Memaafkan


20121013-082841.jpg

Tulisan ini mestinya di tulis waktu lebaran kali ya tapi saya baru sempat dan ngerasainnya beberapa bulan ini. Meminta maaf dan memaafkan.

Minta maaf itu gampang sebenarnya yang susah itu ternyata mengalahkan ego untuk meminta maaf walau kita tahu kita yang salah atau meminta maaf walau sebenarnya kita tidak salah.

Kenapa harus minta maaf ? karena terkadang benar atau salah itu gak ada di dalam buku jadi bentuknya lebih ke perasaan, lebih blur, lebih membingungkan. Satu hal yang menurut kamu salah ternyata menurut orang lain bener atau sebaliknya. Sulit sekali yaa πŸ˜“. Kadang-kadang untuk kebingungan-kebingungan itulah saya meminta maaf. Ingat saya selalu ingin membuat orang lain tidak kecewa walau sebenarnya saya cukup kecewa.

Tetapi saya perhatikan setelah proses minta maaf itu, hubungan bukannya membaik tapi malah seperti api di dalam sekam. Kedua belah pihak mengambil jarak. Dipikir-pikir ini lebih menyakitkan ya?

Saya baru selesai membaca perahu kertas, ada satu kalimat yang sangat membekas di kepala saya ” kijang akan berlari sangat kencang seperti kilat, tetapi begitu dia melihat macan, seketika kakinya akan berhenti”. Artinya bisa jadi seseorang yang sangat merasa bersalah bisa jadi akan menarik dirinya sangat jauh dan dalam bukan karena dia tidak mau bersama tapi lebih kepada rasa takut yang amat dalam dan itu yang saya rasa sekarang.

memaafkan, sincerely forgiving, dibutuhkan keikhlasan. We know that it ain’t easy, yes? I think it’s not about forgetting but more about letting go. *floresianayasmin*

Ahhhh semestinya ini untuk lebaran kemaren😎.
Maafin saya ya, kalau semua berubah bukan karena saya berubah tetapi lebih karena saya khawatir membuat salah.

Foto taken by jo

Leave a comment