Herpes !!
Ok beware yang suka oral sex huhuhu…..
Barusan dapat info dari temen saya yang dokter kulit dan kelamin. Herpes itu sejenis virus yang bisa nongkrong manis di mulut bukan cuman di kemaluan !.
Dan proses penularannya sangat-sangat sederhana. Misalnya nih pasangan kita makan diluar, soto mungkin, trus karena si tukang soto gak masak dengan bener , akhirnya virus herpes nempel di mulut sipasangan, lalu si pasangan pulang, ketemu dengan kita, horny then oral sex lengkap dengan si virus herpes yang lagi ngendon di mulutnya. Bonusnya si virus bisa berpindah dengan manis di kemaluan kita.
Kalau di luar negri herpes termasuk dalam paket pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, karena yang namanya virus bisa menulari janin jika si ibu berniat untuk hamil. Di Indonesia dengan mutu kesehatan dan kesadaran kesehatan yang juga minim, biasanya orang-orang sih gak begitu peduli. Seingat saya pemerikasaan kesehatan sebelum menikah juga lebih banyak ke toxso, rubella, gol darah atau beberapa penyakit keturunan lainnya.
Jadi ingat beberapa waktu lalu mamahnya temen saya kena hepatitis dari kegiatan manicure n pedicure di salon langganannya. Serem banget gak sih ? koq rasanya penyakit jadi gampang banget nempel. Virus makin merajalela. Gak asik banget kan kena penyakit karena hal-hal seperti ini, sama gak serunya kena herpes di kemaluan karena pasangan kita rajin makan diluar dan kebetulan rumah makan tsb gak bersih.
2 tahun lalu saat saya ke Singapore, ada sebuah tulisan di Koran setempat yang melarang warga Singapore untuk melakukan oral sex, agak konyol sebenarnya ya, masa kegiatan intim dilarang, dan gimana juga cara melarangnya, kan kita gak oral sex di public, tapi mungkin nih secara saya cuman baca headline doang, mungkin banyak penderita herpes genetalis di Negara itu L, sehingga keluarlah perda seperti itu.
Sex emang seru dan bikin addict, the best sex happen with people u care greatly about, tapi tetap aja nih, mungkin mulai sekarang kalo si pasangan menginginkan kegiatan oral, kita mesti senterin mulutnya, bersih gak sih, ada sariawan gak sih, tadi abis makan dimana, kalo perlu bersih-bersih dulu deh, kalo perlu mandi-mandi dulu deh, gilaaa….dimana asiknya ketika kegiatan bercinta jadi gak spontan hahahaha. Tapi kalau kita sayang dengan pasangan, gak ada salahnya sedikit berepot-repot ria ya J.
Seperti kata si temen saya “ virus tidak akan pernah mati non, tetap akan ada ditubuh ,ihhh seramnya, secara saya masih pengen punya bayi…..rasanya gpp deh kalo si pacar nantinya pengen, saya bakalan bilang ‘ if you care, pls……pastikan kamu bersih dulu yaaaaa hihihihi “.
ini ada artikel singkat mengenai herpes :
Penyakit Cacar (Herpes)
Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai ‘Herpes’ oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.
Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain ‘shingles’ adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.
Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.
· Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)
Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster.
Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.
· Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak na
pas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.
· Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.
Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).
Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 – 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% – 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun