Birdwatching (Birding)


Foto was taken by Matt
Foto was taken by Matt

Ini termasuk perjalanan yang bakalan saya sesalin walau tetep aja saya ngerasa beruntung. Dasar orang Indonesia, ya, walau nyesel tetep ngerasa beruntung hehe.

Bird WatchingΒ adalah

“Birdwatching or birding is a form of wildlife observation in which the observation of birds is a recreational activity. It can be done with the naked eye, through a visual enhancement device like binoculars and telescopes, or by listening for bird sounds”

Matt udah lama banget selalu penasaran dengan burung-burung di Indonesia. Kadang-kadang kita suka meratiin burung-burung yang suka datang dihalaman rumah trus dicocokin dengan buku yang kita punya. Sewaktu di US, bapaknya Matt sengaja narok makanan burung di pohon-pohon sekitaran rumah mereka dan meja di luar rumah. Entar burung-burung liar pada datang. Bapaknya buru-buru ngambil teropongnya, duduk sambil ngopi nontonin burung-burung itu sambil ngecheck di buku. Ditandain dan nantinya dia browsing di internet mengenai burung yang dia liat. Seru sih ya hehe. Di Medan, susah mau kayak gitu. Sewaktu didepan rumah kita dulu ada pohon besar, ada beberapa jenis yang main ke pohon dan kita bisa cek-cek.

Hari minggu saya ngikut Matt dan beberapa temennya untuk birdwatching di Percut. Katanya kita bakalan lebih banyak dikapal daripada turun kedaratan. Oklah, saya mau ngintilin dan mereka perlu bantuan untuk motretin juga *berasa profesional haha*

Begitu nyampe di tempat pelelangan ikan yang biasa disingkat TPI, haduh, kotornya. Saya udah menduga sih bakalan kotor tapi sungguh ini beneran kotor banget. Sambil nunggu kapal siap, saya sempet-sempetin buat liat kanan kiri. Muara tempat mereka tinggal ini kotor banget. Bener-bener kotor penuh sampah. Kebetulan pas kita nyampe sekitar 1 jam lagi akan naik pasang, sehingga keliatanlah semua sampah-sampah yang nyangkut di kaki rumah (rata-rata rumah panggung), di pohon-pohon bakau dan dimana-mana. Rasanya kemanapun mata saya memandang penuh kotoran/sampah. Cuman keatas aja yang bersih, makanya berkali-kali double G, ngomong kesaya “Noni…liat ke atas aja, jangan kebawah” soalnya muka saya udah jelek banget mesti kena-kena sampah haha.

Sewaktu saya kecil, ayah, pernah ngajakin kita makan di Percut, tepatnya makan seafood di tengah laut. Rute yang saya lalui ini sama, bedanya dulu saya pergi untuk makan dan tempatnya lebih bersih dan saya temui sekarang berbeda jauh. Kali ini juga sebenarnya kita kan tujuannya birdwatching.

Percut adalah salah satu tempat birdwatching terbaik di sekitaran Medan. Ada beberapa spot lainnya seperti kolam buaya Asam Kumbang (yang deket banget ama rumah nyokap), kolam di kompleks Cemara Asri dan tambak di desa Tj Rejo Percut. Secara kita membawa mahasiswa yang lagi penelitian burung, tentu kita perginya ke tempat yang paling bagus tapi juga paling jorok 😦

“30 menit lagi pasang besar naik, kan, bang? jadi langsung aja jemput kita disini. Jangan tunggu sampai pasang tinggi” pesan N’cai ke tukang perahu. Dia menganguk pasti dan pergi meninggalkan kami di tumpukan batu-batu ditengah laut yang perlahan tapi pasti mulai tertutup air laut.

Dari batu-batu tajam ini kita duduk, berdiri, motret dan bermodalkan teropong semuanya mencoba melihat burung apa aja yang ada disana. Saya melihat sekumpulan burung besar seperti bangau berjemur sambil mengembangkan sayapnya. Berjalan perlahan ditanah berlumpur yang sebentar lagi akan tertutup air laut. Jeleknya karena terlalu banyak burung yang bisa dilihat semuanya gak sadar kalau tukang perahu itu belum juga datang, padahal sudah lebih 30 menit. Pasang besar mulai naik, menutupi batu-batu tempat kami berpijak dan duduk.

