
Makasar, Batimurung, Tanah Toraja, Makasar, Jeneponte, Tanjung Bira, Makasar, Pulau Samalona, Pulau Kuning arengkeke dan wisata kuliner di makasar J.
Saya selalu senang menyambut liburan, seperti ada tenaga extra setiap kali menyambut liburan. Seperti kali ini , hampir 2 minggu saya tidak bisa tidur nyenyak membayangkan seperti apa tempat-tempat yang nantinya akan saya dan temen2 datangi, terutama karena saya memang belum pernah mendatangi tempat-tempat wisata yang nantinya kami tuju.
Saya juga mengurangi keinginan untuk browsing foto-foto, untung menghindari kekecewaan jika satu tempat yang saya tuju tidak sesuai dengan expectasy.walau tetap saja mencari tahu apa saja yang ada di tempat tersebut.
Day 01 { 13/08/09 }
Bangun pagi pukul 04.30, mandi dan beberes. Saya masih menerima sms dari Dini yang mengingatkan jangan lupa bawa kaca mata, sms ellen dan sms-sms lainnya. Pukul 05.00 saya sudah dijalanan menuju airport juanda dianter fany. Jalanan lengang dan cuaca sedikit mendung. Iya…..saya memang sedikit parno soal terbang dan berlayar, jadi cuaca mendung sempat membuat ketar-ketir , sandal crocs saya yang ngejreng tidak mempan membawa suasana ceria pagi itu apalagi ditambah anak-anak telat ke airport !!!!.
Kaos hitam, jeans belel, sandal jepit crocs orange, jaket hitam dan topi pantai lebar menemani keberangkatan saya pagi itu. Hanya sebuah back pack kecil plus tas kamera kecil yang saya bawa, karena menurut info dari Ellen tidak ada free bagasi dgn citilink, setahu saya juga begitu, karena beberapa bulan lalu berangkat ke mataram dgn citilink loni dan uci di charge lumayan gede untuk bagasi, ternyata citilink memberikan free 10 KG bagasi hiks…….
Pesawat citilink membawa saya , ellen, dini, lady, Hendry dan fara ke ujung pandang. Penerbangan smooth seperti harapan saya J. Setelah tiba, foto-foto di bandara barunya makasar yang bagus lalu menuju basement mencari bang NOEL yang akan mengantar kita ke TATOR.
Bang Noel adalah saudara pak BOBBy , security kantor yang mobilnya kita sewa selama liburan ini. Orangnya sedikit pendek , gempal tapi baik hati , paling penting mobilnya bagus dan gak bau hihii.
Sebelum menuju maros, kita singgah sebentar makan coto makasar, tapi kali ini rasanya tidak begitu enak walo pengunjungnya rame . setelah makan coto, kita langsung menuju batimurung, maros.
Batimurung terkenal dgn air terjun dan kupu-kupunya. Begitu tiba disana, saya berkhayal ada banyak kupui-kupu ditempat itu. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Kupu-kupu mati banyak , tetapi yang hidup sangat sedikit, kecuali di tempat penangkaran. Air terjunnya juga tidak terlalu spektakuler plus ada banyak pengungjung siang itu, padahal masih hari kamis loh

Tempat ini bener-bener menjadi tempat tujuan wisata domestic. Banyak orang picnic dan beberapa kolam terlihat kotor plus tidak terurus, sayang ya L.
Padahal tadi kita udah niat mau seluncuran dengan ban-ban yang banyak disewakan didaerah ini, mengingat begitu banyak orang plus panas dan tiba-tiba males untuk berbasah-basah, kami menyewa seorang guide menuju ke atas air terjun .
Perjalanannya tidak begitu jauh, hanya menaiki sekitar 120 anak tangga, lalu jalan mendatar kita akan melihat sumber air terjun tersebut, agak sedikit kotor hihi.
Lalu di ujung jalan ada sebuah gua dan danau kecil dengan air berwarna hijau tenang, cocok untuk shooting film horror L.
