Kenapa Harus Tanpa Pori-Pori?


Beberapa tahun lalu ada seorang kenalan saya yang saya foto menggunakan kamera dengan lensa 85 mm 1,8. Pas saya tunjukin hasilnya, komen dia “waduh bagus banget ya, jernih sekali sampai pori-pori aku keliatan semua” pas mau posting dia edit foto tersebut sampai gak keliatan lagi pori-porinya, komedo dan bekas jerawat di wajah. Mulus deh.

Beberapa hari lalu saya posting foto ini di Instagram? Ada 10 foto yang saya posting. Sebagian dikasih editan warna dan sebagian lagi hasil foto dari kamera hape. Komen teman saya “wah pori-porinya gak keliatan ya”. Sebenarnya kalau dizoom foto tersebut jelas keliatan bekas jerawat, milea dan tentu saja pori-pori.

Ada apa dengan pori-pori di wajah?

Kalau gak salah beberapa tahun lalu seorang beauty Youtuber yang ngomong kalau dia dandan pokoknya wajahnya harus ketutup deh semua pori-porinya. Mungkin emang agak ganggu ya kalau pori-porinya keliatan atau terlihat terlalu besar. Mengganggu penglihatan alias pengen aesthetic untuk foto atau video.

Sebenarnya kalau lagi foto-foto saya agak kurang peduli dengan hasil yang berpori-pori atau tidak jika di post di postingan orang lain tapi di postingan sendiri ya sama aja (🤣😛).

Sebenarnya saya berusaha banget tidak menggunakan filter foto yang membuat wajah saya mulus tanpa noda karena sebenarnya kulit wajah saya jelas punya pori-pori, ada milea di bawah mata, ada bekas jerawat PMS, ada kerutan di antara kening dan masih banyak ketidaksempurnaan lainnya karena saya manusia bukan porselin.

Untuk foto dan video saya suka edit menggunakan filter warna. Ya iya emang warnanya diedit supaya lebih pop atau kaleman. Walau kadang-kadang editan yang copy paste bikin kulit jadi ikutan mulus hehe. Selama mulusnya masih bisa ditolerir ya oklah. Yang gak banget itu kalau sampe wajah sendiripun tidak dikenali saking mulusnya.

Soal pori-pori tadi sejujurnya saya gak kenapa2 banget kalau pori-pori atau bekas2 jerawat atau milea keliatan. Normal kan manusia punya semua itu. Malah menurut saya aneh banget kalau gak punya dan mulus tanpa pori-pori. Nanti wajahnya nafas dari mana?

Bagaimana menurut kamu?

7 comments

  1. Saya gak terlalu merhatiin mbak soal orang foto masih keliatan pori2 atau gak, selama mukanya masih dikenali ya paling cm langsung like 😆, kalo udah gak dikenali baru perlu liat ulang foto sama namanya buat liat, eh ini sapa ya? 😁

  2. Lebih suka yang natural dan ngga keliatan kaya boneka porselen 😬 tim edit tone warna juga ahahaha!
    Meski paham sih kalo di foto iklan itu model2 fotonya diedit sampe mulus, ya gimana di print ukuran besar kan, mungkin agak gimana juga kalo semua pori2nya ikut ke zoom in gitu 😂

  3. Nggak pernah sih sampai iseng banget nge-zoom foto orang sampai tampak pori. Yakin juga rata-rata orang juga begitu, jadi nggak terlalu jadi pikiran juga, sih 🤭

    Btw. masih mendingan sih di foto pakai 85 f 1.8 mba😆 Lha kalau motonya pakai makro lebih parah.🤣

  4. Kalau pas difoto ngga terlalu mikirin bakal keliatan pori pori atau ngga, cuma kalau lagi ngaca dan keliatan pori pori besarnya, baru aku rungsing sendiri, hahaha.

  5. aku pun untuk foto lebih suka pakai natural dan ga pake filter apa-apa, kecuali berpengaruh sama keseluruhan hasil foto supaya lebih jelas/ terang aja tapi ga mengubah wajah juga. nanti pas ketemu di dunia nyata malah bingung kalo beda banget sama fotonya 😅😅

Leave a Reply to Cerita Fotografi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s