Sampah-sampah yang dari awal kami lihat dari kapal sekarang mulai mendekati. Saya bisa lihat tikus busuk dengan badan terburai didekat kaki si Matt (mukanya langsung busuk), usus-usus dari ikan dan ayam sisa dari rumah makan yang berserakan di tepi muara, ikan busuk, diaper menjijikkan, sampah-sampah plastik dan masih banyak lagi mulai mendekati posisi kami berdiri. Gak perlu menunggu lama sampai air mulai naik sampai mata kaki. Si tukang kapal belum juga datang. Semua mulai panik dan menyimpan semua peralatan elektronik kecuali teropong. Saya dan Matt masih diskusi burung apa aja yang kami lihat sementara hati ketar ketir, kalo sampai air tambah tinggi, saya kan gak bisa berenang. Gimana ini? sementara double G bilang walaupun mereka bisa berenang tapi berenang dengan sampah kan jijik banget .

Sementara kapal-kapal nelayan mondar mandir melewati kami sambil memandangi aneh. Ngapain ini orang-orang pada berdiri ditengah air laut yang cepat banget naiknya. Sekali saya meneriakin mereka untuk ikut numpang dan reaksinya hanya melambaikan tangan. OMG….

Akhirnya si tukang kapal datang. Kita masih sempet putar-putar ditengah laut karena semua masih penasaran dengan burung-burung tadi. Diatas kapal berputar-putar puluhan camar laut berwarna coklat dengan leher hitam. Sebenarnya sulit untuk bepergian dengan orang-orang yang terus kasih info kesaya dengan nama-nama latin. Sulit ngertinya ini burung apa haha. Saya harus cek nama latin dengan nama Indonesia/lokal. Beuh….

Setelah pulang dari tempat ini, kita langsung pergi ke Tambak di desa TJ. Rejo. Jalannya jelek banget. 2 jam nyetir dijalan sejelek itu, pulang-pulangnya badan berasa remuk. Di tambak ini kita bisa liat ribuan burung kuntul putih, hitam dan juga abu-abu. Banyak banget. Kotorannya juga banyak banget. Selain kotoran, sinar matahari juga nyalang banget. Udahlah saya ngerasa bakalan mabok matahari hari itu dan terbukti bener. Malamnya demam karena dehidrasi atau kaget badannya kena matahari sebanyak itu lagi.

Tempat ini sayang banget tidak dilindungi pemerintah. Tambak, perumahan penduduk, sampah dimana-mana plus perkebunan sawit sukses merusak semuanya. Kayak gini gimana ceritanya mau go green ya 😦 sedih banget. Paling sedih berkali-kali saya denger double G + Matt ngomongin kemungkinan mereka ngajuin ke pemerintah supaya bisa daerah ini dijadikan tempat yang dilindungi mengingat banyaknya burung disana, ada primata juga sih. Kenapa harus mereka yang mikirin ini? koq bukan kita ya? kenapa bukan saya atau kamu yang mikirin? kan ini tanah air kita huhu. Atau mungkin sudah ada yang mikirin tapi masih tersandung ini itu. Entahlah, belon ada informasi yang saya dapat soal ini. JIka emang ada informasi, please share ya πŸ™‚

Kenapa saya menyesal? karena seperti biasanya tempat-tempat bagus di Indonesia gampang banget rusaknya cuman gara-gara sampah dan ketidakpedulian kita atau penduduk sekitar.

Jika ada yang berminat untuk birdwatcing sama seperti kita kemaren, pastikan membawa ini semua :

01. Teropong dan kamera dengan lensa panjang. Kemaren saya motret dengan menggunakan kamera si peneliti burung jadi foto2 dari kameranya lebih cihuy lagi. Ingetin untuk minta fotonya haha. Teropong juga jangan minjem-minjem dong. Kita semuanya kemaren bawa teropong, jadi begitu ngeliat burung yang lain, langsung rame-rame bisa ngeliatin kelakuannya. Seru sih tapi saya lebih seneng motret dengan kamera itu hehe.

02. Topi, sun block, snack, minuman dll. Panasnya luar biasa (namanya pun ditengah laut), bekas snack dan minuman jangan dibuang dilaut, buang di tong sampah atau bawa aja pulang. Please….please…..jangan jadi orang bodoh. Udah terlalu banyak sampah disana.

03. Pakai pakaian tertutup dan sepatu tertutup supaya gak tersentuh-sentuh usus ayam pas dilaut. Penting juga supaya gak terbakar matahari.

04. Sebaiknya kalau mau birdwatching, pastikan si tukang kapal nungguin kita aja. Bah….saya gak mau lagi ditinggal kayak kemaren itu.