Tadinya di danau ini kata si guide ada banyak kupu2 karena sedang musimnya, tetapi saya hanya menemui beberapa ekor kupu2 kecil yang terbang . ada sebuah air terjun kecil dan papan penunjuk kalau di tempat ini dilarang untuk berenang. Cerita dari beberapa pedagang disana, setiap tahun danau danau dan air terjun tsb selalu memakan korban yang anehnya bisa ditemukan di lautan L.
Setelah dini dll memasuki gua kecil , saya memilih menunggu diluar, karena saya memang kurang menyukai memasuki gua, kami terburu-buru menuju tanah toraja.
Perjalanan yang rencananya ditempuh 8 jam menuju tanah toraja rasanya ditempuh lebih dari waktu tersebuh. Dari makasar ke tanah toraja kita disuguhi pemandangan lautan biru, desa nelayan, tebing-tebing tinggi , rumah-rumah khas suku bugis , pedagang semangka yang banyakkkkkk banget dan tentu saja perbaikan jalan . kondisi jalanan menuju tator lumayan bagus walau ada perbaikan disana sini.
Jam 5 sore tiba di pare-pare dan makan siang L, makan sore kali yaa….kita makan di sebuah rumah makan kecil . becak di sini adalah bentor alias beca bermotor persis seperti di medan, bedanya hanya pengemudi berada di belakang, sedangkan di medan pengemudi ada di sebelah penumpang.
Setelah makan dan meregangkan tubuh yang mau patah-patah karena terlalu lama di mobil, kami melanjutkan perjalanna. Sekitar jam 8 malam kita tiba di enrekang , singgah di rumah saudaranya driver kita, makan pisang goreng, susu milo dingin yang yummy dan bersih-bersih.
Jam 11.30 malam kita tiba di tana toraja, lalu cari-cari rumah neneknya nancy di desa balusu, sumpahhhhh susah banget secara yang dicari dusun plus gak ada penunjuk jalan kecuali telp dari papahnya nancy dan nancy sendiri yang membuat kita kesasar berkali2 hahaha. Badan letih, bulan sabit pucat dan ribuan bintang di langit menjadi saksi betapa perjalanan ini begitu menyenangkan walau harus nyasar, jam 2 pagi dijemput tantenya nancy di jembatan pertama desa balusu hihihii.

Tiba di rumah tongkonan yang hangat, udara di tator dingin dan membuat sedikit menggigil tapi rumah ini hangat sekali. Kita tidur ber 7 berjejer seperti ikan gembung rebus di pasar J.
Jam 5 pagi waktu tator saya terbangun degnan perut melilit. Air di kamar mandi rumah tongkonan gak jalan, udara mendung dgn gerimis kecil. Dingin menyerbu wajah saya begitu membuka pintu. Seorang penggembala kerbau atau tedong berlalu dari jalanan di depan rumah, nenek-nenek tua berjalan pelan menuju sebuah pasar kecil di sebelah kanan rumah dan beberapa anak SD berteriak-teriak sambil berlari-lari dengan payung warna warni menuju sekolahan yang persis didepan rumah.
Mandi kilat, sikat gigi, pake jacket dan menyiapkan kamera tetapi keburu tertangkap basah neneknya nancy hahaha. Akhirnya saya ngendon di rumahnya sambil minum kopi tator yang super duper yummy……sampai akhirnya ellen, lady dan satu persatu anak-anak yang laen bangun .
Setelah selesai sarapan, hujan semangkin besar , walau akhirnya reda di pukul 08.30. bergegas saya dan yang lainnya ke desa wisata milik keluarga nancy dan menuju pasar kecil yang meri
ah. Beberapa anak2 SD mengikuti rombongan kecil kami sambil malu-malu. Oya ada penjual kopi robusta yang menggiling kopinya dipasar, wanginya tak tertahankan , tetapi saya tentu saja mencari Arabica .
