Traveling Without Moving


Traveling Without Moving

Dalam benak saya selama ini, yang namanya travel yah harus bepergian jauh, at least 150 KM, kalo masih di dalam kota atau Cuman pinggir-pinggir kota yang masih nyerempet-nyerempet kota dimana kita tinggal, namanya bukan traveling, tapi yahh cuman iseng jalan-jalan doang. Pokoknya traveling adalah bepergian jauh.

Sampai kemaren pagi saya nonton suatu acara tv, seorang pemilik hotel di Africa, tepatnya dimana saya lupa hehe, dia mengatakan kalau setiap hari dia melakukan traveling without moving, karena di tempat tinggalnya setiap hari dia menemukan hal baru dan setiap hari dia belajar untuk hal-hal yang selama ini asing untuknya.

Hal baru itu tidak melulu dia dapat dengan pergi jauh ya. Misalnya begini nih, di hotelnya yang dia desain ramah lingkungan, anak-anak Afrika yang umbelan ( ingusan) dibiarkan masuk area hotel, lalu bicara dengan tamu-tamu yang umumnya bule-bule dan kalau diliat di TV mereka excited bicara dengan anak-anak itu. Si owner juga seperti itu dia pergi dari satu kampong ke kampong lain, bicara dengan mereka, ngobrol lalu belajar masakan khas mereka, pergi ke pantai, masuk kehutan didekat rumahnya, pergi mancing, baca buku di pinggir tebing. Pokoknya melakukan banyak hal menyenangkan di area hotelnya. Sayaaaaaaa sirikkkkkk dan ehemmmmmmm si owner cakep gilaaaaa !!!.

Yahhhh ok mungkin kalian akan berfikir sama dengan saya, ngapain juga dia pergi jauh kalo di daerah tempat dia tinggal udah segitu nyenenginnya. Begini….pergi jauh itu penting ( terutama untuk saya ) karena kita bisa bertemu orang baru, kebudayaan baru, kebiasaan baru, athmosfire baru dan dengan melakukan traveling, kita belajar banyak. Belajar bagaimana makan makanan yang bukan makanan kita, belajar beradaptasi, belajar mengatur keuangan ( yaiyalah lu punya duit sejuta tapi harus survive 1 bulan di Bali gimana caranya, ini perlu ilmu ekonomi yang canggih loh ). Saya sebelum nyampe Surabaya, hanya mau makan nasi goreng, hanya nasi goreng lohhhhhh !!!, kemanapun saya pergi atau paling banter makan makanan padang or melayu, sekarang ulat pohon juga masuk ke perut ( yieekkkkkk bayanginnya hahaha, cukup sekali aja ).

Yak……kembali ke traveling without moving, buat saya ini sedikit penting ketika cuaca sedang tidak menentu ( saya aviophobia akut ), duit hanya tinggal senin kamis ( percayalah di weekend selalu ada keajaiban hahaha ), temen tidak ada karena semua pacaran atau kita memang sedang butek lalu butuh refreshing. Kemaren seorang temen bertanya ke saya “ mana lagi di Surabaya yang belon kita datangin ya ? “. Saya dan gank saya itu cukup bisa menepuk dada sedikit sombong hahaha, kita rasanya udah tamat / khatam keliling Surabaya, tapiiiiiiii…..believe me masih ada lorong-lorong di kota ini yang pasti belon terjamah at least untuk saya J.

Beberapa tempat yang masih menjadi misteri ( tsahhhhhh bahasanya hahaha, maksut saya masih ingin saya kunjungi di kota ini )

Kelenteng Coklat

kata Fitri dan mas Teguh ada kelenteng coklat, ok…mereka masih mencari tempat itu dan saya tidak mendapatkan clue apapun tentang kelenteng ini, dimanakah dia??. Untuk ukuran kelenteng menurut saya dia sedikit berani mendobrak tradisi, karena biasanya kelenteng berwarna merah dan gold. Tempat ini sedikit menarik karena tempatnya aja gak tau, katanya somewhere in Surabaya, tapi sebelah mana?????. Pertanyaan saya masih adakah kelenteng ini atau hanya sekedar mitos. PR, ask Fitri dan Mas Teguh.

Gereja katholik Kepanjen

Tempatnya sih saya tau, tapi entah kenapa gak sempat-sempat kesini. Ok….minggu kapan yaaaa saya bisa main kesini ??? * ajak ellen, dini n lady *

Kampong Reog Ponorogo

Somewhere in Surabaya hahaha. Gak niat bener ya kayaknya. Tapi saya pernah liat sih, kayaknya gak jauh dari rumah, dulu Opik pernah kasih tau, tapi jalan pintasnya kalo gak nemu desa ini, yasud ke Balai Pemuda aja hari minggu pagi, biasanya ada komunitas Reog yang main. Minggu depan mungkin saya mau ke sana, ada yang mau Joint???

Imlek Di Kelenteng Kenjeran

Pertanyaan pertama, bagaimana sih menuju kenjeran dari rumah saya ??. berkali-kali kesana saya gak sadar-sadar jalan deh, selalu aja lupa. Padahal udah 3 kali Imlek saya melewatkan acara ini. Taon ini mesti jadi . * tarik Ellen dari tempat tidurnya pagi-pagi nonton mereka sembahyang Imlek, sukur-sukur dapet angpao *

Masjid Merah

Semestinya ada nama sih, tapi seperti biasa saya lupa. Mesjid merah ini adalah mesjid yang dibangun oleh warna cina yang masuk islam. Letaknya sih di Surabaya, saya pernah shalat magrib sekali disini, tapi jangan ditanya jalannya kemana hahah. Nanti deh saya cari kalo berhasil pasti ada fotonya.

kalau mau denger lagunya Jamiroquai bisa klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s