05. Burung-burung yang kita lihat sebagian berasal dari luar negri. Katanya mereka beberapa kali ngeliat burung2 dengan legs flag. Sebagian dari burung-burung itu juga bermigrasi ke benua lain. Waktu terbaik untuk melihat mereka antara September – Maret. Cek aja musim dingin di benua Eropa/Jepang dan Australia.

06. Cek jadwal air pasang ke Syahbandar di Belawan atau download di websitenya. Entah kalau ada ya πŸ™‚

07. Bawa buku burung untuk memastikan burung-burung yang kita lihat.

08. Kalau bisa bawa guide ( peneliti burung) supaya gak kebingungan burung apa aja yang kita lihat. Paling enggak ada yang kasih tau kebiasaan dll walaupun dia kasih taunya trus-trusan pake bahasa Latin.

09. Di tengah laut/kapal gak ada toilet, jadi kalau kelamaan dan buanyak minum, susah deh buang air. Saya kemaren akhirnya dehidrasi hanya karena gak mau minum takut pipis.

10. Enjoy………..

Untuk yang berminat bird watching di Medan, bisa hubungi Chai diΒ https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall

Burung kuntul yang biasanya banyak di kolam/sungai/sawah
Burung kuntul yang biasanya banyak di kolam/sungai/sawah

IMG_1585

Sebagian burung yang bermigrasi
Sebagian burung yang bermigrasi
Kupu-kupu
Kupu-kupu
Pohon bakau dengan burung-burung kecil
Pohon bakau dengan burung-burung kecil
Burung kuntul hitam
Burung kuntul hitam
Keren ya
Keren ya
Love birds
Love birds
Sumpah panas banget dan masih bisa nyengir karena berdiri diatas batu, beberapa menit kemudian udah mulai panik aja
Sumpah panas banget dan masih bisa nyengir karena berdiri diatas batu, beberapa menit kemudian udah mulai panik aja
Salah satu cara menangkap ikan dengan memukul2 permukaan laut untuk membuat ikan takut
Salah satu cara menangkap ikan dengan memukul2 permukaan laut untuk membuat ikan takut
Si burung kuntul memantau keadaan
Si burung kuntul memantau keadaan
SIput dimana-mana dengan penumpang yang pemalu
SIput dimana-mana dengan penumpang yang pemalu
Look at Matt's kit, yesterday
Look at Matt’s kit, yesterday
:)
πŸ™‚
Semua isinya burung + kepiting kecil-kecil
Semua isinya burung + kepiting kecil-kecil
Dimana-mana ketemu tukang pancing
Dimana-mana ketemu tukang pancing
:)
πŸ™‚
Another siput
Another siput
Pohon bakau dengan burung-burung kecil. Di sekitar pohon coba liat banyak sampah plastik tersangkut.
Pohon bakau dengan burung-burung kecil. Di sekitar pohon coba liat banyak sampah plastik tersangkut.
pohon bakau
pohon bakau
Gak tau namanya apa tapi lucu juga ya
Gak tau namanya apa tapi lucu juga ya
Foto dari FB https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
Foto dari FB https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
https://www.facebook.com/chairunasadhaputra?sk=wall
Advertisements

136 comments

    • Ini masih dikit banget loh πŸ™‚ masih banyak yang lebih kece lagi burung-burungnya hehe. Kita cuman seharian, kalau yang bener2 suka birdwatching/peneliti burung pasti lebih banyak lagi ngeliatnya.

      Sampahnya itu bener2 gak bagus dimata ya ehhe.

      Makasih Dev πŸ™‚

  1. Non.., iya ini bener2 asyik banget buat pecinta burung.., ada teman blogger yg suka bird watching gini juga, apa mungkin Noni udah temenan ya..

    sayang banget banyak sampah ya…, nggak apa deh Matt dan teman2 yg usul bikin tempat ini buat suaka burung dan laut, buat kita juga kan..

