temen-temen saya mulai minggu lalu mulai mengambil inisiatif untuk memulai cerita baru untuk saya. oklah…..2 minggu lalu saya hampir kayak zombie bodoh yang memulai hari dan mengakhiri hari dengan air mata dan mata nyalang dimalam hari. bukan karena patah hati saja tapi karena begitu banyaknya penyesalan yang tidak bisa saya ungkapkan satu persatu.
salah seorang suami temen saya mengenalkan dengan seorang pria bernama Lim. saya sebut dia Mr. Lim. tidak ada yang istimewa dengan acara perkenalan secara si mr ini tidak sedang di kota tempat saya tinggal. dia memulai perkenalan dengan sebuah sms di hari kamis minggu lalu, pagi-pagi ketika saya akan berangkat ke kantor.
sms 1
” hi…saya Lim, boleh kenalan dengan kamu ? “.
saya baru membalas sms-nya sekitar 3 jam kemudian, itupun karena saya trus-trusan ditelp temen saya yang akan menjadi mak comblang.
sms saya
” hi juga…boleh aja “
selanjutnya si mr. ini menjadi teramat sering menghubungi saya. mengirim sms, dan jika saya tidak membalas maka dia akan menelpon dengan nada khawatir. sebenarnya tidak ada yang salah sih kecuali, hati saya tetap membeku ketakutan dan males. saya juga agak-agak heran dengan sms dia hari senin lalu. ngambek intinya karena saya gak bales2 smsnya dan merespon perhatiannya.
barusan temen saya marah-marah { baca kesal } karena saya masih aja diem aja. seharusnya saya bisa melihat kesempatan didepan mata saya skr ini, bukan diem aja dan masih tenggelam dengan cerita masa lalu saya yang makin menghitam saja.
{ dia Lim, duda beranak satu { SMA }, 40 thn, mapan, target menikah }