Belanja Pohon Natal


Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tiap tahun menjelang Natal pasti deh kita bakalan rame-rame mengunjungi salah satu toko landscape milik teman bapaknya Matt untuk belanja pohon Natal. Ini kayaknya jadi tradisi keluarga ini deh. Pergi rame-rame dan biasanya sebelumnya pergi makan siang bersama haha.

Mungkin sebenarnya tidak ada yang istimewa sih. Yah biasa ajalah ya. Belanja pohon, pergi makan, ngobrol-ngobrol, trus milih pohonnya dan menentukan pohon yang mana akan kita bawa pulang. Apakah kita mau beli yang gede atau yang biasa aja haha. Pokoknya semua harus dibicarakan rame-rame. Didiskusikan. Awalnya saya kayak ngerasa duh urusan pohon ini ya, lama banget diskusinya hahha. Ehh tapi lama-lama saya juga ikutan seru aja sih milih yang mana.

Ilalang liar favorite
Jerami
Lanscape Store
Pohon Natal
Chestnut
Kongkow2
Pohon Pinus

Tahun pertama kita nikah sih, saya dan Matt dikasih kehormatan untuk memilih pohon yang akan menghiasi rumah dan seperti yang sudah bisa diduga semua orang. Saya pilih pohon paling besar dan paling menjulang. Gak boleh enggak. Pohon itu harus kita bawa pulang. Ehh begitu nyampe rumah ternyata ketinggian dong pohonnya sama seperti yang bapaknya Matt duga huhaha. Ibunya Matt ketawa sampai keluar air mata karena kita harus potong lagi pohonnya trus cabang-cabangnya itu dirangkai dan diletakkan di banyak tempat sampai rumah kita bau pinus. SUKAAAAAA!

Dulu itu saya sempet protes ke Matt, kenapa sih harus pake pohon asli, kan kesian pohon-pohon dipotong dari hutan. Ehh ternyata disini itu ada kayak perkebunan pinus untuk pohon Natal. Jadi ada banyak lahan-lahan ditanami pohon-pohon pinus. Nanti panennya menjelang Natal deh. So, bukan ambil dari hutan.

http://www.greenpeace.org/international/en/news/Blogs/makingwaves/forget-about-a-white-christmas-heres-10-ways-/blog/31948/

Tahun ini kita pilih pohon yang sedikit lebih kecil karena males ngeberesinnya pas kelar Natal.

Yang paling saya suka pas belanja pohon ini sebenarnya ketika kita ke toko itu. Jadi pemilik toko (saya lupa namanya) itu selalu tunggu customernya di depan pintu. Dia sediakan panggangan super gede untuk manggang kacang chestnut. Mereka juga sediakan minuman hangat khas Natal kayak glogg wine, apple cider, kopi, teh, alkohol dan tentu saja coklat hangat. Selain minuman ada juga cookies yang katanya sih dibuat sendiri. Jadi yah, suasananya itu dapat banget. Gak tau deh, saya kayaknya kebanyakan nonton film Hollywood jadi kebawa-bawa deh suasananya haha. Nah, disini itu kita bakalan ngobrol trus kenalan dengan orang-orang lain. Diskusi ini itu, ngomongin cuacalah, politik lah dan kalau ada anak Indonesia masuk semua pada komen yang sama “kenapa kamu kesini….duh kita rela mati sekarang untuk pergi ke tempat yang lebih warm” hahhaha.

Di Amerika sendiri sebenarnya Natal bukan lagi dirayakan sebagai hari keagamaan (cmiiw.) Semua orang disini yah rata-rata merayakan Natal tanpa terkecuali. Mereka juga seneng aja gitu kayaknya dengan suasana festive ini. Tetangga ortunya Matt ada orang Cina dan India yang bahkan dari November sudah menghias rumahnya super heboh haha. Tiap tahun temanya beda pula. Trus kalau anak-anak pada libur sekolah menjelang Natal sebenarnya setahu saya itu kayak “term-break” alias liburan semesteran deh.

Jadi yah gitu deh, buat saya selama ada di US dan kita mudiknya menjelang Natal, kayaknya belanja-belanja pohon ini bakalan jadi postingan tiap tahun haha. Selama blognya masih ada sih πŸ™‚

Sebenarnya untuk saya pribadi acara beli pohon ini jadi lebih menyenangkan karena apa ya, kayak kita bikin tradisi baru aja sih. Trus pergi rame-rame bareng keluarga, emmm rasanya seru aja selain hanya pergi ke mall dan makan-makan hehe.

Semisal kamu pengen lebih ramah lingkungan dengan pohon, coba deh baca tulisan dibawah ini

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2009/12/091228_chrismastree

Atau kalau mau lebih kreatif bisa membuat pohon Natal dari bahan-bahan bekas. Ada banyak di Pinterest cara-caranya.

Kamu yang merayakan Natal, sudah punya pohon belon?

 

Advertisements

21 comments

  1. Kalau di sana heboh ya ngedekornya Non. Kalau di sini mah tenang-tenang aja, paling di dalem rumah aja yang didekor gak sampai luar-luarnya, hahaha πŸ˜€ .

  2. Udah pasang Non.. tapi bentaran aja, sebelum tahun baru juga sudah kudu dicopotin.. yah seru sih, dr hias2, sampe bungkus2 kado haha.. tapi disini rata2 fake tree juga.. btw bau pinus itu emang enak.. 😊

  3. Kalau di tempatku emang motong dari hutan non. Karena rata rata punya lahan hutan sendiri. Kita pakai pohon Gran. Untuk penanaman ulang ada masanya sekitar 3 tahun sekali dan itupun kalau ditebang untuk jumlah banyak. Kalau hanya u pohon natal yang diambil paling yang ukuran kecil yang kadang2 pohon kecil yang timbuhnya terlalu rapat malah harus dibuang agar bisa menghasilkan pohon yang lebih besar di sekitarnya. Bunga pinus dan gran itu ada kan ya, kadang terbawa angin atau terjatuh di sekitar lahan yang ditebang bisa memunculkan pohon baru lagi. Kayak bibit alami. So far hutannya tetap terjaga. Btwy enjoy your holiday ya

  4. Niatnya mau pinjam fake tree punya kakak ipar yg tahun ini merayakan natal di luar kota Kak… Tapi suami malas ambil. Kemarin baru pindahin Pohon Pucuk Merah dari taman ke Pot… Kata suami mau dijadikan pohon natal… MAsuk itungan pohon natal ngga kak? Pohon Natal dgn kearifan lokal hehhehehe

  5. Seru ya mbak kalaubreal tree gitu. Dari belinya aja udah heboh.

    Aku tahun ini udah gak pergi natalan. Udah gak ada temen yang ngundang natalan lagi. Padahal dulu waktu di kantor lama masih ada open house natalan dan kita suka semangat gitu peginya heboh satu kantor karena yang natalan cuma 1-2 orang πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s