  2. Iiih.. Dulu aku sebel banget kedapetan tugas birdwatching pas SMA.. Butek banget, sementara temen yg lain excited.. Skrg banyak baca post ttg birdwatching malah jd pengen ikutan..labil labil.. πŸ˜€

  3. tanaman paling bawah itu mainan masa kecil kk, yg matang bisa dimakan, ada yg bilang namanya rambutan hutan..,
    ktnya kl ada tanaman itu nggak jauh2 dari situ ada ular, ular juga doyan buah itu

  4. foto daun kering bakau ( daun yg kiri) kk liatnya spt muka orang.., wk..wk.., udah digedein ya cuma daun aja..
    udah horor aja bawaannya kirain beneran kepala orang

  5. Lahh burung Kuntul tah namanya? Kirain selama ini Bangau :))
    Taneman yang paling bawah kami nyebutnya cimplu’an mba. Klu udah kuning/ mateng bisa dimakan, aku suka makan itu dulu
    Sekarang udah susah nyarinya tapi kebetulan kemaren nemu dibelakang kantor mehehehe

  6. Not kemaren aku n ddy juga bird watching tapi di pasar kebun bibit …ada owl ada monkeys juga ( dlm kandang kicik) .. Kalau Matt lihat pasti murka

  7. Kece non tempatnya..
    Walau menuju kesana agak ngak enak.
    btw gambar buah paling bawah itu namanya capluan kalau orang jawa bilang ( didaerah aku ) kalau yg udah kuning enak dimakan.

  8. fotonya bagus banget mbak Non
    tapi jijik juga ya bayangin sampahnya, ngeselin banget deh orang-orang yang pada buang sampah sembarang itu minta dilelepin di air yang penuh sampah huft

  9. Baahhhhh lensa nyaaaaaaaahhhhh *iriiiii*
    Pantes foto2nya bagus2 bingit kakakkkkk hehehe..

    Baru tau lho burung kuntul.. Bnr2 cetek nih sm nama2 burung hihihi

  10. woow bagus2 photo nya mba noni …tersentil juga kenapa ya.. orang luar yg lebih peduli lingkungan kita,sementara orang kita seenakya aja buang sampah sembarangan.oh ya tumbuhan yang dibawah bisa dimakan biji nya kyk markisa gitu deh

    • Daunnya emang mirip daun markisah, bisa jadi masih satu species ya πŸ™‚

      Nah tuh kan, kenapa mereka yang perduli, sementara kita santai2 aja tetep buang2in sampah sembarangan

  11. aakk, jijik bgt ngebayangin sampah2 yg kakak sebutin di atas 😦
    eh aku suka bgt foto kupu2 itu kak πŸ˜€

  12. Ini salah satu kegiatan favorit jaman kuliah dulu, sampe dibela-belain camping. Karena birdwatching aku bisa membuktikan bahwa eagle does not fly alone, mereka terbang rame-rame kalau lagi migrasi musim dingin dari Cina ke Indonesia. Aku biasanya di dalam hutan, pagi-pagi, ngelihat ritual burung-burung mandi. Terus sering ada bonus dari alam, bonus lutung Jawa.

    Sekarang udah males birdwatching karena males bangun pagi.

  13. Aih ngeri banget kebayang tuh kalau perahunya kelupaan jemput gimana? Gw juga kayak Noni deh, kalau udah ngadepin hal2 yg gw gga suka, neh muka bakalan cemberut ampe berlipat2. Untungnya laki gw orangnya termasuk sabaran meski kadang suka gw omelin pdhal bukan salah dia tp dia masih mencoba menghibur. Gw bakalan bad mood tuh kalau liat sampah dan cium bau gga sedap then dikasih kepanasan laghee. Iya disini kita suka taruh bird feeder dan bird bath. Di rumah mertua dan rumah tn juga, mereka punya Humming bird feeder, demen deh liat Humming birds, cantik dan mungil and kalau nyedot nectar, sayapnya kibas2 cepet banget.

    • Humming birds emang cantik ya. Kalian liat burung apa aja disekitaran rumah Syl? di rumah ortu si Matt pas taon lalu aku kesana, kita liat sekitar 6 apa 7 species kalau gak salah. Lumayan banyak padahal hanya di beberapa pohon plus teras belakang rumah

      • Biasanya di pekarangan suka ada Red Cardinals, Blue Jays, Mockingbird dan Robins. Kadang suka ada burung Hantu dan some kind of big birds lho. Krn perumahan kita banyak pohon2 gede dan banyak taman and also there’s a creek so kita pernah 3 kali tuh liat red fox. Di halaman blkg rumah kita pernah juga liat possum. Kadang suka liat turttles juga di jalanan. Kalau yg namanya cotton tail bunnies dan tupai, waduh banyak deh…..