Setelah puas foto-foto, balik kerumah lagi, pamitan dgn nenenknya nancy dan kita melanujutkan perjalanan ke daerah tinimbayo. Sayangnya di tengah perjalanan ban mobil pecah , dan ban serep dalam keadaan rusak juga. Jadilah kami menunggu dipinggir jalan hampir 2 jam lebih. Segala gaya dicoba, mulai dari foto-foto, bengong, nari2 gila, gossip, bengong lagi, foto-foto lagi dan teriak2 gak jelas hahaha.
Pukul 14.00 melanjutkan perjalanan ke tinimbayu utk melihat pemandangan tator. Dari pinggir jalan kami melihat sawah yang baru di panen, lumayanlah bagus hahahaha. Lalu dilanjutkan makan siang di batulumongga. Btw….sebaiknya tidak lunch disini karena lamaaaaanya minta ampun plus tdk professional sama sekali. Cuman kalo mau nginep disini mungkin bisa dipertimbangkan J. Dini malah sempat berantem dgn pemilik rumah makan karena kita menunggu hampir 1.5 jam . saya akhirnya tidak makan sama sekali.
Jam 05.00 sore terburu-buru menuju kete’kesu dan londa. Terburu-buru plus sedikit berlari-lari kami tiba di kete’kesu. Ini adalah desa adat terbesar di tator. Ada sekitar 10an rumah adapt tongkonan dan dibelakang rumah adat ada tempat pemakamanan fenomenal itu. Sumpahhhhhhhhh waktu masuk kan sudah mendekati waktu magrib, suasanya a bit spooky, apalagi ada banyak tengkorak, tulang-tulang tetapi hanya bertahan 5 menit ketakutan menyelimuti saya, karena setelah itu malah sibuk memperhatikan tulang belulang manusia plus kebingungan yang terus menghantui bagaimana areal pemakaman dgn jumlah tengkorak yang sangat banyak tidak berbau apapun. Pertanyaan besar juga bagaimana caranya mereka menaiki tebing-tebing curam itu sambil membawa mayat yang akan di kuburkan L. Bener-bener MAGIC !!!.

Selanjutnya tetap dgn terburu-buru, one day saya harus balik lagi ke tator , kami tiba di LONDA. Londa adalah areal pemakaman paling besar . ada 2 suku yang boleh dimakamkan disini yaitu TOLENGKEK dan TOPANGRAPAK. Seorang guide bernama hendra bangalihok dgn cekatan memasang lampu petromaks yang nantinya berguna utk menerangi perjalanan ke dalam gua makam.
Perjalanan menuju ke gua hanya memakan waktu 5 menit. Hendra trus bercerita tentang upacara pemakaman yang biasa disebutu RAMBU SOLOK, sayang kami tiba di tator tanpa upacara sama sekali. Salute utk orang toraja yang tetap menjalankan ritual pemakaman yang menghabiskan ratusan hingga milyaran rupiah .
Untuk upacara Rambu solok ada beberapa tahapan yaitu :
Peti jenazah di arak
Keluarga yang berduka menerima tamu
Mantunu atau menyembelih kerbau yang lazim disebut TEDONG . bukan sembarang kerbau loh, tapi kerbau belang2 / bule yang harganya sekitar 150 juta sampai 500an juta, tergantung panjang tanduk dan warna mata. Minimal kerbau yang disembelih antara 9-24, tetapi utk mendapatkan sebuah patung kayu keluarga harus menyembelih minimal 24 tedong , bayangkan dana yang harus dikeluarkan J. Fantastis ya
Setelah selesai dikubur maka keluarga akan mengadakan SAbUng AYAm.
Tiba di mulut gua yang dikepung oleh tebing-tebing curam tinggi, disanalah diletakkan beberapa peti mati, patung-patung kayu yang tergantung didinding tebing seperti hiasan dinding. Oya patung-patung kayu itu diletakkan di bawah atau di dinding tebing yang tdk terlalu tinggi, ini untuk mempresentasikan mayat-mayat yang di gantung di atas tebing tinggi . sungguh pemandangan yang membuat ternganga-nganga…..
