Tea House, Kebun Teh Wonosari


20121123-224005.jpg

Maaf modelnya gak menjual ya hahaha,
Wokey, review kali ini adalah tea house kebun teh Wonosari yang tersohor itu.

Hujan lebat mengguyur kota Lawang sewaktu kami tiba di tea house ini, walau sebenarnya tinggal sisa sisa hujan deng. Cuaca mendung-mendung mesum gitu, jalanan masuk dari raya malang mesti melewati pasar becek yang kata Jo gak menarik alias jorsek.

Setelah melewati pasar, duhhh berasa masuk ke dunia lain. Dari jalanan macet karena hujan trus tiba-tiba sepi berkabut, dikiri kanan kebanyakan rumah-rumah tua peninggalan Belanda atau perumahan Staff perkebunan. Gimana coba kalo perasaan gak berubah mellow romantis. Hujan, kebun teh, wangi teh……yg gak lengkap hanya pacarkuuuuu mana?

Kebun teh Wonosari yang merupakan bagian dari PTPN 12 atau biasa dipanggil rolas (bahasa jawa untuk 12) memang lumayan pinter memikat wisatawan. Waktu kita datang kemaren full aja orang-orang dimana2, sampai kudanya pun ngehek kecapekan bawa turis-turis.

Tea house ini sebenarnya merangkap restauran juga, sayang waktu kita datang kemaren semua tempat full, pelayannya aja kewalahan ngadepin orang segitu banyak. Suasana romantis yang kebangun di jalan, rontok di antrian pesen teh haha.

Kita sebagai traveler medit yang pengin nyobain tehnya, kemaren order teh putih yang tampilannya sbb

20121123-225345.jpg

Rasanya yah kayak teh biasa tapi lebih light karena mungkin kita gak nyeduhnya lama ya..

Untuk harga sepoci Rp 30 rb teh putih ini, lumayan bisa diminum 6 orang (kan judulnya icip2). Sementara teh yg lain kisaran harganya sekitar 5 ribuanlah.

Kalo lagi gak rusuh kayak kemaren saya pikir tempat ini lumayan juga untuk bernafas dari sesaknya kehidupan (tsahhh). Gimana? Kapan mau ke rolas?

9 comments

Leave a comment