  14. fotonya keren banget mba noniii, lensanya jugaaak wkwk

    dulu juga aku punya keinginan motoin beburungan itu tapi apa daya ga ada alatnya, cukup direkam di memori sendiri, keren banget kalo terbang bergerombol

  15. Non ini pake sony alpha ngambilnya?? Jernih banget!!

    Ohya diatap apart aku disini Non ada burung beo or nuri ya? ( aku gatau jenis burung T_T ) yang 3warna itu plus jambulan,slalu nangkring tiap pagi dan sore ngeluarin bunyi2 aneh tapi lucu. Sama tetangga suka dikasih makan tapi ya tetep ujug2nya nangkring selalu diatas atap gitu.

    • Panas banget Riaaaaaa. Astaga hari ini kulitku meletek semua tapi kalau gak pake tangan panjang yang ada badan aku tambah kebakar. Itu pake baju panjang tipis yang alhamdullilah gak sumuk karena banyak angin, sama syal tadinya buat nutupin kepala tapi leher aku malah kepanasan *lupa bawa topi dan payung*
      Ah…repot deh kalau ke pantai, antara takut gosong sama penasaran.

      Makasih ya

  16. Seru banget non birdwatching! πŸ™‚ itu sampah bikin rusak suasana nya ya. Bbrp bulan yg lalu aku baru nemu klub hiking local sini, dan mereka ngadain aktivitas birding /explore flora di musim dingin. sayangnya dibatalin karena peminat nya kurang banyak. padahal pengen banget karena pengen belajar juga ttg burung/flora per musim. Kalian punya kelompok tetap atau gak non? Kali aja banyak peminat nya kamu bs adain aktivitas dadakan buat penggemar birding πŸ˜€

    • Gak ada komunitas Pop 😦 ini kita ngikut karena ada temen si Matt yg lagi penelitian. Kita ngintilin dia. Sayang juga sih, karena sebenarnya tempat ini bisa dijadiin eco wisata gitu. Jalan2 kelaut, makan seafood dan liat burung, ya kan?
      gak kepikiran kayaknya.
      Kalau kita yang buat komunitasnya, aku takutnya gak punya waktu hihihi *alesan padahal males*

  17. Fotonya keren2 X)
    Jadi inget pas di Jurong Bird Park nontonin aneka macem burung (di dalem kandang semua sih) heheheheee
    sama kaya akuu… Aku juga paling sebel dan jijik (aku ngga betah banget) kalo harus ke tempat yg sampahnya berjibun2 terbuang sembarangan gitu huhuhuuuu 😦
    Kasian kan kalo ikan2 sama burung2nya makanin sampah 😦

    • Walaupun di kandang tapi kan ngeliat burung ya hehe.
      Aku bingung kenapa mereka betah tinggal disana dengan sampah2 sebanyak itu. Selain gak enak dilihat kan gak bagus juga untuk kesehatan

      • Hehehehheee iya X) kalo di Indonesia ada yg udah mirip kak, di bonbin Gembira Loka Jogja… Dari jaman masih jelek sampe sekarang udah bagus koleksi burungnya lumayan bagus dan lengkap kak πŸ˜€
        Iya nih, aku juga heran… Mungkin apa karena udah kebiasa yah, makanya mereka santai aja dan udah engga mikir… Kalo kita yg liat kan kalo bisa cepet angkat kaki udah gerah ngga mau lama2 hehe

      • aku pernah liat burung banyak banget tapi di pasar burung yang di Yogya dulu. Sekarang udah pindah kalau gak salah hehe. Kasian juga kalo burung2nya dijual ya 😦 kan harusnya mereka tinggal di alam bebas.

        Kayaknya faktor kebiasaan. Udah dari lahir tinggal di tempat kayak gitu, jadi santai aja. Malah tambah banyak karena penduduknya juga bertambah.

      • Hooo aku malah belom pernah ke sana… Iya kak, sayang banget!! Aku seneng makanya waktu pasar burung ilegal di semarang ditutup dan sekarang dijadiin taman yang ada rumah2an burungnya :”)
        Huhuu harusnya diajarin buat ngga cuek sama lingkungan sekitar nih 😭

  18. mana foto sampahnya?..pengen liat sejorok apa sih…emang selalu yah bikin kesel tu orang2 yang ga bisa menjaga kebersihan lingkungannya. Kadang terasa cuma sebagai slogan aja tuh Jagalah kebersihan.
    Kemarin waktu trip Jateng, kita sempet dibelakang mobil plat B di area Ketep Pass, ya ampunsepanjang jalan dari Ketep Pass ke Magelang ya itu mobil buang sampah keluar jendela!!..mana gede-gede sampahnya!..ada kali kita itungin 14x mereka buang sampah di depan mobil kita, kita klaksonin sampe akhirnya suamiku ga tahan untuk ngejejerin mobil kita dan nyuruh buka jendela ngomelin mereka coba!…ih amit2 deh bikin malu aja mobil Jakarta 😦

    • Kemaren aku pengen motretnya juga sih tapi males ngeliat sampahnya. Males kalau nangkring di blog hahaha.
      Kalau mau liat ada di foto pohon bakau itu tuh, nyelip beberapa sampah plastik.

