Pulang


begitu memasuki bulan ramadhan, cuman satu yang jelas terbayan-bayang dirumah, rendang kerang, bangun sahur yang dimulai dgn perkelahian dgn ayah saya, karena saya adalah orang yang paling susah dibangunin di rumah . perlu tenaga extra untuk mengeret saya duduk manis dimeja makan.

beberapa tahun jauh dari rumah, kerinduan itu masih jelas terasa. tentu seenak-enaknya tinggal sendiri dan bebas berlari kesana sini, ramadhan adalah bulan dimana semua romantika rumah adalah sebuah hal mahal yang tidak bisa saya tebus. tidak ada teh manis hangat dimeja ketika berbuka, tidak ada suara gedebak gedebuk membangunkan tidur saya, tidak ada pelukan dari ibu saya, semua kesenangan selama 1 tahun hidup sendiri tiba-tiba menjadi begitu hampa.

tahun ini semua berulang. ok…ada rendang daging yang super duper yummy dari ibunya fanny untuk sahur. tinggal saya panaskan dan nyam…nyam……tapi saya menikmatinya sendiri. ada yang membangunkan saya sahur, tapi rasanya tentu berbeda, biasanya saya akan makan dgn mata tertutup tetapi di kos, semua harus disiapkan sendiri, walo suster berbaik hati membantu saya. dan…tahun ini ayah saya sakit, semua jadi tidak nikmat lagi. i wanna go home soon !!!

rumah……..apa sih yang kita sebut rumah ??
apa sebuah bangunan permanent yang melindungi dari panas dan hujan ?. kalau cuman seperti itu fungsi rumah, rasanya saya tinggal di rumah yang lebih bagus dari rumah saya di medan. tapi…konsep rumah untuk saya bukan sekedar itu. rumah adalah tempat seluruh keluarga berkumpul kala senang dan sedih. rumah adalah dimana kita bisa menemukan kedamaian dan kenyamanan, dan untuk saat ini rumah saya adalah dimedan.

pulang ke rumah juga bisa berarti pulang ke haribaanNYA. pulang kembali ke pemilik alam semesta. saya merinding membayangkan ketidaksiapan saya untuk pulang kesana. bukan sekedar berburu tiket pulang kemedan, kalo itu sih….2 bulan sebelum lebaran mungkin saya sdh bisa membeli tiket online utk AA or Mandala, tapi pulang ke rumahNya adalah sebuah proses panjang yang harus dilakukan dgn konsisten. siapkah saya untuk pulang kesana ??

obrolan saya dgn ayah saya. ” semua orang akan kembali neng, tidak ada yang istimewa, jadi harus siap selalu. tidak ada alasan untuk menundanya “. yahhhh saya menangis tersedu ketika menulis ini, entah kenapa ketakutan saya kehilangan orang2 yang saya sayang besar sekali. tapi saat ini saya jauhhhhh lebih takut pulang ” kesana ” tanpa membawa bekal apapun kecuali pahala yang mungkin cuman seuprit dan dosa yang besar. Ya ampun……….ternyata begitu mengerikannya.

pulang…….yahhhh saya ingin pulang. untuk saat ini saya ingin pulang ke rumah saja dulu sambil menyiapkan diri pulang ke tempat yang lebih ” abadi “.

seorang burungpun tetap akan pulang , ketika sayapnya letih , saya ingin pulang segera !!!

Insya Allah tgl 12 saya dimedan 🙂

Leave a comment