HTS = HUBUNGAN TANPA STATUS


Suka deh sok jago punya hubungan tanpa status. HTS, TTM or whatever yg Akhirnya selalu membuat saya berdarah-darah menyadari kesakitannya. Awalnya sih lucu-lucuan aja, cuman buat iseng, cuman karena lagi sendirian, cuman karena takut berkomitment, cuman takut dgn tuntutan dan berjuta alasan lainnya yg sepertinya agak gak masuk akal.

“It’s either u commit or you don’t. If u can’t commit, then don’t. If u r looking 4 fun, then look for it, but don’t go overboard. There is a grey between white and black, but not everything is allowed in a grey state. It’s either u have a relationship, or you don’t.”

–pendapat seseorang tentang HTI yang diposting di bulettin friendster–

Sumpah awalnya cuman iseng. Dilirik, dikirimin email, disms, di telp , di sentuh, dikedip-kedipin mata , ehhhhhh ada respon. Bales dilirik, bales disms, diemail, ditelp, di sentuh-sentuh. Pegang-pegang jari kelingking, trus ke pegangan tangan, trus cium kening, pipi, bibir, jilatin leher, grepek-grepek sampai akhirnya menjerit-jerit puas { anjing !! }.

Mending berhenti disini, ini malah addict. Ketagihan sampai gak bisa berhenti-henti. Katanya mau HTS tp koq jadi begini yaaa??. HTS yg murni cuman sekedar seneng-seneng doang, gak boleh mengharapkan komitment , gak ada melibatkan perasaan hanya murni hubungan fisik aja.

Teorinya sih HTS itu menyenangkan dan kelihatannya gampang banget even oleh seorang yg mengaku player tp pada akhirnya ada banyak jutaan orang terutama perempuan yg terperosok bahkan akhirnya tenggelam dalam permainan itu. Awalnya sih cuman pengen HTS, pengen lucu-lucuan aja tp malah jadi nanggis tak berkesudahan.

HTS yg cuman lewat sms, telp or email aja udah bisa mainin emosi seseorang, ketika perhatian yg diberikan bisa memberi sensasi butterfly di perut, ketika mengingat namanya saja sdh bisa membuat kita senang apalagi HTS yg pake kontak fisik. Oklah awalnya cuman pegangan tangan lalu naik jabatan jadi ciuman, percayalah ciuman buat perempuan apalagi ciuman bibir means a lot . ada banyak emosi yg tumbuh pada saat bibir bersentuhan, merasakan lembutnya bibir pasangan, memejamkan mata utk menikmati lidahnya, lalu mempercayai si pasangan dgn membuka mulut, membiarkan lidahnya memanggut bibir { nyong….jadi pengen ciuman ama si es cream hihi } dan ketika membuka mata, ohhhhhhhhhh no…ciumannya enak dan membiarkan ciuman berikutnya , berikutnya memandu kita , membiarkan otak berhenti berfikir kalau ini hanya hubungna tanpa status.

Ketika berciuman bibir dan si wanita membalas ada banyak rasa didalamnya. Percaya, nafsu, merasa dicintai “ aih…aih…” dan juga merasa dimiliki. Perasaaan yg akhirnya tumbuh dan akhirnya HTS yg tadinya cuman buat lucu-lucuan, berubah bentuk menjadi malapetaka. Membuat kloset jadi temen utk nangis diam-diam atau bantal guling jadi sasaran kemarahan.

Mau marah ???. kelaut aja kaleeeeeeeeeeeeee, mending kalo si lawannya jg jatuh cinta maybe HTS malah jadi jembatan utk serius, gimana kalo ternyata dia gak cinta, dia punya keluarga or pasangan resmi or apalah yg gak mungkin merubah rasa isengnya menjadi beneran.

HTS emang sebuah hubungan dgn resiko tinggi. Dimana kita mesti mengkontrol antara logika dan perasaan. Yg biasanya selalu diakhiri dgn kesakitan dan menyiksa diri sendiri. Gimana gak sakit kalo kita gak bisa bersama2 dgn orang yg kita jatuh cintai , bukan cuman gak boleh tp juga haram mengaharapkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s