      Suami kamu hebat! aku seneng kalau liat orang yang berani negor orang yang buang sampah sembarangnan. Ada satu video
      cewek Rusia yang naik motor ngejerin orang2 yang buang sampah sembarangan. Sampahnya dipungutin ama dia trus dilempar
      masuk kedalam mobil hehe

  19. Bocilku dulu dibujuk pake birding ini, “kalo mo ikut Ibu ke Inggris nanti bisa lihat burung banyak banget” hehe..
    Trnyata mmng bener, lapangan depan rumah suka banyak seagulf, gagak hitam, dan burung2 laut dg ukuran lumajan gede.
    Klo di Indonesia burungnya lebih beraneka ragam, tp mereka pasti ngeri ditembakin ya..

  20. Diaper? Ada diaper?? Astaga..

    Sampah itu kayaknya bukan masalah pemerintah aja deh mbak mengingat kultur orang Indonesia gak di kota gak di desa yang emang suka buang sampah sembarangan huhu.. sayang banget ya tempat yang harusnya bagus gitu jadi rusak cuma gara-gara sampah.

    Foto-fotonya bagus banget Mbak, makasih udah ga nunjukin sampahnya tapi keindahan alam dan burungnya πŸ™‚

    • Iya diaper bekas 😦
      aku curiganya itu sampah bukan cuman dari penduduk tapi juga wisatawan yang datang untuk makan disana huhu.
      Sampah itu harusnya udah jadi masalah semua orang ya, harusnya kita perdulilah. TInggalnya disana koq iya buang sampah juga ditempat yang sama. SErem

  21. Emang sedih ya noni kenapa penduduk2 itu sama sekali ga perduli buang sampah sembarangan – mungkin mereka perlu dikasi penyuluhan karena mereka ga tau efeknya.

    Huhuhu…burung luar negeri, iya disini kalau winter itu kerasa sepi banget, ntar klu udah spring udah tuh mulai kicauan burung dimana2, udah pada dateng mudik lagi

    • Nah itu yang aku juga bingung. Kayaknya tv itu harusnya gak cuman muterin sinetron aja ya, harusnya ada penyuluhan2 juga supaya semua orang ngerti. Kalau perlu bikin denda dan cari cara gimana supaya bisa memanfaatkan sampah yang buanyak ini.

      sekarang lagi sepi banget dong, burung2nya pada transit di Indonesia nih

  22. wah kayaknya asyik ngamatin populasi burung…
    iya lagi sepi burung kalo winter gini tinggal ngeliatin sarangnya aja di pohon πŸ˜€
    ah soal sampah..pusing ngerubah mental orang2 yak,,,apa karena org kita banyak yg hobi ngomong doang, trs ngegampangin jadinya begini..

    • Asik sih tapi kalau cuacanya kayak kemaren, aku gak betah Nit hehe

      sampah itu harusnya udah mestilah dicari jalan keluarnya. gak bisa santai2 lagi. Bisa2 kita kelelep sampah nantinya

  23. membayangkan sampahnya saja aku mau nangis lho nyah πŸ˜† jadi inget dulu bbrp kali ke terminal Joyoboyo dalam kondisi banjir. namanya terminal ya tau sendiri kan πŸ˜†

  24. Aku dulu gak pernah ke percut, baru tau di percut ada tempat beginian, selama ini cuma di cemara asri doang… btw, buah yang difoto itu enak lo, itu markisa hutan, klo dibuka isinya mirip markisa rasanya juga mirip.

  25. Emang mesti yang hobi banget yah Non πŸ˜€ Macam diriku yg gelian gini pasti ogah dah disuruh deket2 sampah2 gitu..hikss.. Padahal keren yah liatin burung liar gitu.. Cantik2 lho dan hasil fotonya juga pro banget.. Kece!!

  26. Sayang ya kalau lihat burung tapi tidak punya kamera profesional plus lensa panjangnya 😦 mau tidak mau hanya bisa dinikmati mata tanpa bisa diabadikan. Tapi sepertinya hobby yang seru..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s