Kami ber 6 plus Hendra guide, epik gak mau turun dgn alasan factor U, padahal dia emang penakut aja hahaha. Tapi emang rada-rada serem sih. Soalnya kebanyakna mayat/tengkorak yang mau dilihat berada di dalam gua sempit di bawah tebing. Berebutan kami berdiri di belakang hendra, Hendry satu2nya cowok dalam trip ini memilih tidak berada di belakang .
Begitu memasuki mulut gua, terlihat beberapa tengkorak, terselip diantara stalaktit dan slatakmit atau di lantai gua. Tengkorak juga terselip di batu-batu kecil atau di tanah dingin. Bukan pemandangan yang membuat miris sih tapi malah membuat rasa ingin tahu semangkin besar. Sesekali hendra berhenti untuk menceritakan sebuah kisah, seperti kisah romeo and Juliet versi tator. Kedua orang yang jatuh cinta ini ternyata masih bersepupuan no 1 sehingga tidak diijinkan untuk menikah . mereka akhirnya memilih untuk bunuh diri, dan akhirnya dimakamkan berdua di gua sempit dan dingin ini .
Ada kekonyolan di gua ini. Ternyata ada satu spot dimana para turis biasa berfoto dgn tengkorak. Saya pertama kali berfoto, agak serem dan hati2 , selanjutnya berganti-gantian kami berfoto, sampai akhirnya Hendry dgn sukses menjatuhkan tulang kaki atau tangan dari tempat tengkorak2 itu berada. Suasana hening karena suara tulang jatuh itu lumayan nyaring di telinga. Untung hendra bilang gpp, walo kita ketar ketir juga. Bayangkan menjatuhkan tulang orang yang sudah mati puluhan tahun L. Hendry sampai2 ketakutan setengah mampus dan cuci tangan trus-trusan dgn antis singaporenya hahaha.
Setelah keluar dari kuburan di LONDA, saya memutuskan makan di sebuah warung kecil yang keliatannya enak J. Walo akhirnya rasanya sih biasa aja, tapi berhubung perut dari siang belon diisi yahhhhhh nikmat2 ajalah .
Jam 12 malam tiba di makasar, dgn tubuh mau patah-patah. Liat tempat tidur berasa ngeliat apaaaaaan gitu. Kita nginep di wisma bahari di jalan sam ratulangi, makasar. Tapi tetap aja saya cuman bisa tidur nyenayk sampai jam 06.00 pagi setelah itu seperti biasa beres-beres dan bengong. Sampai dini bangun dan mengajak berkeliling dgn becak.
Dear Reader….

Makasar itu panas banget, 34 derjat celcius, cukup membuat berkeringat, dehidrasi dan gak nyaman. Make up saya puluhan kali luntur hahaha. Beberapa ruas jalan ditutup karena ada perlombaan antar kampong plus ada gerak jalan didekat losari. Becak yang saya dan dini tumpangin mengelilingi kota ini sambil berhenti beberapa kali karena kami membeli sesuatu atau berfoto gila J.
Pukul 10.30 temen-temen saya yang lain menyusul. Reza, beby, jandi dan flo minus Fitri yang sakit { get well soon darling }. Setelah beberes dan membagi kamar, perjalanna dilanjutkan ke tanjung bira. Seharusnya sih ke tanjung bira pagi hari ,s upaya bisa melihat sunrise dan bisa menyebrang dgn ferry ke pulau selayar yang terumbu karangnya bagus. Sayanngya kita sdh terlalu siang berangkatnya, belon lagi berhenti makan siang di coto makasar jl. Nusantara yang yummy .
