.

10. Tempat Wisata

Yehliu

Walaupun Taiwan adalah sebuah pulau yang ukurannya tidak terlalu besar tapi ternyata disini banyak sekali tempat tujuan wisata. Sayangnya kita datang ketika hujan turun jadi agak susah untuk mengeksplore seluruh pulau. Dari sebagian kecil yang saya kunjungi hampir semuanya cukup menyenangkan koq 🙂

So…….menurut saya pribadi, Taiwan bisa dijadikan tujuan wisata berikutnya apalagi letaknya tidak terlalu jauh dari Indonesia. Kalau dari Medan sekitar 6 jam perjalanan dengan pesawat.

 

 

Advertisements

26 comments

  1. Ada nyobain tahu busuknya mbak non? Sama dulu ke Taiwan juga hujan melulu. Ke geopark hujan, ke danau hujan, yang cerah cuma pas ke Chiang Kai Sek Memorial Hall dan itu pun di dalam gedung. Juga gempa di Taiwan termasuk sering dan sudah dianggap biasa.

  2. Huaaa, jadi makin penasaran ke Taiwan Non!!

    Iyaa kalau cuacanya hujan mah bikin males banget ya. Mau explore kan jadi mikir-mikir karena toh nggak akan bisa maksimal!!

  3. Taiwan sama Tiongkok beda, Non.. aku bingung jelasinnya dlm bahasa indonesia hahaha.. intinya beda aja.. jadi org Tiongkok itu dulu suka disebut (maaf) “pantat merah” dan Taiwan disebut “pantat biru” panjang deh ceritanya soal ini. Tapi banyak org dr Tiongkok lari ke Taiwan krn as we know, Tiongkok itu negara komunis kan.. nah Taiwan lebih terbuka, bahkan banyak org Taiwan bisa bahasa Jepang, jadinya banyak turis Jepang juga ke Taiwan. Nah dulu2, org Taiwan bisa ke Tiongkok cuma sekali setahun, pas hari kemerdekaan Taiwan (kl ga salah) atau sebaliknya deh.. ( hari kemerdekaan Tiongkok )

    Aku cuma pernah ke Taipei dan Hualien saja, tapi memang kulinernya gak ada matinya sih disana.. kerjaannya cuma jalan-makan-jalan-makan diulang terus hahaha

  4. Jadi inget sahabat saya yg S2 di Taiwan dulu sering ngomong, koneksi internet di sana serasa di kahyangan klo dibandingin sama Indonesia hahaha

    Terbang dari Medan-Taiwan 6 jam itu tanpa transit ya mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s