Perjalanan dari makasar ke tanjung bira, bisa dibilang sedikit membosankan . 4 jam bow, belon lagi kiri kanan penuh dgn padang-padang gersang dan panas. Tetapi sedikit menyenangkan melihat kuda-kuda berkeliaran di padang2 tersebut. Jeneponto memang terkenal dgn kudanya . kalo mau nyicicipin coto kuda disinilah tempatnya. Ada juga ladang garam yang luas dipingir-pinggir jalan .

Jam 05.00 sore baru tiba di bira. Ampunnnnn deh jauhnyaaaa hahaha. Tanjung bira menurut saya bukan pantai yang teramat sangat bagus { ebbie…you right } tetapi pasir pantainya sangatlah halus seperti bubuk terigu. Airnya juga jernih berwarna hijau tosca, tenang dan membuat ingin melompat masuk, sayang sudah terlal
u sore. Sambil menunggu sunset kita berfoto-foto ria .
Ada seorang nelayan yang menawari ke pulau terdekat { lupa nama } dari bira. Terburu-buru lagi kami menaiki kapal yang sedikit oleng kiri dan kanan. Saya foto2 sunset dari atas kapal yang bergoyang-goyang. Sesekali air laut memerciki wajah dan mata .
Sesampai di pulau, air laut begitu menggoda, jernih berpendar2 terkena sinar mentari. Dini, ellen dan fara memutuskan nyebur, yang laen males basah , tetapi gak sampai 20 menit mereka naik kapal lagi dan kita kembali ke bira.
Siapkan diri jika ke tanjung bira karena makanan kurang begitu enak L. Bahkan seafood juga gak ada huhu. Gimana yaaa masak ke laut makan ayam lagi ayam lagi .
Pukul 12.00 waktu makasar rame2 kita menyelamati Hendry, yahhhh he’s b’day hahaha. Lalu kita di traktir makan mie titi yang terkenal enak itu di jalan irian barat, emmm jadi kangen ama mie kriuk-kriuk yang enak itu J.
Minggu dini hari pukul 5 kita sdh bersiap-siap menuju dermaga ke samalona island . langit merah dan laut terlihat tenang. Perjalanna dgn kapal ke pulau koneng areng keke sekitar 45 menit. Pulau kosong ini sebenarnya disewa oleh seorang warga negara jerman selama 35 tahun dgn pemda ujung pandang . pulau ini tadinya hanya pasir putih kosong dan panas, tetapi oleh si penyewa ditanamin pohon2 pinus dan dibangun beberapa rumah panggung dengan keadaan yang tidak begitu nyaman. Dari beberapa bangunan hanya 2 kamar yang layak utk dihuni .
Pulau sepi ini begitu menyenangkan. Pasir putih, laut tosca dan biru, ikan-ikan kecil dan sinar matahari yang bersinar lembut { ingat….masih pukul 06.30 haha }. Setelah menemukan kursi rotan saya dan dini langsung menggila foto2 sinting. Sempat main air sebentar sampai ada seorang penjaga pulau yang datang dan memberi informasi kalau jam 10.30 kemungkinan besar ada angina besar , sehingga sebaiknya kami meninggalkan pulau sebelum jam tersebut.
Pernahkan kamu merasa petualangan 5 sekawan begitu lekat di kepala ??. saya ingat betul ketika GEORGE si anak perempuan tomboy pemilik pulau kirrin itu selalu kemping di pulau kosongnya, mungkin rasanya seperti saat ini. Saya jatuh cinta dgn pulau tersebut walau ada banyak ubur-ubur kecil yang sengatnya lumayan bikin gatel2 .
Dari pulau koneng areng keke kami menuju samalona island. Matahari sudah mulai bersinar garang dan panasnya minta ampun. Bayangkan aja baju yang saya pakai di pulau sebelumnya, kering di pulau samalona. Tanpa membuang waktu kita langsung berganti pakaian, menyewa fin dan melompat ke lautan yang biru, sayangnya epik berteriak2 ada banyak ubur2 sempat ketar ketir karena males tersengat ubur2 hahaha.
Menurut info dari bapak penyewa fin, ubur2 akan hilang sekitar jam 10 keatas, yasud kita tungguin aja sambil snorkeling di pinggir pantai. Ada beberapa ikan kecil berwarna putih pucat, ikat bercucut panjang, ubur2 sebesar topi pantai saya dan ukuran lainnya yang lebih imut, ikan-ikan kecil yang hilir mudik, rumput laut dan entah apa lagi. Ellen menabrak bulu babi berwarna hitam. Lumayan sakit. Ternyata obatnya jika kena bulu babi , tidak usah berusaha mengeluarkan bulunya dari kulit, karena malah membuat tambah bengkak. Cukup dipukul2 dgn batu hingga berdarah and voila….sembuh deh !.
Setelah agak lebih siangan saya, ellen dan Hendry bergerak lebih ke tengah menuju mercu suar, sebelum mendarat di pantai kita sempat liat ada banyak ikan disana. Terumbu karang di samalona sebagian sdh rusak walo masih banyak juga yang masih bagus. Air dangkal karena surut , ikan-ikan juga semangkin beraneka ragam. Nemo, ikan biru cantik yang hilir mudik, ikan pucat atau ikan2 berwarna kuning kecoklatan yang meantap saya dengan ketakutan J.
Pukul 12.30 kita bersiap-siap pergi meninggalkan pulau . dini, Hendry, ellen, flo, reza dan lady mendapat beberapa tanda mata berupa luka di kaki. Menurut Acha kalau kita mendapat luka di pulau samalona , kemungkinan besar akan kembali lagi berkunjung J. Hmmm sounds interesting, tetapi saya memilih pulang dalam keadaan mulus daripada benjut2 hahaha.
Setelah sampai di makasar yang panasnya Aujubillahminjalik itu, kita buru-buru ke rumah makan rindu kuring , yang makannnaya yummy banget, jangan lupa cobain kerang ijo saus padang yang ampun-ampun enaknya. Sambalnya minta ditampar sangking pedasnya tapi enakkkkkkkkkk banget.
Setelah makan, saya dan dini memilih ke mall dan masuk salon , rambut saya udah seperti kena minyak, lengket gak jelas . anak2 yang laen tidurrrrrr .
05.30 sore, saya sudah ada di anjungan pantai losari untuk liat sunset . gilaaa rameeeee banget. Dapet info dari bang andreas mending kalo mau hunting sunset di café hotel gapura aja, tetapi Karena pengen ngerasain suasana makasar , kita berhenti di anjungan. Dini , ellen, flo en lady malah sempat nyobain naik bebek2an di pantai ini.
Setelah hunting sunset kita makan pisang epe yang banyak di sekitar pertokoan di losari. Pisang epe ini pisang bakar yang di gepengin . rasanya lumayan enak J. Setelah itu disambung dgn mencari palubotong . palubotong ini sejenis minuman yang katanya enak sih, setelah jalan 1 km lebih , karena banyak yang kosong, kita menemukannya di es teller yes, dan rasanya hmmmmm biasa aja, saya gak suka malah .
Setelah itu mulai gak jelas ngapain hahaha. Akhirnya makan lagi di restoran sea food lae-lae , katanya otak2 disini enak, tapi setelah kita makan rasanya sih biasa . didepan pintu masuk ada pedagang mangga, seporsi Rp 20.000.
Setelah dari lae-lae…ditemenin acha kita keliling2 makasar, ke pantai akkarena , ke tanjung bunga dan kembali ke wisma karena kantuk semangkin mengganggu.
17 agustus 09

Pagi-pagi saya sempat hunting foto di jembatan entah apa namanya. Berharap ada nelayan sih tetapi gak nemu. Setelah foto2 , lalu makan bubur ayam yang enak. To be honest saya tdk suka makanan yang lembek tapi untuk bubur ayam ini, hmmmm enak banget, pengen nyoba lagi kalo kesana.
Setelah pulang hunting sunrise , makan bubur ayam, liat beberapa tempat di adakan upacara, balik wisma, mandi , dandan jam 10 kita pergi makan ke palu basah di jl srigala. Palu basah ini makanan yang mirip dgn coto makasar. Uniknya palu basah yang ada di jalan srigala ini entah karena enaknya atau gimana , antrian luar biasa. Orang yang duduk aja udah di tag orang laen. Bayangkan makan di tempat sempit, panas, berasap dan full manusia tanpa bisa melakukan apapun kecuali makan then selesai dan menghabiskan minuman di luar tempat makan L. Luar biasa. Semua orang betah menunggu berlama-lama. Entah saya salah pesan atau gimana tapi menurut saya sih biasa aja. Cuman dini, fara, flo dan yang laen mengatakan emang luar biasa. Daging, kuah dicampur dgn kuning telur katanya membuat rasa teramat sangat nikmat.
Menurut acha, seharusnya kalo mau nyobain palu basah jangan yang cuman daging, tetapi harus merasakan yang isinya rahim, tenggorokan dll. Mmebayangkannya aja udah horror gimana mau dimakan hahaha…..

Setelah dari palu basah , ketemu papahnya nancy, then kerumah nancy, setelah itu pergi lagi makan kepala ikan. Astagaaaaaa tiap 2 jam makan hahaha. Berhubung saya gak suka segala sesuatu yang berwarna pucat plus tdk digoreng, jd hanya yang laen yang mencoba. Katanya sih lakers……
Setelah makan kepala ikan, say good bye dgn papahnya nancy dan janji mau main lagi kapan2 { kapan ditransfer uang tiketnya om, biar kita datang lagi hahaha } , kita menuju daerah somba ompu mencari oleh2. lumayan kalap beli kopi dan kain hahaha.
Then….mulai lapar lagi { ampun…ampun deh…} I’m
a piglet now. Kita makan pisang ijo di bravo sambil pesan otak2 . sumpahhhhhhhh pisang ijonya enakkkkkkk banget, secara saya juga pecinta pisang jadi pisang ijo ini bener2 membuat saya sedikit orgasme . Otak-otaknya juga enak , hmmmmmm kami menggendut hahaha.

Setelah dari bravo, tujuan makin gak jelas. Ke tugu mandala tempat perjanjian irian barat dittd, lalu ke benteng fort roterdam , foto2 liat pameran foto dan mulai gak jelas ngapain sampai akhirnya jam 06.00 sore. Waktunya kita ke bandara.
Jam 20.25 pesawat take off ke Surabaya kembali. Sedih ?? emmmm sedikit sih, biasalah abis liburan berat banget menghadapi dunia nyata hahaha .
[…] Cerita lengkap bisa klik di SINI […]
buset ni tulisan paling panjang yang aku baca.
hebat non kamu masih hafal tu nama nama daerahnya.
buset indah bener tu tempat tp kalau mikir perjalananya mikir mikir lagi.
Salut nich mba Noni….udah menjelajah sampai ke pelosok pelosoknya daerah di Sulawesi Selatan, itu daerah aku mbak Non, tapi memang betul Makassar itu panasnya juaraa sampai ada yang bilang kao mataharinya ada dua belas hehee
loh, kamu orang makasar atau toraja????
Aku menetapnya di Makassar mba Non, tapi daerah Enrekang yang mba Noni sempat singgahi sebelum nyampe ke Toraja itu asal aku makanya aku bisa ikut merasakan gimana capeknya perjalanan mba nyampe kesana yang memang bikin remuk tulang tulang sangking jauhnya, tapi pemandangan gunung – gunung sepanjang jalannya lumayan oke kan mba Non :))
Hampir sama itinerarynya, cuma aku gak sempat ke Samalona kemarin.
aku sempet si ke samalona, deket soalnya
mantap
[…] Catatan Perjalanan Makasar, Tator, Tanjung Bira, Samalona Island […]